keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Bersih-Bersih Kali Ciliwung: Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia
Pendidikan

Bersih-Bersih Kali Ciliwung: Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Bersih-Bersih Kali Ciliwung: Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Bersih-Bersih Kali Ciliwung Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia
Bersih-Bersih Kali Ciliwung Cara Himagreto IPB University Semarakkan Peringatan Kemerdekaan Indonesia

Beragam kegiatan dilakukan masyarakat Indonesia dalam memperingati Hari Ulang Tahun

(HUT) ke 74 RI. Upacara bendera, lomba dan kegiatan unik lainnya diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua.

Begitu juga dengan Himpunan Mahasiswa Agrometeorologi (Himagreto) IPB University. Berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), mahasiswa Himagreto IPB University melakukan kegiatan bersih-bersih Kali Ciliwung yakni Program Cinta Situ dan Sungai (Prociss) pada Sabtu (17/8) pagi. Kegiatan ini merupakan salah satu program tahunan yang rutin diselenggarakan Himagreto IPB University karena terdapat hubungan erat antara ekosistem air dengan atmosfer yang dipelajari dalam ilmu hidrometeorologi. Tahun ini, Prociss dilaksanakan bertepatan dengan momentum hari kemerdekaan.

Rangkaian kegiatan dilakukan di tepi aliran Sungai Ciliwung di desa Kedung Halang, Bogor

. Kegiatan ini dimulai sejak pagi dan diikuti oleh 23 peserta dari kedua komunitas dan hadir pula perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Kita berharap bahwa gerakan kesadaran bersih Sungai Ciliwung dapat terus bergema sampai terdengar oleh telinga presiden, karena sungai ini melewati dua istana negara dan sering menjadi momok menakutkan untuk ibukota dengan kejadian banjirnya. Dan harapan besar kami tertuju kepada para mahasiswa,” ujar Suparno, salah satu aktivis dari KPC.

Tidak ada peralatan khusus yang diperlukan. Para peserta hanya berbekal sarung tangan dan karung

sebagai tempat menampung sampah yang telah dipungut.

Banyak benda unik yang ditemukan peserta selama rangkaian Prociss ini. Dari kasur, sampah plastik, sandal dan sepatu tanpa pasangan, bahkan obat-obatan limbah B3. Ditemukan juga beberapa benda yang amat mengganggu dan berbahaya bagi ekosistem sungai, di antaranya adalah popok sekali pakai dan bangkai hewan. Gel pada popok sekali pakai bisa salah dikenali sebagai makanan oleh populasi ikan di sungai dan mengakibatkan ikan-ikan malang ini terus merasa kelaparan.

“Belum lagi populasi kerang dan ikan yang terkontaminasi microplastic yang bahkan pada akhirnya mungkin saja kita konsumsi. Terakhir, sungai masih menjadi elemen penting dalam penyokong kehidupan kita. Adalah fakta bahwa banyak masyarakat Indonesia yang masih menggantungkan hidupnya pada sungai-sungai di seluruh pelosok negeri ini. Pada momentum peringatan 74 tahun Indonesia merdeka, mari kita tegaskan kembali bahwa merdeka bukan berarti bebas membuang sampah sekehendak hati, merdeka berarti bebas dari kekurangan air bersih dan masalah sanitasi,” ujar Ahmad Juang S, mahasiswa Himagreto.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d6d8687337f93427b5fb01e/