keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Mengenal Tentang Struktur Penulisan Algoritma
Pendidikan

Mengenal Tentang Struktur Penulisan Algoritma

Mengenal Tentang Struktur Penulisan Algoritma

Mengenal Tentang Struktur Penulisan Algoritma
Mengenal Tentang Struktur Penulisan Algoritma
Struktur dalam algoritma adalah aturan atau metode khusus penulisan berupa langkah-langkah untuk penyelesaian suatu masalah yang akan dipecahkan yang merepresentasikan proses yang terjadi di dalam program secara terkomputerisasi. beberapa metode penulisan dalam algoritma meliputi:
  • Menggunakan bahasa alami atau natural language, bahasa inggris, bahasa indonesia atau bahasa lainnya
  • Menggunakan flowchart atau bagan alir dokumen
  • Menggunakan notasi pseudocode
Sedangkan struktur algoritma terdiri dari 3 bagian yaitu sebagai berikut:
  1. Bagian Header atau kepala, awal penulisan algoritma biasanya mewakili judul algoritma yang biasanya diawali dengan kata program diikuti oleh judul program.
  2. Bagian Pendeklarasian, Disini tempatnya untuk mendeklarasikan atau menyebutkan variable-variable yang nanti akan digunakan untuk membantu proses penyelesaian (lihat lagi konsep algoritma untuk kasus menukar 2 isi gelas di atas)
  3. Bagian body atau badan algoritma, ini untuk menguraikan langkah-langkah urutan proses penyelesaian sampai masalah terpecahkan.
Contoh Penulisan algoritma :
Program cetak_kata
{program ini untuk menampilkan kata “Selamat datang” pada layar monitor}
Deklarasi
X: string {X adalah nama variable dan string adalah tipe datanya, variable dengan tipe data string  digunakan untuk menampung tulisan}
Algoritma:
X <– Selamat datang { tanda panah <– ini artinya kata selamat datang diisikan pada variable X, jadi variable X seperti wadahnya dan kata selamat datang adalah isinya}
Write(X) {perintah write(X) adalah untuk mencetak isi yang terdapat di dalam variable X}

Struktur Penulisan Algoritma dengan Bahasa Natural

Struktur penulisan algoritma bisa menggunakan bahasa natural (bahasa indonesia misalnya) sehingga algoritma lebih mudah dipahami, struktur algoritma dengan bahasa natural biasanya disajikans secara singkat jelas dan padat serta mudah dimengerti dan dapat mewakili proses yang akan dilakukan. tidak memiliki aturan baku yang penting mudah dipahami.
Contoh Struktur penulisan algoritma dengan bahasa natural:
Program Menampilkan tulisan di layar komputer
Deklarasi
Menggunakan variable X untuk menampung kata yang akan dicetak
Algoritma:
1. Variable X diisi dengan kata “Selamat datang”
2. Cetak isi dari variable X di layar komputer
3. Selesai.
Contoh di atas hanya contoh sederhana saja, uraian langkah-langkah proses penyelesaian mungkin ankan berbeda sesuai dengan kasus yang ingin dipecahkan.

Struktur Algoritma dengan Flowchart

Dulu ketika komputer baru ditemukan pemecahan masalah diselesaikan menggunakan Bentuk bangun ruang yang memiliki arti khusus, sekarang bagan ini dikenal sebagai flowchart atau bagan alir yang menunjukan bagan alir data (flowchart) secara logika.
Gaya penulisan algoritma dengan flowchart sifatnya standar dan penggunaannya sama yang saat ini banyak digunakan sebagai media berkomunikasi dan dokumentasi. pedoman ketika menggunakan metode flowchart adalah sebagai berikut:
  1. Aturan Peletakan simbol bagan alir (flowchart) sebaiknya dari atas ke bawah di mulai dari sebelah kiri halaman.
  2. Setiap simbol mewakili kegiatan yang harus ditulis dengan jelas
  3. Dimulai dengan simbol Start dan diakhiri dengan simbol END
  4. Setiap kegiatan harus memiliki input dan menghasilkan output
  5. Nama kegiatan atau proses di dalam flowchart sebaiknya menggunakan kata kerja seperti hitung, entry data dll.
  6. Setiap kegiatan di flowchart harus memiliki alur dan proses secara rinci dan jelas
  7. Kegitan yang terpotong karena keterbatasan halaman akan dipotong dengan jelas menggunakan simbol penghubung.
Jenis bagan alir flowchart adalah 5 jenis sebagai berikut:
  1. Bagan alir sistem, menjelaskan urutan setiap prosedur dalam sistem
  2. Bagan alir dokumen (document flowchart), yang menunjukan arah aliran data laporan atau formulir pada sub program atau proses
  3. Bagan alir skematik (schematic flowchart) mirip dengan bagan alir sistem, untuk menggambarkan skema aliran data pada prosedur di dalam sistem
  4. Bagan alir program (program flowchart), berguna untuk analisis sistem dengan menggambarkan proses dalam suatu prosedur program
  5. Bagan alir proses (process flowchart) bagan yang sering digunakan di dalam aliran proses pada teknik industri.

Struktur Algoritma dengan Pseudocode

Pseudo artinya tidak sebenarnya, semu atau samar.  Pseode kode adalah sebuah kode notasi yang tidak sebenarnya yang mewakili logika algoritma dan bahasa pemrograman.
Pseudo kode tidak memiliki aturan penulisan khusus, tidak seperti dalam bahasa pemrograman. pedoman penulisan algoritma dengan pseudocode adalah sebagai berikut:
1. Memiliki bagian Header yang menunjukan judul algoritma, komentar dan deklarasi
2. Memiliki bagian badan algoritma yang menunjukan inti dari proses
3. Memiliki bagian akhir proses algoritma

4. Pendeklarasian di bagian header tidak jauh berbeda penulisannya dengan algoritma

Contoh penulisan deklarasi
Deklarasi
Nama_variable : tipe data
misal:
Deklarasi X : String
5. Assignment (pernyataan/penugasan) saat memberikan sebuah nilai pada variable menggunakan format <–
contoh :
angka <– 100
Dapat diartikan 100 di masukan pada variable angka.
6. Banyak menggunakan bahasa inggris seperti misalya
IF…., Read, Write… dll
7. Komentar di tulis dalam tanda kurung kurawal {…..komentar……}
Contoh Algoritma menggunakan Pseudocode:
program hitung_jumlah_tamu
Deklarasi
bejana : integer
gelas : integer
tamu : integer
Algoritma
bejana <– 12
gelas <– 0.25
tamu <– bejana/gelas
write(tamu)