keyboard_arrow_right
unxjg
Pendidikan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup”.

Dokumen AMDAL terdiri dari :

    • Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)

  • Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
  • Dokumen Rencana Michelangelo Lingkungan Hidup (RKL)
  • Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
AMDAL digunakan untuk:
  • Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
  • Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
  • Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  • Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan
Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah:
  • Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL
  • Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan
  • masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Penentuan kriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia menggunakan/menerapkan penapisan 1 langkah dengan menggunakan daftar kegiatan wajib AMDAL (one step scoping by pre request list). Daftar kegiatan wajib AMDAL dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006
  2. Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib menyusun UKL-UPL, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002
  3. Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan AMDAL sesuai dengan Permen LH NO. 08/2006
  4. Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH no. 05/2008
Pendidikan

Pendidikan Luar Sekolah

Pendidikan Luar Sekolah

Pendidikan Luar Sekolah

Pendidikan Luar Sekolah
Pendidikan Luar Sekolah

Pendidikan luar sekolah (bahasa Inggris: Out of school education) adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal (persekolahan).

Karakteristik pendidikan luar sekolah

    1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C

 

  1. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training
  2. Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh didalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll
Pendidikan

Ajari Anak guna Mencintai Alam Sejak Dini

Ajari Anak guna Mencintai Alam Sejak Dini

Mengajarkan si kecil untuk menyukai alam semenjak dini dapat memberikan tidak sedikit dampak positif untuk proses tumbuh-kembang anak. Sayangnya, belum tidak sedikit orang tua yang memandang urusan ini sebagai sesuatu yang penting.

Mengajarkan kerinduan terhadap alam ke anak tidak dapat dilakukan melulu dengan ucapan saja. Anda mesti memberikan misal secara langsung di rumah sebab anak-anak ingin sangat cepat dalam meniru hal-hal yang dilaksanakan oleh orang tuanya.

Selain melewati contoh, terdapat 3 kegiatan yang dapat Anda kerjakan untuk mengajarkan anak menyukai alam, yaitu:

Berkebun

Jadikan kegiatan ini sebagai pekerjaan kolektif kita dan si buah hati. Lama-kelamaan rasa cinta terhadap lingkungan bakal tumbuh di dalam diri anak. kita pun dapat mencoba kegiatan berkebun yang lebih menantang bilamana anak sudah menyukai hal tersebut. Misalnya dengan menciptakan area khusus tumbuhan hidroponik, atau mengerjakan proses cangkok dari pohon buah ke dalam pot.

Berkemah

Mengajak anak ke tempat perkemahan di puncak gunung usahakan tidak dulu dilaksanakan sebelum anak memasuki usia remaja. Di samping mempunyai risiko keselamatan yang terlampau tinggi, urusan itu juga tidak baik untuk kesehatannya dalam jangka panjang.

Mengunjungi Objek Wisata Alam bermuatan Edukasi

Anda dapat mengunjungi objek-objek wisata tersebut bareng anak guna mengajarkan kerinduan terhadap alam seraya berwisata. Metode ini paling efektif sebab anak tidak menyadari bahwa terdapat unsur latihan yang dicantumkan ke dalam acara wisata tersebut.

Selain tempat wisata eco-friendly, taman bunga dan kebun buah juga dapat menjadi pilihan tempat trafik yang menarik. Beberapa tempat wisata yang kami rekomendasikan ialah Dusun Bambu Bandung, Farmhouse Lembang, Taman Bunga Nusantara Bogor, Kebun Raya Bogor, Taman Nasional Gunung Bromo, dan Kebun Buah Mekarsari.

Sumber : http://www.schoolson.com.au/forsale/?domain=www.pelajaran.co.id

P.Umum

Solusi Kasus Tantangan Promosi Jabatan

Solusi Kasus Tantangan Promosi Jabatan

Promosi ialah satu kata yang sangat ditunggu-tunggu oleh seorang staf atau karyawan. Tak melulu menyangkut eskalasi status dan penghasilan, promosi menjadi bukti bahwa kompetensi seseorang sudah mendapat pernyataan secara profesional.

Anehnya, di tengah persaingan super ketat ini ada sejumlah orang yang menjadi anomali. Di ketika yang beda berlomba-lomba guna dipromosi, mereka malah menghindar. Sayang rasanya andai kesempatan besar ini selesai hanya karena dalil takut atau tak siap. Konsultan karier Sylvina Savitri dari EXPERD menolong mencari solusinya!

KASUS 1: BERBEDA KOMPETENSI
Sudah nyaris setahun saya menjabat posisi asisten manajer yang mengurusi administrasi finansial sebuah pabrik consumer good. Dalam waktu tidak cukup dari tiga bulan, saya sudah sesuai dengan bos baru dan dapat bekerja sama dengan enak. Alhasil, seluruh pekerjaan dapat saya selesaikan dengan tuntas dan memuaskan.

Baru saja saya merasakan masa bulan madu, tiba-tiba diminta atasan menduduki posisi baru sebagai sebagai manajer divisi akunting. Buat saya ini dilema. Meski masih sama-sama mengurusi uang, namun saya bukan seorang akunting.

Ritme kerjanya pun berbeda, saya fobia tidak dapat enjoy dan justeru jadi kontra produktif. Apalagi dalam masa-masa dekat perusahaan akan menyelenggarakan audit. Kehadiran saya bisa buat runyam!

SOLUSI:
Rasanya tidak salah bila anda secara tersingkap mengungkapkan sejauh mana kemampuan yang anda miliki, dan hal-hal apa yang butuh Anda perdalam atau pelajari untuk dapat menjalani peran itu dengan baik.

Jika dirasa perlu waktu, usahakanlah untuk mohon waktu mempelajari kegiatan manajer akunting tersebut, mulai mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab kegiatan tersebut, tanpa mesti secara formal memenuhi posisi tersebut.

Selama masa ini, Anda dapat menerapkan prinsip quick-win. Artinya, tetapkan langkah-langkah bertahap guna lebih mengenali bidang baru yang diamanatkan kepada Anda.

Misalnya, di minggu ke-1, tetapkan waktu guna mendiskusikan lebih dalam apa saja yang menjadi tanggung jawab tugas, indikator keberhasilan, sasaran dan target kerja yang dibebankan. Dengan mengetahui lebih dalam tuntutan kerja yang ada, kita dapat melakukan evaluasi dan kesiapan anda dengan lebih realistis.

Minggu ke-2, guna menghadapi audit, Anda dapat mengatur jadwal bertemu dengan orang yang menguasai urusan ini guna mempelajari secara cepat sistematikanya. Dengan quick-win langkah perjalanan kita mengenali bidang kegiatan baru ini bakal lebih visible dan menciptakan Anda kian percaya diri terus maju ke depan. Sebab, keberhasilan target di minggu kesatu bakal menjadi suntikan energi guna mensukseskan target berikutnya.

Baca Juga :

Pendidikan

Tips Mengajak Anak ke Bioskop

Tips Mengajak Anak ke Bioskop

Orang tua yang menyuruh anak ke bioskop sering menerima kritikan keras. Pasalnya, si kecil tidak jarang kali merengek atau menangis gaduh sehingga menciptakan para pemirsa terganggu. Sebenarnya, persoalan ini dapat dicegah dengan memperhatikan sejumlah hal terlebih dahulu.

Salah satunya ialah pertimbangan usia anak. Ajaklah ia menginjakkan kaki ke bioskop ketika berusia paling tidak 5 tahun, saat pendengarannya tidak terlampau sensitif lagi terhadap bunyi keras yang membahana. Pastikan kegiatan berfoya-foya ini berjalan fasih melalui tips berikut.

Membaca Ulasan Film

Sebelum pergi ke bioskop, bacalah pembahasan film terlebih dahulu apakah sesuai sebagai tontonan anak. kita dapat menyimak di website tertentu atau meminta pendapat teman. Jika sudah, pastikan pun mengenai durasi supaya mereka tidak jenuh dan meminta keluar.

Memilih Waktu

Ketika anak mengantuk, mereka akan ingin rewel. Hal ini pasti merepotkan andai terjadi di lokasi umum. Oleh sebab itu, sebelum melakukan pembelian tiket, tentukan masa-masa yang tepat terlebih dahulu. Hindari jam istirahat mereka, yaitu siang atau malam. Sore ialah saat-saat mereka bermain, sehingga sesuai sebagai jadwal menyaksikan film.

Bukan melulu masalah pemilihan waktu, lebih baik urungkan rencana andai penonton begitu ramai. Hal ini akan menciptakan anak merasa tidak cukup nyaman, sampai-sampai kurang dapat menikmati film.

Datang Lebih Awal

Anak membutuhkan waktu lebih lama dalam beradaptasi dengan lingkungan baru, lagipula tempat umum laksana bioskop. Ajaklah mereka datang lebih mula sebelum film dimulai supaya terbiasa bertemu orang tidak sedikit dan sedang di tengah keramaian.

Memilih Tempat Duduk

Ketika menyuruh anak ke bioskop, berarti Anda mesti benar-benar mempertimbangkan tentang lokasi duduk. Lantaran mereka tetap suka bergerak aktif, pastikan bahwa opsi Anda tidak bakal mengganggu pemirsa lain. Area dekat tangga atau pintu terbit juga dapat menjadi pilihan lain. Hal ini bakal mempermudah Anda terbit saat mereka merasa bosan.

Menyediakan Camilan

Menyediakan camilan guna anak saat menyaksikan film di bioskop dapat memunculkan perasaan relaks dan menangkal mereka cepat bosan. Sebagai catatan, bawalah mangkuk kecil dari lokasi tinggal serta simaklah kandungan kudapan ini, lebih baik rendah gula.

Masuk Belakangan

Di bioskop, cuplikan film beda senantiasa ditayangkan sebelum film yang bahwasannya dimulai. Nah, usahakan hindari momen tersebut. Pasalnya, sebelum berumur delapan tahun, mereka belum dapat membedakan mana yang iklan dan film. Selain menciptakan mereka bingung, suara pada selingan itu lebih keras dari peragaan asli.

Rencanakan dengan Matang
Setelah menyimak poin-poin di atas, pastikan keadaan hati anak sedang baik atau tidak. Hal ini dilaksanakan untuk mengantisipasi mereka merajuk di lokasi umum. Di samping itu, pastikan mereka berangkat ke bioskop dengan perut kenyang dan istirahat cukup.

Ikuti Arus
Jika anak merengek hendak keluar bioskop, segera turuti keinginan mereka. kita tidak butuh merasa rugi menunaikan tiket sedangkan film belum berlalu diputar. Menunda-nunda malah akan menciptakan mereka enggan disuruh ke sini lagi.

Ada dua pilihan perlakuan guna tips menyuruh anak ke bioskop: mendinginkan mereka di luar kemudian masuk kembali, atau benar-benar pergi menggali hiburan beda maupun makanan favorit.

Sumber : http://topsiteswebdirectory.com/gr_domain_list/index.php?domain=pelajaran.co.id

Pendidikan

Masa Perkembangan anak

Masa Perkembangan anak

Memori ialah hasil pembelajaran yang melekat. Ketika anak kita mempelajari sesuatu, sinapsis-sinapsis baru terbentuk dan sinapsi-sinapsis lama semakin dikuatkan sampai-sampai menciptakan kenangan dari masing-masing pengalamannya dan dari apa yang sudah dipelajarinya.

Memeluk, mencium, memanjakan, dan menciptakan anak kita merasa nyaman dapat meningkatkan pertumbuhan otaknya. Anda pun bertanggung jawab membuatnya bertumbuh dalam kehidupan sosialnya.

Untuk perkembangan benak yang optimal, anak-anak memerlukan lingkungan berbahasa yang kaya dan responsif. Otak bakal terlatih andai anak kita menghadapi apa yang membuatnya begitu gampang untuk belajar bahasa.

Ketika anak kita belajar mengenai bagaimana menikmati dan menangani perasaannya, maka urusan ini akan memprovokasi perilaku dan keterampilan berpikirnya.

Memupuk kreativitas dan khayalan anak kita akan menolong dia mengembangkan pemikiran dan kemampuan pemecahan masalahnya. Kemampuan anak Anda guna menghasilkan benak dan ide-ide baru sangat urgen untuk kehidupan dewasa yang produktif.

Membaca kitab dengan suara keras guna anak-anak bakal merangsang khayalan mereka dan memperluas pemahaman mereka mengenai dunia. Ini menolong anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa dan keterampilan mendengarkan serta mempersiapkan mereka guna memahami ucapan-ucapan tertulis.

Semakin kita merawat, mencintai, dan menciptakan anak kita merasa aman, maka semakin bertambah pula kesejahteraan emosionalnya. Pengalaman mula anak kita dengan Anda menyusun apa yang menjadi dirinya sebagai orang dewasa.

Semakin tidak sedikit kata-kata yang didengar anak Anda, semakin tidak sedikit pula koneksi yang terbentuk dalam benak mereka. Anak-anak belajar bahasa dengan mendengarkan ucapan-ucapan secara berulang. Itulah sebabnya semakin tidak sedikit Anda berkata dengan anak Anda, maka semakin baik. Berbicara dengan anak akan menambah jumlah kata yang bakal dikenalinya dan kesudahannya dimengerti olehnya.

http://mjump.vip2ch.com/https://www.pelajaran.co.id

Pendidikan

Wanita ideal itu seperti

Wanita ideal itu seperti

Wanita ideal itu seperti

Wanita ideal itu seperti
Wanita ideal itu seperti

Pernah mendengar ungkapan, seorang laki-laki akan memilih istri yang seperti ibunya. Awalnya saya tidak percaya ungkapan tersebut, namun belakangan ini baru tersadar betapa bodohnya diri ini yg br sadar sekarang.

Ya… Setelah dipikir-pikir saya memang ingin mencari sosok kekasih hati yg mendekati bunda. Bukan dr parasnya, namun sifatnya.

She is amazing.

Dia yg selalu sabar menghadapi getirnya hidup, sabar menjalani perannya sebagai ibu dan istri. Dia yang penuh pengabdian kepada suami. Tak pernah mengeluh. Bangun paling pagi untuk berdoa, lalu menyiapkan segala kebutuhan keluarga. Dia yang senantiasa sabar mendidik putra-putrinya. Dia yg selalu membangunkan anak2nya dari lelap fajar. Dia yang tak pernah marah. Dalam doanya selalu nama kami disebut. Dia tidak egois, dia selalu mendahulukan suami dan putra putrinya makan dan berkecukupan. Dia yang tak pernah egois, selalu mendahulukan kebutuhan keluarga.

Dia yg serba bisa, multi talent. Talent sebagai ibu rumah tangga. Dia yang rela tidur paling malam demi menyelesaikan pekerjaan rumah. Dia yang menghargai setiap jerih payah suami. Melayani suami dgn ikhlas. Dia yang low profile, tidak pernah berlebih-lebihan.

Duhai bunda, mulia sekali dirimu. Maafkan anakmu ini yg berdosa dan belum mampu membahagiakanmu. Ijinkan anakmu memilih istri yg sepertimu bunda. Karena apa yg kau ajarkan pada kami, membuat kami sadar betapa mengagumkan sosokmu, sifatmu, dan budi pekertimu. Duhai Bunda, terimakasih atas segalanya.

Baca Juga :

Pendidikan

Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi Adalah
Fungsi Sosialisasi Adalah

Fungsi Sosialisasi
1. Bagi individu: agar dapat hidup secara wajar dalam kelompo/masyarakatnya, sehingga tidak aneh dan diterima oleh warga masyarakat lain serta dapat berpartisipasi aktif
sebagai anggota masyarakat
2. Bagi masyarakat: menciptakan keteraturan sosial melalui pemungsian sosialisasi sebagai sarana pewarisan nilai dan norma serta pengendalian sosial.
C. Macam-macam Sosialisasi
1. Berdasarkan berlangsungnya: sosialisasi yang disengaja/disadari dan tidak
disengaja/tidak disadari. Sosialisasi yang disengaja/disadari: Sosialisasi yang dilakukan secara sadar/disengaja:
pendidikan, pengajaran, indoktrinasi, dakwah, pemberian petunjuk, nasehat, dll.
Sosialisasi yang tidak disadari/tidak disengaja: perilaku/sikap sehari-hari yang
dilihat/dicontoh oleh pihak lain, misalnya perilaku sikap seorang ayah ditiru oleh anak laki-lakinya, sikap seorang ibu ditiru oleh anak perempuannya, dst.
2. Menurut status pihak yang terlibat: sosialisasi equaliter dan otoriter.
Sosialisasi equaliter berlangsung di antara orang-orang yang kedudukan atau statusnya relatif sama, misalnya di antara teman, sesama murid, dan lain-lain, sedangkan sosialisasi otoriter berlangsung di antara pihak-pihak yang status/kedudukannya berbeda misalnya berlangsung antara orangtua dengan anak, antara guru dengan murid, antara pimpinan dengan pengikut, dan lain-lain.
3. Menurut tahapnya: sosialisasi primer dan sekunder.
Sosialisasi primer dialami individu pada masa kanak-kanak, terjadi dalam lingkungankeluarga, individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya, individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga Sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya.
4. Berdasarkan caranya: sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris.
Apabila mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi , terdapat dua pola, yaitu represif, dan partisipatoris.
Sosialisasi Represif menekankan pada:
(1) penggunaan hukuman,
(2) memakai materi dalam hukuman dan imbalan,
(3) kepatuhan anak pada orang tua,
(4) komunikasi satu arah (perintah),
(5) bersifat nonverbal,
(6) orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting, dan
(7) keluarga menjadi significant others.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Pendidikan

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli
Pengertian Sosialisasi Menurut Para Ahli

Manusia berbeda dari binatang. Perilaku pada binatang dikendalikan oleh instink/naluri yang merupakan bawaan sejak awal kehidupannya. Binatang tidak menentukan apa yang harus dimakannya, karena hal itu sudah diatur olehnaluri. Binatang dapat hidup dan melakukan hubungan berdasarkan nalurinya. Manusia merupakan mahluk tidak berdaya kalau hanya mengandalkan nalurinya. Naluri manusia tidak selengkap dan sekuat pada binatang. Untuk mengisi kekosongan dalam kehidupannya manusia mengembangkan kebudayaan. Manusia harus memutuskan sendiri
apa yang akan dimakan dan juga kebiasaan-kebiasaan lain yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaannya. Manusia mengembangkan kebiasaan tentang apa yang dimakan, sehingga terdapat perbedaan makanan pokok di antara kelompok/masyarakat. Demikian juga dalam hal hubungan antara laki-laki dengan perempuan, kebiasaan yang berkembang dalam
setiap kelompok menghasilkan bermacam-macam sistem pernikahan dan kekerabatan yang berbeda satu dengan lainnya. Dengan kata lain, kebiasaan-kebiasaan pada manusia/masyarakat diperoleh melalui proses
belajar, yang disebut sosialisasi. Berikut beberapa definisi mengenai sosialisasi.
Peter L. Berger:
Sosialisasi adalah proses dalam mana seorang anak belajar menjadi seseorang yang berpartisipasi dalam masyarakat. Yang dipelajari dalam sosialisasi adalah peran-peran, sehingga teori sosialisasi adalah teori mengenai peran (role theory).
Robert M.Z. Lawang:
Sosialisasi adalah proses mempelajari nilai, norma, peran dan persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang dapat berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial.
Horton dan Hunt:
Suatu proses yang terjadi ketika seorang individu menghayati nilai-nilai dan norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga terbentuklah kepribadiannya. Dalam proses sosialisasi terjadi paling tidak tiga proses, yaitu: (1) belajar nilai dan norma
(sosialisasi),

(2) menjadikan nilai dan norma yang dipelajari tersebut sebagai milik diri (internalisasi), dan

(3) membiasakan tindakan dan perilaku sesuai dengan nilai dan norma
yang telah menjadi miliknya (enkulturasi).

Sumber : https://filehippo.co.id/

Pendidikan

Sekolah Keluarga Dirintis di Setiap RW

Sekolah Keluarga Dirintis di Setiap RW

Pemkot Solo berencana menciptakan sekolah family di masing-masing rukun penduduk (RW) guna menambah literasi menyusun keluarga yang ideal.

Melalui edukasi keluarga yang baik, diinginkan sumber daya insan (SDM) menjadi berkembang. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, sekolah family diharapkan dapat menjadi fondasi mula sebelum menciptakan program pengembangan SDM lainnya.

Melalui sekolah keluarga, orang tua diberi pemahaman bagaimana mendidik anak dan menyusun keluarga sejahtera. “Termasuk bagaimana memperkenalkan sopan santun untuk anak serta mendidik anak tanpa gadget,” kata Rudy di Solo, Jawa Tengah, kemarin.

Sekolah keluarga, lanjut Rudy, tidak mempunyai kurikulum yang baku sebagaimana sekolah formal. Dalam pembelajaran, Pemkot Solo bakal mengirim mentor yang berpengalaman di bidang literasi keluarga.

Mentor akan menyerahkan materi cocok dengan keperluan keluarga di sebuah wilayah. “Satu mentor diupayakan bisa membina sejumlah keluarga sebagai pilot project. Kemudian secara berjenjang yang telah lulus menjadi mentor kolega di lingkungannya,” urainya. Program tersebut tentu bakal menggandeng PKK dan tidak dapat berjalan sendiri.

Melalui sekolah keluarga, masing-masing keluarga diinginkan mempunyai benteng dari sekian banyak penyakit masyarakat laksana kekerasan terhadap anak dan perempuan. Hal tersebut dapat diantisipasi andai keluarga bisa menjalankan perannya sebagai pagar hidup.

“Anak-anak dan generasi muda tidak boleh sampai terjebak memakai narkoba dan tindak kriminal lainnya,” tambah Rudy. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Solo Widdi Srihanto menambahkan, sekitar ini pelaku kekerasan terhadap anak dan wanita didominasi orang terdekat sehingga pemantauan dari family menjadi kunci.

“Kasus yang kami tangani lebih tidak sedikit seperti itu. Kalau ada wanita mendapat perlakuan kekerasan fisik, seringkali enggan lapor sebab yang mengerjakan orang dekat,” tandas Widdi.

http://forum.gamexp.ru/externalredirect.php?url=https://www.pelajaran.co.id