keyboard_arrow_right
Pendidikan
Pendidikan

Bersih-Bersih Kali Ciliwung: Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Bersih-Bersih Kali Ciliwung Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Bersih-Bersih Kali Ciliwung: Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Bersih-Bersih Kali Ciliwung Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia
Bersih-Bersih Kali Ciliwung Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Beragam kegiatan dilakukan masyarakat Indonesia dalam memperingati Hari Ulang Tahun

(HUT) ke 74 RI. Upacara bendera, lomba dan kegiatan unik lainnya diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua.

Begitu juga dengan Himpunan Mahasiswa Agrometeorologi (Himagreto) IPB University. Berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), mahasiswa Himagreto IPB University melakukan kegiatan bersih-bersih Kali Ciliwung yakni Program Cinta Situ dan Sungai (Prociss) pada Sabtu (17/8) pagi. Kegiatan ini merupakan salah satu program tahunan yang rutin diselenggarakan Himagreto IPB University karena terdapat hubungan erat antara ekosistem air dengan atmosfer yang dipelajari dalam ilmu hidrometeorologi. Tahun ini, Prociss dilaksanakan bertepatan dengan momentum hari kemerdekaan.

Rangkaian kegiatan dilakukan di tepi aliran Sungai Ciliwung di desa Kedung Halang, Bogor

. Kegiatan ini dimulai sejak pagi dan diikuti oleh 23 peserta dari kedua komunitas dan hadir pula perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Kita berharap bahwa gerakan kesadaran bersih Sungai Ciliwung dapat terus bergema sampai terdengar oleh telinga presiden, karena sungai ini melewati dua istana negara dan sering menjadi momok menakutkan untuk ibukota dengan kejadian banjirnya. Dan harapan besar kami tertuju kepada para mahasiswa,” ujar Suparno, salah satu aktivis dari KPC.

Tidak ada peralatan khusus yang diperlukan. Para peserta hanya berbekal sarung tangan dan karung

sebagai tempat menampung sampah yang telah dipungut.

Banyak benda unik yang ditemukan peserta selama rangkaian Prociss ini. Dari kasur, sampah plastik, sandal dan sepatu tanpa pasangan, bahkan obat-obatan limbah B3. Ditemukan juga beberapa benda yang amat mengganggu dan berbahaya bagi ekosistem sungai, di antaranya adalah popok sekali pakai dan bangkai hewan. Gel pada popok sekali pakai bisa salah dikenali sebagai makanan oleh populasi ikan di sungai dan mengakibatkan ikan-ikan malang ini terus merasa kelaparan.

“Belum lagi populasi kerang dan ikan yang terkontaminasi microplastic yang bahkan pada akhirnya mungkin saja kita konsumsi. Terakhir, sungai masih menjadi elemen penting dalam penyokong kehidupan kita. Adalah fakta bahwa banyak masyarakat Indonesia yang masih menggantungkan hidupnya pada sungai-sungai di seluruh pelosok negeri ini. Pada momentum peringatan 74 tahun Indonesia merdeka, mari kita tegaskan kembali bahwa merdeka bukan berarti bebas membuang sampah sekehendak hati, merdeka berarti bebas dari kekurangan air bersih dan masalah sanitasi,” ujar Ahmad Juang S, mahasiswa Himagreto.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d6d8687337f93427b5fb01e/

Pendidikan

Mahasiswa IPB University Tanam 7.500 Bibit Mangrove di Desa Patra Manggala

Mahasiswa IPB University Tanam 7.500 Bibit Mangrove di Desa Patra Manggala

Mahasiswa IPB University Tanam 7.500 Bibit Mangrove di Desa Patra Manggala

Mahasiswa IPB University Tanam 7.500 Bibit Mangrove di Desa Patra Manggala
Mahasiswa IPB University Tanam 7.500 Bibit Mangrove di Desa Patra Manggala

di Desa Patra Manggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten dulunya

menganggap keberadaan mangrove mengganggu budidaya udang windu. Penebangan pohon mangrove secara besar-besaran pun sempat dilakukan di daerah ini. Tahun 2006, hasil panen udang windu mencapai 20 kilogram per harinya. Namun setelah ketiadaan mangrove, hasil panen udang lambat laun menurun. Bahkan budidaya udang di daerah ini sempat benar-benar mati.

Melihat kondisi ini, mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Himasper FPIK), IPB University setiap tahun rutin menanam mangrove di Desa Patra Manggala. Penanaman bibit mangrove ini dilakukan karena mangrove dipercaya sebagai tanaman yang mampu menyerap emisi karbon serta merupakan daerah penting yang mendukung biota air untuk berkembang biak.

Penanaman mangrove tahun 2019 kali ini bertajuk Green Belt Conservation

(GBC) 2019 dan dilakukan oleh 100 mahasiswa serta masyarakat desa. Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang juga ikut mendampingi dalam proses penanaman 7.500 mangrove di Desa Patra Manggala.

Rafialwan Athariq Subing sebagai Ketua Himasper FPIK IPB University mengatakan bahwa daerah pesisir Desa Patra Manggala dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dalam kegiatan kehutanan, pertanian, dan perikanan. Kombinasi ketiga disiplin ilmu ini sering disebut pengelolaan dengan sistem sylvofishery. Kegiatan budidaya, penanaman, pemeliharaan, dan pelestarian hutan dilakukan secara bersamaan dan berkelanjutan.

“Keberadaan mangrove di pesisir ini penting adanya. Kami melakukan pendampingan

langsung kepada kelompok pemerhati mangrove di Desa Patra Manggala untuk mengembalikan kondisi perairan sebagaimana semestinya,” tutur Hari Mahardika, perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang.

Penanaman mangrove kembali ini menjadi langkah tepat. Hal ini ditunjukkan dengan pulihnya kegiatan budidaya udang. Hasil panen yang sempat mati kemudian meningkat menjadi satu ons per hari.

Mulyana atau yang akrab disapa dengan sebutan Pak Taya mengaku bahwa saat ini hasil budidaya dapat mencapai 5 kilogram per hari setelah ditanami mangrove.

“Masyarakat mulai sadar bahwa mangrove itu penting. Dukungan dari segala pihak sangat diharapkan untuk memulihkan kondisi daerah pesisir kami. Kegiatan ini menjadi salah satu dukungan yang didapatkan oleh masyarakat setempat,” ungkap Mulyana selaku Koordinator Kelompok Pemerhati Mangrove Desa Patra Manggala.

Sementara itu, Naufal Hawali Bastaman menjelaskan bahwa selain penanaman 7.500 bibit mangrove yang diperoleh dari instansi setempat yang peduli pada konservasi mangrove itu, diskusi dengan masyarakat juga dilakukan. Diskusi ini dipimpin oleh Pardi Pay, S.Pi dari Forest Watch Indonesia (FWI) yang menampung permasalahan yang dirasakan oleh Kelompok Pemerhati Mangrove setempat.

Hasil diskusi tersebut akan menjadi bahan yang dikaji oleh Himasper FPIK IPB University. Perumusan saran pengelolaan mangrove di pesisir Desa Patra Manggala akan dilakukan di bawah bimbingan Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc sebagai output yang diberikan dari diadakannya kegiatan ini.

Harapan besar disampaikan oleh Dr. Majariana Krisanti selaku Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), FPIK IPB University. Dr Majariana berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja.

“Keberlanjutan kegiatan penanaman mangrove menjadi tugas yang harus dilakukan oleh Himasper FPIK IPB University. Saya juga berharap perumusan saran pengelolaan mangrove untuk Desa Patra Manggala dapat segera diselesaikan dan bisa segera diserahkan ke Pemerintah Daerah setempat sebagai referensi kebijakan yang dapat diambil. (Dinul/Zul)

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/sejarah-kerajaan-samudera-pasai/

Pendidikan

Jenis-Jenis Profesi IT di Indonesia

Jenis-Jenis Profesi IT di Indonesia

Jenis-Jenis Profesi IT di Indonesia

Jenis-Jenis Profesi IT di Indonesia
Jenis-Jenis Profesi IT di Indonesia

Jenis-Jenis Profesi IT di Indonesia dan Perbandingannya dengan Negara-negara Lain

Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya.
a. Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang system operasi,database maupun system aplikasi.

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
*Sistem analis, merupakan orang yang abertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.
* Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat program ( baik aplikasi maupun system operasi ) sesuai system yang dianalisa sebelumnya.
* Web designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
* Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.

b. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware).

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
* Technical engineer, sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat system computer.
* Networking engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.

c. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional system informasi.

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
*EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
*System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap system, memiliki kewenangan menggunakan hak akses terhadap system, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah system.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Pendidikan

Draft Kontrak Kerja Proyek TI

Draft Kontrak Kerja Proyek TI

Draft Kontrak Kerja Proyek TI

Draft Kontrak Kerja Proyek TI
Draft Kontrak Kerja Proyek TI
Kontrak (perjanjian) adalah suatu “peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal”. (Subekti, 1983:1).Cara membuat kontrak (perjanjian) kerja :
Untuk membuat kontrak kerja biasanya didahului oleh masa yang harus dilalui sebelum adanya kontrak kerja yang disebut masa percobaan.

  1. Masa Percobaan
    Masa percobaan dimaksudkan untuk memperhatikan calon buruh (magang), mampu atau tidak untuk melakukan pekerjaan yang akan diserahkan kepadanya serta untuk mengetahui kepribadian calon buruh (magang).
  2. Yang Dapat Membuat Perjanjian Kerja
    Untuk dapat membuat (kontrak) perjanjian kerja adalah orang dewasa.
  3. Bentuk Perjanjian Kerja
    Bentuk dari Perjanjian Kerja untuk waktu tertentu berbeda dengan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu.
  4. Isi Perjanjian Kerja
    Pada pokoknya isi dari perjanjian kerja tidak dilarang oleh peraturan perundangan atau tidak bertentangan dengan ketertiban atau kesusilaan.
    Dalam praktek, pada umumnya isi perjanjian kerja biasanya mengenai besarnya upah, macam pekerjaan dan jangka waktunya.
  5. Jangka Waktu Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu
    Dalam perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu, dapat diadakan paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang hanya 1 (satu) kali saja dengan waktu yang sama, tetapi paling lama 1 (satu) tahun. Untuk mengadakan perpanjangan pengusaha harus memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada buruh selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut berakhir.
    Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diperbaharui hanya 1 (satu) kali saja dan pembeharuan tersebut baru dapat diadakan setelah 21 (dua puluh satu) hari dari berakhirnya perjanjian kerja untuk waktu tertentu tersebut.
  6. Penggunaan Perjanjian Kerja
    Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat diadakan untuk pekerjaan tertentu yang menurut sifat, jenis atau kegiatannya akan selesai dalam waktu tertentu.
  7. Uang Panjar
    Jika pada suatu pembuatan perjanjian kerja diberikan oleh majikan dan diterima oleh buruh uang panjar, maka pihak manapun tidak berwenang membatalkan kontrak (perjanjian) kerja itu dengan jalan tidak meminta kembali atau mengembalikan uang panjar (Pasal 1601e KUH Perdata). Meskipun uang panjar dikembalikan atau dianggap telah hilang, perjanjian kerja tetap ada.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Pendidikan

SMA Negeri 1 Kawali Dinobatkan Jadi Sekolah Sadar Hukum dan Bela Negara

SMA Negeri 1 Kawali Dinobatkan Jadi Sekolah Sadar Hukum dan Bela Negara

SMA Negeri 1 Kawali Dinobatkan Jadi Sekolah Sadar Hukum dan Bela Negara

SMA Negeri 1 Kawali Dinobatkan Jadi Sekolah Sadar Hukum dan Bela Negara
SMA Negeri 1 Kawali Dinobatkan Jadi Sekolah Sadar Hukum dan Bela Negara

 

SMA Negeri 1 Kawali dinobatkan sebagai sekolah percontohan dalam kegiatan penyebaran kesadaran hukum dan bela negara bagi pelajar di Kabupaten Ciamis, oleh  Kepala Bidang Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) Jawa Barat, Hasnullah Fudail.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada SMA Negeri 1 Kawali dalam apel

yang dilakukan di kampus SMAN 1 Kawali, Poronggol Nomor 9, Jalan Raya Kawali-Cirebon, Kabupaten Ciamis, Rabu (21/2/2018).

Dalam apel tersebut, dilaksanakan pula pengukuhan dan penobatan Duta Hukum HAM atau Forum Pelajar Sadar Hukum (FPSH) HAM yang dihadiri perwakilan seluruh SMA/SMK di Kabupaten Ciamis. Selain itu, ada pula pembacaan deklarasi Pelajar Sadar Hukum oleh seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Kawali.

“Dua tahun yang lalu saya ke sini dalam agenda pengukuhan kepengurusan di bawah Nandi dan saya selalu monitoring. Perkembangan di SMAN 1 Kawali mampu menyaingi sekolah rintisan awal FPSH dan selalu diisi dengan kegiatan positif, bahkan tingkat kedisiplinan di sini sangat tinggi. Kalau pun ada hukuman sifatnya lebih mendidik dan mendukung perkembangan karakter,” ujar Fudail di sela-sela sambutannya.

Terpilihnya SMA Negeri 1 Kawali dikarenakan sudah terbentuknya FPSH dan HAM

yang sudah aktif selama dua tahun ini. FPSH-HAM tersebut pun diketuai oleh salah satu Duta Hukum dan HAM Jawa Barat, Rizki Aif Firmansyah (kepengurusan 2017/2018). Duta Hukum lainnya yang terpilih adalah  siswa SMK Negeri 1 Cipaku, Sandi Permana dan siswa SMA Negeri 1 Panawangan, Virgi Gustiopana.

Selain itu, ada pula pemberian piagam kepada Ketua FPSH SMA Negeri 1 Kawali 2016/2017, Nandi, sebagai motivator pelajar dalam kegiatan kesadaran hukum dan bela negara  bagi pelajar di Kabupaten Ciamis. Acara pun dilanjutkan dengan kegiatan Training of Trainer pelajar sadar hukum HAM seluruh Kabupaten Ciamis. Kegiatan pemantapan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam peningkatan kualitas diri dan pembinaan sadar hukum.

Pemateri dalam kegiatan ini terdiri dari Kanwil Kemenkumham Jawa Barat

, Dinas Pendidikan Jawa Barat, serta Kementerian Pertahanan dan Badan Narkotika Nasional. Kegiatan ini pun bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri peserta, agar memiliki tanggung jawab terhadap komitmen  FPSH – HAM  dan Duta Hukum untuk patuh pada tujuan dan indikator FPSH-HAM.

Keberadaan FPSH-HAM bertujuan untuk menjadi wadah yang berisi Kegiatan Pelajar dan Pemuda  yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan Bangsa dan Negara dalam pemahaman wawasan kebangsaan dan  beretika, moral. Selain itu, memiliki budi pekerti dengan situasi era globalisasi ini sebagai generasi penerus bangsa, yang berkarakter, cerdas pengetahuan, social, spiritual, serta handal dalam psikomotor.

 

Baca Juga :

Pendidikan

Genlits, Hidupkan Kegiatan Sekolah Melalui Teras Literasi

Genlits, Hidupkan Kegiatan Sekolah Melalui Teras Literasi

Genlits, Hidupkan Kegiatan Sekolah Melalui Teras Literasi

Genlits, Hidupkan Kegiatan Sekolah Melalui Teras Literasi
Genlits, Hidupkan Kegiatan Sekolah Melalui Teras Literasi

SMA Negeri 9 Bandung menyediakan fasilitas berupa Teras Literasi bagi para siswanya

guna menumbuhkan semangat literasi para siswa. Untuk membuat tempat ini semakin edukatif dan atraktif, maka dibuatlah berbagai program yang dilakukan oleh organisasi bentukan siswa dan guru, Generasi Literasi Sembilan (Genlits). Organisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kegiatan Teras Literasi, dimulai dengan mendesain tempat supaya siswa yang singgah di Teras Literasi merasa nyaman untuk membaca.

Salah seorang pengurus Genlits, Omet Rasyidi mengatakan setiap bulan pihaknya

merancang program khusus. Program tesebut diantaranya, penulisan puisi, cerpen, artikel, program penghidupan mading sekolah, dan lain-lain. Organisasi yang beranggotakan sekitar 121 siswa ini, terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Para anggota ini pun merancang berbagai program pengembangan organisasi , pelatihan IT dan digitalisasi, humas, pemeliharaan dan logistik.

“Yang membedakan teras literasi dengan perpustakaan adalah suasananya yang lebih santai,

dan peminjaman buku yang tidak bisa dibawa pulang. mengatakan jika buku-buku yang ada di teras literasi berasal dari guru dan siswa kelas XI dan XII,” jelas Omet.

Ia berharap, dengan adanya Teras LIterasi di sekolahnya ini, semua siswa SMAN 9 Bandung dapat membuat karya-karya tulis atau sastra lainnya, yang ke depannya bisa bermanfaat, baik karyanya berupa lisan maupun tulisan. “Harapan saya, siswa dan siswi di sini dapat menjadi generasi yang berliterasi dan bisa bebas berkarya,” tutupnya,

 

Sumber :

https://fleshlightvibroreview.com/sejarah-ra-kartini/

Pendidikan

Tempat Pelaksanaan UNP SMA/SMK di Jabar

Tempat Pelaksanaan UNP SMA SMK di Jabar

Tempat Pelaksanaan UNP SMA/SMK di Jabar

Tempat Pelaksanaan UNP SMA SMK di Jabar
Tempat Pelaksanaan UNP SMA SMK di Jabar

Ujian Nasional Perbaikan (UNP) jenjang SMA dan SMK sederajat

tahun pelajaran 2017/2018 akan dilaksanakan dua pilihan. Pertama, pilihan pertama, pada Selasa-Kamis, 24-26 Juli 2018. Pilihan kedua pada Jumat-Minggu, 27-29 Juli 2018. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Firman Adam mengungkapkan, UNP ini diperuntukan bagi peserta UN tahun pelajaran 2016/2017 dan 2017/2018 yang mendapatkan nilai belum mencapai standar kompetensi yang ditetapkan yaitu 55,0.

“Sedangkan, pendaftaran UNP akan dimulai pada 4-13 Juli 2018,”

kata Firman, Jumat (29/6/2018).
Dikatakan, penyelengaraan UNP tahun 2018, mengacu pada SMA/SMK yang telah menyelenggarakan UNP Tahun 2017. “Tempat penyelenggaraan Ujian Nasional Perbaikan ditentukan di beberapa sekolah,” ujar Firman.

Berikut pembagian tempat pelaksanaan dan pendaftaran UNP beserta alamatnya,

diurutkan sesuai Kota/Kabupaten diantaranya:

1. KABUPATEN BOGOR SMA NEGERI 1 DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR

2. KABUPATEN BOGOR SMA NEGERI 2 CIBINONG, KABUPATEN BOGOR

3. KABUPATEN BOGOR SMA NEGERI 1 CILEUNGSI, KABUPATEN BOGOR

4. KABUPATEN BOGOR SMK NEGERI 1 CIBINONG

5. KOTA BOGOR SMA NEGERI 1 BOGOR, KOTA BOGOR

6. KOTA BOGOR SMA NEGERI 2 BOGOR, KOTA BOGOR

7. KOTA BOGOR SMK NEGERI 3 BOGOR

8. KOTA DEPOK SMA NEGERI 1 DEPOK

9. KOTA DEPOK SMA NEGERI 2 DEPOK

10. KOTA DEPOK SMK NEGERI 1 DEPOK

11. KOTA DEPOK SMK NASIONAL DEPOK, KOTA DEPOK

12. KABUPATEN BEKASI SMA NEGERI 1 CIKARANG UTARA, KABUPATEN BEKASI

13. KABUPATEN BEKASI SMK NEGERI 1 CIBARUSAH

14. KABUPATEN BEKASI SMK NEGERI 1 CIKARANG BARAT

15. KOTA BEKASI SMA NEGERI 2 BEKASI, KOTA BEKASI

16. KOTA BEKASI SMK NEGERI 1 BEKASI

17. KABUPATEN KARAWANG SMA NEGERI 1 KARAWANG, KABUPATEN KARAWANG

18. KABUPATEN KARAWANG SMK NEGERI 2 KARAWANG

19. KABUPATEN PURWAKARTA SMA NEGERI 1 PURWAKARTA, KABUPATEN PURWAKARTA

20. KABUPATEN PURWAKARTA SMK NEGERI 1 PURWAKARTA

21. KABUPATEN SUBANG SMA NEGERI 3 SUBANG, KABUPATEN SUBANG

22. KABUPATEN SUBANG SMK NEGERI 1 CIPUNAGARA

23. KABUPATEN SUBANG SMK NEGERI 2 SUBANG

24. KABUPATEN SUKABUMI SMA NEGERI 1 CISAAT, KABUPATEN SUKABUMI

25. KABUPATEN SUKABUMI SMK NEGERI 1 CIBADAK

26. KOTA SUKABUMI SMA NEGERI 1 SUKABUMI, KOTA SUKABUMI

27. KOTA SUKABUMI SMK NEGERI 1 SUKABUMI

28. KABUPATEN BANDUNG BARAT SMA NEGERI 1 BATUJAJAR, KABUPATEN BANDUNG BARAT

29. KABUPATEN BANDUNG BARAT SMA NEGERI 1 CISARUA, KABUPATEN BANDUNG BARAT

30. KABUPATEN BANDUNG BARAT SMA NEGERI 1 PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT

31. KABUPATEN CIANJUR SMA NEGERI 1 CIANJUR

32. KABUPATEN CIANJUR SMK NEGERI 1 CIANJUR

33. KOTA BANDUNG SMA NEGERI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG

34. KOTA BANDUNG SMA NEGERI 3 BANDUNG, KOTA BANDUNG

35. KOTA BANDUNG SMA NEGERI 8 BANDUNG, KOTA BANDUNG

36. KOTA BANDUNG SMK NEGERI 3 BANDUNG

37. KOTA BANDUNG SMK NEGERI 6 BANDUNG

38. KOTA BANDUNG SMK NEGERI 9 BANDUNG

39. KOTA BANDUNG SMK IGASAR PINDAD, KOTA BANDUNG

40. KOTA CIMAHI SMA NEGERI 2 CIMAHI, KOTA CIMAHI

41. KOTA CIMAHI SMK NEGERI 1 CIMAHI

42. KABUPATEN BANDUNG SMA NEGERI 1 MARGAHAYU, KABUPATEN BANDUNG

43. KABUPATEN BANDUNG SMK NEGERI 2 BALEENDAH

44. KABUPATEN SUMEDANG SMA NEGERI 1 SUMEDANG, KABUPATEN SUMEDANG

45. KABUPATEN SUMEDANG SMK NEGERI 2 SUMEDANG

46. KABUPATEN INDRAMAYU SMA NEGERI 1 INDRAMAYU

47. KABUPATEN INDRAMAYU SMK NEGERI 1 INDRAMAYU

48. KABUPATEN MAJALENGKA SMA NEGERI 1 MAJALENGKA, KABUPATEN MAJALENGKA

49. KABUPATEN MAJALENGKA SMK NEGERI 1 MAJALENGKA

50. KABUPATEN CIREBON SMA NEGERI 1 SUMBER, KABUPATEN CIREBON

51. KABUPATEN CIREBON SMK NEGERI 1 MUNDU

52. KABUPATEN KUNINGAN SMA NEGERI 1 KUNINGAN, KABUPATEN KUNINGAN

53. KABUPATEN KUNINGAN SMK NEGERI 3 KUNINGAN

54. KOTA CIREBON SMA NEGERI 4 CIREBON, KOTA CIREBON

55. KOTA CIREBON SMK NEGERI 1 CIREBON, KOTA CIREBON

56. KABUPATEN GARUT SMA NEGERI 1 GARUT

57. KABUPATEN GARUT SMK NEGERI 1 GARUT

58. KABUPATEN TASIKMALAYA SMA NEGERI 1 SINGAPARNA, KABUPATEN TASIKMALAYA

59. KABUPATEN TASIKMALAYA SMK YPC TASIKMALAYA, KABUPATEN TASIKMALAYA

60. KOTA TASIKMALAYA SMA NEGERI 2 TASIKMALAYA, KOTA TASIKMALAYA

61. KOTA TASIKMALAYA SMK NEGERI 2 TASIKMALAYA

62. KABUPATEN CIAMIS SMA NEGERI 1 CIAMIS, KABUPATEN CIAMIS

63. KABUPATEN CIAMIS SMK NEGERI 1 CIAMIS

64. KABUPATEN PANGANDARAN SMA NEGERI 1 PANGANDARAN

65. KABUPATEN PANGANDARAN SMK NEGERI 1 PANGANDARAN

66. KOTA BANJAR SMA NEGERI 1 BANJAR, KOTA BANJAR

67. KOTA BANJAR SMK NEGERI 1 BANJAR

 

Sumber :

https://fleshlightvibroreview.com/kumpulan-doa-mustajab/

Pendidikan

McDonald-ization

McDonald-ization

McDonald-ization

McDonald-ization
McDonald-ization

 

Fenomena restoran fast-food juga merupakan bentuk umum budaya massa. Perlu diingat, makanan adalah salah satu komponen material budaya. Restoran yang di Negara asalnya disebut menyediakan junk-food (makanan sampah), di Indonesia justru dimaknai secara baru: high-class. Hampir seluruh kalangan masyarakat (kaya, miskin, tua, muda) menemui pemenuhan kebutuhan sosial mereka di restoran fast-food McDonald, termasuk ke dalamnya Kentucy Fried Chicken, Hoka-hoka Bento, Pizza Hut, dan sejenisnya. Jika ditelusuri mendalam maka penyebaran restoran-restoran fast-food ini di-stir oleh oleh satu perusahaan. Mereka menjalankan manipulasi publik dengan menawarkan kelezatan, kecepatan, dan kenyamanan. McDonald adalah milik Ray Croc yang ia bangun pada tahun 1955. McDonald mengklaim memiliki 30.000 anjungan di seluruh dunia dan seharinya dikunjungi 50.000.000 orang. Bidikan utamanya adalah penjualan produk makanan dan mereka memiliki sentra-sentra anjungan dalam negara-negara dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan ada dalam peralihan masyarakat agraris ke industrial.

Homogenisasi budaya merupakan konsekuensi tidak terelakkan dari fenomena McDonald-ization ini. Hamburger, Coca Cola, Fanta, Walls Ice Cream, merupakan beberapa jenis makanan yang dijajakan di McDonald. Di 30.000 anjungan McDonald seluruh dunia, jenis-jenis makanan tersebut dijajakan dalam format dan rasa serupa. Publik tidak dapat menentukan sendiri selera mereka di restoran cepat saji, tetapi dengan dukungan strategi marketing dan maraknya iklan, akhirnya ilusi penentu pun dapat dikondisikan di dalam benak audiens. Ini berbeda tatkala kita memasuki rumah makan Padang yang menyediakan ayam bakar, ayam goreng, ikan panggang, rendang, kikil, dan ragam lainnya yang masing-masing memiliki bumbu spesifik. Selain itu, menu rumah makan Padang sesungguhnya memiliki bahan dasar bumbu dan varietas makanan yang biasa dikonsumsi orang Indonesia sehari-hari. Makanan Padang merupakan folk culture yang beralih menjadi popular culture. Hal yang mirip juga terdapat dalam fenomena tahu gejrot, gado-gado, karedok, ataupun rujak petis.

Televisi 

Jika dibandingkan media lain seperti radio dan surat kabar/majalah, maka di Indonesia, televisi satu-satunya media di mana pemirsanya terus meningkat, dan dapat dilihat pada tabel.[2] Pemirsa radio dan surat kabar atau majalah di Indonesia cenderung menurun sejak 2003 hingga 2009. Hanya televisi satu-satunya yang mampu meningkatkan jumlah pemirsa mereka dalam kurung tersebut. Televisi mampu menyajikan hot issue dalam format audio visual. Dalam format ini pemirsa dalam dirambah ranah kognisi dan afeksinya. Dalam konteks televisi ini, budaya massa merambah layar elektronik.

Persentase Penduduk Usia > 10 Tahun Pemirsa Media

Media

2003

2006

2009

Radio

50,29%

40,26%

23,50%

Televisi

84,94%

85,86%

90,27%

Surat Kabar/Majalah

23,70%

23,46%

18,94%

 

Acara televisi seperti opera sabun dalam wadah sinema elektronik (sinetron), program-program penggalian bakat (new idol), talk-show, dan sejenisnya. Bayangkan, sejumlah program seperti Who wants to be a Millionaire? yang pada tahun 2004 saja telah dijual ke 106 negara, rekaman kompilasi hits The Beatles terjual 12 juta kopi dalam 2 bulan di akhir tahun 2000, atau Elvis Presley yang telah menjual kurang lebih 1 milyar record baik dalam bentuk kaset ataupun CD di seluruh penjuru dunia pada tahun 2005 kendati bintang tersebut telah meninggal dunia sejak 1977.[3]

Hal yang perlu diingat, dalam komoditas budaya yang dijadikan mass culture, audiens (pemirsa) dianggap lembek, tidak kritis, dan mudah dibujuk. Sebab itu, produk-produk mass culture dapat langsung dikonsumsi tanpa melalui filter yang mencukupi. Misalnya, produk-produk sinetron Indonesia yang banyak mengumbar bentakan-bentakan kasar (bullying), penyederhanaan karakter yang cenderung hitam-putih (tidak mendalam), alur cerita yang cenderung berputar-putar dan seolah tidak pernah selesai (episode diperpanjang jika kontrak diperpanjang oleh saluran televisi), termasuk gaya laki-laki yang mewadam hampir setiap hari disajikan. Semua produk tersebut dikonsumsi oleh mayoritas audiens hampir tanpa reserve. Audiens cuma memilih antara tidak menonton lalu berpindah ke saluran televisi lain. Namun, akhirnya mereka pun menemui tayangan-tayangan sejenis dan suka atau tidak suka, harus menikmatinya.

d. Baju Batik

Dalam buku laporan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles, tentang Jawa yang sudah bersifat kanonik (buku induk), The History of Java, batik diletakkan sebagai bagian dari cara penduduk Jawa memproduksi dan mengenakan pakaian, Ia menjelaskan prinsip cara hidup orang Jawa yang ia sebut ”sederhana”, yang bisa memenuhi sendiri semua kebutuhan domestik lingkungannya (sekampung), termasuk berpakaian dengan batik. Sehingga pekerjaan membatik ini sudahlah lama dibuat dan hingga sekarang masih terus berjalan, sehingga demikian, batik bisa disebut istimewa karena mampu bertahan sebagai subkebudayaan Jawa, meski cenderung dideskripsikan oleh Raffles sebagai budaya yang ”sederhana” dan ”tidak menimbulkan daya tarik bagi orang Eropa” dan batik juga telah ditransformasikan bentuknya dalam hal barang apapun, seperti dijadikan jaket, baju, peralatan rumah tangga dan sebagainya, sehingga budaya yang tadinya primitive, menjadi budaya massa.

Sumber : https://jalantikus.app/

Pendidikan

Budaya Massa adalah

Budaya Massa adalah

Budaya Massa adalah

Budaya Massa adalah
Budaya Massa adalah

Shopping Mall 

Shopping mall disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai manifestasi budaya massa yang bersifat fantasi.[1] Dalam shopping mall, kegiatan belanja yang semata-mata transaksi jual beli mengalami perubahan. Dalam shopping mall kegiatan belanja berubah fungsi sebagai pengisi waktu senggang (leisure time) atau tempat membolos bagi siswa sekolah yang nakal. Ini dapat kita lihat pada berapa banyak setiap harinya orang-orang berkeliling shopping mall tanpa berbelanja apapun. Terkadang mereka cuma berkeliling, berbincang, atau mengagumi barang-barang produk baru.

Shopping mall memuaskan rasa penasaran manusiawi akan hal baru. Shopping mall terus meremajakan diri lewat sajiannya atas wahana-wahana toko baru, permainan kanak-kanak, serta lingkungan yang semakin nyaman (taman, tempat duduk, AC, dan kebersihan). Jumlah shopping mall ini terus bertambah setiap tahunnya di Indonesia. Di Jakarta terdapat kurang lebih 60 shopping mall yang tersebar di kota-kota madyanya seperti Mall of Indonesia, Tamini Square, Town Square, Mal Kelapa Gading, Kota Casablanca atau Grand Indonesia. Di Sulawesi Selatan sekurangnya 6 mall telah beroperasi seperti Mall Ratu Indah, Makassar Trade Center, Mall Panakukang, Pusat Grosir Butung, Pusat Souvenir Somba Opu, dan Global Trade Center. Bahkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, sekurangnya satu mall telah berdiri yaitu Mall Flobamora.

Pada satu sisi, berdirinya mall merupakan upaya dari para pemerintah daerah untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah. Mall terdiri atas beragam diversifikasi usaha seperti bank, toko makanan, toko buku, toko mainan, taman bermain prabayar, bioskop, dan sejenisnya. Tenaga kerja yang direkrut pun cukup banyak, termasuk potensi-potensi yang dibawanya yaitu bergeliatnya kegiatan ekonomi di sekeliling mall seperti rumah kontrakan, kos, angkutan umum, warung makan, dan sebagainya. Namun, dari sisi budaya, mall menjadi agen massalisasi. Produk-produk barang dan jasa yang ditawarkan setiap mall cenderung homogen. Bioskop, sebagai misal, adalah Twenty One yang menjadi milik dari satu perusahaan. Lalu, hampir di setiap mall, department-department store relatif homogen seperti Naga, Matahari, Ramayana, Borobudur, dan sejenisnya. Department-department store tersebut menawarkan produk-produk barang pabrikan yang jenis produknya relatif sama dari satu tempat ke tempat lain. Jadi, pabrik menggunakan agen mereka (department store) untuk memasarkan produk mereka. Maka jadilah produk-produk mereka digunakan secara massal oleh masyarakat. Dari penghujung mall yang ada di Aceh hingga Papua, tawaran produk relatif sama.

Kapitalisasi produk – bahkan manusia – pun berlangsung di mall. Relatif sering terlihat di hampir setiap department store, manusia (umumnya kaum perempuan) dipajang menjajakan produk pabrikan tertentu seperti kosmetik dan pakaian. Layaknya manequin mereka berdiri statis dan bedanya sekadar bisa tersenyum dan menyapa. Selain shopping mall, kini berkembang pula fenomena hypermall, yang berbeda dengan shopping mall yang beraneka agen. Hypermall ditandai satu agen tunggal. Homogennya produk dijual lebih tinggi dalam hypermall. Ia pun seolah memindahkan satu pasar tradisional ke dalam sebuah toko tunggal. Carrefour, Giant, Hypermart, dan sejenisnya kini pun telah berkembang di Indonesia. Barang yang mereka jual, kendati satu agen tunggal, sangat bervariasi dari bahan mentah makanan hingga barang elektronik canggih semisal televisi flat dan laptop. Terkadang kendaraan roda dua dan empat pun dijajakan di sana. Konsumen begitu dimanjakan dengan sifat segala ada, nyaman, cepat, terklasifikasi, seperti disediakan oleh hypermall. Fenomena hypermall ini mendukung teori penciptaan kebutuhan konsumen oleh produsen barang. Hypermall adalah sekadar agen, barang-barang yang mereka jual berasal dari beragam produsen. Namun, produsen tersebut biasanya tetap. Misalnya untuk odol, merk-merk seperti Pepsodent, Formula, Oral-B, dan sejenisnya adalah pasti ditemukan di setiap hypermall.

Fenomena homogenisasi produk dapat dilihat dalam Carrefour. Carrefour tersebar di Jakarta (25 lokasi), Tangerang (5 lokasi), Bekasi (4 lokasi), Bandung (4 lokasi), Jawa – Bali (18 lokasi), Sumatera (2 lokasi), dan Sulawesi (3 lokasi). Jumlah ini merupakan jumlah yang cukup signifikan mengingat Carrefour termasuk debutan baru di kalangan mall di Indonesia. Group yang didirikan oleh keluarga Fournier and Defforey dari Perancis pada tahun 1959 ini kini berkembang pesat di seluruh penjuru dunia, dan CEO-nya kini dipegang oleh Lars Olofsson.

Berbeda dengan pasar tradisional, interaksi sosial antara penjual dan pembeli di hypermall sepenuhnya ditentukan pengelola. Misalnya, barcode yang ditempelkan di setiap barang adalah harga pasti tanpa bisa ditawar. Negosiasi harga tidak ada antara penjual dan pembeli dan demikian satu aspek interaksi sosial berkurang. Kemasan setiap produk lebih menentukan ketimbang isi, dan ini berbeda dengan pasar tradisional di mana hampir seluruh produk dagangan tidak dikemas (kecuali produk-produk pabrikan). Pembeli sulit memaknai barang akibat pemaknaan disekat kemasan. Pembeli jadi amat bergantung pada informasi yang terkandung di dalam kemasan, dan kalaupun bertanya, paling banter ia akan dilayani oleh tenaga marketing produk bersangkutan yang intinya memperkuat informasi tertoreh di kemasan.

Sumber : https://uptodown.co.id/