keyboard_arrow_right
P.Umum
P.Umum

Domba Cerdik & Harimau Bodoh

Domba Cerdik & Harimau Bodoh

Domba Cerdik & Harimau Bodoh

Pada suatu ketika, seekor Domba jantan sedang berjalan-jalan di padang rumput. Dia mencari rumput yang enak untuk dimakan. Tidak lama kemudian, dia melihat ada hutan di dekat padang rumput itu. Karena ingin mencari tumbuh-tumbuhan selain rumput yang enak untuk dimakan, dia pun masuk ke hutan itu. Tiba-tiba dia bertemu dengan seekor Harimau. Harimau itu sangat gembira karena melihat hewan yang mungkin bisa dia mangsa, namun juga bingung karena ini adalah pertama kalinya harimau melihat domba.

Sementara itu si Domba sangat ketakutan, walau demikian si Domba mencoba tenang diapun mengajak Harimau itu berbicara.

“Siapa namamu?” tanya si Domba.

“Aku Harimau! Siapa kamu?” Harimau balik bertanya.

“Namaku Domba Yang Hebat” jawab si Domba, walaupun sebenarnya dia sangat gemetaran.

“Apa itu yang ada di kepalamu?” tanya Harimau lagi.

“Oh, itu tombak dan pedangku” jawab Domba.

“Dan apa itu yang bergantung di antara kaki belakangmu?” Harimau bertanya lagi.

“Itu bumbu-bumbu yang aku bawa untuk memasak daging harimau sebelum aku memakannya.” jawab Domba.

Harimau sekarang sangat ketakutan. Dia Kemudian berlari pergi secepat yang dia bisa, dan bersyukur karena dia masih hidup.

Ada seekor rubah yang melihat Harimau lari terbirit-birit. Dia kemudian bertanya, “Ada apa denganmu? Kenapa kamu lari ketakutan?”

“Domba jantan itu! Dia hampir saja membunuhku!” jawab Harimau. Dia bersenjatakan pedang dan tombak!”

Rubah yang pintar itu tertawa, Kemudian berkata, “Bagaimana mungkin seekor domba jantan bisa membunuh seekor harimau? Kamu pasti sudah dibodohi oleh domba itu. Ayo kita kesana dan kita beri dia pelajaran.”

Tapi Harimau berkata “Tidak, kamu nanti pasti akan lari setelah melihat domba itu, dan meninggalkan aku sendiri di sana.”

“Aku tidak akan lari. Kalau kamu tidak percaya, kita ikat saja diri kita berdua dengan sebuah tali. Jadi, bahkan jika aku ingin lari pun aku tidak akan bisa” jawab Rubah.

Harimau setuju dengan usul si Rubah. Mereka kemudian mengikat leher mereka menjadi satu dengan menggunakan seutas tali, dan pergi berjalan mencari si Domba. Mereka menemukan si Domba sedang santai sambil makan tumbuh-tumbuhan yang lezat.

Ketika si Domba melihat Harimau dan Rubah, dia berteriak, “Aha! Akhirnya kamu datang juga Rubah! Bagus kamu membaw harimau untuk menjadi makan siangku. Aku sudah sangat lapar!”

Harimau yang bodoh ketakutan mendengar perkataan si Domba. Dia berpikir Rubah telah menipunya untuk menjadi santapan si Domba.

Dia Kemudian berbalik dan lari sekencang-kencangnya. Si Rubah berteriak-teriak meminta Harimau untuk berhenti berlari, karena dia ikut terseret. Tapi Harimau tidak mendengarnya, dan terus berlari, sampai akhirnya si Rubah mati karena terseret-seret sangat jauh melintasi hutan itu. “Rubah yang bodoh!” pikir Harimau yang bodoh itu, “Aku hampir saja mati gara-gara dia!”.

Baca Juga :

P.Umum

Pemisah Antara Hidup dan Mati

Pemisah Antara Hidup dan Mati

Pemisah Antara Hidup dan Mati

Pemisah Antara Hidup dan Mati
Pemisah Antara Hidup dan Mati

Konon, ada seorang bijak yang berangkat mengadakan
perjalanan melalui laut. Ketika penumpang-penumpang lain
memasuki perahu satu demi satu, mereka melihatnya dan
sebagai lazimnya –merekapun meminta nasehat kepadanya.

Ada satu nasehat yang diberikannya pada mereka….
“Cobalah menyadari maut, sampai kau tahu
maut itu apa.” Hanya beberapa penumpang saja yang secara
khusus tertarik akan peringatan itu.

Mendadak ada angin topan menderu. Anak kapal maupun
penumpang semuanya berlutut, memohon agar Tuhan
menyelamatkan perahunya. Mereka terdengar berteriak-teriak
ketakutan, menyerah kepada nasib, meratap mengharapkan
keselamatan. Selama itu sang bijak duduk tenang, merenung,
sama sekali tidak memberikan reaksi terhadap gerak-gerik dan
adegan yang ada disekelilingnya.

Akhirnya suasana kacau itu pun berhenti, laut dan langit
tenang
Salah seorang bertanya kepadanya, “Apakah Tuan tidak
menyadari bahwa pada waktu angin topan itu tak ada yang
lebih kokoh daripada selembar papan, yang bisa memisahkan
kita dari maut?”

“Oh, tentu,” jawab sang bijak itu. “Saya tahu, di laut selamanya
begitu. Tetapi saya juga menyadari bahwa, kalau saya berada
di darat dan merenungkannya, dalam peristiwa sehari-hari
biasa, pemisah antara kita dan maut itu lebih rapuh dan lebih tipis lagi….”

Baca Juga : 

P.Umum

Apakah anda berani

Apakah anda berani

Apakah anda berani

Apakah anda berani
Apakah anda berani

Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, …
meskipun dia belum berpengalaman
meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu
meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya
meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama
meskipun sama sekali tidak ada jaminan
meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan
dan meskipun lebih mungkin baginya untuk gagal.

Anda tidak bisa membangun kehidupan yang luar biasa dengan keberanian yang biasa.
Keberanian adalah sebuah kualitas yang memaksimalkan.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan kebesaran dan ketinggian dari yang ingin
Anda capai. Yang selain itu, adalah pembatasan kebebasan hati.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan upaya Anda untuk mencapai yang Anda
inginkan. Yang selain itu, adalah pembatasan kesediaan bekerja.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan tanggung-jawab yang Anda pikul. Yang
selain itu, adalah pembatasan potensi.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan ukuran dan nilai dari kontribusi Anda.
Yang selain itu, adalah pengkerdilan hak untuk menerima.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan peran yang Anda minta dari Tuhan. Yang selain itu, adalah pengecewaan tujuan hidup Anda.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

P.Umum

PERTANYAAN PENTING

PERTANYAAN PENTING

PERTANYAAN PENTING

PERTANYAAN PENTING
PERTANYAAN PENTING

Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan – yang aku yakini – dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.
Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang – agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.
Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. “Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” katanya beberapa waktu lalu.
Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.
Tinggal pertanyaan ke-10.
“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.
“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” katanya.
Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.
“Ini serius !” lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !”
Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.
Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.
“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.
“Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !”
Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?”
Kata dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

P.Umum

Solusi Kasus Tantangan Promosi Jabatan

Solusi Kasus Tantangan Promosi Jabatan

Promosi ialah satu kata yang sangat ditunggu-tunggu oleh seorang staf atau karyawan. Tak melulu menyangkut eskalasi status dan penghasilan, promosi menjadi bukti bahwa kompetensi seseorang sudah mendapat pernyataan secara profesional.

Anehnya, di tengah persaingan super ketat ini ada sejumlah orang yang menjadi anomali. Di ketika yang beda berlomba-lomba guna dipromosi, mereka malah menghindar. Sayang rasanya andai kesempatan besar ini selesai hanya karena dalil takut atau tak siap. Konsultan karier Sylvina Savitri dari EXPERD menolong mencari solusinya!

KASUS 1: BERBEDA KOMPETENSI
Sudah nyaris setahun saya menjabat posisi asisten manajer yang mengurusi administrasi finansial sebuah pabrik consumer good. Dalam waktu tidak cukup dari tiga bulan, saya sudah sesuai dengan bos baru dan dapat bekerja sama dengan enak. Alhasil, seluruh pekerjaan dapat saya selesaikan dengan tuntas dan memuaskan.

Baru saja saya merasakan masa bulan madu, tiba-tiba diminta atasan menduduki posisi baru sebagai sebagai manajer divisi akunting. Buat saya ini dilema. Meski masih sama-sama mengurusi uang, namun saya bukan seorang akunting.

Ritme kerjanya pun berbeda, saya fobia tidak dapat enjoy dan justeru jadi kontra produktif. Apalagi dalam masa-masa dekat perusahaan akan menyelenggarakan audit. Kehadiran saya bisa buat runyam!

SOLUSI:
Rasanya tidak salah bila anda secara tersingkap mengungkapkan sejauh mana kemampuan yang anda miliki, dan hal-hal apa yang butuh Anda perdalam atau pelajari untuk dapat menjalani peran itu dengan baik.

Jika dirasa perlu waktu, usahakanlah untuk mohon waktu mempelajari kegiatan manajer akunting tersebut, mulai mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab kegiatan tersebut, tanpa mesti secara formal memenuhi posisi tersebut.

Selama masa ini, Anda dapat menerapkan prinsip quick-win. Artinya, tetapkan langkah-langkah bertahap guna lebih mengenali bidang baru yang diamanatkan kepada Anda.

Misalnya, di minggu ke-1, tetapkan waktu guna mendiskusikan lebih dalam apa saja yang menjadi tanggung jawab tugas, indikator keberhasilan, sasaran dan target kerja yang dibebankan. Dengan mengetahui lebih dalam tuntutan kerja yang ada, kita dapat melakukan evaluasi dan kesiapan anda dengan lebih realistis.

Minggu ke-2, guna menghadapi audit, Anda dapat mengatur jadwal bertemu dengan orang yang menguasai urusan ini guna mempelajari secara cepat sistematikanya. Dengan quick-win langkah perjalanan kita mengenali bidang kegiatan baru ini bakal lebih visible dan menciptakan Anda kian percaya diri terus maju ke depan. Sebab, keberhasilan target di minggu kesatu bakal menjadi suntikan energi guna mensukseskan target berikutnya.

Baca Juga :

P.Umum

Apa itu Ketinggian (High Altitude)

Apa itu Ketinggian (High Altitude)

Apa itu Ketinggian (High Altitude)

Apa itu Ketinggian (High Altitude)
Apa itu Ketinggian (High Altitude)

Sulit untuk menentukan siapa yang mungkin akan terpengaruh oleh penyakit ketinggian karena tidak ada faktor-faktor tertentu seperti usia, jenis kelamin, atau kondisi fisik yang berkorelasi dengan kerentanan seseorang terhadap sakit karena ketinggian. Beberapa orang menjadi rentan tetapi beberapa orang lainnya tidak rentan karena berada di tempat-tempat yang tinggi.

Kebanyakan orang bisa naik ke 2.500 meter dpl. dengan efek sedikit atau tidak ada. Jika kita telah berada di ketinggian yang sebelumnya tanpa masalah, kita mungkin dapat kembali ke ketinggian yang sama tanpa masalah selama kita benar-benar berkalimatisasi. Jika kita belum berkunjung ke ketinggian tinggi sebelum, kita harus berhati-hati ketika melakukannya.

Penyebab Penyakit Ketinggian

Persentase oksigen di atmosfer di permukaan laut adalah sekitar 21% dan tekanan udara adalah sekitar 1000MB (760 mmHg).

Seiring dengan peningkatan ketinggian, persentase tetap sama tetapi jumlah molekul oksigen per sekali menarik napas akan berkurang. Pada 3.600 meter dpl tekanan udara hanya sekitar 630 mb (480 mmHg), jadi ada molekul oksigen sekitar 40% lebih sedikit per sekali menarik napas sehingga tubuh harus menyesuaikan untuk memiliki oksigen kurang.

Selain itu, tekanan udara lebih rendah pada ketinggian yang lebih tinggi dapat menyebabkan cairan bocor dari kapiler di kedua paru-paru dan otak yang dapat menyebabkan cairan keluar dan membanjiri paru-paru atau otak. Melanjutkan ke ketinggian yang lebih tinggi tanpa aklimatisasi yang tepat dapat menyebabkan penyakit, berpotensi serius bahkan mengancam jiwa di ketinggian.

Aklimatisasi (Acclimatisation)

Penyebab utama penyakit ketinggian ini jika kita terlalu cepat mencapai tempat-tempat ketinggian. Apabila kita cukup waktu untuk mencapai tempat-tempat yang tinggi, tubuh kita akan beradaptasi dengan penurunan oksigen di ketinggian tertentu. Proses ini dikenal sebagai aklimatisasi dan umumnya membutuhkan satu sampai tiga hari pada setiap ketinggian tertentu, misalnya jika kita naik sampai 3.000 meter dpl dan menghabiskan beberapa hari di ketinggian itu, tubuh kita akan menyesuaikan diri sampai 3.000 meter. Jika kita kemudian naik ke 5.000 meter dpl. tubuh kita harus menyesuaikan diri sekali lagi, demikian seterusnya.

Beberapa perubahan yang akan terjadi dalam tubuh kita yang memungkinkan untuk mengatasi dengan penurunan oksigen di udara :

  • Meningkatnya kedalaman bernafas.
  • Tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah (haemoglobin) untuk membawa oksigen.
  • Tekanan dalam kapiler paru meningkat, “memaksa” darah ke bagian paru-paru yang biasanya tidak digunakan ketika bernapas di permukaan laut.
  • Tubuh memproduksi lebih dari enzim tertentu yang menyebabkan pelepasan oksigen dari hemoglobin ke jaringan tubuh.]

Baca Juga :

P.Umum

Biografi Mahmoud Ahmadinejad

Biografi Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad atau sanggup dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: ; lahir 28 Oktober 1956) adalah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya di awali terhadap 3 Agustus 2005. Ia dulu menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 kala ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang mempunyai pandangan Islamis.

Lahir di desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai putra seorang pandai besi, keluarganya rubah ke Teheran kala dia berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor di dalam bidang teknik dan rencana selanjutnya lintas dan transportasi.

Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat di dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang memicu terjadinya krisis sandera Iran.

Pada era Perang Iran-Irak, Ahmedinejad join dengan Korps Pengawal Revolusi Islam terhadap tahun 1986. Dia terlibat di dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia lantas menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Ahmadinejad selanjutnya terpilih sebagai walikota Teheran terhadap Mei 2003. Dalam era tugasnya, dia mengembalikan banyak pergantian yang ditunaikan walikota-walikota pada mulanya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan di dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer di dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, terhadap 13 Juni 2005, sebagian hari sebelum pemilu presiden, dikarenakan tidak mendukungnya di dalam pemilu tersebut.

Presiden Mohammad Khatami dulu melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Hal ini dikarenakan terhadap kala Khatami menuju Universitas Teheran, Khatami terlilit macet. Khatami mengkritik Ahmadinejad yang kala itu menjabat walikota Teheran.

Namun bukannya terburu-buru membereskan kasus tersebut, Ahmadinejad justru berkata: “Bersyukurlah dikarenakan presiden kita sudah merasakan kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya”. Namun Ahmadinejad selalu santai menghadapi larangan tersebut.

Sifatnya yang sederhana ini tetap nampak kala Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak mobil limosine dan selalu setia memanfaatkan mobil tuanya serta selalu tinggal di rumah susunnya.

Selain sifatnya yang sederhana ia dicintai dikarenakan lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan tiap-tiap penghasilan minyak bumi agar jatuh ke meja makan rakyat Iran.
Ahmadinejad berikan salam hormat kepada Ayatollah KhameneiSetelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad selanjutnya terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama sesudah terpilih, terhadap 29 Juni 2005, sempat nampak tuduhan bahwa ia terlibat di dalam krisis sandera Iran terhadap tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya tunjukkan Ahmadinejad tengah berlangsung menuntun para sandera di dalam momen tersebut, tetapi tuduhan ini tidak dulu sanggup dibuktikan

Kesederhanaan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Ahmadinejad kondang dengan kesederhanaannya di dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai personal maupun sebagai seorang Presiden Iran. Dalam sebuah sesi wawancara dengan wartawan TV Fox dari Amerika, terungkaplah sisi-sisi fantastis dari seorang Ahmadinejad, kehidupannya yang sangat sederhana menjadi sangat membanggakan jikalau kita bandingkan dengan kehidupan para pejabat di negeri kita sendiri, Indonesia. Apa saja itu?

Saat pertama kali menempati kantor kepresidenan Ia menyumbangkan semua karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang gampang dibersihkan.

Ia mengamati bahwa tersedia ruangan yang sangat besar untuk terima dan menghormati tamu VIP, selanjutnya ia memerintahkan untuk menutup ruang berikut dan bertanya terhadap protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana selalu nampak impresive.

Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang selanjutnya di sebuah tempat kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan salah satu uang yang masuk adalah uang gaji bulanannya sebagai dosen di sebuah universitas yang hanya senilai US$ 250.

Selama menjabat sebagai Presiden Iran, Ia tinggal di rumahnya sendiri. Ia tidak menyita gajinya sebagai Presiden, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Sang presiden selalu mempunyai tas tiap-tiap hari yang berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,ia juga menghentikan formalitas sediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Selain itu, perihal lain yang ia rubah adalah kebijakan pesawat terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo agar sanggup menghemat pajak penduduk dan untuk dirinya, ia berharap terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia juga memangkas protokoler istana agar menteri-menterinya sanggup masuk langsung ke ruangannya tanpa tersedia hambatan. Ia juga menghentikan formalitas upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu kala mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Presiden Iran ini sering tidur di ruang tamu rumahnya sesudah terlepas dari pengawal-pengawalnya yg selalu ikuti ke manapun ia pergi.

Berikut knowledge berkenaan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Lahir : Aradan, 28 Oktober 1956

Jabatan : Presiden Iran yang keenam

Pendidikan : Gelar doktor di dalam bidang teknik dan rencana selanjutnya lintas dan transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)

Karir :

* Korps Pengawal Revolusi Islam (1986)
* Insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran
* Wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy
* Penasihat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam
* Gubernur provinsi Ardabil (1993-1997)
* Walikota Teheran (3 Mei 2003 – 28 Juni 2005)
* Presiden Iran (3 Agustus 2005 – sekarang)

Tawa Saat Ahmadinejad Berpidato di Universitas AS
New York (ANTARA News) – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, yang dijelek-jelekkan sebagai pembantah Holocaust, pendukung teroris dan penyokong gerakan perlawanan di Irak, ternyata sanggup mendatangkan tawa kala berpidato di Columbia University, Amerika Serikat (AS), meski bukan melalui lelucon.

“Di Iran tidak tersedia homoseksual, seperti di negara anda,” kata Ahmadinejad, Senin, kala menjawab pertanyaan berkenaan pelaksanaan hukuman mati di Iran yang belum lama ini ditunaikan terhadap dua pria penyuka sejenis.

Ia menimpali, “Di Iran tidak tersedia fenomena ini, saya tidak memahami siapa yang memberitahukan kepada kamu bahwa kita punyai perihal begitu.”

Tawa keras dan cercaan “booo” dilepaskan sekitar 700 orang, umumnya mahasiswa, yang ada di Ivy League school. Mereka, pada lain mengenakan kaos oblong bertuliskan “Stop Ahmadinejad`s Evil” (stop Iblis Ahmadinejad).

Pada bagian awal, dia memberikan berkenaan Israel yang menyiksa warga Palestina dan program nuklir Iran yang memiliki tujuan untuk daya dan bukan untuk senjata, sebelum komentar berkenaan homoseksual yang memecahkan ketegangan.

Ahmadinejad yang bicara di dalam bhs Persia memang berusaha memicu lelucon, tetapi tidak sukses memicu tawa dikarenakan mungkin nuansanya hilang di dalam penerjemahan.

“Saya bakal ceritakan satu lelucon di sini,” katanya. “Saya pikir para politikus yang berusaha bom atom atau mengujinya, membuatnya, secara politis mereka terkebelakang, dungu.”

Hadirin ragu, sebagian bertepuk tangan dikarenakan menganggapnya sebagai pengakuan cinta damai sedangkan lainnya bingung dengan kata dungu yang peka.

Kunjungan Ahmadinejad yang terhadap Selasa bakal berpidato terhadap Sidang Umum PBB itu tidak terlepas dari berbagai keberatan, seperti bagian DPR AS asal tempat penentuan New York, Anthony Weiner, yang kepada para pengunjuk rasa di depan Markas Besar PBB mengatakan, “kadang tersedia ular berkeliaran di jalanan New York.”

Koran The New York Daily News di berita utama halaman depan menulis “The Evil Has Landed” (iblis sudah mendarat).

Rektor Universitas Columbia serupa saja, dia menjuluki Presiden Iran itu “diktator picik dan jahat”.

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

P.Umum

Biografi Iwan Fals

Biografi Iwan Fals

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, sesudah itu turut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi sepanjang 8 bulan. Selama di Jeddah itu, Iwan Fals senantiasa menyanyikan dua lagu utnuk hiburannya, yakni Sepasang Mata Bola dan Waiya. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Bicara tentang perjalanan karir musiknya, Iwan Fals mengaku semua dimulai kala ia aktif ngamen di Bandung sementara masih berumur berumur 13 tahun atau masih duduk di bangku SMP. Iwan Fals belajar memainkan gitar berasal dari teman-teman nongkrong. Setiap kali teman-temannya bermain gitar dan memainkan lagu-lagu Rolling Stones, Iwan Fals bahagia memperhatikan hingga pada akhirnya ia nekat memainkan gitar itu tetapi saying ia tambah mengambil keputusan keliru satu senar hingga dimarahi teman-temannya. Sejak sementara itu, gitar layaknya terekam kuat dalam ingatan seorang Iwan Fals.

Untuk menarik perhatian teman-temannya, Iwan Fals membawa dampak lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, menyebabkan kerusakan lagu orang. Mulailah teman-temannya tetawa mendengarkan lagu-lagu yang ia bawakan. Setelah terasa bisa membawa dampak lagu sendiri, bahkan bisa membawa dampak orang tertawa, timbul permintaan untuk mencari pendengar lebih banyak. Iwan Fals pun bahagia isi acaraa hajatan, kimpoian, atau sunatan. Dulu Iwan Fals memilki manajer bernama Engkos, seorang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia senantiasa paham terkecuali tersedia orang yang mempunyai hajatan. Karena itulah Iwan Fals un terasa sering tampil di acara-acara.

Ketika di SMP 5 Bandung, Iwan Fals termasuk jadi gitaris group paduan nada sekolah. Suatu ketika, seorang guru bertanya apakah tersedia yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tetapi karena tersedia anak perempuan yang jago memainkan gitar, Iwan Fals tawarkan diri. Maka jadilah ia pemain gitar di paduan nada sekolahnya.

Banyak yang bertanya tentang asal nama Fals yang ia gunakan. Nama itu ternyata didapat sewaktu dalam perjanan berasal dari Jeddah kembali ke Jakarta. Waktu pulang berasal dari Jeddah tepat musim Haji, di pesawat orang-orang terhadap bawa air zam-zam, Iwan cuma menenteng gitar kesayangannya. Melihat tersedia anak kecil bawa gitar di pesawat, membawa dampak seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiri Iwan dan meminjam gitarnya. Tapi begitu baru dapat memainkan, pramugari itu heran. Suara gitar punya Iwan terdengar fals. Setelah membetulkan steman nada gitar, pramugari itu lalu mengajari Iwan memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan. Peristiwa itulah yang menginspirasi Iwan mengimbuhkan Fals di belakang namanya hingga kini tenar bersama panggilan Iwan Fals.

Karir bermusik Iwan Fals makin lama terbentuk sementara tersedia orang singgah ke Bandung berasal dari Jakarta yang mengenal produser musik. Waktu itu Iwan Fals baru paham terkecuali ternyata lagu-lagu yang ia ciptakan udah tenar di Jakarta. Jauh sebelumnya, Iwan Fals dulu rekaman di Radio 8 EH dan lagunya sering diputar di radio itu hingga pada akhirnya radio itu kena bredel oleh Pemerintah. Waktu itu Iwan Fals masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Ia lalu menjajakan sepeda motornya untuk cost membawa dampak master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album berikut gagal di pasaran dan Iwan kembali meniti profesi sebagai pengamen. Setelah mendapat juara di festival musik country, Iwan Fals turut festival lagu humor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor punya Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi termasuk gagal dan cuma dikonsumsi oleh
kalangan.

Akhirnya Iwan Fals melaksanakan rekaman di Musica Studio. Musiknya terasa digarap lebih serius. Setelah itu, lahirlah album bertajuk arjana Muda, yang musiknya ditangani Willy Soemantri dan mendapat tanggapan luar biasa. Namun, Iwan senantiasa meniti profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen bersama datang ke tempat tinggal ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Kemudian sempat masuk televisi sehabis tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak ke dua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kesibukan mengamen langsung dihentikan.

Saat join bersama group SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI terhadap 1989, nama Iwan makin lama meroket bersama mencetak hits Bento dan Bongkar yang amat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak kala dia join bersama Kantata Takwa terhadap 1990 yang di dukung penuh oleh entrepreneur Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa sementara itu hingga saat ini diakui sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia. Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya yang kritis.

Iwan yang termasuk sempat aktif di kesibukan olahraga, dulu raih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan termasuk sempat jadi kolumnis di lebih dari satu tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals amat besar. Dia amat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya jadi panutan para penggemarnya yang tersebar di semua Nusantara. Para fans fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan terhadap tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal bersama seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para fans Iwan Fals. Hingga saat ini kantor cabang Oi bisa ditemui setiap penjuru Nusantara dan lebih dari satu bahkan hingga ke mancanegara.

Album-album karya Iwan Fals antara lain: Canda Dalam Nada (1979), Canda Dalam Ronda (1979), Perjalanan (1979), 3 Bulan (1980), Sarjana Muda (1981), Opini (1982), Sumbang (1983), Barang Antik (1984), Sugali (1984), KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985), Sore Tugu Pancoran (1985), Aku Sayang Kamu (1986), Ethiopia (1986), Lancar (1987), Wakil Rakyat (1988), 1910 (1988), Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1988), Mata Dewa (1989), Swami I (1989), Kantata Takwa (1990), Cikal (1991), Swami II (1991), Belum Ada Judul (1992), Hijau (1992), Dalbo (1993), Anak Wayang (1994), Orang Gila (1994), Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996), Kantata Samsara (1998), Best Of The Best (2000), Suara Hati (2002), In Collaboration with (2003), Manusia Setengah Dewa (2004), Iwan Fals in Love (2005), 50:50 (2007), Untukmu Terkasih (2009) – mini album, Keseimbangan – Iwan Fals (2010), Tergila-gila (2011).

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

P.Umum

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Terkadang anda sebagai orangtua tidak jarang dikeluhkan dengan persoalan anak-anak yang suka cekcok dengan rekan mainnya. Betul kan? Ketika ini terjadi, bagaimana kita menyikapi persoalan anak dengan rekan bermainnya ini?

Sebelum menjawabnya yuk simak kisah berikut. Cerita mengenai bagaimana teknik anak menuntaskan masalah dengan baik tanpa mesti mengadu untuk orangtua.

Di suatu sekolah anak umur dini, dua orang anak berebut untuk memblokir sikat gigi. Kedua anak ini merasa bahwa tutup sikat gigi tersebut miliknya. Mereka sangat hendak mempunyai tutup sikat gigi itu. Mendengar polemik tersebut, gurunya mendekati kemudian bertanya.

“Sepertinya terdapat masalah. Perlu pertolongan bu guru untuk menuntaskan masalahnya?” Kedua anak tersebut mengiyakan.

Sang Guru bertanya apa permasalahannya. Kedua anak tersebut enggan kalah berbicara. Dua-duanya berkata secara bersamaan.

Kemudian sang guru bertanya, apakah kedua anak ini punya gagasan untuk menuntaskan masalah.

Setelah bertukar pikiran lama, mereka akhirnya menciptakan keputusan untuk menyerahkan sikat gigi tersebut kepada temannya. Keduanya merasa nyaman dan tenang dengan keputusan tersebut

Sang guru menasehati “Kalau hatinya nyaman, wajahmu pun akan tampak nyaman. Kita memecahkan masalah, menyelesaikannya sampai sungguh-sungguh perasaan kalian berdua lapang. Harapan ibu ialah kita dapat menuntaskan persoalan tanpa terdapat rasa dendam dan kalian dapat bermain kembali.”

Akhirnya dua anak tersebut dapat memutuskan untuk memungut sebuah keputusan dari persolan yang mereka buat. Setiap hari, anak-anak bakal menghadapi sekian banyak permasalahan. Hal tersebut akan dilangsungkan seiring pertambahan usinya.

Kemampuan menuntaskan masalah di umur dini akan menciptakan seseorang bakal terampil dalam menuntaskan masalah dan urusan-urusannya ketika dewasa kelak.

Semoga Ayah dan Bunda dapat mengambil hikmah dari cerita di atas.

Baca Juga: 

P.Umum

Ba’asyir Ditangkap Terkait Kasus Terorisme

Ba’asyir Ditangkap Terkait Kasus Terorisme

Ba’asyir Ditangkap Terkait Kasus Terorisme
Ba’asyir Ditangkap Terkait Kasus Terorisme

Mabes Polri membenarkan kabar penangkapan Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir (ABB). ABB ditangkap terkait kasus terorisme.

“Benar, Ba’asyir ditangkap,” kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto saat dikonfirmasi detikcom, Senin (9/8/2010).

Menurut Marwoto, Ba’asyir ditangkap terkait kasus terorisme. Namun, dalam kasus terorisme yang mana dan sejauh mana keterlibatan pengasuh Ponpes Ngruki itu, Marwoto masih pelit untuk berbagi informasi.

Berikut wawancara detikcom dengan Marwoto:

Apa benar Ba’asyir ditangkap?

Ya benar, Ba’asyir ditangkap

Kaitannya apa?
Kaitannya ya  dengan teroris.

Kapan ditangkapnya? Dan dengan siapa?

Belum. Nanti siang saja ada jumpa pers soal itu.

Sebelumnya diberitakan, Ba’asyir ditangkap polisi saat berada di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat. Ba’asyir ditangkap seusai mengisi pengajian di Tasik Malaya. Beberapa hari sebelumnya, memang sudah beredar isu beberapa kali bahwa Ba’asyir akan ditangkap polisi terkait terorisme.