keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?
P.Umum

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Terkadang anda sebagai orangtua tidak jarang dikeluhkan dengan persoalan anak-anak yang suka cekcok dengan rekan mainnya. Betul kan? Ketika ini terjadi, bagaimana kita menyikapi persoalan anak dengan rekan bermainnya ini?

Sebelum menjawabnya yuk simak kisah berikut. Cerita mengenai bagaimana teknik anak menuntaskan masalah dengan baik tanpa mesti mengadu untuk orangtua.

Di suatu sekolah anak umur dini, dua orang anak berebut untuk memblokir sikat gigi. Kedua anak ini merasa bahwa tutup sikat gigi tersebut miliknya. Mereka sangat hendak mempunyai tutup sikat gigi itu. Mendengar polemik tersebut, gurunya mendekati kemudian bertanya.

“Sepertinya terdapat masalah. Perlu pertolongan bu guru untuk menuntaskan masalahnya?” Kedua anak tersebut mengiyakan.

Sang Guru bertanya apa permasalahannya. Kedua anak tersebut enggan kalah berbicara. Dua-duanya berkata secara bersamaan.

Kemudian sang guru bertanya, apakah kedua anak ini punya gagasan untuk menuntaskan masalah.

Setelah bertukar pikiran lama, mereka akhirnya menciptakan keputusan untuk menyerahkan sikat gigi tersebut kepada temannya. Keduanya merasa nyaman dan tenang dengan keputusan tersebut

Sang guru menasehati “Kalau hatinya nyaman, wajahmu pun akan tampak nyaman. Kita memecahkan masalah, menyelesaikannya sampai sungguh-sungguh perasaan kalian berdua lapang. Harapan ibu ialah kita dapat menuntaskan persoalan tanpa terdapat rasa dendam dan kalian dapat bermain kembali.”

Akhirnya dua anak tersebut dapat memutuskan untuk memungut sebuah keputusan dari persolan yang mereka buat. Setiap hari, anak-anak bakal menghadapi sekian banyak permasalahan. Hal tersebut akan dilangsungkan seiring pertambahan usinya.

Kemampuan menuntaskan masalah di umur dini akan menciptakan seseorang bakal terampil dalam menuntaskan masalah dan urusan-urusannya ketika dewasa kelak.

Semoga Ayah dan Bunda dapat mengambil hikmah dari cerita di atas.

Baca Juga: