keyboard_arrow_right
unxjg
Pendidikan

Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi

Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi

Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi

Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi
Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi

Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun akuisisi, yaitu :
a. Pertumbuhan atau diversifikasi

Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan.

b. Sinergi

Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan.

c. Meningkatkan dana

Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.

d. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi

Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli.

e. Pertimbangan pajak

Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi.Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik.

f. Meningkatkan likuiditas pemilik

Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil.

g. Melindungi diri dari pengambilalihan

Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman, 2003, p.714-716).
Pendidikan

Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja

Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja

Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja

Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja
Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja
Pengukuran produktivitas tenaga kerja menurut system pemasukan fisik perorangan/perorang atau per jam kerja orang diterima secara luas, namun dari sudut pandangan/ pengawasan harian, pengukuran-pengukuran tersebut pada umumnya tidak memuaskan, dikarenakan adanya variasi dalam jumlah yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk yang berbeda. Oleh karena itu, digunakan metode pengukuran waktu tenaga kerja (jam, hari atau tahun). Pengeluaran diubah ke dalam unit-unit pekerja yang biasanya diartikan sebagai jumlah kerja yang dapat dilakukan dalam satu jam oleh pekerja yang terpercaya yang bekerja menurut pelaksanaan standar.
Karena hasil maupun masukan dapat dinyatakan dalam waktu, produktivitas tenaga kerja dapat dinyatakan sebagai suatu indeks yang sangat sederhana = Hasil dalam jam-jam yang standar : Masukan dalam jam-jam waktu.
Untuk mengukur suatu produktivitas perusahaan dapatlah digunakan dua jenis ukuran jam kerja manusia, yakni jam-jam kerja yang harus dibayar dan jam-jam kerja yang dipergunakan untuk bekerja. Jam kerja yang harus dibayar meliputi semua jam-jam kerja yang harus dibayar, ditambah jam-jam yang tidak digunakan untuk bekerja namun harus dibayar, liburan, cuti, libur karena sakit, tugas luar dan sisa lainnya. Jadi bagi keperluan pengukuran umum produktivitas tenaga kerja kita memiliki unit-unit yang diperlukan, yakni: kuantitas hasil dan kuantitas penggunaan masukan tenaga kerja (Sinungan, 2003, p.24-25).

 

Menurut Wignjosoebroto, (2000, p.25), produktivitas secara umum akan dapat diformulasikan sebagai berikut:

Produktivitas = Output/input(measurable)+ input (invisible).

Invisible input meliputi tingkat pengetahuan, kemampuan teknis, metodologi kerja dan pengaturan organisasi, dan motivasi kerja.
Untuk mengukur produktivitas kerja dari tenaga kerja manusia, operator mesin, misalnya, maka formulasi berikut bisa dipakai untuk maksud ini, yaitu:

Produktivitas = total keluaran yang dihasilkan

Tenaga Kerja jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan Di sini produktivitas dari tenaga kerja ditunjukkan sebagai rasio dari jumlah keluaran yang dihasilkan per total tenaga kerja yang jam manusia (man-hours), yaitu jam kerja yang dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tenaga kerja yang dipekerjakan dapat terdiri dari tenaga kerja langsung ataupun tidak langsung, akan tetapi biasanya meliputi keduanya.
Pendidikan

Definisi dan Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja

Definisi dan Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja

Definisi dan Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja

Definisi dan Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja
Definisi dan Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja
Pengertian Merger dan Akuisisi, Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640).

Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598).

Jenis-jenis Merger dan Akusisi

Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu :

a. Merger

Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian dari bidding firm.

b. Konsolidasi
Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua belah pihak menerima saham baru di perusahaan ini.
c. Tender offer

Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen target firm, dan disebut tender offer karena merupakan hostile takeover. Target firm akan tetap bertahan selama tetap ada penolakan terhadap penawaran. Banyak tender offer yang kemudian berubah menjadi merger karena bidding firm berhasil mengambil alih kontrol target firm.

d. Acquisistion of assets

Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target firm. (p.835).
Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut Ross, Westerfield, dan Jaffe 2002. Menurut mereka hanya ada tiga cara untuk melakukan akuisisi, yaitu :

a. Merger atau konsolidasi

Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain. Bidding firm tetap berdiri dengan identitas dan namanya, dan memperoleh semua aset dan kewajiban milik target firm. Setelah merger target firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm. Konsolidasi sama dengan merger kecuali terbentuknya perusahaan baru. Kedua perusahaan sama-sama menghilangkan keberadaan perusahaan secara hukum dan menjadi bagian dari perusahaan baru itu, dan antara perusahaan yang di-merger atau yang me-merger tidak dibedakan.

b. Acquisition of stock

Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan, dapat dengan cara membeli sacara tunai, saham, atau surat berharga lain. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain, dan pada beberapa kasus, penawaran diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual. Hal ini dapat disesuaikan dengan melakukan tender offer. Tender offer adalah penawaran kepada publik untuk membeli saham target firm, diajukan dari sebuah perusahaan langsung kepada pemilik perusahaan lain.

c. Acquisition of assets

Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli semua asetnya. Pada jenis ini, dibutuhkan suara pemegang saham target firm sehingga tidak terdapat halangan dari pemegang saham minoritas, seperti yang terdapat pada acquisition of stock (p.817-818).

 

Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung, merger atau akuisisi dapat dibedakan :
a. Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri yang sama bergabung.
b. Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau customernya.
c. Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam garis bisnis yang sama dengan supplier atau customernya. Keuntungannya adalah perusahaan dapat menggunakan penjualan dan distribusi yang sama.
d. Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan merger. Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. (Gitman, 2003, p.717).
P.Umum

Domba Cerdik & Harimau Bodoh

Domba Cerdik & Harimau Bodoh

Domba Cerdik & Harimau Bodoh

Pada suatu ketika, seekor Domba jantan sedang berjalan-jalan di padang rumput. Dia mencari rumput yang enak untuk dimakan. Tidak lama kemudian, dia melihat ada hutan di dekat padang rumput itu. Karena ingin mencari tumbuh-tumbuhan selain rumput yang enak untuk dimakan, dia pun masuk ke hutan itu. Tiba-tiba dia bertemu dengan seekor Harimau. Harimau itu sangat gembira karena melihat hewan yang mungkin bisa dia mangsa, namun juga bingung karena ini adalah pertama kalinya harimau melihat domba.

Sementara itu si Domba sangat ketakutan, walau demikian si Domba mencoba tenang diapun mengajak Harimau itu berbicara.

“Siapa namamu?” tanya si Domba.

“Aku Harimau! Siapa kamu?” Harimau balik bertanya.

“Namaku Domba Yang Hebat” jawab si Domba, walaupun sebenarnya dia sangat gemetaran.

“Apa itu yang ada di kepalamu?” tanya Harimau lagi.

“Oh, itu tombak dan pedangku” jawab Domba.

“Dan apa itu yang bergantung di antara kaki belakangmu?” Harimau bertanya lagi.

“Itu bumbu-bumbu yang aku bawa untuk memasak daging harimau sebelum aku memakannya.” jawab Domba.

Harimau sekarang sangat ketakutan. Dia Kemudian berlari pergi secepat yang dia bisa, dan bersyukur karena dia masih hidup.

Ada seekor rubah yang melihat Harimau lari terbirit-birit. Dia kemudian bertanya, “Ada apa denganmu? Kenapa kamu lari ketakutan?”

“Domba jantan itu! Dia hampir saja membunuhku!” jawab Harimau. Dia bersenjatakan pedang dan tombak!”

Rubah yang pintar itu tertawa, Kemudian berkata, “Bagaimana mungkin seekor domba jantan bisa membunuh seekor harimau? Kamu pasti sudah dibodohi oleh domba itu. Ayo kita kesana dan kita beri dia pelajaran.”

Tapi Harimau berkata “Tidak, kamu nanti pasti akan lari setelah melihat domba itu, dan meninggalkan aku sendiri di sana.”

“Aku tidak akan lari. Kalau kamu tidak percaya, kita ikat saja diri kita berdua dengan sebuah tali. Jadi, bahkan jika aku ingin lari pun aku tidak akan bisa” jawab Rubah.

Harimau setuju dengan usul si Rubah. Mereka kemudian mengikat leher mereka menjadi satu dengan menggunakan seutas tali, dan pergi berjalan mencari si Domba. Mereka menemukan si Domba sedang santai sambil makan tumbuh-tumbuhan yang lezat.

Ketika si Domba melihat Harimau dan Rubah, dia berteriak, “Aha! Akhirnya kamu datang juga Rubah! Bagus kamu membaw harimau untuk menjadi makan siangku. Aku sudah sangat lapar!”

Harimau yang bodoh ketakutan mendengar perkataan si Domba. Dia berpikir Rubah telah menipunya untuk menjadi santapan si Domba.

Dia Kemudian berbalik dan lari sekencang-kencangnya. Si Rubah berteriak-teriak meminta Harimau untuk berhenti berlari, karena dia ikut terseret. Tapi Harimau tidak mendengarnya, dan terus berlari, sampai akhirnya si Rubah mati karena terseret-seret sangat jauh melintasi hutan itu. “Rubah yang bodoh!” pikir Harimau yang bodoh itu, “Aku hampir saja mati gara-gara dia!”.

Baca Juga :

Pendidikan

Tanda Anak kita Memasuki Usia Threenager

Tanda Anak kita Memasuki Usia Threenager

Usia Threenager adalahsuatu istilah guna mendeskripsikan anak yang spesifik berusia tiga tahun yang ajaibnya mempunyai perilaku laksana remaja berusia 13 tahun.

Bagi kita yang ketika ini mempunyai anak berusia rentang tiga tahunan bisa jadi besar pernah menemui situasi di mana anak paling cepat sekali berubah keputusan, keras kepala, dan bila sedang mengharapkan sesuatu, dia mesti mendapatkannya secara cepat.

Berdasarkan keterangan dari Nessi Purnomo, seorang psikolog Rumah Sakit Panti Rapih, seorang anak umur threenager sedang hendak memberitahu untuk dunia bahwa dia dapat melakukan tidak sedikit hal secara mandiri. Bila di usianya yang dua tahun, anak tidak sedikit meminta pertolongan orang tua atau orang beda di sekitarnya, ketika berusia tiga tahun, anak hendak melakukannya sendiri.

Berikut merupakan sejumlah situasi bila Anda benar-benar sedang serumah dengan anak umur threenager.

>> Anda telah memasak menu roti sarapan anak dengan format yang biasa dia mau, misal format hati. Ketika dihidangkan, ternyata anak menginginkan format bintang. Seketika tersebut juga kita menggantinya dengan format bintang. Di tengah proses menggantinya, anak meminta kembali format hati yang di mula sudah disiapkan

>> Banyak urusan yang seringkali anak menurut saat Anda meminta bantu padanya, kini dia lebih tidak sedikit menolak

>> Pernah bernegosiasi dengan anak? Ya, kita tak sendirian. kita tiba-tiba seolah sedang berhadapan dengan berpengalaman negosiasi sangat jago sedunia

>> Anak hendak melakukan segala sesuatunya sendiri. Bahkan tergolong pergi ke lokasi tinggal tetangga yang tergolong jauh guna anak

>> Ketika memilihkan sesuatu, contoh baju guna anak kita pakai, bisa jadi besar opsi Anda tidak cocok dengan seleranya

>> Bila tidak terdapat aturan lokasi tinggal yang jelas, anak akan menyaksikan televisi atau bermain gawai seharian

> Tidur merupakan kegiatan harian yang kelihatannya menjadi tidak cukup menyenangkan untuk mereka. Pernah mendampingi mereka lebih dari 30 menit, namun energi mereka tetap saja ada?

Sumber : http://eat.jp/link/link.cgi?arg_url=https://www.pelajaran.co.id/

Pendidikan

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia 2 sampai 6 Tahun

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia 2 sampai 6 Tahun

Tumbuh kembang (tumbang) anak tidak jarang kali menjadi unsur utama yang diacuhkan oleh semua orang tua, Bahkan tidak sedikit orang tua yang tidak tanggung-tanggung mengunjungi dokter spesialis anak sub berpengalaman tumbang guna berkonsultasi. Salah satu unsur tumbuh kembang yaitu pertumbuhan bahasa anak. Nah, apa saja tahapannya? Yuk, simak ini.

Tahapan pertumbuhan bahasa anak favorit Ayah dan Bunda bisa dilihat dari sisi usia dengan mudah. Secara umum, tahapan itu sebagai berikut.

2-2,6 tahun
Si kecil menginjak masa perkataan dua kata saat berada pada rentang usia 2 sampai 2,6 tahun. Sebagai misal ketika anak meminta makan, “Ma mam”. Ucapan ini bermakna, “Mama, saya mohon makan”. Meskipun kalimat terkesan pendek dan tidak lengkap, tetapi pada umur ini, si kecil telah dapat menggabungkan sejumlah kata dalam suatu kalimat untuk menyampaikan sesuatu.

2,6-3 tahun
Ketika berusia 2,6 tahun, anak Ayah dan Bunda menginjak fase permulaan tata bahasa sampai umur 3 tahun. Si kecil mulai dapat memakai format bahasa yang lebih sulit. Umumnya kalimat yang diujarkan adalahkata tugas, misal, “Ayah pergi ke kantor”.

3-4 tahun
Ketika hingga pada umur 3 tahun, buah hati Bunda dan Ayah berada di langkah menjelang tata bahasa dewasa. Tahapan ini dilangsungkan hingga si kecil berusia 4 tahun. Si kecil mulai dapat memakai kosa kata berimbuhan lengkap. Selain tersebut mulai dapat menyampaikan kalimat yang menyeluruh dengan subjek, predikat, objek, serta keterangan. Sebagai contoh, “Kakak memukul nyamuk dengan tangan”.

4 -5 tahun
Pada usia 4 sampai 5 tahun, si kecil berada pada fase kemampuan penuh. Anak telah dapat berkata menurut kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa ibu. Buah hati Ayah dan Bunda telah dapat memahami apa juga yang dibacakan orang lain. Ia pun bisa mengungkapkan dengan jelas apa yang ingin dibacakan kepada orang lain. Seluruh bagian kalimat pun telah lengkap dipakai pada umur ini.

5-6 tahun
Anak telah semakin dapat menggunakan bahasa yang perumahan pada umur ini. Ia juga paham sesungguhnya apa yang dibacakan oleh manusia, tidak sekadar ucapan tetapi mempunyai makna yang beragam. Si kecil semakin fleksibel dalam beriteraksi dengan orang lain.

Perkembangan bahasa anak ini adalahsalah satu tolok ukur pertumbuhan keseluruhan si kecil. Jika sudah memahami tahapan-tahapan peerolehan bahasa anak, Ayah dan Bunda bisa segera beraksi ketika ada indikasi speech delay pada si buah hati.

Sumber : http://downcheck.tulihost.com/www.pelajaran.co.id/

P.Umum

Pemisah Antara Hidup dan Mati

Pemisah Antara Hidup dan Mati

Pemisah Antara Hidup dan Mati

Pemisah Antara Hidup dan Mati
Pemisah Antara Hidup dan Mati

Konon, ada seorang bijak yang berangkat mengadakan
perjalanan melalui laut. Ketika penumpang-penumpang lain
memasuki perahu satu demi satu, mereka melihatnya dan
sebagai lazimnya –merekapun meminta nasehat kepadanya.

Ada satu nasehat yang diberikannya pada mereka….
“Cobalah menyadari maut, sampai kau tahu
maut itu apa.” Hanya beberapa penumpang saja yang secara
khusus tertarik akan peringatan itu.

Mendadak ada angin topan menderu. Anak kapal maupun
penumpang semuanya berlutut, memohon agar Tuhan
menyelamatkan perahunya. Mereka terdengar berteriak-teriak
ketakutan, menyerah kepada nasib, meratap mengharapkan
keselamatan. Selama itu sang bijak duduk tenang, merenung,
sama sekali tidak memberikan reaksi terhadap gerak-gerik dan
adegan yang ada disekelilingnya.

Akhirnya suasana kacau itu pun berhenti, laut dan langit
tenang
Salah seorang bertanya kepadanya, “Apakah Tuan tidak
menyadari bahwa pada waktu angin topan itu tak ada yang
lebih kokoh daripada selembar papan, yang bisa memisahkan
kita dari maut?”

“Oh, tentu,” jawab sang bijak itu. “Saya tahu, di laut selamanya
begitu. Tetapi saya juga menyadari bahwa, kalau saya berada
di darat dan merenungkannya, dalam peristiwa sehari-hari
biasa, pemisah antara kita dan maut itu lebih rapuh dan lebih tipis lagi….”

Baca Juga : 

P.Umum

Apakah anda berani

Apakah anda berani

Apakah anda berani

Apakah anda berani
Apakah anda berani

Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, …
meskipun dia belum berpengalaman
meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu
meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya
meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama
meskipun sama sekali tidak ada jaminan
meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan
dan meskipun lebih mungkin baginya untuk gagal.

Anda tidak bisa membangun kehidupan yang luar biasa dengan keberanian yang biasa.
Keberanian adalah sebuah kualitas yang memaksimalkan.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan kebesaran dan ketinggian dari yang ingin
Anda capai. Yang selain itu, adalah pembatasan kebebasan hati.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan upaya Anda untuk mencapai yang Anda
inginkan. Yang selain itu, adalah pembatasan kesediaan bekerja.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan tanggung-jawab yang Anda pikul. Yang
selain itu, adalah pembatasan potensi.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan ukuran dan nilai dari kontribusi Anda.
Yang selain itu, adalah pengkerdilan hak untuk menerima.

Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan peran yang Anda minta dari Tuhan. Yang selain itu, adalah pengecewaan tujuan hidup Anda.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

P.Umum

PERTANYAAN PENTING

PERTANYAAN PENTING

PERTANYAAN PENTING

PERTANYAAN PENTING
PERTANYAAN PENTING

Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan – yang aku yakini – dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.
Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang – agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.
Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. “Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” katanya beberapa waktu lalu.
Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.
Tinggal pertanyaan ke-10.
“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.
“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” katanya.
Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.
“Ini serius !” lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !”
Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.
Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.
“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.
“Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !”
Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?”
Kata dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Pendidikan

Waduk Seloromo

Waduk Seloromo

Waduk Seloromo

Waduk Seloromo
Waduk Seloromo

Jika tidak percaya, wajib datang sendiri !!!

Seloromo merupakan nama sebuah waduk yang terletak di Kecamatan Gembong, berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, telah memiliki aksesibilitas yang mudah, ditandai dengan adanya jaringan jalan yang telah mampu berfungsi secara optimal.

Waduk Seloromo sangatlah mengagumkan. Ketika berada di sana, kita seakan diajak untuk memasuki dunia lain yang begitu indah, nyaman, dengan udara yang masih segar. Bahkan, semula saya tidak percaya apabila di Kabupaten Pati terdapat waduk yang memiliki pemandangan yang dapat memanjakan mata. Seakan, saya baru tersadar bahwa Pati memiliki tempat wisata yang sungguh potensial untuk digarap.

Udara yang berhembus perlahan, hangat mentari yang memancar, padang rumput yang terbentang luas disertai dengan latar belakang berupa Gunung Muria. Bagaikan sebuah lukisan hidup yang begitu angung ciptaan Sang Pencipta.

Baca Juga :