keyboard_arrow_right
unxjg
Pendidikan

McDonald-ization

McDonald-ization

McDonald-ization

McDonald-ization
McDonald-ization

 

Fenomena restoran fast-food juga merupakan bentuk umum budaya massa. Perlu diingat, makanan adalah salah satu komponen material budaya. Restoran yang di Negara asalnya disebut menyediakan junk-food (makanan sampah), di Indonesia justru dimaknai secara baru: high-class. Hampir seluruh kalangan masyarakat (kaya, miskin, tua, muda) menemui pemenuhan kebutuhan sosial mereka di restoran fast-food McDonald, termasuk ke dalamnya Kentucy Fried Chicken, Hoka-hoka Bento, Pizza Hut, dan sejenisnya. Jika ditelusuri mendalam maka penyebaran restoran-restoran fast-food ini di-stir oleh oleh satu perusahaan. Mereka menjalankan manipulasi publik dengan menawarkan kelezatan, kecepatan, dan kenyamanan. McDonald adalah milik Ray Croc yang ia bangun pada tahun 1955. McDonald mengklaim memiliki 30.000 anjungan di seluruh dunia dan seharinya dikunjungi 50.000.000 orang. Bidikan utamanya adalah penjualan produk makanan dan mereka memiliki sentra-sentra anjungan dalam negara-negara dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi dan ada dalam peralihan masyarakat agraris ke industrial.

Homogenisasi budaya merupakan konsekuensi tidak terelakkan dari fenomena McDonald-ization ini. Hamburger, Coca Cola, Fanta, Walls Ice Cream, merupakan beberapa jenis makanan yang dijajakan di McDonald. Di 30.000 anjungan McDonald seluruh dunia, jenis-jenis makanan tersebut dijajakan dalam format dan rasa serupa. Publik tidak dapat menentukan sendiri selera mereka di restoran cepat saji, tetapi dengan dukungan strategi marketing dan maraknya iklan, akhirnya ilusi penentu pun dapat dikondisikan di dalam benak audiens. Ini berbeda tatkala kita memasuki rumah makan Padang yang menyediakan ayam bakar, ayam goreng, ikan panggang, rendang, kikil, dan ragam lainnya yang masing-masing memiliki bumbu spesifik. Selain itu, menu rumah makan Padang sesungguhnya memiliki bahan dasar bumbu dan varietas makanan yang biasa dikonsumsi orang Indonesia sehari-hari. Makanan Padang merupakan folk culture yang beralih menjadi popular culture. Hal yang mirip juga terdapat dalam fenomena tahu gejrot, gado-gado, karedok, ataupun rujak petis.

Televisi 

Jika dibandingkan media lain seperti radio dan surat kabar/majalah, maka di Indonesia, televisi satu-satunya media di mana pemirsanya terus meningkat, dan dapat dilihat pada tabel.[2] Pemirsa radio dan surat kabar atau majalah di Indonesia cenderung menurun sejak 2003 hingga 2009. Hanya televisi satu-satunya yang mampu meningkatkan jumlah pemirsa mereka dalam kurung tersebut. Televisi mampu menyajikan hot issue dalam format audio visual. Dalam format ini pemirsa dalam dirambah ranah kognisi dan afeksinya. Dalam konteks televisi ini, budaya massa merambah layar elektronik.

Persentase Penduduk Usia > 10 Tahun Pemirsa Media

Media

2003

2006

2009

Radio

50,29%

40,26%

23,50%

Televisi

84,94%

85,86%

90,27%

Surat Kabar/Majalah

23,70%

23,46%

18,94%

 

Acara televisi seperti opera sabun dalam wadah sinema elektronik (sinetron), program-program penggalian bakat (new idol), talk-show, dan sejenisnya. Bayangkan, sejumlah program seperti Who wants to be a Millionaire? yang pada tahun 2004 saja telah dijual ke 106 negara, rekaman kompilasi hits The Beatles terjual 12 juta kopi dalam 2 bulan di akhir tahun 2000, atau Elvis Presley yang telah menjual kurang lebih 1 milyar record baik dalam bentuk kaset ataupun CD di seluruh penjuru dunia pada tahun 2005 kendati bintang tersebut telah meninggal dunia sejak 1977.[3]

Hal yang perlu diingat, dalam komoditas budaya yang dijadikan mass culture, audiens (pemirsa) dianggap lembek, tidak kritis, dan mudah dibujuk. Sebab itu, produk-produk mass culture dapat langsung dikonsumsi tanpa melalui filter yang mencukupi. Misalnya, produk-produk sinetron Indonesia yang banyak mengumbar bentakan-bentakan kasar (bullying), penyederhanaan karakter yang cenderung hitam-putih (tidak mendalam), alur cerita yang cenderung berputar-putar dan seolah tidak pernah selesai (episode diperpanjang jika kontrak diperpanjang oleh saluran televisi), termasuk gaya laki-laki yang mewadam hampir setiap hari disajikan. Semua produk tersebut dikonsumsi oleh mayoritas audiens hampir tanpa reserve. Audiens cuma memilih antara tidak menonton lalu berpindah ke saluran televisi lain. Namun, akhirnya mereka pun menemui tayangan-tayangan sejenis dan suka atau tidak suka, harus menikmatinya.

d. Baju Batik

Dalam buku laporan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles, tentang Jawa yang sudah bersifat kanonik (buku induk), The History of Java, batik diletakkan sebagai bagian dari cara penduduk Jawa memproduksi dan mengenakan pakaian, Ia menjelaskan prinsip cara hidup orang Jawa yang ia sebut ”sederhana”, yang bisa memenuhi sendiri semua kebutuhan domestik lingkungannya (sekampung), termasuk berpakaian dengan batik. Sehingga pekerjaan membatik ini sudahlah lama dibuat dan hingga sekarang masih terus berjalan, sehingga demikian, batik bisa disebut istimewa karena mampu bertahan sebagai subkebudayaan Jawa, meski cenderung dideskripsikan oleh Raffles sebagai budaya yang ”sederhana” dan ”tidak menimbulkan daya tarik bagi orang Eropa” dan batik juga telah ditransformasikan bentuknya dalam hal barang apapun, seperti dijadikan jaket, baju, peralatan rumah tangga dan sebagainya, sehingga budaya yang tadinya primitive, menjadi budaya massa.

Sumber : https://jalantikus.app/

Pendidikan

Budaya Massa adalah

Budaya Massa adalah

Budaya Massa adalah

Budaya Massa adalah
Budaya Massa adalah

Shopping Mall 

Shopping mall disebut oleh Yasraf Amir Piliang sebagai manifestasi budaya massa yang bersifat fantasi.[1] Dalam shopping mall, kegiatan belanja yang semata-mata transaksi jual beli mengalami perubahan. Dalam shopping mall kegiatan belanja berubah fungsi sebagai pengisi waktu senggang (leisure time) atau tempat membolos bagi siswa sekolah yang nakal. Ini dapat kita lihat pada berapa banyak setiap harinya orang-orang berkeliling shopping mall tanpa berbelanja apapun. Terkadang mereka cuma berkeliling, berbincang, atau mengagumi barang-barang produk baru.

Shopping mall memuaskan rasa penasaran manusiawi akan hal baru. Shopping mall terus meremajakan diri lewat sajiannya atas wahana-wahana toko baru, permainan kanak-kanak, serta lingkungan yang semakin nyaman (taman, tempat duduk, AC, dan kebersihan). Jumlah shopping mall ini terus bertambah setiap tahunnya di Indonesia. Di Jakarta terdapat kurang lebih 60 shopping mall yang tersebar di kota-kota madyanya seperti Mall of Indonesia, Tamini Square, Town Square, Mal Kelapa Gading, Kota Casablanca atau Grand Indonesia. Di Sulawesi Selatan sekurangnya 6 mall telah beroperasi seperti Mall Ratu Indah, Makassar Trade Center, Mall Panakukang, Pusat Grosir Butung, Pusat Souvenir Somba Opu, dan Global Trade Center. Bahkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, sekurangnya satu mall telah berdiri yaitu Mall Flobamora.

Pada satu sisi, berdirinya mall merupakan upaya dari para pemerintah daerah untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah. Mall terdiri atas beragam diversifikasi usaha seperti bank, toko makanan, toko buku, toko mainan, taman bermain prabayar, bioskop, dan sejenisnya. Tenaga kerja yang direkrut pun cukup banyak, termasuk potensi-potensi yang dibawanya yaitu bergeliatnya kegiatan ekonomi di sekeliling mall seperti rumah kontrakan, kos, angkutan umum, warung makan, dan sebagainya. Namun, dari sisi budaya, mall menjadi agen massalisasi. Produk-produk barang dan jasa yang ditawarkan setiap mall cenderung homogen. Bioskop, sebagai misal, adalah Twenty One yang menjadi milik dari satu perusahaan. Lalu, hampir di setiap mall, department-department store relatif homogen seperti Naga, Matahari, Ramayana, Borobudur, dan sejenisnya. Department-department store tersebut menawarkan produk-produk barang pabrikan yang jenis produknya relatif sama dari satu tempat ke tempat lain. Jadi, pabrik menggunakan agen mereka (department store) untuk memasarkan produk mereka. Maka jadilah produk-produk mereka digunakan secara massal oleh masyarakat. Dari penghujung mall yang ada di Aceh hingga Papua, tawaran produk relatif sama.

Kapitalisasi produk – bahkan manusia – pun berlangsung di mall. Relatif sering terlihat di hampir setiap department store, manusia (umumnya kaum perempuan) dipajang menjajakan produk pabrikan tertentu seperti kosmetik dan pakaian. Layaknya manequin mereka berdiri statis dan bedanya sekadar bisa tersenyum dan menyapa. Selain shopping mall, kini berkembang pula fenomena hypermall, yang berbeda dengan shopping mall yang beraneka agen. Hypermall ditandai satu agen tunggal. Homogennya produk dijual lebih tinggi dalam hypermall. Ia pun seolah memindahkan satu pasar tradisional ke dalam sebuah toko tunggal. Carrefour, Giant, Hypermart, dan sejenisnya kini pun telah berkembang di Indonesia. Barang yang mereka jual, kendati satu agen tunggal, sangat bervariasi dari bahan mentah makanan hingga barang elektronik canggih semisal televisi flat dan laptop. Terkadang kendaraan roda dua dan empat pun dijajakan di sana. Konsumen begitu dimanjakan dengan sifat segala ada, nyaman, cepat, terklasifikasi, seperti disediakan oleh hypermall. Fenomena hypermall ini mendukung teori penciptaan kebutuhan konsumen oleh produsen barang. Hypermall adalah sekadar agen, barang-barang yang mereka jual berasal dari beragam produsen. Namun, produsen tersebut biasanya tetap. Misalnya untuk odol, merk-merk seperti Pepsodent, Formula, Oral-B, dan sejenisnya adalah pasti ditemukan di setiap hypermall.

Fenomena homogenisasi produk dapat dilihat dalam Carrefour. Carrefour tersebar di Jakarta (25 lokasi), Tangerang (5 lokasi), Bekasi (4 lokasi), Bandung (4 lokasi), Jawa – Bali (18 lokasi), Sumatera (2 lokasi), dan Sulawesi (3 lokasi). Jumlah ini merupakan jumlah yang cukup signifikan mengingat Carrefour termasuk debutan baru di kalangan mall di Indonesia. Group yang didirikan oleh keluarga Fournier and Defforey dari Perancis pada tahun 1959 ini kini berkembang pesat di seluruh penjuru dunia, dan CEO-nya kini dipegang oleh Lars Olofsson.

Berbeda dengan pasar tradisional, interaksi sosial antara penjual dan pembeli di hypermall sepenuhnya ditentukan pengelola. Misalnya, barcode yang ditempelkan di setiap barang adalah harga pasti tanpa bisa ditawar. Negosiasi harga tidak ada antara penjual dan pembeli dan demikian satu aspek interaksi sosial berkurang. Kemasan setiap produk lebih menentukan ketimbang isi, dan ini berbeda dengan pasar tradisional di mana hampir seluruh produk dagangan tidak dikemas (kecuali produk-produk pabrikan). Pembeli sulit memaknai barang akibat pemaknaan disekat kemasan. Pembeli jadi amat bergantung pada informasi yang terkandung di dalam kemasan, dan kalaupun bertanya, paling banter ia akan dilayani oleh tenaga marketing produk bersangkutan yang intinya memperkuat informasi tertoreh di kemasan.

Sumber : https://uptodown.co.id/

P.Umum

Biografi Mahmoud Ahmadinejad

Biografi Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad atau sanggup dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: ; lahir 28 Oktober 1956) adalah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya di awali terhadap 3 Agustus 2005. Ia dulu menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 kala ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang mempunyai pandangan Islamis.

Lahir di desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai putra seorang pandai besi, keluarganya rubah ke Teheran kala dia berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor di dalam bidang teknik dan rencana selanjutnya lintas dan transportasi.

Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat di dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang memicu terjadinya krisis sandera Iran.

Pada era Perang Iran-Irak, Ahmedinejad join dengan Korps Pengawal Revolusi Islam terhadap tahun 1986. Dia terlibat di dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia lantas menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Ahmadinejad selanjutnya terpilih sebagai walikota Teheran terhadap Mei 2003. Dalam era tugasnya, dia mengembalikan banyak pergantian yang ditunaikan walikota-walikota pada mulanya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan di dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer di dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, terhadap 13 Juni 2005, sebagian hari sebelum pemilu presiden, dikarenakan tidak mendukungnya di dalam pemilu tersebut.

Presiden Mohammad Khatami dulu melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Hal ini dikarenakan terhadap kala Khatami menuju Universitas Teheran, Khatami terlilit macet. Khatami mengkritik Ahmadinejad yang kala itu menjabat walikota Teheran.

Namun bukannya terburu-buru membereskan kasus tersebut, Ahmadinejad justru berkata: “Bersyukurlah dikarenakan presiden kita sudah merasakan kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya”. Namun Ahmadinejad selalu santai menghadapi larangan tersebut.

Sifatnya yang sederhana ini tetap nampak kala Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak mobil limosine dan selalu setia memanfaatkan mobil tuanya serta selalu tinggal di rumah susunnya.

Selain sifatnya yang sederhana ia dicintai dikarenakan lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan tiap-tiap penghasilan minyak bumi agar jatuh ke meja makan rakyat Iran.
Ahmadinejad berikan salam hormat kepada Ayatollah KhameneiSetelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad selanjutnya terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama sesudah terpilih, terhadap 29 Juni 2005, sempat nampak tuduhan bahwa ia terlibat di dalam krisis sandera Iran terhadap tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya tunjukkan Ahmadinejad tengah berlangsung menuntun para sandera di dalam momen tersebut, tetapi tuduhan ini tidak dulu sanggup dibuktikan

Kesederhanaan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Ahmadinejad kondang dengan kesederhanaannya di dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai personal maupun sebagai seorang Presiden Iran. Dalam sebuah sesi wawancara dengan wartawan TV Fox dari Amerika, terungkaplah sisi-sisi fantastis dari seorang Ahmadinejad, kehidupannya yang sangat sederhana menjadi sangat membanggakan jikalau kita bandingkan dengan kehidupan para pejabat di negeri kita sendiri, Indonesia. Apa saja itu?

Saat pertama kali menempati kantor kepresidenan Ia menyumbangkan semua karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang gampang dibersihkan.

Ia mengamati bahwa tersedia ruangan yang sangat besar untuk terima dan menghormati tamu VIP, selanjutnya ia memerintahkan untuk menutup ruang berikut dan bertanya terhadap protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana selalu nampak impresive.

Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang selanjutnya di sebuah tempat kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan salah satu uang yang masuk adalah uang gaji bulanannya sebagai dosen di sebuah universitas yang hanya senilai US$ 250.

Selama menjabat sebagai Presiden Iran, Ia tinggal di rumahnya sendiri. Ia tidak menyita gajinya sebagai Presiden, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

Sang presiden selalu mempunyai tas tiap-tiap hari yang berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,ia juga menghentikan formalitas sediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Selain itu, perihal lain yang ia rubah adalah kebijakan pesawat terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo agar sanggup menghemat pajak penduduk dan untuk dirinya, ia berharap terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia juga memangkas protokoler istana agar menteri-menterinya sanggup masuk langsung ke ruangannya tanpa tersedia hambatan. Ia juga menghentikan formalitas upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu kala mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

Presiden Iran ini sering tidur di ruang tamu rumahnya sesudah terlepas dari pengawal-pengawalnya yg selalu ikuti ke manapun ia pergi.

Berikut knowledge berkenaan Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Lahir : Aradan, 28 Oktober 1956

Jabatan : Presiden Iran yang keenam

Pendidikan : Gelar doktor di dalam bidang teknik dan rencana selanjutnya lintas dan transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)

Karir :

* Korps Pengawal Revolusi Islam (1986)
* Insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran
* Wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy
* Penasihat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam
* Gubernur provinsi Ardabil (1993-1997)
* Walikota Teheran (3 Mei 2003 – 28 Juni 2005)
* Presiden Iran (3 Agustus 2005 – sekarang)

Tawa Saat Ahmadinejad Berpidato di Universitas AS
New York (ANTARA News) – Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, yang dijelek-jelekkan sebagai pembantah Holocaust, pendukung teroris dan penyokong gerakan perlawanan di Irak, ternyata sanggup mendatangkan tawa kala berpidato di Columbia University, Amerika Serikat (AS), meski bukan melalui lelucon.

“Di Iran tidak tersedia homoseksual, seperti di negara anda,” kata Ahmadinejad, Senin, kala menjawab pertanyaan berkenaan pelaksanaan hukuman mati di Iran yang belum lama ini ditunaikan terhadap dua pria penyuka sejenis.

Ia menimpali, “Di Iran tidak tersedia fenomena ini, saya tidak memahami siapa yang memberitahukan kepada kamu bahwa kita punyai perihal begitu.”

Tawa keras dan cercaan “booo” dilepaskan sekitar 700 orang, umumnya mahasiswa, yang ada di Ivy League school. Mereka, pada lain mengenakan kaos oblong bertuliskan “Stop Ahmadinejad`s Evil” (stop Iblis Ahmadinejad).

Pada bagian awal, dia memberikan berkenaan Israel yang menyiksa warga Palestina dan program nuklir Iran yang memiliki tujuan untuk daya dan bukan untuk senjata, sebelum komentar berkenaan homoseksual yang memecahkan ketegangan.

Ahmadinejad yang bicara di dalam bhs Persia memang berusaha memicu lelucon, tetapi tidak sukses memicu tawa dikarenakan mungkin nuansanya hilang di dalam penerjemahan.

“Saya bakal ceritakan satu lelucon di sini,” katanya. “Saya pikir para politikus yang berusaha bom atom atau mengujinya, membuatnya, secara politis mereka terkebelakang, dungu.”

Hadirin ragu, sebagian bertepuk tangan dikarenakan menganggapnya sebagai pengakuan cinta damai sedangkan lainnya bingung dengan kata dungu yang peka.

Kunjungan Ahmadinejad yang terhadap Selasa bakal berpidato terhadap Sidang Umum PBB itu tidak terlepas dari berbagai keberatan, seperti bagian DPR AS asal tempat penentuan New York, Anthony Weiner, yang kepada para pengunjuk rasa di depan Markas Besar PBB mengatakan, “kadang tersedia ular berkeliaran di jalanan New York.”

Koran The New York Daily News di berita utama halaman depan menulis “The Evil Has Landed” (iblis sudah mendarat).

Rektor Universitas Columbia serupa saja, dia menjuluki Presiden Iran itu “diktator picik dan jahat”.

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

P.Umum

Biografi Iwan Fals

Biografi Iwan Fals

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, sesudah itu turut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi sepanjang 8 bulan. Selama di Jeddah itu, Iwan Fals senantiasa menyanyikan dua lagu utnuk hiburannya, yakni Sepasang Mata Bola dan Waiya. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Bicara tentang perjalanan karir musiknya, Iwan Fals mengaku semua dimulai kala ia aktif ngamen di Bandung sementara masih berumur berumur 13 tahun atau masih duduk di bangku SMP. Iwan Fals belajar memainkan gitar berasal dari teman-teman nongkrong. Setiap kali teman-temannya bermain gitar dan memainkan lagu-lagu Rolling Stones, Iwan Fals bahagia memperhatikan hingga pada akhirnya ia nekat memainkan gitar itu tetapi saying ia tambah mengambil keputusan keliru satu senar hingga dimarahi teman-temannya. Sejak sementara itu, gitar layaknya terekam kuat dalam ingatan seorang Iwan Fals.

Untuk menarik perhatian teman-temannya, Iwan Fals membawa dampak lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, bercanda-canda, menyebabkan kerusakan lagu orang. Mulailah teman-temannya tetawa mendengarkan lagu-lagu yang ia bawakan. Setelah terasa bisa membawa dampak lagu sendiri, bahkan bisa membawa dampak orang tertawa, timbul permintaan untuk mencari pendengar lebih banyak. Iwan Fals pun bahagia isi acaraa hajatan, kimpoian, atau sunatan. Dulu Iwan Fals memilki manajer bernama Engkos, seorang tukang bengkel sepeda motor. Karena kerja di bengkel yang banyak didatangi orang, dia senantiasa paham terkecuali tersedia orang yang mempunyai hajatan. Karena itulah Iwan Fals un terasa sering tampil di acara-acara.

Ketika di SMP 5 Bandung, Iwan Fals termasuk jadi gitaris group paduan nada sekolah. Suatu ketika, seorang guru bertanya apakah tersedia yang bisa memainkan gitar. Meski belum begitu pintar, tetapi karena tersedia anak perempuan yang jago memainkan gitar, Iwan Fals tawarkan diri. Maka jadilah ia pemain gitar di paduan nada sekolahnya.

Banyak yang bertanya tentang asal nama Fals yang ia gunakan. Nama itu ternyata didapat sewaktu dalam perjanan berasal dari Jeddah kembali ke Jakarta. Waktu pulang berasal dari Jeddah tepat musim Haji, di pesawat orang-orang terhadap bawa air zam-zam, Iwan cuma menenteng gitar kesayangannya. Melihat tersedia anak kecil bawa gitar di pesawat, membawa dampak seorang pramugari heran. Pramugari itu lalu menghampiri Iwan dan meminjam gitarnya. Tapi begitu baru dapat memainkan, pramugari itu heran. Suara gitar punya Iwan terdengar fals. Setelah membetulkan steman nada gitar, pramugari itu lalu mengajari Iwan memainkan lagu Blowing in the Wind-nya Bob Dylan. Peristiwa itulah yang menginspirasi Iwan mengimbuhkan Fals di belakang namanya hingga kini tenar bersama panggilan Iwan Fals.

Karir bermusik Iwan Fals makin lama terbentuk sementara tersedia orang singgah ke Bandung berasal dari Jakarta yang mengenal produser musik. Waktu itu Iwan Fals baru paham terkecuali ternyata lagu-lagu yang ia ciptakan udah tenar di Jakarta. Jauh sebelumnya, Iwan Fals dulu rekaman di Radio 8 EH dan lagunya sering diputar di radio itu hingga pada akhirnya radio itu kena bredel oleh Pemerintah. Waktu itu Iwan Fals masih sekolah di SMAK BPK Bandung. Ia lalu menjajakan sepeda motornya untuk cost membawa dampak master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album berikut gagal di pasaran dan Iwan kembali meniti profesi sebagai pengamen. Setelah mendapat juara di festival musik country, Iwan Fals turut festival lagu humor. Oleh Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor punya Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi termasuk gagal dan cuma dikonsumsi oleh
kalangan.

Akhirnya Iwan Fals melaksanakan rekaman di Musica Studio. Musiknya terasa digarap lebih serius. Setelah itu, lahirlah album bertajuk arjana Muda, yang musiknya ditangani Willy Soemantri dan mendapat tanggapan luar biasa. Namun, Iwan senantiasa meniti profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen bersama datang ke tempat tinggal ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Kemudian sempat masuk televisi sehabis tahun 1987. Waktu siaran acara Manasuka Siaran Niaga di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak ke dua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kesibukan mengamen langsung dihentikan.

Saat join bersama group SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI terhadap 1989, nama Iwan makin lama meroket bersama mencetak hits Bento dan Bongkar yang amat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak kala dia join bersama Kantata Takwa terhadap 1990 yang di dukung penuh oleh entrepreneur Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa sementara itu hingga saat ini diakui sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia. Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya yang kritis.

Iwan yang termasuk sempat aktif di kesibukan olahraga, dulu raih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan termasuk sempat jadi kolumnis di lebih dari satu tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals amat besar. Dia amat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya jadi panutan para penggemarnya yang tersebar di semua Nusantara. Para fans fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan terhadap tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal bersama seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para fans Iwan Fals. Hingga saat ini kantor cabang Oi bisa ditemui setiap penjuru Nusantara dan lebih dari satu bahkan hingga ke mancanegara.

Album-album karya Iwan Fals antara lain: Canda Dalam Nada (1979), Canda Dalam Ronda (1979), Perjalanan (1979), 3 Bulan (1980), Sarjana Muda (1981), Opini (1982), Sumbang (1983), Barang Antik (1984), Sugali (1984), KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) (1985), Sore Tugu Pancoran (1985), Aku Sayang Kamu (1986), Ethiopia (1986), Lancar (1987), Wakil Rakyat (1988), 1910 (1988), Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu (1988), Mata Dewa (1989), Swami I (1989), Kantata Takwa (1990), Cikal (1991), Swami II (1991), Belum Ada Judul (1992), Hijau (1992), Dalbo (1993), Anak Wayang (1994), Orang Gila (1994), Lagu Pemanjat (bersama Trahlor) (1996), Kantata Samsara (1998), Best Of The Best (2000), Suara Hati (2002), In Collaboration with (2003), Manusia Setengah Dewa (2004), Iwan Fals in Love (2005), 50:50 (2007), Untukmu Terkasih (2009) – mini album, Keseimbangan – Iwan Fals (2010), Tergila-gila (2011).

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

Pendidikan

Biografi Soe Hoek Gie

Biografi Soe Hoek Gie

Soe hoek gie adalah aktivis mahasiswa yang berani menentang kesalahan kesalahan pemerintah di jaman orde lama dan orde baru.

Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra berasal dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat berasal dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet dengan kata lain Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik berasal dari Soe Hok Djie yang terhitung dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak tetap sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin udah sering mendatangi perpustakaan lazim dan lebih dari satu taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.

Di jaman kuliah inilah Gie jadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang yakin gerakan Gie berpengaruh besar pada tumbangnya Soekarno dan terhitung orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di jaman demonstrasi th. 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah lantas selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie sebetulnya bersikap oposisif dan susah untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu terhitung Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kesibukan pentingnya adalah naik gunung. Pada selagi memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman didalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.

Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat didalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya perihal kemanusiaan, perihal hidup, cinta dan terhitung kematian. Tahun 1968 Gie sempat singgah ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez diambil alih di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan jadi dosen di almamaternya.

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala melacak pendanaan, banyak yang menanyakan kenapa naik gunung dan Gie bicara kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebetulnya obyek kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak yakin pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh berasal dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya mampu mencintai sesuatu secara sehat terkecuali ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia mampu ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia dengan rakyatnya berasal dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat berasal dari pemuda mesti artinya pula perkembangan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak mengerti apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah aku mendengar kematian Kian Fong berasal dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya terhitung miliki perasaan untuk tetap ingat pada kematian. Saya idamkan mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan terhitung idamkan memicu acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah dampak atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru th. 1969 pas sehari sebelum kembali tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal dengan rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan sepanjang ke Gunung Semeru lenyap seiring dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.

24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, tetapi dua hari lantas dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober agar mesti dipindahkan lagi, tetapi keluarganya menampik dan teman-temannya sempat ingat bahwa terkecuali dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan selanjutnya pada akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

berikut kata-bijak dan penuh makna berasal dari SOE HOEK GIE:

1. Pertanyaan pertama yang mesti kami jawab adalah: Who am I? Saya udah menjawab bahwa aku adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tetapi seorang yang idamkan mencanangkan kebenaran. Dan aku bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

2. Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu selagi di mana kami tidak mampu menjauhi diri lagi, maka terjunlah.

3. Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan tetap benar, dan murid bukan kerbau.
style=”text-align: justify;”>

4. Nasib paling baik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tetapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya sebetulnya begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.

5. Saya menentukan bahwa aku akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.

6. Mimpi aku yang terbesar, yang idamkan aku laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang jadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

7. Saya idamkan memandang mahasiswa-mahasiswa, terkecuali andaikan ia mengambil alih ketetapan yang membawa makna politis, walau bagaimana kecilnya, tetap didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan keliru sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas basic agama, ormas, atau golongan apapun.

8. Masih sangat banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih terkecuali ditekan, tetapi menindas terkecuali berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, rekan seideologi dan lain-lain. Setiap th. singgah adik-adik aku berasal dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

9. Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

10. Bagiku perjuangan mesti tetap ada. Usaha penghapusan pada kedegilan, pada pengkhianatan, pada segala-gala yang non humanis…

11. Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

12. Bagi aku KEBENARAN walau bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kami tak usah jadi malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

13. Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di daerah 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

14. To be a human is to be destroyed.

15. Saya tak rela jadi pohon bambu, aku rela jadi pohon oak yang berani menentang angin.

16. Saya putuskan bahwa aku akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

17. I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.

18. Saya kira aku tak mampu kembali menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang memicu aku terlihat air mata.

19. Bagiku ada sesuatu yang paling punya nilai dan hakiki didalam kehidupan: mampu mencintai, mampu iba hati, mampu merasai kedukaan.

20. Saya tak mengerti mengapa, Saya jadi agak melankolik malam ini. Saya memandang lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan didalam satu paduan muka kemanusiaan. Semuanya jadi mesra tetapi kosong. Seolah-olah aku jadi diri aku yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada jadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang sangat kuat menguasai saya. Saya idamkan memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.

21. Tak ada kembali rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apa-pun dan bangsa apapun. Dan meremehkan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Baca Juga :

Pendidikan

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga
SMKN 1 Ciamis Bantu Siswa Tak Mampu Lewat Program Sapujaga

Guna membantu siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu,

Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Ciamis meluncurkan program “Sapujaga”. Program yang diperuntukkan bagi siswa kurang mampu ini berupa bantuan bebas pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ciamis, Ika Karniati Sandi menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat peduli dengan siswa yang kurang mampu. Maka dari itu, dibuatlah terobosan baru, yakni program Sapujaga.

“Ini menunjukkan bahwa guru dan tenaga tata usaha turut menjadi orang tua angkat bagi siswa kurang mampu,” ujarnya, seperti dilansir dari  Pikiran RakyatJumat (2/8/2019).

Ika mejelaskan, dana bantuan yang berasal dari infak  guru

dan bagian tata usaha ini, akan disalurkan setiap semester untuk SPP sekolah.

“Program ini guna mengurangi beban keuangan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, siswa penerima Kartu Indonesia Pintar ataupun Program Keluarga Harapan. Juga berlaku bagi siswa program Kartu Bantuan Pendidikan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Ciamis,” tuturnya.

Pengumpulan infak setiap bulan ini, lanjutnya, khusus bagi bantuan siswa tidak mampu dan untuk masjid sekolah.

Ika mengungkapkan, pada tahun ajaran 2019/2020, pihak sekolah menerima 576 siswa, 20% di antaranya berasal dari keluarga tidak mampu. Untuk memastikan kondisi orang tua siswa, pihak sekolah melakukan kunjungan ke setiap rumah.

“Di tahun ajaran 2018/2019, dari 149 yang mengajukan permohonan

, setelah dilakukan validasi yang mendapat sebanyak 125 siswa,” ujarnya.

SMKN 1 Ciamis, lanjutnya, belum memutuskan berapa siswa dan siapa saja yang mendapatkan keringanan atau pembebasan iuran keuangan. Selain bantuan tersebut, SMKN 1 Ciamis juga memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi jalur akademis ataupun non-akademis.

Mengenai berapa bulan pembebasan, tambah Ika, bergantung pada kualifikasi seperti di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 1 Ciamis, Sudia Permana mengatakan, pihak komite peduli dengan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal ini dilakukan karena SMKN 1 Ciamis menginginkan pembentukan siswa yang bermasyarakat dan berkarakter.

“Salah satu upayanya adalah membentuk siswa yang berprestasi di bidang akademis dan non-akademis,” tutupnya.***

 

Baca Juga :

Pendidikan

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019
SMAK Bogor Juarai Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019

Menghadirkan inovasi “Likusi Karika Bioetanol” sebagai energi terbarukan yang berasal d

ari limbah pengolahan umbi singkong, Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Bogor berhasil menduduki juara 1 Kompetisi Parade Cinta Tanah Air 2019 Tingkat Jawa Barat yang digelar di Aula Dewi Sartika Gedung Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (31/7/2019).

Pencipta inovasi baru ini adalah Ariq Dhia Hibatullah dan Theresia Andrian. Persiapan yang mereka lakukan selama sebulan, dimulai dari menentukan alat-alat hingga menganalisis akhirnya berbuah manis.

“Di sini kami mengusung likusi karika bioetanol sebagai inovasi energi terbarukan

. Latar belakang inovasi ini karena melihat fenomena industri makanan di Indonesia yang berkembang pesat. Contohnya di Kota Bogor yang memiliki industri makanan di bidang pengolahan umbi-umbian, seperti singkong,” ujar Ariq saat diwawancara.

Ia memaparkan, permintaan konsumen dan produksi pengolahan singkong yang tinggi menyebabkan beberapa masalah di lingkungan. Salah satunya, limbah kulit singkong yang belum dapat dimanfaatkan dengan baik.

Melihat fenomena tersebut, kedua siswa ini akhirnya menemukan solusi untuk menyempurnakan biotanol berbahan dasar limbah kulit singkong. Yaitu, dengan menambahkan limbah kulit ari kacang hijau ke dalam proses produksi selulosa yang tidak dapat diolah menjadi bioetanol. Penambahan limbah kulit ari kacang hijau bertujuan mengurangi produksi gas sianida yang dihasillkan kulit singkong hingga akhirnya menghasilkan emisi yang lebih bersih bagi pengguna serta lingkungan.

Apresiasi

Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam mengapresiasi kegiatan yang digagas Kementerian

Pertahanan ini. Hal tersebut penting bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi 4.0 yang menuntut setiap siswa harus kreatif dan memiliki banyak inovasi.

“Di tengah arus informasi yang sangat cepat maka anak-anak wajib bisa berpikir kritis dan dapat mengambil keputusan yang tidak melanggar norma. Termasuk dalam menciptakan penemuan,” ungkapnya.

Parade ini, jelas Sekdisdik, menjadi salah satu wadah dan media untuk berkomunikasi serta menyampaikan pikiran atau pendapat, termasuk mematangkan kemampuan berpikir peserta didik. Pada intinya, bela negara dan cinta tanah air selain untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, juga memiliki nilai moral dan menghargai lingkungan.***

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/pengertian-talak/

Pendidikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan
SMAN 1 Batujajar Laksanakan Ujian Nasional Perbaikan

Sebanyak 47 siswa mengikuti Ujian Nasional Perbaikan (UNP) Tahun 2019

di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batujajar, Jln. Selacau, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (29/7/2019). UNP dilaksanakan selama dua hari, yakni 29 dan 30 Juli 2019.

Wakil Kepala SMAN 1 Batujajar Bidang Kurikulum, Asep Kurniawan menuturkan, setiap harinya proses UNP dibagi menjadi dua sesi dengan hanya menggunakan satu laboratorium komputer. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan meja pendaftaran bagi siswa sebelum mengikuti ujian.

“Teknisnya tetap sama, seperti UNBK. Jadi, tak ada kendala sama sekali,”

ungkapnya, Senin (29/7/2019).

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Batujajar Bidang Humas, Asep Saeful HIdayat mengatakan, ke-47 siswa tersebut terdiri  dari 6 sekolah yang letaknya tak jauh dari SMAN 1 Batujajar. “Sebanyak 45 siswa merupakan siswa SMA, sedangkan dua lainnya dari SMK,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini pelaksanaan UNP berjalan lancar tanpa kendala.

“Karena setiap tahun kita jadi pelaksana, jadi sudah biasa dan kami pun telah siap,” tuturnya.

Asep berharap, melalui UNP, seluruh peserta mampu meningkatkan nilai hasil ujian nasional sesuai standar yang ditentukan. “Semoga, hasil yang didapat bisa maksimal sesuai tujuan UNP,” harapnya.***

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/sejarah-syiah/

P.Umum

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Bagaimana Cara Agar Anak Bisa Menyelesaikan Masalah ?

Terkadang anda sebagai orangtua tidak jarang dikeluhkan dengan persoalan anak-anak yang suka cekcok dengan rekan mainnya. Betul kan? Ketika ini terjadi, bagaimana kita menyikapi persoalan anak dengan rekan bermainnya ini?

Sebelum menjawabnya yuk simak kisah berikut. Cerita mengenai bagaimana teknik anak menuntaskan masalah dengan baik tanpa mesti mengadu untuk orangtua.

Di suatu sekolah anak umur dini, dua orang anak berebut untuk memblokir sikat gigi. Kedua anak ini merasa bahwa tutup sikat gigi tersebut miliknya. Mereka sangat hendak mempunyai tutup sikat gigi itu. Mendengar polemik tersebut, gurunya mendekati kemudian bertanya.

“Sepertinya terdapat masalah. Perlu pertolongan bu guru untuk menuntaskan masalahnya?” Kedua anak tersebut mengiyakan.

Sang Guru bertanya apa permasalahannya. Kedua anak tersebut enggan kalah berbicara. Dua-duanya berkata secara bersamaan.

Kemudian sang guru bertanya, apakah kedua anak ini punya gagasan untuk menuntaskan masalah.

Setelah bertukar pikiran lama, mereka akhirnya menciptakan keputusan untuk menyerahkan sikat gigi tersebut kepada temannya. Keduanya merasa nyaman dan tenang dengan keputusan tersebut

Sang guru menasehati “Kalau hatinya nyaman, wajahmu pun akan tampak nyaman. Kita memecahkan masalah, menyelesaikannya sampai sungguh-sungguh perasaan kalian berdua lapang. Harapan ibu ialah kita dapat menuntaskan persoalan tanpa terdapat rasa dendam dan kalian dapat bermain kembali.”

Akhirnya dua anak tersebut dapat memutuskan untuk memungut sebuah keputusan dari persolan yang mereka buat. Setiap hari, anak-anak bakal menghadapi sekian banyak permasalahan. Hal tersebut akan dilangsungkan seiring pertambahan usinya.

Kemampuan menuntaskan masalah di umur dini akan menciptakan seseorang bakal terampil dalam menuntaskan masalah dan urusan-urusannya ketika dewasa kelak.

Semoga Ayah dan Bunda dapat mengambil hikmah dari cerita di atas.

Baca Juga: 

Pendidikan

TIPS SUKSES UJIAN NASIONAL TERBARU TAHUN 2019

TIPS SUKSES UJIAN NASIONAL TERBARU TAHUN 2019

Bagi mayoritas pelajar, ujian nasional sering menjadi mimpi buruk yang menakutkan. Pelaksanaan ujian yang paling ketat dan terstruktur menciptakan mereka tidak jarang kali merasa tidak yakin dapat berhasil ujian nasional dengan hasil yang memuaskan.

Ketakutan dalam diri mereka sejatinya paling beralasan. Tidak lulus ujian nasional pasti adalahmimpi buruk untuk seorang siswa. Untungnya, ada sekian banyak macam persiapan yang dapat dilaksanakan sebelum menghadapi ujian tersebut. Apabila siswa mengekor persiapan itu dengan baik, maka nyaris dapat dijamin bahwa mereka bakal lulus dengan nilai yang memuaskan.

Untuk meningkatkan peluang berhasil ujian nasional Anda, usahakanlah untuk mempraktikkan 4 teknik berikut ini:

Belajar Sedikit namun Rutin
Sebagian murid terbiasa memakai strategi “sistem kebut semalam” guna lulus ujian. Padahal, teknik tersebut sangat berbahaya dan tidak mempunyai manfaat.

Untuk berhasil ujian nasional kita usahakan belajar secara rutin masing-masing hari selama sejumlah bulan. Adapun porsi belajar yang Anda kerjakan tidak perlu terlampau banyak. Cobalah untuk menelaah satu pelajaran dan menggarap paling tidak 5 soal per hari dengan serius. Meski sedikit, bila dilaksanakan secara teratur maka urusan itu akan sangat dominan terhadap hasil ujian nasional kita nanti.

Banyak Berlatih Mengerjakan Soal
Untuk menghadapi ujian nasional, kita tidak perlu tidak sedikit membaca pelajaran dari kitab pelajaran. Akan tetapi, perbanyaklah pelajaran soal dari sekian banyak sumber seperti kitab latihan, internet, atau soal-soal ujian nasional di tahun-tahun sebelumnya.

Percaya atau tidak, lebih dari 40% soal yang diujikan di ujian nasional sejatinya adalahmodifikasi dari soal di tahun-tahun sebelumnya. Semakin tidak sedikit Anda mengerjakan pelajaran soal, maka kesempatan sukses ujian nasional Anda bakal semakin besar.

Belajar dalam Kelompok
Belajar dalam kumpulan memiliki tidak sedikit manfaat daripada belajar sendirian. Meski begitu, pastikan teman yang kita ajak guna belajar mempunyai niat guna serius dan tidak datang melulu untuk bermain-main.

Anda tidak butuh belajar dalam kumpulan setiap hari. Cukup pakai dua atau tiga jam di masing-masing akhir pekan guna berkumpul di sebuah tempat untuk menggarap soal bersama-sama. Jika memungkinkan, Anda dapat patungan untuk mencarter seorang tutor atau guru les guna memandu pekerjaan tersebut.

Mengambil Les Privat eksklusif Ujian Nasional
Saat ini ada tidak sedikit lembaga kursus yang menawarkan jasa pengayaan materi eksklusif ujian nasional. Apabila orang tua kita mempunyai bujet ekstra, tahapan ini dapat dipungut untuk memperbesar kesempatan untuk lulus.

Mencari lembaga belajar yang tepat memang tidak mudah. Jika sistem pengajaran yang dipakai tidak cocok, kita malah dapat menjadi malas guna datang. Sebagai solusi, pilihlah lembaga kursus yang sudah mempunyai reputasi baik di lingkungan Anda. Selain tersebut tanyakan pun mengenai sistem persiapan ujian nasional yang diadakan di lembaga tersebut.

Jika Anda ialah orang yang lebih gemar belajar sendiri, mencarter guru les guna datang ke rumah ialah pilihan terbaik. Namun teknik ini pasti memerlukan ongkos yang lebih mahal.

Terlepas dari keempat teknik yang telah dilafalkan di atas, salah satu hal penentu supaya siswa berhasil ujian nasional ialah tingkat kesiapan mental serta keyakinan diri.

Meskipun telah belajar secara giat dan mempersiapkan diri, bilamana Anda masih merasa ragu dan tidak percaya akan keterampilan diri sendiri, maka kesempatan Anda guna lulus bisa berkurang secara signifikan. Oleh karena itu, pastikan kita merasa siap secara jasmani dan mental saat mengekor ujian nasional.

Sumber : https://www.pelajaran.co.id/