keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, PPI di Taiwan Gelar I3S
Pendidikan

Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, PPI di Taiwan Gelar I3S

Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, PPI di Taiwan Gelar I3S

Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, PPI di Taiwan Gelar I3S
Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, PPI di Taiwan Gelar I3S

Revolusi industri 4.0 menarik perhatian semua pihak. Tak terkecuali

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan. Mereka menyebut bahwa perkembangan pesat teknologi informasi, khususnya teknologi otomasi, artificial intelligence (AI), robotic, teknologi sensor, maupun Internet of Things (IoT) mendorong perubahan iklim industri menjadi semakin kompetitif.

Mahasiswa pun dituntut meningkatkan kapasitasnya sehingga mampu beradaptasi dan menjadi aktor dalam revolusi industri 4.0. Guna menjawab tantangan tersebut, PPI di Taiwan menggelar Indonesian Scholar Scientific Summit (I3S) yang bertajuk ‘Membangun Techno-creative Entrepreneur Ecosystem di Era Industri 4.0’.

Acara yang digelar belum lama ini bertempat di Conference Hall,

College of Law, Tunghai University, Taiwan. “Kegiatan ini diikuti kurang lebih 200 mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Taiwan yang tersebar dari wilayah selatan sampai dengan utara,” kata Ketua Panitia I3S 2018 Adi Kusmayadi yang juga mahasiswa program master pada Department of Chemical and Materials Engineering, Tung Hai University, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11).

Keynote speech pertama disampaikan Chairman Department of Industrial Engineering and Enterprise Information, Tunghai University, Chin-Yin Huang. Menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah dan itu merupakan sebuah potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan produksi industri.

Sementara CEO CTECH Labs EdWar Technology Warsito Purwo Taruno

juga menjadi pembicara dalam acara tersebut. Dia berbagi strategi inovasi dan pengalaman membangun perusahaan teknologi di Indonesia yang digunakannya sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak daya saing industri nasional.

Keynote speaker ketiga Eka Sastra yang merupakan anggota Komisi VI DPR sekaligus Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memberikan gambaran tentang peranan pengusaha muda dalam menggerakkan perekonomian nasional. Dia juga memotivasi peserta untuk mempelajari penerapan teknologi di Taiwan dan membangun jejaring internasional dalam rangka membangun dan mengembangkan bisnis sebagai sumbangsih terhadap tanah air pada masa mendatang.

Kegiatan I3S dilanjukan dengan sesi khusus berupa diskusi grup tentang perkembangan ilmu dan teknologi sebagai kontribusi dalam menjawab tantangan revolusi industi 4.0. Kegiatan diskusi grup ini menjadi ajang pencarian inovasi yang mungkin bisa diterapkan sebagai solusi.

Sebanyak 20 makalah ilmiah dipresentasikan dan enam reviewer disiapkan untuk menilai potensinya. Karya terbaik dipilih dengan penilaian berupa keterkaitan topik dengan tema, cara penyampaian dan hasil dari karya ilmiah. Sehingga terpilihlah empat karya ilmiah terbaik yang topiknya berhubungan dengan bidang rancang bangun, kesehatan, teknologi, dan pola tingkah manusia terhadap sebuah fenomena.

 

Sumber :

https://solopellico3p.com/cara-membuat-sinopsis-novel-remaja-indonesia/