keyboard_arrow_right
Pendidikan
Pendidikan

Biografi Soe Hoek Gie

Biografi Soe Hoek Gie

Soe hoek gie adalah aktivis mahasiswa yang berani menentang kesalahan kesalahan pemerintah di jaman orde lama dan orde baru.

Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra berasal dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat berasal dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet dengan kata lain Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik berasal dari Soe Hok Djie yang terhitung dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak tetap sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin udah sering mendatangi perpustakaan lazim dan lebih dari satu taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.

Di jaman kuliah inilah Gie jadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang yakin gerakan Gie berpengaruh besar pada tumbangnya Soekarno dan terhitung orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di jaman demonstrasi th. 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah lantas selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie sebetulnya bersikap oposisif dan susah untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu terhitung Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kesibukan pentingnya adalah naik gunung. Pada selagi memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman didalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.

Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat didalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya perihal kemanusiaan, perihal hidup, cinta dan terhitung kematian. Tahun 1968 Gie sempat singgah ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez diambil alih di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan jadi dosen di almamaternya.

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala melacak pendanaan, banyak yang menanyakan kenapa naik gunung dan Gie bicara kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebetulnya obyek kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak yakin pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh berasal dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya mampu mencintai sesuatu secara sehat terkecuali ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia mampu ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia dengan rakyatnya berasal dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat berasal dari pemuda mesti artinya pula perkembangan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak mengerti apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah aku mendengar kematian Kian Fong berasal dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya terhitung miliki perasaan untuk tetap ingat pada kematian. Saya idamkan mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan terhitung idamkan memicu acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah dampak atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru th. 1969 pas sehari sebelum kembali tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal dengan rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan sepanjang ke Gunung Semeru lenyap seiring dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.

24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, tetapi dua hari lantas dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober agar mesti dipindahkan lagi, tetapi keluarganya menampik dan teman-temannya sempat ingat bahwa terkecuali dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan selanjutnya pada akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

berikut kata-bijak dan penuh makna berasal dari SOE HOEK GIE:

1. Pertanyaan pertama yang mesti kami jawab adalah: Who am I? Saya udah menjawab bahwa aku adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tetapi seorang yang idamkan mencanangkan kebenaran. Dan aku bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

2. Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu selagi di mana kami tidak mampu menjauhi diri lagi, maka terjunlah.

3. Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan tetap benar, dan murid bukan kerbau.
style=”text-align: justify;”>

4. Nasib paling baik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya sebetulnya begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

5. Saya menentukan bahwa aku akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.

6. Mimpi aku yang terbesar, yang idamkan aku laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang jadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

7. Saya idamkan memandang mahasiswa-mahasiswa, terkecuali andaikan ia mengambil alih ketetapan yang membawa makna politis, walau bagaimana kecilnya, tetap didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan keliru sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas basic agama, ormas, atau golongan apapun.

8. Masih sangat banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih terkecuali ditekan, tetapi menindas terkecuali berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, rekan seideologi dan lain-lain. Setiap th. singgah adik-adik aku berasal dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

9. Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

10. Bagiku perjuangan mesti tetap ada. Usaha penghapusan pada kedegilan, pada pengkhianatan, pada segala-gala yang non humanis…

11. Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

12. Bagi aku KEBENARAN walau bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kami tak usah jadi malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

13. Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di daerah 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

14. To be a human is to be destroyed.

15. Saya tak rela jadi pohon bambu, aku rela jadi pohon oak yang berani menentang angin.

16. Saya putuskan bahwa aku akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

17. I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.

18. Saya kira aku tak mampu kembali menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang memicu aku terlihat air mata.

19. Bagiku ada sesuatu yang paling punya nilai dan hakiki didalam kehidupan: mampu mencintai, mampu iba hati, mampu merasai kedukaan.

20. Saya tak mengerti mengapa, Saya jadi agak melankolik malam ini. Saya memandang lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan didalam satu paduan muka kemanusiaan. Semuanya jadi mesra tetapi kosong. Seolah-olah aku jadi diri aku yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada jadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang sangat kuat menguasai saya. Saya idamkan memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.

21. Tak ada kembali rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apa-pun dan bangsa apapun. Dan meremehkan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Baca Juga :

Pendidikan

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga
SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

Guna membantu siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu,

Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Ciamis meluncurkan program “Sapujaga”. Program yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu ini berupa bantuan bebas pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ciamis, Ika Karniati Sandi menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat peduli dengan siswa yang kurang mampu. Maka dari itu, dibuatlah terobosan baru, yakni program Sapujaga.

“Ini menunjukkan bahwa guru dan tenaga tata usaha turut menjadi orang tua angkat bagi siswa kurang mampu,” ujarnya, seperti dilansir dari  Pikiran RakyatJumat (2/8/2019).

Ika mejelaskan, dana bantuan yang berasal dari infak  guru

dan bagian tata usaha ini, akan disalurkan setiap semester untuk SPP sekolah.

“Program ini guna mengurangi beban keuangan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, siswa penerima Kartu Indonesia Pintar ataupun Program Keluarga Harapan. Juga berlaku bagi siswa program Kartu Bantuan Pendidikan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Ciamis,” tuturnya.

Pengumpulan infak setiap bulan ini, lanjutnya, khusus bagi bantuan siswa tidak mampu dan untuk masjid sekolah.

Ika mengungkapkan, pada tahun ajaran 2019/2020, pihak sekolah menerima 576 siswa, 20% di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu. Untuk memastikan kondisi orang tua siswa, pihak sekolah melakukan kunjungan ke setiap rumah.

“Di tahun ajaran 2018/2019, dari 149 yang mengajukan permohonan

, setelah dilakukan validasi yang mendapat sebanyak 125 siswa,” ujarnya.

SMKN 1 Ciamis, lanjutnya, belum memutuskan berapa siswa dan siapa saja yang mendapatkan keringanan atau pembebasan iuran keuangan. Selain bantuan tersebut, SMKN 1 Ciamis juga memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi jalur akademis ataupun non-akademis.

Mengenai berapa bulan pembebasan, tambah Ika, bergantung pada kualifikasi seperti di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 1 Ciamis, Sudia Permana mengatakan, pihak komite peduli dengan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini dilakukan karena SMKN 1 Ciamis menginginkan pembentukan siswa yang bermasyarakat dan berkarakter.

“Salah satu upayanya adalah membentuk siswa yang berprestasi di bidang akademis dan non-akademis,” tutupnya.***

 

Baca Juga :

Pendidikan

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019
SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

Menghadirkan inovasi “Likusi Karika Bioetanol” sebagai energi terbarukan yang berasal d

ari limbah pengolahan umbi singkong, Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Bogor berhasil menduduki juara 1 Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019 Tingkat Jawa Barat yang digelar di Aula Dewi Sartika Gedung Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (31/7/2019).

Pencipta inovasi baru ini adalah Ariq Dhia Hibatullah dan Theresia Andrian. Persiapan yang mereka lakukan selama sebulan, dimulai dari menentukan alat-alat hingga menganalisis akhirnya berbuah manis.

“Di sini kami mengusung likusi karika bioetanol sebagai inovasi energi terbarukan

. Latar belakang inovasi ini karena melihat fenomena industri makanan di Indonesia yang berkembang pesat. Contohnya di Kota Bogor yang memiliki industri makanan di bidang pengolahan umbi-umbian, seperti singkong,” ujar Ariq saat diwawancara.

Ia memaparkan, permintaan konsumen dan produksi pengolahan singkong yang tinggi menyebabkan beberapa masalah di lingkungan. Salah satunya, limbah kulit singkong yang belum dapat dimanfaatkan dengan baik.

Melihat fenomena tersebut, kedua siswa ini akhirnya menemukan solusi untuk menyempurnakan biotanol berbahan dasar limbah kulit singkong. Yaitu, dengan menambahkan limbah kulit ari kacang hijau ke dalam proses produksi selulosa yang tidak dapat diolah menjadi bioetanol. Penambahan limbah kulit ari kacang hijau bertujuan mengurangi produksi gas sianida yang dihasillkan kulit singkong hingga akhirnya menghasilkan emisi yang lebih bersih bagi pengguna serta lingkungan.

Apresiasi

Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam mengapresiasi kegiatan yang digagas Kementerian

Pertahanan ini. Hal tersebut penting bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi 4.0 yang menuntut setiap siswa harus kreatif dan memiliki banyak inovasi.

“Di tengah arus informasi yang sangat cepat maka anak-anak wajib bisa berpikir kritis dan dapat mengambil keputusan yang tidak melanggar norma. Termasuk dalam menciptakan penemuan,” ungkapnya.

Parade ini, jelas Sekdisdik, menjadi salah satu wadah dan media untuk berkomunikasi serta menyampaikan pikiran atau pendapat, termasuk mematangkan kemampuan berpikir peserta didik. Pada intinya, bela negara dan cinta tanah air selain untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, juga memiliki nilai moral dan menghargai lingkungan.***

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/pengertian-talak/

Pendidikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan
SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

Sebanyak 47 siswa mengikuti Ujian Nasional Perbaikan (UNP) Tahun 2019

di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batujajar, Jln. Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (29/7/2019). UNP dilaksanakan selama dua hari, yakni 29 dan 30 Juli 2019.

Wakil Kepala SMAN 1 Batujajar Bidang Kurikulum, Asep Kurniawan menuturkan, setiap harinya proses UNP dibagi menjadi dua sesi dengan hanya menggunakan satu laboratorium komputer. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan meja pendaftaran bagi siswa sebelum mengikuti ujian.

“Teknisnya tetap sama, seperti UNBK. Jadi, tak ada kendala sama sekali,”

ungkapnya, Senin (29/7/2019).

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Batujajar Bidang Humas, Asep Saeful HIdayat mengatakan, ke-47 siswa tersebut terdiri  dari 6 sekolah yang letaknya tak jauh dari SMAN 1 Batujajar. “Sebanyak 45 siswa merupakan siswa SMA, sedangkan dua lainnya dari SMK,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini pelaksanaan UNP berjalan lancar tanpa kendala.

“Karena setiap tahun kita jadi pelaksana, jadi sudah biasa dan kami pun telah siap,” tuturnya.

Asep berharap, melalui UNP, seluruh peserta mampu meningkatkan nilai hasil ujian nasional sesuai standar yang ditentukan. “Semoga, hasil yang didapat bisa maksimal sesuai tujuan UNP,” harapnya.***

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/sejarah-syiah/

Pendidikan

TIPS SUKSES UJIAN NASIONAL TERBARU TAHUN 2019

TIPS SUKSES UJIAN NASIONAL TERBARU TAHUN 2019

Bagi mayoritas pelajar, ujian nasional sering menjadi mimpi buruk yang menakutkan. Pelaksanaan ujian yang paling ketat dan terstruktur menciptakan mereka tidak jarang kali merasa tidak yakin dapat berhasil ujian nasional dengan hasil yang memuaskan.

Ketakutan dalam diri mereka sejatinya paling beralasan. Tidak lulus ujian nasional pasti adalahmimpi buruk untuk seorang siswa. Untungnya, ada sekian banyak macam persiapan yang dapat dilaksanakan sebelum menghadapi ujian tersebut. Apabila siswa mengekor persiapan itu dengan baik, maka nyaris dapat dijamin bahwa mereka bakal lulus dengan nilai yang memuaskan.

Untuk meningkatkan peluang berhasil ujian nasional Anda, usahakanlah untuk mempraktikkan 4 teknik berikut ini:

Belajar Sedikit namun Rutin
Sebagian murid terbiasa memakai strategi “sistem kebut semalam” guna lulus ujian. Padahal, teknik tersebut sangat berbahaya dan tidak mempunyai manfaat.

Untuk berhasil ujian nasional kita usahakan belajar secara rutin masing-masing hari selama sejumlah bulan. Adapun porsi belajar yang Anda kerjakan tidak perlu terlampau banyak. Cobalah untuk menelaah satu pelajaran dan menggarap paling tidak 5 soal per hari dengan serius. Meski sedikit, bila dilaksanakan secara teratur maka urusan itu akan sangat dominan terhadap hasil ujian nasional kita nanti.

Banyak Berlatih Mengerjakan Soal
Untuk menghadapi ujian nasional, kita tidak perlu tidak sedikit membaca pelajaran dari kitab pelajaran. Akan tetapi, perbanyaklah pelajaran soal dari sekian banyak sumber seperti kitab latihan, internet, atau soal-soal ujian nasional di tahun-tahun sebelumnya.

Percaya atau tidak, lebih dari 40% soal yang diujikan di ujian nasional sejatinya adalahmodifikasi dari soal di tahun-tahun sebelumnya. Semakin tidak sedikit Anda mengerjakan pelajaran soal, maka kesempatan sukses ujian nasional Anda bakal semakin besar.

Belajar dalam Kelompok
Belajar dalam kumpulan memiliki tidak sedikit manfaat daripada belajar sendirian. Meski begitu, pastikan teman yang kita ajak guna belajar mempunyai niat guna serius dan tidak datang melulu untuk bermain-main.

Anda tidak butuh belajar dalam kumpulan setiap hari. Cukup pakai dua atau tiga jam di masing-masing akhir pekan guna berkumpul di sebuah tempat untuk menggarap soal bersama-sama. Jika memungkinkan, Anda dapat patungan untuk mencarter seorang tutor atau guru les guna memandu pekerjaan tersebut.

Mengambil Les Privat eksklusif Ujian Nasional
Saat ini ada tidak sedikit lembaga kursus yang menawarkan jasa pengayaan materi eksklusif ujian nasional. Apabila orang tua kita mempunyai bujet ekstra, tahapan ini dapat dipungut untuk memperbesar kesempatan untuk lulus.

Mencari lembaga belajar yang tepat memang tidak mudah. Jika sistem pengajaran yang dipakai tidak cocok, kita malah dapat menjadi malas guna datang. Sebagai solusi, pilihlah lembaga kursus yang sudah mempunyai reputasi baik di lingkungan Anda. Selain tersebut tanyakan pun mengenai sistem persiapan ujian nasional yang diadakan di lembaga tersebut.

Jika Anda ialah orang yang lebih gemar belajar sendiri, mencarter guru les guna datang ke rumah ialah pilihan terbaik. Namun teknik ini pasti memerlukan ongkos yang lebih mahal.

Terlepas dari keempat teknik yang telah dilafalkan di atas, salah satu hal penentu supaya siswa berhasil ujian nasional ialah tingkat kesiapan mental serta keyakinan diri.

Meskipun telah belajar secara giat dan mempersiapkan diri, bilamana Anda masih merasa ragu dan tidak percaya akan keterampilan diri sendiri, maka kesempatan Anda guna lulus bisa berkurang secara signifikan. Oleh karena itu, pastikan kita merasa siap secara jasmani dan mental saat mengekor ujian nasional.

Sumber : https://www.pelajaran.co.id/

Pendidikan

Kebebasan Eksistensial

Kebebasan Eksistensial

Kebebasan Eksistensial

Kebebasan Eksistensial
Kebebasan Eksistensial

Intisari kebebasan. Manusia memang tidak bebas untuk masuk dunia atau tidak. Akan tetapi sesudah ditempatkan di dunia ini ia tinggal sebagai mahluk bebas. Kebebasan itu menyangkut masa depan, bukan masa lampau. Masa pada tiap-tiap tindakan arti dirinya dan dunia sudah ada. Atas dasar arti-arti tersebut manusia menetukan arti-arti selanjutnya.

Dasar kebebasan yang ada pada manusia terletak dalam hal ini, bahwa ia mempunyai suatu pandangan yang luas atas beberapa kemungkinan yang ada pada dirinya maupun pada lapangan tindakannya. Pandangan macam ini yang menimbulkan alternatif bertindak, disebut pandangan universal. Lalu menyusul apa yang bersifat hakiki bagi kebebasan manusia, yakni bahwa tindakannya/ pilihannya berasal dari dirinya sendiri. Memang jelas bahwa saya tidak bebas bila saya bertindak, akan tetapi tindakan saya itu tidak berasal dari inisiatif saya sendiri. Inisiatif/pilihan sendiri merupakan unsur yang bersifat menetukan bagi kebebasan suatu tindakan.

Dapat disimpulkan, bahwa kebebasan itu bukan keterbatasannya, melainkan paksaan dari pihak orang lain, entah itu paksaan fisik, yang diadakan melalui kekerasan, entah itu paksaan moril, yakni dengan ancaman, bujukna, tipuan. Pada zaman kini dalam memaksa secara fisik sudah digunakan metode-metode yang merusak psike orang secara batin juga, umpamanya pembersihan otak, obat bius dan sebagainya. Karena adanya paksaan kebebasan berkurang atau hilang.

Kebebasan berupa inisiatif atau pilihan (bebas bertindak, bebas mamilih) disebut kebebasan “dari” yakni dari halangan dan paksaan. Makna kebebasan. Bila dikata bahwa intisari kebebasan ialah bahwa manusia bisa bertindak menurut inisiatif sendiri dan pilihan sendiri, atas dasar pandangannya yang universal, maka dengan ini makna kebebasan belum diungkapkan. Maklumlah tiap-tiap tindakan terdiri atas tiga unsur, yakni:

  1. Bertindak atau tindakan.
  2. Asal tindakan yakni aku,
  3. Tujuan tindakan.

Makna kebebasan baru tampak bila kebebasan dilihat dalam hubungan dengan tujuan yang hendak dicapai. Bila manusia mampu mengarahkan dirinya ke arah suatu tujuan yang bernilai baginya, ia sungguh-sungguh bebas.

Kebebasan eksestensial ini dikembangkan melalui suatu kehidupan yang berdisiplin, yakni dengan menentukan batas bagi kelakuannya sendiri sehingga kebebasan eksestensial ini yang disukai orang, diisi tiap-tiap orang secara berbeda-beda.

Kebebasan eksestensial ini selayaknya disebut “kebebasan untuk” juga, sebab disini kebebasan dipandang dari segi tujuan. Tetapi sudah jelas bahwa istilah “kebebasan dari” dan “kebebasan untuk” tidak hanya menunjuk dua segi kebebasan, tetapi juga menandakan dua tahap kebebasan, malahan dua tingkat.

Sumber : https://merkbagus.id/

Pendidikan

Makna Kartini bagi Sri Mulyani dan Para Pegawai Perempuan Kemkeu

Makna Kartini bagi Sri Mulyani dan Para Pegawai Perempuan Kemkeu

Makna Kartini bagi Sri Mulyani dan Para Pegawai Perempuan Kemkeu

Makna Kartini bagi Sri Mulyani dan Para Pegawai Perempuan Kemkeu
Makna Kartini bagi Sri Mulyani dan Para Pegawai Perempuan Kemkeu

Merayakan Hari Kartini sebagai simbol emansipasi perempuan, Menteri Keuangan Sri Mulyani

dan para pegawai perempuan di Kementerian Keuangan berbagi cerita mengenai tantangan yang mereka hadapi sebagai perempuan. Terungkap bahwa tantangan perempuan saat ini masih berkutat di pilihan sulit antara karier dan keluarga, membuktikan bahwa perempuan lebih mampu dibandingkan laki-laki, hingga menterjemahkan kesetaraan gender dalam kebijakan publik.

Menkeu mengadakan dialog dengan pegawai perempuan -Kartini Kementerian Keuangan-, mulai dari pegawai yang sudah mencapai puncak karier sebagai pejabat eselon satu dan dua di Kemekeu dan BUMN Kemekeu hingga dengan perwakilan pegawai generasi milenial perempuan yang baru mulai bekerja di Kemkeu.

“Perjuangan dan pemikiran Kartini adalah sumber inspirasi bagi kami semua, yang hingga kini

masih sangat relevan. Kartini tidak berjuang hanya untuk dirinya sendiri, namun beliau berjuang untuk perempuan-perempuan lain dalam memperoleh persamaan hak dan kesempatan untuk maju dan berperan positif dalam keluarga, masyarakat, negara dan dunia. Semangat itulah yang saya lihat dan temui dari para Kartini Kemkeu, dan saya berharap semangat itu ada di hati dan pikiran seluruh perempuan Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya hari ini.

Sri Mulyani dan para Kartini kemkeu berdiskusi bagaimana mereka dibesarkan di keluarga masing-masing, bagaimana memulai karier, tantangan dan harapan sepanjang karier mereka, dan bagaimana menyikapi tantangan sebagai seorang perempuan yang bekerja di kantor dan juga sekaligus menjadi seorang anak/ibu/istri di rumah.

Dalam perbincangan yang hangat dan santai itu, Sri Mulyani belajar dari para Kartini kemkeu b

ahwa peran keluarga, terutama orang tua, sangat menentukan pilihan awal dan kesuksesan belajar dan karier, dan para Kartini kemkeu ingin membangun karier dan keluarga secara seimbang. Sri juga mengagumi semangat pantang menyerah dalam menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam berkarier dan berkeluarga.

“Sebagai perempuan, mereka sering harus membuktikan lebih mampu dan lebih pantas untuk menduduki suatu jabatan dibandingkan lelaki. Peran laki-laki (ayah, saudara dan suami) dalam menciptakan dan mendorong persamaan kesempatan dan hak serta kemajuan juga sangat menentukan,” kata Sri.

“Berbagai kisah para Kartini Kemenkeu membuat saya kagum. Saya meminta Kartini Kemkeu harus mampu menggunakan pengalaman mereka untuk dapat menyusun dan mempengaruhi kebijakan nasional yang dapat memahami tantangan dan kebutuhan perempuan, dan menterjemahkan perbedaan gender dalam kebijakan publik sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat menberikan kesempatan yang adil dan sama bagi perempuan dan laki-laki,” lanjutnya.

 

Baca Juga :

Pendidikan

Maraknya Perundungan, LIPI: Bekali Anak untuk Terima Perbedaan

Maraknya Perundungan, LIPI Bekali Anak untuk Terima Perbedaan

Maraknya Perundungan, LIPI: Bekali Anak untuk Terima Perbedaan

Maraknya Perundungan, LIPI Bekali Anak untuk Terima Perbedaan
Maraknya Perundungan, LIPI Bekali Anak untuk Terima Perbedaan

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong agar anak-anak sejak dini

dibekali kemampuan untuk menerima berbagai perbedaan dalam kehidupan sosial. Dengan begitu diharapkan, anak menjadi pribadi yang utuh dan mampu menghargai keberadaan orang lain di sekitarnya.

Hal ini sangat penting ditanamkan, karena pesatnya perkembangan teknologi dan era digital membuat kasus perundungan (bullying) mudah mencuat dan menyebar. Kasus perundungan yang menimpa seorang pelajar SMP di Pontianak menjadi perhatian berbagai kalangan baru-baru ini. Sebab, kasus ini melibatkan anak yang masih di bawah umur.

Peneliti tim remaja Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Augustina Situmorang mengatakan, perundungan sebenarnya sudah terjadi sejak dulu. Hanya saja di era digital, kasus tersebut dengan mudah diketahui masyarakat luas bahkan dunia.

“Disadari bahwa kita belum punya etika untuk berbicara di ruang publik melalui media sosial atau digital,” katanya saat dihubungi Beritasatu di Jakarta, Senin (15/4).

Dahulu, orang akan segan jika berbicara langsung. Namun melalui saluran komunikasi digital, ketika berbicara melalui tulisan di media sosial meskipun itu ditulis di sebuah kamar tertutup, pembacanya bisa berasal dari berbagai penjuru.

Di sinilah orang tua harus mencoba untuk membangun komunikasi dengan anak

. Meski remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang cukup sulit diselami, orang tua harus mencoba menjadi teman berbicara yang baik dengan anak-anaknya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Herry Yogaswara. Menurutnya, menilik ke belakang sebenarnya berbagai permasalahan remaja sudah sering muncul dan berulang. Namun, pemberitaannya seakan berhenti dengan sendirinya tanpa menghasilkan solusi kebijakan komprehensif.

Menurut Herry, berbagai pandangan kemudian bermunculan setiap kejadian perundungan kembali mencuat. “Mulai dari analisis faktor-faktor yang melatarbelakangi peristiwa ini, pertanyaan tentang sistem pendidikan, sistem hukum, dan kebijakan perlindungan anak, hingga bagaimana remaja dan lingkungan terdekat (keluarga) melihat permasalahan ini,” paparnya.

Kelompok penelitian keluarga dan kesehatan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

dalam beberapa tahun terakhir juga memberikan perhatian terhadap isu perundungan dan kekerasan yang melibatkan remaja.

“Isu ini menjadi salah satu dari perilaku berisiko remaja di era digital yang dikaji, dikaitkan dengan upaya menguatkan peran keluarga serta untuk menghasilkan solusi kebijakan yang lebih baik dan komprehensif,” ungkap Augustina.

Peneliti bidang pendidikan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Anggi Afriyansyah mengatakan, perundungan adalah persoalan laten yang sudah sangat mengakar dan tidak bisa diabaikan.

“Kasusnya sudah banyak, demikian juga korbannya. Diawali kekerasan verbal, kemudian diikuti kekerasan fisik,” ucap Anggi.

 

Sumber :

http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-311171-Umum-Sejarah%20Nini%20Pelet.html

Pendidikan

UI Siap Layani 28.000 Peserta UTBK 2019

UI Siap Layani 28.000 Peserta UTBK 2019

UI Siap Layani 28.000 Peserta UTBK 2019

UI Siap Layani 28.000 Peserta UTBK 2019
UI Siap Layani 28.000 Peserta UTBK 2019

Universitas Indonesia (UI) menyiapkan ruang-ruang Ujian Tulis Berbasis Komputer

(UTBK) di wilayah Depok, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. UI dipercaya sebagai Pusat Pelaksana Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 yang dipercayakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Selain menyediakan ruang ujian di dalam Kampus UI Salemba dan Depok, UI juga menggandeng 26 SMA/SMK Negeri dan Swasta di tiga wilayah tersebut sebagai mitra pelaksana UTBK.

Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti menuturkan, pelaksanaan UTBK 2019 gelombang pertama dimulai hari ini Sabtu (13/4) yang akan dikunjungi oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Gedung UI, Kampus Salemba, Jakarta.

Kapasitas kursi Gelombang Pertama yang disediakan UI beserta sekolah mitra adalah sebanyak 30.060

kursi dan 35.750 kursi pada Gelombang Kedua, dimana jumlah total pendaftar UTBK 2019 Gelombang Pertama adalah 28.528 peserta dan Gelombang Kedua 34.940 peserta.

Rincian kapasitas yang dikelola UI untuk UTBK Gelombang Pertama adalah dari total peserta 28.528 orang, sebanyak 15.108 orang terdaftar di Kelompok Ujian Saintek dan 13.420 orang di Kelompok Ujian Soshum. Sedangkan dari segi jenis peserta terdiri atas 27.027 peserta reguler dan 1.501 peserta Bidikmisi.

“Gelombang Kedua akan dimulai 11 Mei 2019 akan diikuti oleh peserta ujian sebanyak 34.940 orang

, yang terdiri atas 14.460 peserta Kelompok Ujian Saintek dan 20.480 peserta Kelompok Ujian Soshum, dimana 30.730 orang merupakan peserta reguler dan 4.210 orang adalah peseta Bidikmisi,” ujar Rifelly, Sabtu (13/4/2019).

Materi UTBK 2019 diungkap Rifelly, terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). TPS mengukur kemampuan kognitif, yang terdiri atas kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Sementara TKA mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah. Soal-soal ujian diarahkan pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pelaksanaan UTBK Gelombang Pertama dilakukan pada 13, 14, 20, 27, 28 April, dan 4-5 Mei 2019. Sedangkan Gelombang Kedua diadakan pada 11, 12, 18, 25 dan 26 Mei 2019.

Diungkap Rifelly, pada tahun 2019, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti UTBK. UTBK ini dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019.

“UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi. Pengelolaan dan pengolahan data untuk kepentingan seleksi jalur SBMPTN dilakukan LTMPT yang merupakan satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia,” pungkas Rifelly.

 

Sumber :

http://pendidikanku.web.unej.ac.id/2019/08/12/sejarah-kisah-kelahiran-raja-sisingamangaraja/

Pendidikan

Wajah Dunia Pendidikan di Kab Tasik Dinilai suram

Wajah Dunia Pendidikan di Kab Tasik Dinilai suram

Wajah Dunia Pendidikan di Kab Tasik Dinilai suram

Wajah Dunia Pendidikan di Kab Tasik Dinilai suram
Wajah Dunia Pendidikan di Kab Tasik Dinilai suram

Kordinator Tasikmalaya Budgeting Movement (TBM) yang sekaligus penggiat pendidikan,

Opan Hambali melihat wajah pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kian suram.

Pasalnya, guru sebagai tenaga pendidikan yang bertugas mencerdasakan kehidupan bangsa berperan ganda sebagai Staff Tata Usaha (TU) yang harus menyelesaikan tugas ketatausahaan sekolah.

Akibatnya, guru yang notabene telah bersertifikasi terpaksa meninggalkan jam mengajar demi menyelesaikan pekerjaan di bidang TU seperti mengatur data pokok pendidikan dan tenaga kependidikan (Dapodik) di setiap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) turun.

Kepala sekolah sebagai atasan langsung, seolah menutup mata dengan aturan yang

mengharuskan guru memenuhi jam belajar sebanyak 47,5 Jam dalam seminggu.

“Jelas ini ada unsur pembiaran dari kepala sekolah dan tentu saja ada kerjasama untuk mengatur catatan jumlah mengajar guru yang bersangkutan yang wajib dipenuhi sebagai syarat mutlak pencairan sertifikasi,” papar Opan Hambali, Sabtu (12/8).

Menurut Opan, fakta tersebut sudah disampaikan berulang kali kepada pihak Dinas Pendidikan agar guru tidak dilibatkan dalam pekerjaan TU, tetapi hingga kini tidak ada perhatian dari pemerintah daerah.

“Kenapa pemerintah tidak mengangkat tenaga kependidikan yang bertugas khusus di TU,

bukan malah mempotensikan guru sebagai tenaga pendidik,” tambah Opan.

Opan juga banyak memperhatikan guru di SD yang tidak mengindahkan kewajiban mengajar 37,5 jam dalam seminggu atau rata-rata delapan jam perhari. Namun guru yang bersangkutan melaporkan seolah sudah memenuhi jam mengajar serbagai syarat pencairan sertifikasi.

“Ini banyak terjadi di beberapa sekolah dasar terutama di daerah pelosok. Mereka datang terlambat dan pulang sebelum batas waktu yang ditentukan rata rata pukul 15.00 WIB,” kata Opan.

 

Baca Juga :