keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Solusi Kasus Tantangan Promosi Jabatan
P.Umum

Solusi Kasus Tantangan Promosi Jabatan

Solusi Kasus Tantangan Promosi Jabatan

Promosi ialah satu kata yang sangat ditunggu-tunggu oleh seorang staf atau karyawan. Tak melulu menyangkut eskalasi status dan penghasilan, promosi menjadi bukti bahwa kompetensi seseorang sudah mendapat pernyataan secara profesional.

Anehnya, di tengah persaingan super ketat ini ada sejumlah orang yang menjadi anomali. Di ketika yang beda berlomba-lomba guna dipromosi, mereka malah menghindar. Sayang rasanya andai kesempatan besar ini selesai hanya karena dalil takut atau tak siap. Konsultan karier Sylvina Savitri dari EXPERD menolong mencari solusinya!

KASUS 1: BERBEDA KOMPETENSI
Sudah nyaris setahun saya menjabat posisi asisten manajer yang mengurusi administrasi finansial sebuah pabrik consumer good. Dalam waktu tidak cukup dari tiga bulan, saya sudah sesuai dengan bos baru dan dapat bekerja sama dengan enak. Alhasil, seluruh pekerjaan dapat saya selesaikan dengan tuntas dan memuaskan.

Baru saja saya merasakan masa bulan madu, tiba-tiba diminta atasan menduduki posisi baru sebagai sebagai manajer divisi akunting. Buat saya ini dilema. Meski masih sama-sama mengurusi uang, namun saya bukan seorang akunting.

Ritme kerjanya pun berbeda, saya fobia tidak dapat enjoy dan justeru jadi kontra produktif. Apalagi dalam masa-masa dekat perusahaan akan menyelenggarakan audit. Kehadiran saya bisa buat runyam!

SOLUSI:
Rasanya tidak salah bila anda secara tersingkap mengungkapkan sejauh mana kemampuan yang anda miliki, dan hal-hal apa yang butuh Anda perdalam atau pelajari untuk dapat menjalani peran itu dengan baik.

Jika dirasa perlu waktu, usahakanlah untuk mohon waktu mempelajari kegiatan manajer akunting tersebut, mulai mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab kegiatan tersebut, tanpa mesti secara formal memenuhi posisi tersebut.

Selama masa ini, Anda dapat menerapkan prinsip quick-win. Artinya, tetapkan langkah-langkah bertahap guna lebih mengenali bidang baru yang diamanatkan kepada Anda.

Misalnya, di minggu ke-1, tetapkan waktu guna mendiskusikan lebih dalam apa saja yang menjadi tanggung jawab tugas, indikator keberhasilan, sasaran dan target kerja yang dibebankan. Dengan mengetahui lebih dalam tuntutan kerja yang ada, kita dapat melakukan evaluasi dan kesiapan anda dengan lebih realistis.

Minggu ke-2, guna menghadapi audit, Anda dapat mengatur jadwal bertemu dengan orang yang menguasai urusan ini guna mempelajari secara cepat sistematikanya. Dengan quick-win langkah perjalanan kita mengenali bidang kegiatan baru ini bakal lebih visible dan menciptakan Anda kian percaya diri terus maju ke depan. Sebab, keberhasilan target di minggu kesatu bakal menjadi suntikan energi guna mensukseskan target berikutnya.

Baca Juga :