keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga
Pendidikan

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga
SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

Guna membantu siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu,

Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Ciamis meluncurkan program “Sapujaga”. Program yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu ini berupa bantuan bebas pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ciamis, Ika Karniati Sandi menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat peduli dengan siswa yang kurang mampu. Maka dari itu, dibuatlah terobosan baru, yakni program Sapujaga.

“Ini menunjukkan bahwa guru dan tenaga tata usaha turut menjadi orang tua angkat bagi siswa kurang mampu,” ujarnya, seperti dilansir dari  Pikiran RakyatJumat (2/8/2019).

Ika mejelaskan, dana bantuan yang berasal dari infak  guru

dan bagian tata usaha ini, akan disalurkan setiap semester untuk SPP sekolah.

“Program ini guna mengurangi beban keuangan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, siswa penerima Kartu Indonesia Pintar ataupun Program Keluarga Harapan. Juga berlaku bagi siswa program Kartu Bantuan Pendidikan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Ciamis,” tuturnya.

Pengumpulan infak setiap bulan ini, lanjutnya, khusus bagi bantuan siswa tidak mampu dan untuk masjid sekolah.

Ika mengungkapkan, pada tahun ajaran 2019/2020, pihak sekolah menerima 576 siswa, 20% di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu. Untuk memastikan kondisi orang tua siswa, pihak sekolah melakukan kunjungan ke setiap rumah.

“Di tahun ajaran 2018/2019, dari 149 yang mengajukan permohonan

, setelah dilakukan validasi yang mendapat sebanyak 125 siswa,” ujarnya.

SMKN 1 Ciamis, lanjutnya, belum memutuskan berapa siswa dan siapa saja yang mendapatkan keringanan atau pembebasan iuran keuangan. Selain bantuan tersebut, SMKN 1 Ciamis juga memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi jalur akademis ataupun non-akademis.

Mengenai berapa bulan pembebasan, tambah Ika, bergantung pada kualifikasi seperti di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 1 Ciamis, Sudia Permana mengatakan, pihak komite peduli dengan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini dilakukan karena SMKN 1 Ciamis menginginkan pembentukan siswa yang bermasyarakat dan berkarakter.

“Salah satu upayanya adalah membentuk siswa yang berprestasi di bidang akademis dan non-akademis,” tutupnya.***

 

Baca Juga :