keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Peran Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) dalam Belajar
Pendidikan

Peran Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) dalam Belajar

Peran Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) dalam Belajar

Peran Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) dalam Belajar
Peran Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) dalam Belajar

Kecerdasan Verbal/Linguistik

Kecerdasan linguistik antara lain ditunjukkan oleh kepekaan akan makna dan urutan kata, serta kemampuan membuat beragam pengguaan bahasa. Kemampuan alamiah yang berkenaan dalam kecapakan ini adalah percakapan spontan, dongen, humor, kelakar, membujuk orang untuk mengikuti tindakan, memberi penjelasan atau mengajar. Contoh orang yang memiliki kecerdasan ini adalah Herman Melville, penulis novel Mobby Dick, J.K Rowling penulis buku cerita Harry Potter. Sedangkan di Indonesia terdapat Gunawan Muhammad, Emha Ainun Najib, Taufik Ismail, Andrea Hirata dan lain-lain.

Dalam proses belajar kecerdasan ini sangat berperan terutama sekali dalam pelajaran bahasa. Sedangkan dalam bidang pelajaran lainnya kecerdasan ini sangat dibutuhkan dalam proses belajar seperti dalam kegiatan diskusi. Setiap siswa dalam diskusi harus mampu menyampaikan pendapatnya ataupun menjawab pertanyaan dari siswa lainnya.

Kecerdasan logis matematik

Mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah mereka yang bekerja dengan simbol-simbol abstrak dan bisa melihat koneksi antara potongan-potongan informasi yang mungkin terlewatkan oleh orang lain. Para ahli matematika, sains, programer komputer dan akuntan, adalah diantara mereka yang juga tersebut dalam wilayah-wilayah kecerdasan ini.

Peran kecerdasan ini dalam belajar terutama sekali dalam mata pelajaran hitungan seperti Matematika dan mata pelajaran sains seperti Fisika, Kimia, Akuntansi yang semuanya membutuhkan kemampuan logis matematik.

Kecerdasan Spasial

Kecerdasan spasial adalah kecerdasan yang dapat digunakan untuk mengenali objek dan pemandangan di lingkungan aslinya. Kecerdasan ini juga digunakan ketika seseorang membuat lukisan grafis atau simbol-simbol lain seperti peta, diagram, atau bentuk-bentuk geometrik. Dunia lukisan dan ukiran telah menunjukkan sensitivitas terhadap dunia visual dan spasial dengan sangat jelas seperti lukisan Affandi, Leonardo da Vinci, Michael Angelo, dan Picasso.

Dalam belajar kecerdasan spasial ini berperan dalam mempelajari bentuk-bentuk visual dan mengekspresikannya seperti dalam pelajaran menggambar dan mata pelajaran desain grafis pada komputer seperti menggunakan aplikasi corel draw, photo shop dan sebagainya.

 

Kecerdasan Musikal/Ritmis

Kecerdasan musikal adalah kecerdasan yang terkait dengan sensitivitas yang dimiliki seseorang terhadap susunan suara dan kemampuan merespon pola-pola suara ini secara emosional. Dalam proses belajar kecerdasan ini berperan jika siswa diizinkan untuk menciptakan dan menggunakan lagu, ketokan, sorak-sorai, syair dan sajak[12].

 

Kecerdasan Tubuh/Kinestetik

Kecerdasan tubuh/kinestesis memungkinkan orang untuk mengontrol dan menafsirkan aneka gerak tubuh dan membentuk harmoni pikiran dan tubuh. Contoh orang-orang yang memiliki kecerdasan tubuh yang sangat bagus adalah para atlit di arena olahragara. Seperti para pemain basket dan sepak bola yang begitu lincah memainkan bola dii lapangan.

Dalam proses belajar kecerdasan tubuh ini berperan dalam pelajaran olah raga dan pelajaran lain selama membutuhkan aktivitas fisik. Seorang individu yang kuat dalam kecerdasan tubuh/kinestetis mampu melakukan keterampilan motorik kecil dengan baik dan bisa melakukan aktivitas-aktivitas seperti menyusun, memahat, membongkar, dan mengumpulkan kembali dengan mudah[13].

 

 

Kecerdasan Intrapersonal

Merupakan kemampuan untuk mengetahui diri sendiri dan mengambil tanggungjawab atas kehidupan dan proses belajar seseorang. Para siswa dengan keterampilan interpersonal yang kuat mengenali berbagai kekuatan dan keterbatasan mereka dan menantang diri mereka sendiri supaya bisa menjadi jauh lebih baik.

Dalam belajar kecerdasan intrapersonal ini berperan bagi para siswa dalam membuat suatu orientasi pada tujuan, reflektif, dan melihat kesuksesannya sebagai hasil langsung dari perencanaan, usaha, dan ketekunannya sendiri. Aktivitas-aktivitas yang merangsang kecerdasan interpersonal ini di ruang kelas diantaranya adalah kesempatan untuk memecahkan masalah, melatih konsentrasi, menetapkan tujuan, dan menulis dalam catatan-catatan harian pribadi[14].

Sumber : http://neyramand.revolublog.com/contoh-teks-eksplanasi-a165655572