keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Kebutuhan Manusia
Pendidikan

Kebutuhan Manusia

Table of Contents

Kebutuhan Manusia

Kebutuhan merupakan suatu hal yang kudu dipenuhi dikarenakan merupakan suatu hal yang terlalu kita butuhkan dan kesibukan hidup kita dapat terganggu bila keperluan itu tidak terpenuhi, lebih-lebih bisa saja kita tidak dapat hidup bila keperluan itu tidak terpenuhi. Perlu di ketahui bahwa keperluan berlainan bersama dengan keinginan. Keinginan tidak kudu dimiliki. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “keinginan merupakan suatu hal yang kita idamkan miliki, namun bila kita tidak sukses mendapatkannya, kelangsungan hidup sebagai manusia tidak dapat terancam”.

A. Pengertian Kebutuhan Manusia
Kebutuhan manusia atau Human needs adalah suatu rasa yang timbul secara alami berasal dari di dalam diri manusia untuk mencukupi segala suatu hal yang dibutuhkan di dalam kehidupannya. Munculnya kebutuhan-kebutuhan itu kemudian mendorong tumbuhnya permintaan manusia atau Human wants untuk memperoleh segala suatu hal yang dibutuhkan sebagai pemuas keperluan hidup.

B. Macam-macam Kebutuhan Manusia
1.Kebutuhan menurut intensitasnya
Kebutuhan Primer: keperluan yang kudu dipenuhi oleh manusia yang idamkan hidup yang layak. Kata primer sendiri berasal berasal dari bhs Latin “primus” yang bermakna pertama. Jadi keperluan primer adalah keperluan yang pertama atau yang utama, dan yang terhitung keperluan primer di antara lain; minuman, makanan, rumah, pakaian, kesehatan, serta pendidikan.
Kebutuhan Sekunder: Sekunder berasal berasal dari bhs Latin “secundus” yang bermakna kedua. Kebutuhan ini timbul setelah keperluan primer terpenuhi. Perlu diketahui bahwa keperluan ini berlainan antara orang yang satu bersama dengan orang yang lain, contohnya; mobil bagi yang berpenghasilan tinggi adalah keperluan sekunder, namun untuk yang berpenghasilan rendah mobil merupakan barang mewah.
Kebutuhan Tersier: Tersier berasal berasal dari bhs Latin “tertius” yang bermakna ketiga. Tingkat pemenuhannya adalah setelah keperluan primer dan sekunder terpenuhi. Seseorang beranggap barang tertentu sebagai keperluan tersier selagi orang lain tidak. Tetapi keperluan ini lebih cenderung lebih mengarah kebarang-barang yang terlalu mewah seperti; tempat tinggal mewah, kapal persiar, berlian, grand piano, lukisan van Gogh atau Rembrandt dan lain sebagainya. Kebutuhan tersier umumnya lebih ditujukan untuk menunjukan status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat.

2.Kebutuhan menurut Waktunya
Kebutuhan sekarang: keperluan yang kudu dipenuhi saat ini terhitung dan tidak dapat ditunda. Misalnya obat untuk orang yang tengah sakit, makanan untuk orang yang tengah kelaparan dan minuman untuk orang yang tengah kehausan.
Kebutuhan masa yang dapat datang: keperluan yang pemenuhannya dijalankan dikemudian hari dan dapat ditunda dikarenakan tidak mendesak, menjadi pemenuhan keperluan ini bersifat persediaan/persiapan. Misal: menabung, belanja payung di musim panas dan lain sebagainya.

3.Kebutuhan menurut Sifatnya
Kebutuhan Jasmani: keperluan yang berhubungan bersama dengan jasmani/fisik, yaitu menjaga tampilan dan kesehatan. Misalnya bersama dengan melaksanakan olahraga, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, beristirahat yang memadai dan lain sebagainya.
Kebutuhan Rohani: keperluan yang bersifat rohani berhubungan bersama dengan kesegaran jiwa. Antara lain, beribadah menurut agama masing-masing, bersosialiasi, hiburan dan rekreasi, menikmati dan melaksanakan kesibukan seni serta lain sebagainya.

4.Kebutuhan menurut Subyeknya
Kebutuhan Individual: keperluan ini merupakan keperluan perseorangan/individu. Kebutuhan ini berlainan antara orang satu bersama dengan orang yang lain. Sebagai contohnya seorang sekretaris memerlukan alat tulis, komputer, handphone ataupun telephone dan sebagainya, namun tukang kayu memerlukan gergaji, paku, dan palu untuk pekerjaannya.
Kebutuhan Kolektif: keperluan bersama dengan di dalam suatu masyarakat keperluan itu dimanfaatkan untuk keperluan bersama, antara lain berupa; tempat tinggal sakit, jalan, jembatan, tempat rekreasi, dan lain sebagainya.

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia
Faktor Kondisi Alam: pebedaan situasi alam terkandung di beragam tempat atau wilayah sebabkan keperluan masyarakatnya terhitung berbeda. Kebutuhan masyarakat yang tinggal di tempat tropis nyatanya kebutuhannya berlainan bersama dengan keperluan orang yang tinggal di tempat yang memiliki beragam macam musim. Orang yang tinggal di tempat tropis lebih bahagia mengenakan busana yang tidak tebal dan terbuat berasal dari katun yang dapat menyerap keringat. Sementara bersama dengan orang yang tinggal di tempat seperti Eropa maupun Jepang mereka memerlukan busana tebal dan berbulu untuk hadapi musim dingin.
Faktor Peradaban: keperluan manusia meningkat sejalan bersama dengan meningkatnya peradaban. Pada zaman purba manusia tidak mengenal keperluan dapat komunikasi jarak jauh maupun transportasi yang cepat. Hal itu dikarenakan bagi mereka yang hidup di zaman berikut yang paling penting adalah bertahan hidup dan keperluan pada masa itu hanya berfokus pada pemenuhan keperluan makan atau minuman, tempat tinggal, dan pakaian. Untuk dapat mencukupi keperluan mereka, maka dicarilah makanan bersama dengan cara berburu dan menghimpun bahan makanan berasal dari alam serta berteduh di goa-goa. searah bersama dengan meningkatnya peradaban manusia terasa studi bagaimana cara bercocok tanam. Hal ini dikarenakan keperluan pokok manusia relatif ada tiap-tiap saat, manusia terasa mengayalkan keperluan yang lain seperti hiburan. Ilmu ilmu konsisten berkembang, manusia jadi dapat menciptaka peralatan dan teknologi yang jadi maju. Misalnya internet yang dapat menghubungkan banyak orang berasal dari beragam penjuru dunia. perkembangan peradaban ini tidak dapat berhenti, dan dapat selamanya membawa perkembangan pada keperluan hidup manusia.
Faktor Agama dan Kepercayaan: beragam macam agama dan keyakinan yang berlainan sebabkan munculnya perbedaan kebutuhan. Misalnya; orang beragama hindu tidak dapat makan daging sapi, dikarenakan mereka beranggap sapi itu binatang suci. Sementara kaum muslim tidak dapat memakan daging babi dikarenakan dianggap haram untuk di makan. Hal ini berlainan bersama dengan kondisi-kondisi negara-negara barat di mana tidak ada larangan untuk memakan daging babi. Oleh dikarenakan itu lebih mudah untuk mendapatkan makanan yang mengandung babi di negara-negara barat dibandingkan bersama dengan masyarakat yang mayoritas muslim, makanan yang mengandung babi selamanya ada, namun diberi isyarat tertentu dan dipisahkan berasal dari daging lainnya.
Faktor Adat-istiadat: masyarakat di beragam tempat memiliki adat-istiadat dan formalitas yang berbeda. Ini menyebabkan ada pola perilaku dan formalitas yang berlainan pula supaya keluar beragam macam keperluan cocok bersama dengan formalitas masyarakat yang bersangkutan. Sebagai contohnya; keperluan dapat upacara tertentu seperti upacara perkawinan, kesenian tradisional, dan lain sebagainya. Di tempat Madura masyarakatnya memiliki formalitas “karapan sapi”. Ritual-ritual yang perihal bersama dengan agama terhitung beragam ragam/ banyak ragam di dalam beragam masyarakat. Di tempat Bali selamanya ada upacara pembakaran mayat yang disebut “ngaben”.
Faktor Pendidikan: pendidikan seseorang terhitung pengaruhi keragaman keperluan seseorang. Orang yang hanya berpendidikan rendah jarang mengayalkan hal-hal yang di luar kemampuannya atau diluar energi nalarnya, namun orang yang berpendidikan lebih tinggi cenderung untuk mencukupi keperluan ini cocok bersama dengan energi nalar yang dimiliknya dikarenakan efek berasal dari tingkat atau macam pendidikannya. Misal; di dalam keliru satu kesibukan mengisi selagi luangnya seorang lulusan perguruan tinggi lebih banyak idamkan buku-buku bacaan berasal dari pada seorang lulusan sekolah dasar.
Faktor Pekerjaan: style pekerjaan: style pekerjaan seringkali dapat pengaruhi keanekaragaman keperluan manusia. Misal tukang becak ataupun petani tidak dulu atau jarang memerlukan busana lengkap bersama dengan dasi kecuali kecuali pesta, namun para pekerja kantor lebih banyak mengenakan busana yang lebih baik. Peralatan yang digunakan masing-masing terhitung berbeda. Demikian terhitung bersama dengan keperluan tempat tinggal tangganya dapat menunjukan pola yang berbeda.
Faktor Penghasilan yang diperoleh: besarnya pendapatan seseorang dapat pengaruhi pada keanekaragaman keperluan dikarenakan besar kecilnya pendapatan dapat menjadikan stimulan bagi seseorang untuk membuat perubahan pola konsumsinya. Apabila pendapatan yang diperoleh kecil maka konsumsinya kecil atau bisa saja di bawah rata-rata. Sedangkan yang berpenghasilan besar bisa saja pola mengkonsumsi lebih besar (mereka tidak hanya mencukupi keperluan primer saja lebih-lebih bisa saja dapat mencukupi keperluan sekunder bersama dengan sempurna atau lebih kembali mereka dapat mencukupi keperluan tersier bersama dengan dapat memperoleh hal-hal yang bersifat kemewahan.
FaktorUmur: usia seseorang sudah tentu banyak pengaruhi kebutuhannya, sebagai contoh; orang dewasa memerlukan makanan lebih banyak, perlu hiburan, dan lain sebagainya; namun anak kecil makanannya relatif lebih sedikir berasal dari pada orang dewasa, seterusnya mereka terhitung memerlukan barang mainan dan lain sebagainya.
Faktor kebangsaan: segi kebangsaan terhitung pengaruhi keperluan manusia, bila orang-orang di Asia lebih banyak yang tergantung bersama dengan ada beras di bandingkan bersama dengan orang-orang di Eropa yang lebih banyak memerlukan terigu dan kentang.

Baca Juga :