keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
PLS Tahun Ajaran Baru Wajib Bebas Bullying
Pendidikan

PLS Tahun Ajaran Baru Wajib Bebas Bullying

PLS Tahun Ajaran Baru Wajib Bebas Bullying

PLS Tahun Ajaran Baru Wajib Bebas Bullying
PLS Tahun Ajaran Baru Wajib Bebas Bullying

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan seluruh sekolah untuk tidak melibatkan senior

atau kakak kelas dalam Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) tahun ajaran baru. Jika terpaksa melibatkan mereka, haruslah senior yang berkelakuan baik dan antikekerasan serta bullying.

Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh menegaskan bagi sekolah yang melaksanakan orientasi peserta didik baru agar mengoptimalkan orientasi peserta didik baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah, pengenalan guru dan teman-teman sekolah. Dia menyarankan agar pihak sekolah menyampaikan pemberitahuan dan kesepakatan tentang aturan tata tertib sekolah, pengenalan model pembelajaran, sumber belajar dan pemanfaatannya.

“Lalu juga pastikan tidak ada bullying, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi,

” tegasnya kepada JawaPos.com, Rabu (12/7).

Menurutnya seluruh kegiatan PLS berada dalam tanggung jawab sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas penyelenggaraan PLS.

Ni’am menambahkan bagi orang tua yang anaknya baru mulai masuk sekolah, khususnya SD dan SMP, penting untuk mengantar anak sekolah di masa PLS. Hal itu akam membangun hubungan emosional dengan anak, sehingga anak merasa terlindungi.

Hal penting pula, orang tua harus mulai membangun komunikasi dengan guru

, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di sekolah. Orang tua wajib mengenali lingkungan teman baru anak, termasuk orang tua dari teman anak. Sehingga anak tidak menjadi korban bully.

“Sehingga orang tua ikut berperan dalam proses pendidikan anak melalui komite sekolah. Bangun komunikasi yang erat antara lungkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tandasnya

 

Baca Juga :