keyboard_arrow_right
Pendidikan
Pendidikan

Tips Mengajak Anak ke Bioskop

Tips Mengajak Anak ke Bioskop

Orang tua yang menyuruh anak ke bioskop sering menerima kritikan keras. Pasalnya, si kecil tidak jarang kali merengek atau menangis gaduh sehingga menciptakan para pemirsa terganggu. Sebenarnya, persoalan ini dapat dicegah dengan memperhatikan sejumlah hal terlebih dahulu.

Salah satunya ialah pertimbangan usia anak. Ajaklah ia menginjakkan kaki ke bioskop ketika berusia paling tidak 5 tahun, saat pendengarannya tidak terlampau sensitif lagi terhadap bunyi keras yang membahana. Pastikan kegiatan berfoya-foya ini berjalan fasih melalui tips berikut.

Membaca Ulasan Film

Sebelum pergi ke bioskop, bacalah pembahasan film terlebih dahulu apakah sesuai sebagai tontonan anak. kita dapat menyimak di website tertentu atau meminta pendapat teman. Jika sudah, pastikan pun mengenai durasi supaya mereka tidak jenuh dan meminta keluar.

Memilih Waktu

Ketika anak mengantuk, mereka akan ingin rewel. Hal ini pasti merepotkan andai terjadi di lokasi umum. Oleh sebab itu, sebelum melakukan pembelian tiket, tentukan masa-masa yang tepat terlebih dahulu. Hindari jam istirahat mereka, yaitu siang atau malam. Sore ialah saat-saat mereka bermain, sehingga sesuai sebagai jadwal menyaksikan film.

Bukan melulu masalah pemilihan waktu, lebih baik urungkan rencana andai penonton begitu ramai. Hal ini akan menciptakan anak merasa tidak cukup nyaman, sampai-sampai kurang dapat menikmati film.

Datang Lebih Awal

Anak membutuhkan waktu lebih lama dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, lagipula tempat umum laksana bioskop. Ajaklah mereka datang lebih mula sebelum film dimulai supaya terbiasa bertemu orang tidak sedikit dan sedang di tengah keramaian.

Memilih Tempat Duduk

Ketika menyuruh anak ke bioskop, berarti Anda mesti benar-benar mempertimbangkan tentang lokasi duduk. Lantaran mereka tetap suka bergerak aktif, pastikan bahwa opsi Anda tidak bakal mengganggu pemirsa lain. Area dekat tangga atau pintu terbit juga dapat menjadi pilihan lain. Hal ini bakal mempermudah Anda terbit saat mereka merasa bosan.

Menyediakan Camilan

Menyediakan camilan guna anak saat menyaksikan film di bioskop dapat memunculkan perasaan relaks dan menangkal mereka cepat bosan. Sebagai catatan, bawalah mangkuk kecil dari lokasi tinggal serta simaklah kandungan kudapan ini, lebih baik rendah gula.

Masuk Belakangan

Di bioskop, cuplikan film beda senantiasa ditayangkan sebelum film yang bahwasannya dimulai. Nah, usahakan hindari momen tersebut. Pasalnya, sebelum berumur delapan tahun, mereka belum dapat membedakan mana yang iklan dan film. Selain menciptakan mereka bingung, suara pada selingan itu lebih keras dari peragaan asli.

Rencanakan dengan Matang
Setelah menyimak poin-poin di atas, pastikan keadaan hati anak sedang baik atau tidak. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi mereka merajuk di lokasi umum. Di samping itu, pastikan mereka berangkat ke bioskop dengan perut kenyang dan istirahat cukup.

Ikuti Arus
Jika anak merengek hendak keluar bioskop, segera turuti keinginan mereka. kita tidak butuh merasa rugi menunaikan tiket sedangkan film belum berlalu diputar. Menunda-nunda malah akan menciptakan mereka enggan disuruh ke sini lagi.

Ada dua pilihan perlakuan guna tips menyuruh anak ke bioskop: mendinginkan mereka di luar kemudian masuk kembali, atau benar-benar pergi menggali hiburan beda maupun makanan favorit.

Sumber : http://topsiteswebdirectory.com/gr_domain_list/index.php?domain=pelajaran.co.id

Pendidikan

Masa Perkembangan anak

Masa Perkembangan anak

Memori ialah hasil pembelajaran yang melekat. Ketika anak kita mempelajari sesuatu, sinapsis-sinapsis baru terbentuk dan sinapsi-sinapsis lama semakin dikuatkan sampai-sampai menciptakan kenangan dari masing-masing pengalamannya dan dari apa yang sudah dipelajarinya.

Memeluk, mencium, memanjakan, dan menciptakan anak kita merasa nyaman dapat meningkatkan pertumbuhan otaknya. Anda pun bertanggung jawab membuatnya bertumbuh dalam kehidupan sosialnya.

Untuk perkembangan benak yang optimal, anak-anak memerlukan lingkungan berbahasa yang kaya dan responsif. Otak bakal terlatih andai anak kita menghadapi apa yang membuatnya begitu gampang untuk belajar bahasa.

Ketika anak kita belajar mengenai bagaimana menikmati dan menangani perasaannya, maka urusan ini akan memprovokasi perilaku dan keterampilan berpikirnya.

Memupuk kreativitas dan khayalan anak kita akan menolong dia mengembangkan pemikiran dan kemampuan pemecahan masalahnya. Kemampuan anak Anda guna menghasilkan benak dan ide-ide baru sangat urgen untuk kehidupan dewasa yang produktif.

Membaca kitab dengan suara keras guna anak-anak bakal merangsang khayalan mereka dan memperluas pemahaman mereka mengenai dunia. Ini menolong anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa dan keterampilan mendengarkan serta mempersiapkan mereka guna memahami ucapan-ucapan tertulis.

Semakin kita merawat, mencintai, dan menciptakan anak kita merasa aman, maka semakin bertambah pula kesejahteraan emosionalnya. Pengalaman mula anak kita dengan Anda menyusun apa yang menjadi dirinya sebagai orang dewasa.

Semakin tidak sedikit kata-kata yang didengar anak Anda, semakin tidak sedikit pula koneksi yang terbentuk dalam benak mereka. Anak-anak belajar bahasa dengan mendengarkan ucapan-ucapan secara berulang. Itulah sebabnya semakin tidak sedikit Anda berkata dengan anak Anda, maka semakin baik. Berbicara dengan anak akan menambah jumlah kata yang bakal dikenalinya dan kesudahannya dimengerti olehnya.

http://mjump.vip2ch.com/https://www.pelajaran.co.id

Pendidikan

Wanita ideal itu seperti

Wanita ideal itu seperti

Wanita ideal itu seperti

Wanita ideal itu seperti
Wanita ideal itu seperti

Pernah mendengar ungkapan, seorang laki-laki akan memilih istri yang seperti ibunya. Awalnya saya tidak percaya ungkapan tersebut, namun belakangan ini baru tersadar betapa bodohnya diri ini yg br sadar sekarang.

Ya… Setelah dipikir-pikir saya memang ingin mencari sosok kekasih hati yg mendekati bunda. Bukan dr parasnya, namun sifatnya.

She is amazing.

Dia yg selalu sabar menghadapi getirnya hidup, sabar menjalani perannya sebagai ibu dan istri. Dia yang penuh pengabdian kepada suami. Tak pernah mengeluh. Bangun paling pagi untuk berdoa, lalu menyiapkan segala kebutuhan keluarga. Dia yang senantiasa sabar mendidik putra-putrinya. Dia yg selalu membangunkan anak2nya dari lelap fajar. Dia yang tak pernah marah. Dalam doanya selalu nama kami disebut. Dia tidak egois, dia selalu mendahulukan suami dan putra putrinya makan dan berkecukupan. Dia yang tak pernah egois, selalu mendahulukan kebutuhan keluarga.

Dia yg serba bisa, multi talent. Talent sebagai ibu rumah tangga. Dia yang rela tidur paling malam demi menyelesaikan pekerjaan rumah. Dia yang menghargai setiap jerih payah suami. Melayani suami dgn ikhlas. Dia yang low profile, tidak pernah berlebih-lebihan.

Duhai bunda, mulia sekali dirimu. Maafkan anakmu ini yg berdosa dan belum mampu membahagiakanmu. Ijinkan anakmu memilih istri yg sepertimu bunda. Karena apa yg kau ajarkan pada kami, membuat kami sadar betapa mengagumkan sosokmu, sifatmu, dan budi pekertimu. Duhai Bunda, terimakasih atas segalanya.

Baca Juga :

Pendidikan

Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi Adalah
Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi
1. Bagi individu: agar dapat hidup secara wajar dalam kelompo/masyarakatnya, sehingga tidak aneh dan diterima oleh warga masyarakat lain serta dapat berpartisipasi aktif
sebagai anggota masyarakat
2. Bagi masyarakat: menciptakan keteraturan sosial melalui pemungsian sosialisasi sebagai sarana pewarisan nilai dan norma serta pengendalian sosial.
C. Macam-macam Sosialisasi
1. Berdasarkan berlangsungnya: sosialisasi yang disengaja/disadari dan tidak
disengaja/tidak disadari. Sosialisasi yang disengaja/disadari: Sosialisasi yang dilakukan secara sadar/disengaja:
pendidikan, pengajaran, indoktrinasi, dakwah, pemberian petunjuk, nasehat, dll.
Sosialisasi yang tidak disadari/tidak disengaja: perilaku/sikap sehari-hari yang
dilihat/dicontoh oleh pihak lain, misalnya perilaku sikap seorang ayah ditiru oleh anak laki-lakinya, sikap seorang ibu ditiru oleh anak perempuannya, dst.
2. Menurut status pihak yang terlibat: sosialisasi equaliter dan otoriter.
Sosialisasi equaliter berlangsung di antara orang-orang yang kedudukan atau statusnya relatif sama, misalnya di antara teman, sesama murid, dan lain-lain, sedangkan sosialisasi otoriter berlangsung di antara pihak-pihak yang status/kedudukannya berbeda misalnya berlangsung antara orangtua dengan anak, antara guru dengan murid, antara pimpinan dengan pengikut, dan lain-lain.
3. Menurut tahapnya: sosialisasi primer dan sekunder.
Sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungankeluarga, individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga Sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya.
4. Berdasarkan caranya: sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris.
Apabila mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi , terdapat dua pola, yaitu represif, dan partisipatoris.
Sosialisasi Represif menekankan pada:
(1) penggunaan hukuman,
(2) memakai materi dalam hukuman dan imbalan,
(3) kepatuhan anak pada orang tua,
(4) komunikasi satu arah (perintah),
(5) bersifat nonverbal,
(6) orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting, dan
(7) keluarga menjadi significant others.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Pendidikan

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli
Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Manusia berbeda dari binatang. Perilaku pada binatang dikendalikan oleh instink/naluri yang merupakan bawaan sejak awal kehidupannya. Binatang tidak menentukan apa yang harus dimakannya, karena hal itu sudah diatur olehnaluri. Binatang dapat hidup dan melakukan hubungan berdasarkan nalurinya. Manusia merupakan mahluk tidak berdaya kalau hanya mengandalkan nalurinya. Naluri manusia tidak selengkap dan sekuat pada binatang. Untuk mengisi kekosongan dalam kehidupannya manusia mengembangkan kebudayaan. Manusia harus memutuskan sendiri
apa yang akan dimakan dan juga kebiasaan-kebiasaan lain yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaannya. Manusia mengembangkan kebiasaan tentang apa yang dimakan, sehingga terdapat perbedaan makanan pokok di antara kelompok/masyarakat. Demikian juga dalam hal hubungan antara laki-laki dengan perempuan, kebiasaan yang berkembang dalam
setiap kelompok menghasilkan bermacam-macam sistem pernikahan dan kekerabatan yang berbeda satu dengan lainnya. Dengan kata lain, kebiasaan-kebiasaan pada manusia/masyarakat diperoleh melalui proses
belajar, yang disebut sosialisasi. Berikut beberapa definisi mengenai sosialisasi.
Peter L. Berger:
Sosialisasi adalah proses dalam mana seorang anak belajar menjadi seseorang yang berpartisipasi dalam masyarakat. Yang dipelajari dalam sosialisasi adalah peran-peran, sehingga teori sosialisasi adalah teori mengenai peran (role theory).
Robert M.Z. Lawang:
Sosialisasi adalah proses mempelajari nilai, norma, peran dan persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang dapat berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial.
Horton dan Hunt:
Suatu proses yang terjadi ketika seorang individu menghayati nilai-nilai dan norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga terbentuklah kepribadiannya. Dalam proses sosialisasi terjadi paling tidak tiga proses, yaitu: (1) belajar nilai dan norma
(sosialisasi),

(2) menjadikan nilai dan norma yang dipelajari tersebut sebagai milik diri (internalisasi), dan

(3) membiasakan tindakan dan perilaku sesuai dengan nilai dan norma
yang telah menjadi miliknya (enkulturasi).

Sumber : https://filehippo.co.id/

Pendidikan

Sekolah Keluarga Dirintis di Setiap RW

Sekolah Keluarga Dirintis di Setiap RW

Pemkot Solo berencana menciptakan sekolah family di masing-masing rukun penduduk (RW) guna menambah literasi menyusun keluarga yang ideal.

Melalui edukasi keluarga yang baik, diinginkan sumber daya insan (SDM) menjadi berkembang. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, sekolah family diharapkan dapat menjadi fondasi mula sebelum menciptakan program pengembangan SDM lainnya.

Melalui sekolah keluarga, orang tua diberi pemahaman bagaimana mendidik anak dan menyusun keluarga sejahtera. “Termasuk bagaimana memperkenalkan sopan santun untuk anak serta mendidik anak tanpa gadget,” kata Rudy di Solo, Jawa Tengah, kemarin.

Sekolah keluarga, lanjut Rudy, tidak mempunyai kurikulum yang baku sebagaimana sekolah formal. Dalam pembelajaran, Pemkot Solo bakal mengirim mentor yang berpengalaman di bidang literasi keluarga.

Mentor akan menyerahkan materi cocok dengan keperluan keluarga di sebuah wilayah. “Satu mentor diupayakan bisa membina sejumlah keluarga sebagai pilot project. Kemudian secara berjenjang yang telah lulus menjadi mentor kolega di lingkungannya,” urainya. Program tersebut tentu bakal menggandeng PKK dan tidak dapat berjalan sendiri.

Melalui sekolah keluarga, masing-masing keluarga diinginkan mempunyai benteng dari sekian banyak penyakit masyarakat laksana kekerasan terhadap anak dan perempuan. Hal tersebut dapat diantisipasi andai keluarga bisa menjalankan perannya sebagai pagar hidup.

“Anak-anak dan generasi muda tidak boleh sampai terjebak memakai narkoba dan tindak kriminal lainnya,” tambah Rudy. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Solo Widdi Srihanto menambahkan, sekitar ini pelaku kekerasan terhadap anak dan wanita didominasi orang terdekat sehingga pemantauan dari family menjadi kunci.

“Kasus yang kami tangani lebih tidak sedikit seperti itu. Kalau ada wanita mendapat perlakuan kekerasan fisik, seringkali enggan lapor sebab yang mengerjakan orang dekat,” tandas Widdi.

http://forum.gamexp.ru/externalredirect.php?url=https://www.pelajaran.co.id

Pendidikan

Soal Kecurangan PPDB 2019,Bogor Masuk Daftar Ombudsman

Soal Kecurangan PPDB 2019,Bogor Masuk Daftar Ombudsman

Soal Kecurangan PPDB 2019,Bogor Masuk Daftar Ombudsman

Soal Kecurangan PPDB 2019,Bogor Masuk Daftar Ombudsman
Soal Kecurangan PPDB 2019,Bogor Masuk Daftar Ombudsman

Kota dan Ka­­bu­paten Bogor kini masuk daftar peme­rik­saan du­­gaan kecu­rangan

Penerimaan Peser­ta Didik Baru (PPDB) online yang di­la­ku­kan pa­da 29 Juni lalu.

Dugaan kecurangan terse­but berdasarkan laporan dari sejumlah sekolah di dae­rah Jawa Barat, yang dite­rima langsung oleh Ombudsman.

“Kami masih melakukan pemeriksaan berkas terkait temuan awal

(kecurangan) yang terdapat di 19 sekolah, Jawa Barat. Temuan awal itu masih perlu kami validasi lagi,” ujar Ketua Ombudsman per­wakilan wilayah Jakarta, Teguh P. Nugroho.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa 19 sekolah itu tersebar di lima wilayah Provinsi Jawa Barat, yakni Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor. Meski de­mikian, ia enggan mem­beber na­ma sekolah yang dimaksud.

Teguh mengatakan, dari hasil analisis yang dilakukan Ombuds­man terdapat

banyak jenis kecurangan yang dila­kukan oleh sekolah-sekolah tersebut. Dari sekian persoalan yang paling banyak dijumpai adalah kecu­rangan terkait rom­bongan belajar (rombel).

“Khususnya (persoalan) terkait rombel. Ada penam­bahan rombel setelah PPDB online. Ada penambahan murid tanpa proses PPDB,” ucapnya.

Penambahan siswa dalam satu kelas itu, kata Teguh, jumlahnya bervariasi tergan­tung tiap-tiap sekolah.

Ia memastikan, jumlah siswa dalam satu kelas mele­bihi batas yang telah dite­tapkan oleh Menteri Pen­didikan yaitu sebanyak 36 siswa.

 

Baca Juga :

Pendidikan

SIMAK UI 2019 Diikuti 53.712 Peserta

SIMAK UI 2019 Diikuti 53.712 Peserta

SIMAK UI 2019 Diikuti 53.712 Peserta

SIMAK UI 2019 Diikuti 53.712 Peserta
SIMAK UI 2019 Diikuti 53.712 Peserta

Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) untuk semua jenjang dan program pendidikan kembali digelar serentak di 20 kota di Indonesia, Minggu (21/7), pukul 07.00-15.00 wib. SIMAK UI 2019 diikuti 53.712 peserta ujian mulai dari program pendidikan D3 hingga S3.

Program studi yang dibuka pada SIMAK UI 2019 bagi lulusan SMA/Sederajat adalah 13 program studi Vokasi (D3), 64 program studi Sarjana (S1) Reguler, 35 program studi Sarjana (S1) Paralel, dan 16 program studi Sarjana (S1) Kelas Internasional. Sebelumnya, pada Minggu (14/7) telah dilaksanakan Ujian SIMAK UI S1 Kelas Internasional di Kampus UI Kota Depok.

“Pada program pendidikan Vokasi, Prodi Komunikasi menjadi program studi yang paling banyak dipilih, yaitu 1.815 pendaftar,” ungkap Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti kepada Radar Depok (Radar Bogor Group), Minggu (21/07/2019).

Selain itu, pada Program S1 Reguler, Prodi Ilmu Hukum dipilih oleh 6.302 pendaftar dan menjadi prodi terbanyak dipilih. Pada S1 Paralel, pendaftar terbanyak adalah program studi Ilmu Hukum dengan jumlah peminat 3.442 peserta.

Sedangkan pada program Magister (S2), program studi yang paling diminati

adalah Magister Manajemen.

Rifelly menegaskan, sebagai upaya pemerataan kesempatan belajar di UI, SIMAK UI dilaksanakan serentak di sejumlah kota di Indonesia.

“Siswa atau siapa pun yang ingin masuk UI dapat mengikuti seleksi di kota terdekat, tanpa harus datang ke kampus UI Kota Depok,” tutur Rifelly.

Diketahui, pelaksanaan ujian SIMAK UI 2019 digelar di sekolah dan universitas yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia. Yakni Kota Depok, DKI Jakarta (lima wilayah kota), Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Bogor, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, dan Makassar.

Ujian SIMAK UI tahun ini merupakan yang kesebelas sejak pertama kali digelar pada 2009. Sementara hasil ujian SIMAK UI untuk S1 Reguler, S1 Paralel, dan Vokasi bakal diumumkan secara online.

“S1 Reguler, S1 Paralel, dan Vokasi hasilnya diumumkan 31 Juli,

sedangkan Pascasarjana dan S1 Kelas Internasional pada 5 Agustus,” ucap Rifelly.

Senada, Media Relations UI, Egia Etha Tarigan menambahkan, SIMAK UI merupakan program seleksi mahasiswa UI yang diselenggarakan UI untuk semua program pendidikan dari jenjang Vokasi (Diploma 3), Sarjana (S1) Kelas Reguler, Paralel, Sarjana Kelas Internasional, Sarjana Kelas Ekstensi/Paralel bagi lulusan D3, Profesi, Magister, Spesialis, dan Doktoral (S3).

“Melalui SIMAK UI, calon mahasiswa program Vokasi dan Sarjana

diperkenankan memilih lebih dari satu hingga maksimal enam program studi, dengan sekali pendaftaran dan ujian,” paparnya.

Sementara materi ujian seleksi pun berbeda-beda, di antaranya pada jenjang Diploma Tiga dan Sarjana adalah Menulis Esai (mengukur motivasi dan kemampuan softskill) dan Kemampuan Dasar (Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).

Untuk semua Jurusan ditambah dengan Matematika IPA, Biologi, Fisika, Kimia (Kemampuan IPA) atau Ekonomi, Sejarah, Geografi, dan Sosiologi (Kemampuan IPS). Sedangkan materi seleksi SIMAK UI Kelas Internasional adalah Mathematics, Biology, Physics, Chemistry (Natural Science) untuk pemilih program studi IPA dan Basic Mathematics, Economics, Indonesian and World History, Geography, Sociology (Social Science) untuk pemilih program studi IPS, di samping syarat TOEFL/IELTS dan wawancara bagi prodi tertentu.

“Adapun materi seleksi program pascasarjana dan profesi adalah Pengukuran Kemampuan Akademik/PEKA, umum dikenal sebagai TPA, dan Bahasa Inggris,” tutup dia.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Pendidikan

Datangkan Rektor Asing, Tiga Kompetensi ini Harus Dipenuhi

Datangkan Rektor Asing, Tiga Kompetensi ini Harus Dipenuhi

Datangkan Rektor Asing, Tiga Kompetensi ini Harus Dipenuhi

Datangkan Rektor Asing, Tiga Kompetensi ini Harus Dipenuhi
Datangkan Rektor Asing, Tiga Kompetensi ini Harus Dipenuhi

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)

terus mematangkan rencana mendatangkan rektor asing. Mereka kini menyusun syarat dan kualifikasinya. Sebab, belum tentu rektor asing memiliki kualitas baik.

“Kami akan lakukan global bidding untuk mencari rektor asing,” ucap Menristekdikti Mohamad Nasir saat ditemui di kantornya kemarin.

Setidaknya, lanjut dia, ada tiga kompetensi yang harus dipenuhi warga negara asing untuk menjabat rektor di perguruan tinggi negeri (PTN) tanah air. Yakni, memiliki jejaring dengan komunitas peneliti luar negeri, berpengalaman mengelola perguruan tinggi, dan mempunyai inovasi untuk meningkatkan mutu riset.

Menurut Nasir, selama ini tantangan untuk seorang rektor sangat rendah. Syarat yang ditentukan juga sangat minimal. Di antaranya, pernah menjabat ketua jurusan.

Tidak ada syarat memiliki jejaring yang kuat dengan komunitas peneliti di luar negeri.

Mayoritas PTN mencari rektor hanya dari kalangan internal akademisi maupun guru besarnya.

“Syarat itu kan terlalu kecil. Kalau standarnya kita naikkan, malah tidak ada yang mendaftar. Tapi, jika kita buka lebih luas (rekrutmen rektor, Red), ternyata ada potensi yang lebih besar,” terang mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut.

Sementara itu, Kemenristekdikti harus mengkaji dan memperbaiki peraturan dan regulasi untuk memuluskan program rektor asing. Sebab, setiap kampus negeri memiliki statuta yang disahkan dalam beberapa peraturan pemerintah terkait syarat dan ketentuan rektor.

Universitas Indonesia, misalnya. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013

disebutkan bahwa syarat utama rektor adalah warga negara Indonesia.

Kemudian, PP 52/2015 tentang Statuta Undip menyatakan bahwa seorang rektor harus WNI, dosen Undip, dan berstatus pegawai negeri sipil. Begitu pula dengan statuta Universitas Gadjah Mada. “Ini masalah. Karena itu, harus kita perbaiki peraturan pemerintah itu,” ujar Nasir.

Di sisi lain, menteri 59 tahun tersebut mengaku pernah di-bully oleh forum rektor saat kali pertama memaparkan wacana program rektor asing pada 2016. “Dianggap nanti kita inlander (ejekan orang Belanda untuk kaum pribumi, Red), dijajah, dan sebagainya,” ungkap dia. Tapi, cercaan itu tidak menyurutkan semangatnya. Justru tahun ini dia lebih galak.

Nasir berpedoman, kalau tidak ada kompetisi, tidak ada daya saing. “Ini era di mana kita harus berani berkompetisi,” imbuhnya.

Sementara itu, wacana impor rektor memantik perhatian para guru besar (gubes) di Indonesia. Salah satunya Prof Kacung Marijan, gubes ilmu politik Universitas Airlangga (Unair).

Menurut dia, rencana impor rektor tersebut adalah implikasi dari kompetisi yang kuat antar perguruan tinggi (PT) dunia.

Menurut dia, rektor memang salah satu hal penting dari keseluruhan sistem pengelolaan PT. Namun, ada yang lebih penting dari itu. Yakni, pengelolaan ekosistem di dalam PT.

“Yang penting ekosistemnya dulu. Kalau ekosistem sudah bagus, baru memungkinkan untuk berkompetisi dengan yang lainnya,” kata Kacung kemarin.

Kacung menyatakan, saat ini pemerintah baru membangun ekosistem. Itu pun belum cukup bagus untuk pertumbuhan PT yang baik. Bisa saja ketika mendatangkan rektor asing dan ekosistemnya tidak bagus, PT tetap tidak berkembang. “Sekarang pemerintah itu mau ekosistem yang seperti apa? Apakah kita mau mengikuti Jerman, Singapura, Malaysia, Eropa, atau Belanda?” ujarnya.

Di Jerman seluruh biaya PT ditanggung pemerintah. Mulai riset hingga perkuliahan. Kemudian, di Australia biaya pendidikan untuk warga lokal lebih kecil dan warga asing lebih mahal. “Jadi, harus membangun ekosistemnya dulu. Seperti kebijakan program pendidikan mau dibuat seperti apa,” katanya.

Saat ini banyak orang Indonesia yang kuliah di Malaysia dan Singapura jika dibandingkan dengan sebaliknya. Sangat mungkin itu terjadi karena kualitas yang ditawarkan Malaysia lebih bagus

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Pendidikan

Paparkan Food Energy Nexus di IPB University, Prof Lim dari Korea Ungkap Butuh Tujuh Liter Air untuk Hasilkan Energi

Paparkan Food Energy Nexus di IPB University, Prof Lim dari Korea Ungkap Butuh Tujuh Liter Air untuk Hasilkan Energi

Paparkan Food Energy Nexus di IPB University, Prof Lim dari Korea Ungkap Butuh Tujuh Liter Air untuk Hasilkan Energi

Paparkan Food Energy Nexus di IPB University, Prof Lim dari Korea Ungkap Butuh Tujuh Liter Air untuk Hasilkan Energi
Paparkan Food Energy Nexus di IPB University, Prof Lim dari Korea Ungkap Butuh Tujuh Liter Air untuk Hasilkan Energi

Profesor Song Soo Lim dari Universitas Korea paparkan food-energy nexus untuk masa depan

yang berkelanjutan di depan mahasiswa dalam IPB University Talks di Ruang Sidang Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Kampus Dramaga Bogor (21/8).

Semakin meningkatnya populasi di dunia maka kebutuhan pangan juga turut meningkat sehingga produktivas pun harus dinaikkan. Kenaikan produktivitas ini akan berdampak pada pemakaian jumlah air dan juga energi. Kesinambungan antara ketiga rantai inilah yang disebut dengan nexus energi makanan.

“Namun pada faktanya, dunia sedang memerangi krisis air, lahan, dan energi.

Energi yang dibutuhkan manusia semakin bertambah. Untuk memproduksi satu energi saja dibutuhkan tujuh liter air. Berangkat dari permasalahan tersebut, muncul beragam inovasi untuk memproduksi makanan di dalam lingkungan yang tidak mendukung. Korea tidak memproduksi petroleum, lalu bagaimana agar dapat mencukupi kebutuhan energi? Kami menemukan cara yaitu memanfaatkan energi panas bumi. Energi ini yang akan disalurkan pada rumah kaca untuk memproduksi kebutuhan makanan,” ujar Prof Lim.

Menurutnya Indonesia adalah negara yang kaya. Pertanian akan selalu menjadi tulang

punggung dari perekonomian suatu negara. Tidak ada negara kaya yang menelantarkan pertaniannya. Indonesia memiliki banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan, sehingga sudah menjadi tugas generasi muda terus berinovasi.

“Membeli produk lokal juga lebih baik untuk lingkungan. Ketika produk yang dibeli berasal dari tempat yang sama atau dekat, maka energi yang terpakai untuk pengiriman semakin kecil. Tapi sudah jadi tugas kalian (mahasiswa) untuk mencari cara agar hasil pertanian Indonesia dapat diekspor dengan inovasi yang baru,” terangnya

 

Baca Juga :