keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Rawan Longsor, Warga Sempur dan BPBD
Pendidikan

Rawan Longsor, Warga Sempur dan BPBD

Rawan Longsor, Warga Sempur dan BPBD

 

Rawan Longsor, Warga Sempur dan BPBD

Sebagai Kota

Sebagai kota dengan intensitas hujan yang lebat dan tidak mengenal musim, bencana tanah longsor menempati urutan pertama bencana yang kerap terjadi di Kota Bogor. Hal tersebut berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor di 2017 lalu yang mencatat ada ratusan kejadian bencana tanah longsor di berbagai wilayah Kota Bogor.

Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional

Tak ayal, di Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang tepat jatuh pada Kamis (26/04/2018) ini BPBD Kota Bogor melakukan simulasi penanggulangan bencana tanah longsor di Sempur Kaler, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Masyarakat Sempur Kaler

Simulasi dilakukan dengan begitu real karena melibatkan masyarakat Sempur Kaler, siswa, hingga relawan. BPBD Kota Bogor pun membuat sebuah kronologi simulasi dimana Kota Bogor terus diguyur hujan dari malam hingga pagi yang berakibat terjadinya longsor di Sempur Kaler.

“Di simulasi itu, tim relawan sempur melakukan monitoring wilayah ke lokasi longsor, mereka juga menghubungi rt/rw untuk mengajak warga melakukan evakuasi mandiri. Lalu kelurahan menghubungi tim rescue BPBD dan BPBD segera melakukan penyelamatan, membuat penampungan serta pengobatan bagi pengungsi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan.

Ganjar mengatakan, meski memang hanya simulasi tetapi pihaknya ingin hal ini dapat menggugah warga untuk selalu antisipasi terhadap bencana. Sebab, ini lebih kepada sebuah gerakan aksi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk sadar bencana.

“Sesuai dengan tema HKBN tahun ini Siaga bencana dimulai dari kita, keluarga dan komunitas. Jadi kami mendorong seluruh komponen masyarakat untuk bisa mengevakuasi dirinya sendiri. Sehingga bisa mengurangi resiko korban jiwa,” jelasnya.

Sementara itu

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, ada tiga komponen dalam hal kesiapsiagaan bencana, yakni pemerintah, pengusaha dan masyarakat. Mengingat terjadinya bencana tidak pernah diduga maka pada HKBN ini digagas simulasi yang bertujuan memberikan pemahaman dan edukasi penanggulangan bencana.

“Kami harap melalui simulasi ini warga menjadi lebih siaga dan simulasi ini juga dapat dilakukan secara berkala di setiap wilayah Kota Bogor,” kata Usmar.