keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Penting Diperhatikan, Inilah Berbagai Permasalahan Petani Indonesia 
Pertanian

Penting Diperhatikan, Inilah Berbagai Permasalahan Petani Indonesia 

Petani ialah orang yang mengerjakan budidaya tanaman, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga dengan memanen hasilnya. Hasil panen dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun dipasarkan. Petani adalahpelaku utama dalam pembangunan pertanian Indonesia. Petani mempunyai peran urgen untuk menghasilkan produk pertanian, baik untuk kebutuhan bahan pangan maupun industri.

Petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian pasti memiliki sekian banyak  masalah. Masalah ini tidak jarang menghambat petani guna mengembangkan usahataninya. Masalah yang dihadapi petani ini pun adalahmasalah dasar yang mesti ditamatkan untuk mengerjakan pembangunan pertanian. Berikut ialah berbagai masalah petani Indonesia yang butuh diperhatikan.

Permodalan Terbatas

Permodalan tidak jarang menjadi masalah saat petani akan mengawali usahataninya. Modal menjadi masalah sebab petani tidak tidak jarang kali sukses dalam proses budidaya. Sifat hasil pertanian yang lebih tergantung ke alam menciptakan hasil panen tidak menentu. Sering terdapat tantangan seperti cuaca ekstrim dan serangan OPT. Jika petani merasakan gagal panen atau merugi pasti petani jadi tidak mempunyai modal untuk mengerjakan usahanya kembali.

Sebenarnya penyedia modal untuk petani telah ada, tetapi aksesnya masih terbatas. Lembaga penyedia modal seringkali juga jadi memberatkan petani sebab prosedurnya yang rumit dan tingginya suku bunga. Berdasarkan hasil survei Susenas tahun 2016, melulu 15% petani Indonesia yang mengakses kredit guna modal di bank. Petani lebih memilih guna kredit di lembaga nonbank sebab prosedurnya yang mudah walaupun dengan suku bunga yang lebih tinggi. Tentu ini paling merugikan petani.

Harga Produk Tidak Stabil

Sifat hasil pertanian ialah musiman, yang berarti produk itu akan mempunyai jumlah yang memadai pada masa-masa tertentu saja. Misalnya, pada musim panen padi bakal melimpahnya pasokan beras, tetapi pada musim paceklik pasokannya paling terbatas. Sifat ini pasti sangat memprovokasi harga produk pertanian yang didapatkan petani. Saat pasokan membludak harga bakal jatuh, sedangkan ketika pasokan terbatas bakal terjadi lonjakan harga.

Petani mesti cerdas dalam menjual hasil panennya. Jangan sampai semua hasil panen dipasarkan saat harga sedang turun sebab mampu merugikan petani. Salah satu strategi yang dapat dilaksanakan petani ialah penggudangan. Dengan tahapan ini pasti produk pertanian yang terdapat di pasar bisa dikendalikan dan harga pun akan terkendali.

Penguasaan Lahan Sempit

Salah satu masalah yang terus menghantui pembangunan petani Indonesia ialah sempitnya penguasaan lahan. Dengan lahan garapan sempit pasti petani pun akan mendapat pendapatan terbatas dan menciptakan tingkat kesejahteraannya di bawah. Rata-rata petani Indonesia melulu mempunyai luas lahan 0,2 hektar. Belum lagi masalah situasi tanah yang kualitas tidak optimal sebab pemakaian pupuk kimia dan pestisida.

Penguasaan lahan yang sempit mengakibatkan rendahnya kesejahteraan petani Indonesia. Petani dengan pendapatan yang kecil dan terbatas pasti akan susah untuk mengembangkan skala usahataninya. Masalah ini masih terus mengakar dan menjadi kegiatan rumah semua stakeholder berhubungan untuk membina pertanian Indonesia lebih maju.

Kelangkaan Saprodi

Masalah terakhir yang tidak jarang dihadapi petani ialah kelangkaan saprodi atau sarana buatan pertanian. Padahal saprodi disini berperan sebagai input usahatani yang dilaksanakan petani. Sulitnya menemukan input ini pasti menjadi masalah sebab mampu menghambat kelancaran usahatani. Disamping sulit, terkadang saprodi ini mempunyai harga yang tinggi dan meresahkan petani.

Salah satu penyebab kelangkaan saprodi ini ialah banyaknya kebocoran sistem distribusinya sampai-sampai menyulitkan petani guna mendapatkan input dengan gampang dan harga terjangkau. Perlu adanya regulasi yang lebih baik supaya saprodi bisa terdistribusikan dengan baik dan tepat sasaran. Pengadaan Kartu Tani ketika ini semoga dapat menanggulangi masalah penyaluran saprodi ini. Sumber : https://www.faunadanflora.com/