keyboard_arrow_right
Pendidikan
Pendidikan

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

Beberapa model pengembangan perencanaan disajikan dalam buku ini adalah : 1). Model PSSI, 2). Model Briggs, 3). Model Kemp, 4). Medela Gerlach dan Ely, 5). Model Bela H. Banathy, dan 6) Model IDI. Secara terinci uaraian dari masing-masing hal tersebut adalah seperti yang terurai dibawah ini.

  1. Model Pengembangan Instruksional PPSI

            PSSI merupakan singkatan dari prosedur pengembangan Sistem intruksional. Istilah “sistem intruksional” mengandung pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan system system dimana pengerjaan adalah komponen yang saling berhubungan bekerjasama satu sama lainsecara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

            Model pengembangan intruksional PPSI ini memiliki 5 langkah pokok, yaitu:

  1. Merumuskan Tujuan Intruksional Khusus

           Dalam merumuskan TIK ini ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Mengubah istilah yang operasional
  2. Berbentuk hasil belajar
  3. Berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur
  4. Dalam satu TIK hanya memuat satu perubahan tingkah laku

            Selain itu dengan mengutip pendapat dari Marger, TIK hendaknya mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Berorientasi kepada peserta didik
  2. Pernyataan tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik (performance)
  3. Dalam kondisi yang bagaimana peserta diharapkan melakukan tingkah tersebut (condition)
  4. Kriteria dari kemampuan dan keterampilan yang dikehendaki (Kriterion)
  5. Mengembangkan Alat Evaluasi

            Kegiatan yang dilakukan pada tahap pengembangan alat evaluasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan jenis tes yang akan digunakan untuk mengukur tercapainya tindak TIK

      Jenis tes ini dapat dibedakan menjadi : a). tes tertulis, bo. tes lisan, c) tes perbuatan

  1. Menyusun butir tes (item soal) untuk eniali masing-masing TIK

      Bentuk item soal ini berupa : a). essay, b). objektive dalam bentuk pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, isian, dan jawaban singkat.

  1. Menetapkan Kegiatan Belajar dan Materi Pelajaran

            Kegiatan yang harus dilakukan pada tahap menetapkan kegiatan belajar dan materi pelajaran ini adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar unsur mencapai TIK
  2. Menetapkan kegiatan belajar yang tidak perlu ditempuh
  3. Menetapkan kegiatan belajar yang akan ditempuh
  4. Menciptakan materi pelajaran
  5. Tahap 4: Merencanakan Program Kegiatan

Dalam tahap keempat ini, kegiatan yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan strategi belajar mengajar, termasuk metode yang digunakan
  2. Memilih alat pelajaran dan sumber bahan atau media yang akan digunakan
  3. Menyusun jadwal penyajian
  4. Tahap 5: Melaksanakan Program

Dalam melaksanakan program ini  kegiatan yang perlu ditempuh adalah:

  1. Menyelenggarakan pre tes

      Pre-tes ini untuk menjajagi seberapa jauh kemampuan yang telah dikuasai peserta didik berkaitan dengan TIK yang diajukan, dalam rangka untuk memberi keputusan TIK yang harus dicapai

  1. Menyajikan materi pelajaran itu guru harus konsisten dengan TIK maupun model satuan peljaran baik mengenal materi, metode, alat, dan sumber, serta evaluasi.
  2. Menyelenggarakan pos tes

      Pos tes ini untuk menilai tingkat kemampuan peserta didik mengikuti pelajaran

  1. Melakukan revisi (perbaikan)

      Revisi ini untuk menyempurnakan proses dan hasil pengajaran. Revisi ini mencakup segala komponen system yang terlibat dalam pengajaran dari tahap 1 sampai dengan tahap 5.

  1. Model J.E Kemp

            Menurut Kemp (1977) pengembangan instruksional atau desain intruksional itu terdiri dari 8 langkah, yaitu:

  1. Menentukan Tujuan Intruksional Umum (TIU)

TIU merupakan tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing pokok bahasan

  1. Menganalisis karakterisasi peserta didik

Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui latar belakang pendidikan sosial, budaya peserta didik, serta untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil

  1. Menentukan TIK

TIK ini bagi peserta didik antara lain berguna untuk mengetahui apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan kriterian keberhasilannya. Bagi guru TIK ini membantu dalam menentukan materi dan evaluasi pelajaran

  1. Menetukan materi pelajaran

Dalam menetukan pelajaran ini harus disesuaikan dengan TIK

  1. Menetapkan penjagaan awal
  2. Menentukan strategi belajar mengajar

Dalam memilih strategi belajar mengajar harus sesuai TIK selain itu juga harus memperhatikan faktor. a). efesien, b). efektivitas, c). ekonomi, d). peserta

  1. Mengkoordinasi sarana penunjang, yang meliputi tenaga fasilitas alat, waktu dan tenaga
  2. Mengadakan evaluasi

Evaluasi ini digunakan untuk mengontrol dan mengkaji keberhasilan dan program secara sistem

  1. Model Briggs

            Model pengembangan intruksional Briggs ini bersandarkan pada prinsip keselaransan antara a). tujuan yang akan dicapai, b), strategiuntuk mencapainya, dan c) evaluasi keberhasilan, yang dalam sehari-hari dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan  a). mau kemana ?, b) dengan apa? dan c) bilamana sampai tujuan?

            Prinsip dasar pengembangan yang dipakai, urutan langkah kegiatan pengembangan intruksional, menurut Briggs, adalh sebagai berikut:

Mau kemana meliputi:

  1. Identifikasi masalah/tujuan
  2. Rumusan tujuan dalam perilaku belajar
  3. Penyusunan materi/silabus
  4. Analisis tujuan dengan apa?
  5. Analisis tujuan
  6. Jenjang belajar dan strategi intruksional
  7. Rancangan intruksional (guru)
  8. Strategi intruksional (tim pengembangan intruksional)

Bilamana sampai tujuan? Meliputi

  1. Penyusunan tes
  2. Evaluasi formatif
  3. Evaluasi sumatif

            Berdasarkan pendapat Briggs tersebut, secara keseluruhan model pengembangan intruksional terdiri dari langkah-langkah, sebagai berikut:

  1. Identifikasi kebutuhan/penentuan tujuan
  2. Penyusunan garis besar kurikulum/rincian kebutuhan intruksional yang telah dituangkan dalam tujuan-tujuan
  3. Perumusan tujuan
  4. Analisis tugas/tujuan
  5. Proses informasi: untuk menentukan tata urutan pemikiran yang logis
  6. Klasifikasi belajar: untuk mengidentifikasi kondisi belajar yang diperlukan
  7. Tugas belajar: untuk menentukan persyaratan belajar dan kegiatan belajar mengajar yang sesuai
  8. Penyiapan evaluasi hasil belajar
  9. Menentukan jenjang besar
  10. Penentuan kegiatan belajar
  11. Pemantauan belajar
  12. Evaluasi formatif
  13. Evaluasi sumatif
  1. Model Gerlach dan Ely

      Langkah-langkah dalam pengembangan instruksional terdiri dari:

  1. Merumuskan tujuan instruksional
  2. Menentukan isi materi pelajaran
  3. Menentukan kemampuan awal peserta didik
  4. Menentukan teknik dan strategi
  5. Pengelompokan belajar
  6. Menentukan pembagian waktu
  7. Menentukan ruang
  8. Memilih media intstruksional yang sesuai
  9. Mengevaluasi hasil belajar
  10. Menganalisis umpan balik
  1. Model Bela H. Banathy

            Menurut Banathy (1972) secara garis besar pengembangan instruksional meliputi enam langkah pokok, yaitu:

  1. Merumuskan tujuan
  2. Mengembangkan tes
  3. Menganalisis kegiatan belajar
  4. Mendesain sistem instruksional
  5. Melaksana kegiatan dan mengetes hasil
  6. Mengadakna perbaikan

Sumber: https://sel.co.id/

Pendidikan

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas Kerja Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

  1. Obyektif dan Resmi

Semua informasi atau pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat harus merupakan suara resmi dari instansi atau lembaga yang bersangkutan.

  1. Organisasi yang tertib dan berdisiplin

Hubungan sekolah dengan masyarakat hanya akan berfungsi bilamana tugas-tugas organisasi atau lembaga berjalan secara lancar dan efektif serta memiliki hubungan kerja ke dalam dan ke luar organisasi yang efektif pula.

  1. Informasi harus bersikap mendorong timbulnya keinginan untuk ikut berpartisipasi atau ikut memberikan dukungan secara wajar dari masyarakat.
  2. Kontinuitas informasi

Hubungan sekolah dengan masyarakat harus berusaha agar masyarakat memperoleh informasi secara kontinu sesuai dengan kebutuhan.

  1. Respon yang timbul di kalangan masyarakat umpan balik dari informasi yang disampaikan harus mendapat perhatian sepenuhnya.

Jenis Kegiatan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

  1. Kegiatan Eksternal

Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan masyarakat di luar sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal ini yakni:

  1. Indirect act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyar\akat melalui perantara media tertentu seperti misalnya: informasi lewat televisi, penyebaran informasi lewat radio, penyebaran informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha independen dalam penerbitan majalah atau buletin sekolah.
  2. Direct act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka, misalnya: rapat bersama dengan komitte sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, melayani kunjungan tamu dan sebagainya.

2 Kegiatan Internal

 Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga sekolah yang bersangkutan yaitu para pendidik, karyawan, dan peserta didik. Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yakni:

  1. Indirect act adalah kegiatan internal melalui penyampaian informasi melalui surat edaran; penggunaan papn pengumuman di sekolah; penyelenggaraan majalah dinding; menerbitkan buletin sekolah untuk dibagikan pada warga sekolah; pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui mass media; dan kegiatan pentas seni.
  2. Direct act adalah kegiatan internal yang dapat berupa: rapat dewan guru; upacara sekolah; karyawisata/rekreasi bersama; dan penjelasan pada berbagai kesempatan.

Faktor Pendukung Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat bisa berjalan baik apabila di dukung oleh beberapa faktor yakni:

  1. Adanya proram dan perencanaan yang sistematis.
  2. Tersedia basis dokumentasi yang lengkap.
  3. Tersedia tenaga ahli, terampil dan alat sarana serta dana yang memadai.
  4. Kondisi organisasi sekolah yang memungkinkan untuk meningkatkan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.

Fungsi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Fungsi pokok hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menarik simpati masyarakat umumnya serta publik khususnya, sehingga dapat meningkatkan relasi serta animo pada sekolah tersebut. Hal ini akan membantu sekolah mensukseskan program-programnya. Sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat diantarnya sebagai berikut :

  1. Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua.
  2. Memelihara hubungan baik dengan komitte sekolah.
  3. Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan organisasi nasional.
  4. Memberi pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam tehnik komunikasi (majalah, surat kabar dan mendatangkan sumber).

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Pendidikan

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

 

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Bencana Banten dan Lampung

Tsunami telah menerjang Kabupaten Pandeglang Banten, Serang, dan Lampung Selatan pada Sabtu, 22 Desember 2018. Bencana tersebut terjadi di pantai sekitar Selat Sunda setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi tsunami disebabkan oleh longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang tinggi akibat bulan purnama.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Adapun data yang tercatat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencapai 426 orang meninggal dunia. Selain itu, korban yang mengalami luka-luka akibat sebanyak 7.202 orang dan 23 orang dinyatakan masih hilang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk turut serta dalam menolong korban bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung. Hal tersebut disampaikan dalam apel pagi di Halaman Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Senin 31 Desember 2018.

“Ini merupakan musibah kemanusiaan dan bencana alam yang dialami saudara-saudara kita sendiri. Kita doakan semoga korban dapat diampuni segala dosanya, menjadi manusia yang mulia, dan dimasukan ke dalam surga. Yang mengalami luka-luka segera dipulihkan dan keluarga yang hilang dapat ditemukan, sehingga kembali kepada keluarganya,” ujar Kadisdik Jabar.

Kadisdik Jabar

Kadisdik Jabar juga mengatakan musibah tersebut dapat menjadi pelajaran dan diambil hikmahnya, bahwa musibah dapat menimpa kepada siapapun. Selain itu, terdapat kekuasaan-kekuasaan dan ketentuan Tuhan yang dapat terlihat.

“Kali ini kita akan agendakan untuk meninjau langsung keadaan korban ke sana. Tentunya kita perlu menggalang dana sebagai bagian dari solidaritas peduli terhadap sesama. Kita perlu turut prihatin, mereka adalah saudara dekat kita,” ujar Kadisdik Jabar.

 

Artikel Terkait:

Pendidikan

Resolusi Siswa Jawa Barat, dari Lulus Ujian Nasional sampai Jadi Wirausahawan

Resolusi Siswa Jawa Barat, dari Lulus Ujian Nasional sampai Jadi Wirausahawan

Resolusi Siswa Jawa Barat, dari Lulus Ujian Nasional sampai Jadi Wirausahawan

 

Resolusi Siswa Jawa Barat, dari Lulus Ujian Nasional sampai Jadi Wirausahawan

Resolusi Siswa Jawa Barat

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap menginjak awal tahun, masyarakat menancapkan resolusi yang akan dicapai di tahun yang baru tersebut. Tak terkecuali para siswa di Jawa Barat. Beberapa diantaranya memiliki resolusi dari mulai keinginan untuk mampu lulus ujian nasional dengan hasil maksimal, dapat merengkuh prestasi di bidang ekstrakulikuler sampai merintis menjadi wirausahawan.

Siswa SMKN 6 Bandung

Rudiman mengatakan resolusinya di tahun ini ingin menjadi lebih baik di segala bidang. Dia mengatakan, target jangka pendek yang ingin ia capai adalah lulus ujian nasional dengan hasil memuaskan agar mampu menembus universitas yang ia impikan.

“Selain itu, saya juga ingin mengoptimalkan waktu sebagai remaja untuk berkarya dengan belajar sesuatu yang baru, seperti bahasa asing, editing video, bikin lagu, belajar lebih sering, membaca lebih banyak buku dan mengembangkan bakat,” tutur siswa pemenang juara 1 Lomba Puisi Tingkat SMK Se Kota Bandung tersebut saat dihubungi via daring, 2 Januari 2018.

Hal senada pun diucapkan oleh Siswa SMKN 3 Baleendah, Fitria. Dia mengatakan ingin memenuhi target lulus ujian nasional dan uji kompetensi dengan hasil memuaskan dan mampu melanjutkan pendidikan di Universitas Pendidikan Jawa Barat.

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional

Siswa yang meraih medali emas dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga Karate tersebut pun berusaha agar mampu berpartisipasi dalam Kejuaran Karate yang diadakan oleh Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) dan mewakili Kabupatennya dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA).

Selain itu, siswa jurusan akutansi juga mengatakan sedang menggeluti dunia wirausaha di bidang olahraga. “Baru mulai usaha pas tengah Desember kemarin dan barang yang di jual masih di ruang lingkup Karate juga,” tutur Fitria.

Resolusi berbeda diucapkan oleh Siswa SMAN 2 Klari

Kabupaten Karawang, Nisa Alvisyahrin. Nisa mengatakan resolusinya di 2019 adalah memperbanyak membaca buku. Siswa kelas X tersebut pun mengutarakan keinginannya agar sekolah lebih memperbanyak koleksi buku di perpusatakaan. “Biar bisa baca lebih banyak buku, dan koleksi di perpustakaan ditambah, enggak hanya buku pelajaran aja,” tutur siswa yang aktif di ekstrakulikuler Paskibra tersebut.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Pendidikan

Paragraf Induktif dan Deduktif

Paragraf Induktif dan Deduktif

Paragraf Induktif dan Deduktif

Paragraf Induktif dan Deduktif
Paragraf Induktif dan Deduktif

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :

Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
Kesimpulan terdapat di akhir paragraf

Jenis Paragraf Induktif :

Generalisasi
Analogi
Klasifikasi
Perbandingan
Sebab akibat

Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti ‘membawa ke; mengantarkan’; inducere, induxi, inductum berarti ‘membawa ke; memasukkan ke dalam’. Lebih lanjut istilah induksi dijelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentukan hukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan.

Paragraft Deduktif

Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf. Jadi, paragraf ini dikembangkan dari materi yang cakupannya umum, kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat yang memiliki cakupan khusus.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Pendidikan

Sudah Diterima Magang? Mari Lakukan Tips Berikut

Sudah Diterima Magang? Mari Lakukan Tips Berikut

Rekan Kerja, apakah Anda baru saja di terima magang di suatu perusahaan? Selamat ya jikalau begitu! Walaupun demikian, perjuangan Anda tetap belum selesai. Masih ada beberapa perihal yang perlu Anda lakukan agar sanggup pakai kesempatan magang tersebut bersama dengan baik.

Melalui aplikasi ruangkerja, Iman Usman selaku Co-Founder dan Chief of Product & Partnership Ruangguru memberi tambahan beberapa tips agar Anda sanggup memaksimalkan kesempatan magang tersebut. Berikut adalah 7 tips yang sanggup Anda ikuti untuk sanggup memaksimalkan kesempatan magang:

1. Informasikan obyek pembelajaran Anda saat hari pertama

Rekan Kerja, tentunya Anda miliki obyek pembelajaran (goal objective) didalam ikuti program magang. Saat hari pertama bekerja, Anda sanggup mendiskusikan perihal tersebut bersama dengan pihak yang mengenai seperti HR atau supervisor. Anda sanggup bertanya beragam kesempatan pekerjaan yang sanggup menolong pencapaian obyek Anda tersebut. Hal ini bakal menolong Anda raih obyek yang udah direncanakan.

2. Belajar sebanyak-banyaknya

Kunci keberhasilan magang Anda adalah diri Anda sendiri. Oleh sebab itu, Anda perlu sanggup mempelajari perihal sebanyak-banyaknya agar mendapatkan fungsi berasal dari magang tersebut. Ketika Anda dihadapkan bersama dengan porsi pekerjaan yang sedikit, Anda perlu pro aktif bertanya pekerjaan lain yang sanggup Anda bantu. Jangan menyerah bersama dengan kenyataan seperti bersama dengan bersikap pasif, menerima situasi tersebut bersama dengan enjoy dan tenang.

3. Lakukan semua tugas bersama dengan baik

Anda perlu sanggup lakukan pekerjaan yang diberikan bersama dengan baik. Jangan menghendaki Anda sanggup mengelola pekerjaan besar jikalau Anda belum sanggup mengelola pekerjaan kecil. Ukuran pekerjaan itu bukan ditentukan berasal dari seberapa besar maupun kecilnya pekerjaan tersebut, melainkan seberapa baik Anda menggerakkan pekerjaan tersebut.

4. Jadilah orang yang sanggup diandalkan

Never drop the ball! Pernah dengar idiom tersebut? Artinya, jangan dulu gagal saat diberikan tanggung jawab. Nah, begitu juga bersama dengan pekerjaan yang diberikan saat Anda magang. Ketika Anda diberikan sebuah pekerjaan, jadilah teristimewa yang sanggup diandalkan. Sama seperti bola, jangan biarkan Anda melepas pekerjaan tersebut sampai akhir.

Saat orang lain memberi tambahan banyak pekerjaan maka itu mirip maknanya bersama dengan compliment yang diberikan kepada Anda sebab artinya Anda udah dipercaya. Lain halnya jikalau Anda diberikan pekerjaan yang sedikit sebab artinya Anda perlu intropeksi diri dan bertanya apakah ada kekeliruan yang Anda lakukan.

5. Berikan kejutan terhadap perusahaan tempat magang

Kejutan di sini bukan artinya Anda perlu memberi tambahan kado kepada atasan Anda. Melainkan, Anda sanggup memberi tambahan wujud kejutan bersama dengan sikap maupun perilaku unexpected Anda seperti bersama dengan datang lebih awal, tiba di ruangan meeting lebih awal sebelum akan meeting dimulai, selesaikan notulensi secara cepat, dan memperlihatkan jikalau Anda sanggup diandalkan.

6. Sampaikan analisis Anda

Walaupun hanya berstatus sebagai pegawai magang, Anda perlu selalu berani memberikan pendapat Anda. Ingat, ada alasan Anda berada di perusahaan tersebut. Anda sanggup berkontribusi bersama dengan membekali diri Anda bersama dengan beragam materi yang sesuai, be resourceful, dan melacak beragam ide. Jangan dulu was-was untuk bertanya!

7. Bertanggung jawab terhadap kesalahan

Jika Anda sebabkan kesalahan, jangan lari berasal dari kekeliruan tersebut. Coba akui kekeliruan Anda dan tanyakan feedback yang konstruktif berasal dari atasan Anda. Tanyakan apa yang seharusnya Anda lakukan dan tidak boleh Anda lakukan. Jadikan kekeliruan ini sebagai pelajaran agar Anda tidak mengulanginya dan sanggup lakukan perihal yang lebih baik lagi.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

Pendidikan

Cara Menciptakan Halo Effect yang Baik

Cara Menciptakan Halo Effect yang Baik

Pernahkah Rekan Kerja mendengar arti Halo Effect (HE)? Mungkin Anda sanggup saja sudah sadar bentuk penerapannya sehari-hari, namun Anda belum sadar itulah yang disebut Halo Effect. HE merupakan formalitas yang sanggup ditemukan didalam keseharian, jadi kala Anda bergaul kala kuliah , kala Anda jalankan sebuah wawancara didalam perusahaan, apalagi sampai pemasaran product suatu perusahaan.

Namun sebenarnya, apa definisi Halo Effect? HE adalah keliru satu tipe bias kognitif di mana suatu penilaian total cii-ciri individu pada individu lainnya ditentukan oleh impresi maupun penilaian kecil individu selanjutnya pada orang lain. Dalam arti lain, Anda akan cenderung menggeneralisasi penilaian Anda pada orang lain hanya sebab penilaian kecil yang Anda miliki. Contoh mudahnya, disaat Anda berasumsi seseorang nampak baik, maka Anda termasuk akan berasumsi orang selanjutnya pandai dan punyai bermacam cii-ciri positif lainnya.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Halo Effect termasuk sanggup terjadi disaat Anda jalankan wawancara kala melamar pekerjaan. Misalnya, disaat Anda nampak atraktif bagi sang pewawancara, Anda akan dinilai sebagai sosok individu yang sanggup diandalkan, cakap didalam bekerja, dan potensial. Efek ini termasuk akan terjadi kala bos Anda jalankan performance appraisal pada semua karyawannya. Ketika Anda sudah nampak baik “dari awal” maka apa pun kekeliruan yang Anda jalankan kala bekerja akan ditoleransi oleh pimpinan Anda.

Halo Effect yang negatif akan merugikan dan memengaruhi penilaian individual pada orang lain. Anda akan miliki kebiasaan berpikir secara subjektif tanpa mempertimbangkan kualitas orang selanjutnya secara objektif. Namun, bagaimana pun juga, bias ini tidak sanggup dihindari. Oleh sebab itu, Anda harus sanggup “menyiasati” supaya orang lain sanggup punyai Halo Effect yang positif mengenai Anda.

Berikut adalah 5 tips yang sanggup Anda jalankan supaya Anda punyai kesan Halo Effect yang baik di mata orang lain, yaitu:

1. Berhati-hati didalam berbicara

“Mulutmu harimaumu”. Ingat bersama peribahasa ini? Artinya, jika Anda tidak berhati-hati kala berkata maupun mengfungsikan wordings yang salah, Anda akan merasakan kerugiannya sendiri. Jangan sampai diksi yang Anda keluarkan sanggup menciptakan kesan yang negatif bagi orang lain yang sebetulnya termasuk tidak mengartikan diri Anda secara keseluruhan.

2. Sesuaikan style berkata Anda bersama lingkungan

Selain harus berhati-hati kala berbicara, Anda harus menyesuaikan style berkata Anda bersama lingkungan Anda berada. Misalnya, disaat bersua bersama pimpinan maupun sedang rapat bersama kolega kantor kemungkinan Anda harus berbahasa formal. Akan tetapi, jika Anda merupakan seorang guru yang mengajar murid sekolah menengah, kemungkinan pemanfaatan bhs Anda harus diperhalus supaya murid-murid Anda sanggup menyayangi Anda. Intinya, Anda harus mengfungsikan kosakata yang relevan bersama latar belakang lingkungan Anda berada.

3. Jaga kebersihan dan kerapihan diri

Rekan Kerja,di lingkungan layaknya apa pun Anda berada, Anda harus menjaga kebersihan diri Anda. Menjaga kebersihan tidak harus bersama pergi ke salon tiap tiap pekannya untuk mengurus tubuh, namun Anda sanggup jalankan hal-hal sederhana layaknya menjaga bau badan maupun mulut supaya selalu harum dan merapikan rambut jikalau sudah nampak gondrong. Di mana pun, bau badan akan menjadi segi penghambat pergaulan Anda. Diri Anda akan “ter-cap” tidak cukup baik disaat seseorang sudah mencium bau tubuh Anda yang tidak cukup enak.

4. Hati-hati bersama gesture dan mimik Anda

Tahukah Anda jika gestur dan mimik Anda sanggup memberikan arti yang lebih mendalam daripada kalimat verbal yang Anda gunakan? Jadi, hati-hati kala mengfungsikan bhs tubuh sebab perihal itu memiliki kandungan makna-makna psikologis yang mendalam yang kemungkinan tidak Anda mengerti, namun sanggup sebabkan lawan berkata Anda berasumsi.

5. Jaga sarana sosial Anda

Terakhir, tidak cuman menampilkan versi paling baik diri Anda secara fisik, Anda termasuk harus sanggup “menjual” diri Anda secara virtual, yaitu lewat sarana sosial. Sekarang, sarana sosial menjadi makin lama canggih supaya tidak jarang fasilitas ini dijadikan sebagai sumber background checking seseorang baik secara formal kala melamar pekerjaan kendati kala berinteraksi secara informal bersama rekan-rekan Anda. Jangan sampai Halo Effect mengenai Anda akan menjadi negatif bersama bermacam status yang Anda posting di sarana sosial.

Itulah 5 tips yang sanggup Anda jalankan supaya diri Anda sanggup punyai kesan Halo Effect yang positif di hadapan orang lain. Ingat, Halo Effect sanggup menjadi keliru satu kunci kesuksesan, lho Rekan Kerja supaya Anda harus sanggup memberikan bisnis paling baik untuk menampilkan Halo Effect yang paling baik bagi diri Anda.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/

Pendidikan

Pilih Menabung di Bank Konvensional atau Bank Syariah?

Pilih Menabung di Bank Konvensional atau Bank Syariah?

Uang jajan yang kamu menerima sementara duduk di bangku SMP pastinya tidak sama dong dengan duwit jajan sementara kamu duduk di SMA? Nah, memang dengan naiknya duwit jajan yang kamu menerima itu, bisa aja nih kamu sisihkan buat menabung di bank. Kenapa sih penting buat menyisihkan duwit jajan untuk ditabung? Pentingnya itu kalau pas kamu kembali ingin membeli sesuatu, kamu nggak kudu minta duwit kembali ke orang tua kamu. Selain meringankan beban orang tua, kamu termasuk bisa menyebabkan mereka bangga loh.

Lalu, saat ini timbul nih, nabung itu enakan di bank atau di celengan? Kalau berkenan aman sih di bank ya Squad. Di bank itu banyak fitur yang bisa kita memakai lho. Mulai dari kartu ATM yang bisa kita memakai buat membeli sampai aplikasi perbankan di ponsel pandai yang pastinya banyak tawarkan kemudahan. Nah, kalau kamu sudah mengambil keputusan untuk menabung di bank, tinggal memilih deh berkenan menabung di bank konvensional atau bank syariah.

“Wah…bank termasuk banyak macam-macamnya ya?”

Cuma tidak sama komitmen kegiatannya aja kok. Fitur dan fasilitasnya nggak jauh berbeda. Supaya kamu lebih paham nih perihal perbedaan komitmen kegiatan bank konvensional dengan bank syariah, lihat artikel berikut ini ya.

1. Perbedaan Hukum yang Digunakan

Hukum yang digunakan oleh bank konvensional dan bank syariah itu nggak mirip lho Squad. Bank konvensional mempunyai proses yang berlandaskan terhadap terhadap hukum positif yang berlaku di suatu negara, dalam hal ini Indonesia ya Squad. Artinya begini Squad, pemilik dana di bank berkepentingan beroleh suku bunga tinggi. Namun, pemegang saham berkeinginan beroleh spread (selisih harga jual dan membeli saham) yang sesuai dengan suku bunga simpanan dan suku bunga pinjaman. Tapi di pihak ketiga, yaitu peminjam dana menginginkan suku bunga yang rendah tuh. Disinilah berjalan antagonisme gara-gara ketiga pihak berikut mempunyai target yang berbeda.

Kalau bank syariah mempunyai proses yang didasari terhadap syariat islam yang berlandas Al-Quran, Hadist, dan Fatwa Ulama (Majelis Ulama Indonesia). Beberapa proses transaksi terhadap bank syariah yang memakai perspektif hukum Islam di antaranya musyarakah (penyertaan modal), mudharabah (bagi hasil), murabahah (mengambil keuntungan dan tidak berbunga), ijarah (sewa-menyewa), ijarah wa iqtina (sewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari bank ke pihak lain).

2. Perbedaan Investasi

Kalau kamu nanti menjadi entrepreneur tempat tinggal makan namun menu yang dihidangkan mempunyai kandungan hal yang dilarang dalam syariat Islam seperti olahan daging babi, alkohol, dan lain-lain, kamu dipastikan tidak bisa mengajukan utang ke bank syariah. Ini gara-gara bank syariah hanya memperkenankan dana yang dipinjam untuk usaha yang halal dan baik. Lain halnya kalau kamu mengajukan ke bank konvensional. Usaha yang tidak halal namun mempunyai nilai positif (dalam hal ini mempunyai faedah untuk penduduk di Indonesia), selamanya diterima dalam pengajuan pinjaman. Yaaa…tentunya dengan syarat dan ketentuan di bank tersebut.

3. Perbedaan Orientasi dan Pembagian Keuntungan

Orientasi terhadap bank konvensional selamanya menekankan keuntungan. Mau nggak berkenan kudu untungkan deh pokoknya, pantang mengenal kata rugi. Berbeda dengan proses bank syariah nih Squad. Orientasinya tidak cuman keuntungan termasuk mencermati kemakmuran dan kebahagiaan hidup dunia dan akhirat atas kerjasamanya.

Seteleh paham orientasinya, bagaimana dengan jatah keuntungan? Kalau bank konvensional itu menerapkan proses bunga yang selamanya (fixed) kepada nasabah yang meminjam uang. Artinya, bank konvensional selamanya menganggap bahwa usaha yang dilaksanakan oleh nasabah dapat selamanya untung. Bank nggak berkenan paham nih kerugian usaha kamu, yang paham di mata bank usaha kamu kudu selamanya untungkan terus.

Jika terhadap bank syariah, mereka selamanya mencermati mungkin untungkan atau rugi usaha yang dibiayainya tersebut. Jika dirasa tidak menguntungkan, bank syariah dapat menampik pengajuan utang yang nasabahnya. Dalam bank syariah, proses jatah keuntungan ini disebut dengan bagi hasil.

4. Perbedaan Pengawasan

Siapa yang mengawasi kegiatan perbankan di Indonesia? Bank Indonesia? Hmmm…lebih tepatnya sih OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Nah, kalau bank konvensional itu yang mengawasi hanya OJK dan hukum positif. Hmmm….pengen paham apa sih hukum positif itu?

Baca Juga :

Pendidikan

7 Cara Mendidik Anak Agar Disiplin dan Patuh Sejak Kecil

7 Cara Mendidik Anak Agar Disiplin dan Patuh Sejak Kecil – Mendidik anak semenjak balita ialah tugas orangtua yang sangat sulit. Pasalnya, umur balita adalah masa di mana si kecil masih hendak bebas mengerjakan hal sesukanya. Cara yang ditempuh masing-masing orangtua juga berbeda-beda. Ada yang lebih sabar, namun ada pula yang ingin marah-marah atau bahkan melibatkan kekerasan laksana menjewer, memukul, atau membentak.

Salah-salah pilih teknik mendisiplinkan anak yang keliru malah dapat membuat anak semakin menentang dan kabur dari tanggung jawab. Daripada gunakan kekerasan yang membuang-buang energi, lebih baik pakai teknik yang lebih halus, tapi konsentrasi dan ampuh mendisiplinkan anak. Bagaimana caranya?

Tips mendidik anak balita supaya tumbuh disiplin sampai dewasa

1. Konsisten
Dilansir dari WebMD, Claire Lerner, seorang spesialis pertumbuhan anak, mengaku bahwa semenjak usia 2 hingga 3 tahun anak-anak bekerja keras untuk mengetahui bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Lerner menuliskan bahwa pola asuh yang diterapkan secara teratur dan konsisten dapat menciptakan anak merasa lebih aman dan terlindungi. Anak menjadi tahu apa yang diinginkan oleh orangtuanya sampai-sampai dapat bersikap lebih tenang saat diserahkan perintah.

Ambil contoh, ketika Anda menuliskan “jangan memukul” ketika kesatu kali si kecil memukul rekan sebayanya, barangkali keesokan harinya si kecil dapat tetap memukul. Jika kita kembali menuliskan “jangan memukul” ketika hal ini terulang guna yang kedua, ketiga, atau keempat kalinya, anak bakal lebih mengetahui dan bersikap tenang guna tidak memukul. Akan namun ingat, pakai nada yang lebih tenang supaya anak tidak merasa dalam bahaya dan malah membangkang.

Sementara andai Anda tak konsisten, maka si kecil bakal merasa bingung. Contohnya, saat suatu hari kita tidak membolehkan si kecil bermain bola di dalam lokasi tinggal tapi keesokan harinya Anda malah membiarkannya. Hal ini akan menciptakan sinyal ajakan dan larangan di benak anak bercampur sampai-sampai anak tak tahu mana yang boleh dan tidak boleh. Maka tidak heran bila anak lambat laun menjadi tidak disiplin.

Lakukan berkali-kali, sampai si kecil memahami dengan perintah yang kita berikan. Si kecil bakal menyerap perintah dan belajar mengerjakan hal yang sama sesudah empat atau lima kali kejadian berulang.

2. Kenali pemicu tantrum pada anak
Tantrum ialah kejadian yang lumrah terjadi pada masing-masing anak. Maka itu, masing-masing orangtua mesti tahu betul apa yang menciptakan anaknya tantrum dan rewel. Kebanyakan anak, memang bakal mempunyai emosi yang meledak-ledak ketika merasa lapar atau mengantuk. Nah, baiknya hindari waktu-waktu ini ketika Anda hendak mengajarkan disiplin pada anak.

Misalnya, bila Anda hendak mengajarkan anak guna disiplin masa-masa tidur, pastikan kita dan si kecil berada di lokasi tinggal pada jam-jam istirahat siang dan malam. Jadi, hindari membawanya ke supermarket atau lokasi lainnya ketika si kecil mengantuk atau lapar.

Di sinilah dibutuhkan kerja sama kita dan si kecil supaya proses mendidik anak berlangsung dengan lancar. Kalau anak masih tantrum, berikan mainan kesukaannya terlebih dahulu untuk merangsang suasana hatinya lebih baik. Barulah setelah tersebut Anda dapat kembali mengajaknya bermain seraya belajar bertanggung jawab dengan apa yang si kecil lakukan. Jangan lupa guna berikan pujian pada si kecil ketika dia sukses melakukan pekerjaan positif versi dirinya.

3. Ikuti pola pikir anak
Cara mendidik anak semenjak balita lainnya ialah dengan mengekor pola pikir si kecil. Memang sangat gampang untuk merasa kesal ketika si kecil menciptakan seisi lokasi tinggal berantakan. Hari ini si kecil menggambar semua dinding lokasi tinggal dengan krayon, kemudian keesokannya menyebarkan mainan tanpa membereskannya lagi. Anda pasti pusing dibuatnya.

Namun ingat, pola pikir kita tentu bertolak belakang dengan pola pikir si kecil. Mungkin untuk Anda merapikan mainan ialah hal yang gampang dan bisa cepat diselesaikan, namun belum pasti untuk si kecil.

Jadi, usahakanlah untuk mengekor pola pikir anak. Pada anak seusianya, hal-hal seperti tersebut memang menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Ingat pula bahwa kita pun mengerjakan hal yang sama ketika seusianya. Ini sebab usia balita ialah masa saat si kecil belajar dan mengenal apa yang terdapat di sekitarnya https://www.bahasainggris.co.id/

Jadi, alih-alih kesal sebab si kecil tidak mau diajak untuk merapikan mainnanya. Anda dapat ikut menolong membereskan mainan itu dan memberi misal yang baik padanya. Beri tahu ia andai hal ini urgen untuk dilaksanakan dan ialah tugasnya. Dengan begitu, ia lama-kelamaan bakal terbiasa guna melakukannya. Jangan tak sempat berikan si kecil pujian andai ia sukses membereskan mainannya sendiri.

4. Ciptakan lingkungan yang sesuai
Sekarang Anda telah tahu bahwa si kecil sedang merasakan rasa penasaran yang tak terdapat habisnya dan hendak menjelajahi seluruh hal baru. Nah, untuk memulai mendidik anak, hindari sekian banyak godaan yang bisa membuyarkan fokus anak. Ya, membuat lingkungan yang kondusif dan cocok dengan suasana si kecil ialah cara mendidik anak yang tepat.

Misalnya, hindari akses TV, handphone, tablet, atau perangkat elektronik lainnya yang bisa mengganggu proses pembelajaran anak balita. Proses mendidik anak terkadang terganggu dengan tampilan video yang lebih menarik untuk si kecil daripada mainan di sekitarnya. Membaca kitab atau mainan lainnya, malah lebih dapat merangsang keterampilan motorik dan sesoriknya.

Berdasarkan keterangan dari Rex Forehand, Heinz, dan Rowena Ansbacher, profesor psikologi di University of Vermont, orangtua perlu membuat suasana yang kondusif ketika mendidik anak mereka. Bahkan saat si kecil mulai membangkang, orangtua jangan menghukum anak tetapi malah memindahkan mereka ke kegiatan lain yang dapat memindahkan perhatiannya.

5. tidak boleh ragu guna memberi ‘hukuman’ pada anak
Banyak orangtua yang tak tega andai harus menyerahkan hukuman pada anaknya. Sebenarnya, ini juga dibutuhkan untuk mengindikasikan sikap tegas dalam mendidik anak. Akan namun ingat, Anda pun harus mengukur hukuman yang diserahkan pada si kecil, tidak boleh terlalu memberatkan. Hal ini hanya dilaksanakan untuk menciptakan si kecil belajar disiplin.

Misalnya saja, ketika si kecil memukul, menggigit, atau membuang makanannya, bawa si kecil ke kamarnya atau ke ruangan yang lebih privat. Kemudian, mohon ia guna diam di ruangan itu dan memikirkan apa yang sudah ia kerjakan selama sejumlah saat. Di sini ajaklah anak guna bersikap lebih tenang dan berikan pemahaman bahwa sikap si kecil perlu dibetulkan beserta alasannya. Misalnya saja, “Adik jangan melempar makanan, ya. Nanti lantainya jadi kotor.”

Lakukan teknik ini sekitar satu hingga dua menit, paling tidak hingga Anda selesai menyerahkan pemahaman pada si kecil. Jika telah selesai, berikan tanda pada si kecil bila dia telah boleh pergi dari tempat “hukuman” dan berjanji tidak bakal mengulanginya lagi. Dengan demikian, si kecil bakal belajar bahwa tidak seluruh hal bisa dia kerjakan begitu saja, terlebih bila tersebut merugikan orang lain. Si kecil pasti akan merasa tidak hendak kembali ke sudut ruangan dan menjalani hukuman lagi.

6. Tetap bersikap tenang
Hindari membentak atau memarahi si kecil ketika dia tidak inginkan disiplin. Pasalnya, urusan ini melulu akan menciptakan pesan positif yang kita utarakan hilang begitu saja di pikiran si kecil. Ketika si kecil menciduk aura negatif dari amarah orangtua, dia melulu akan melihat format emosinya dan tidak bakal mendengar apa yang kita katakan.

Usahakan guna tetap bersikap tenang di depan si kecil. Tarik napas dalam-dalam, hitung hingga tiga, dan tatap mata kita dalam-dalam. Menegur dan bersikap tegas bukan berarti mesti disertai dengan emosi, bukan?

7. Berpikir positif
Tenang, tidak terdapat orangtua yang sempurna. Tidak butuh membanding-bandingkan kedisiplinan anak kita dengan anak beda seusianya. Sebab masing-masing anak mempunyai masa pertumbuhan yang berbeda-beda dan tidak dapat disamakan. Lakukan saja hal-hal terbaik yang Anda dapat lakukan.

Tidak peduli seberapa stres Anda berjuang mendidik si kecil supaya disiplin, tetaplah beranggapan positif. Percayalah bahwa Anda dapat mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Mintalah pertolongan pasangan atau dokter anak guna mendapatkan saran terbaik dalam mendisiplinkan anak.

Selama kita konsisten dengan aturan yang kita buat, niscaya si kecil bakal belajar disiplin secara perlahan dengan hasil positif yang bakal mengejutkan Anda.

baca juga: 7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda

Pendidikan

7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda

7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda – Nuffic Neso Indonesia melangsungkan acara “Dutch Placement Day” (DPD), Jumat, 9 November, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, menggandeng 27 universitas penelitian dan ilmu terapan Belanda.

“DPD menjadi one stop information centre di mana pengunjung bisa berkonsultasi one on one, mengekor presentasi universitas maupun Lembaga pengelola beasiswa, seminar mencatat motivation statement, sampai mengikuti IELTS Try Out,” jelas Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari.

Lalu, apa yang menciptakan pilihan studi di Belanda menjadi paling menarik? Sofia Yang, Humas Nuffic Nesso Indonesia dalam sesi seminar “Study in Holland” menjelaskan untuk peserta DPD 2018, 7 dalil Belanda unik dilirik menjadi opsi studi.

1. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar

Saat ini, telah paling tidak terdapat lebih dari 2.100 opsi program studi di universitas Belanda telah memakai bahasa Inggris. Siswa tidak butuh khusus belajar Belanda, karena tidak sedikit bahasa pendahuluan yang digunakan ialah bahasa Inggris.

2. Destinasi studi murid internasional

Saat ini ada 112 ribu mahasiswa internasional belajar di Belanda. Ini berarti, 1 dari 10 mahasiswa yang kuliah di Belanda adalah mahasiswa internasional. Tahun ini saja minimal ada lebih dari 2.500 pelajar Indonesia menempuh studi di Belanda.

3. Universitas ruang belajar dunia

Belanda mempunyai sekitar 200 universitas yang masuk dalam pemeringkatan universitas ruang belajar dunia menurut keterangan dari QS University World Rankings. Bahkan 13 di antaranya masuk dalam https://www.sekolahan.co.id/ 50 terbaik dunia.

4. Kualitas edukasi tinggi terjamin

Berbeda dengan Indonesia, Belanda melulu menerapkan 1 sistem akreditasi tanpa pemeringkatan. Hal ini memastikan bahwa kualitas edukasi tinggi di Belanda mempunyai standar tinggi yang sama. Sebaliknya, edukasi tinggi yang tidak lulus akreditasi tidak diizinkan menerima mahasiswa untuk memastikan kualitas edukasi di sana.

5. Biaya edukasi ‘reasonable’

Biaya edukasi di Belanda dirasakan ‘paling reasonable’ bila dikomparasikan universitas beda di Eropa yang memakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Biaya edukasi S1 rata-rata menguras 6 ribu hingga 15 ribu pounsterling dan S2 berkisar 8 ribu hingga 20 ribu pounsterling.

6. Kota terbaik guna generasi milenial

Amsterdam, Belanda terpilih menjadi di antara “Best Cities fo Millenials” menurut keterangan dari Nestpick tahun 2017. Tidak melulu menjadi kota kelahiran start up besar “Uber”, kota ini juga dirasakan mempunyai ekossistem bisnis yang baik dan menyerahkan ruang untuk generasi milenial mengembangkan kreatifitas, hakikat dan kualitas hidup.

7. “Home Away from Home”

Ikatan historis Indonesia dan Belanda membuat tidak sedikit orang Indonesia di sana, baik menetap maupun memilih studi di sana. Hal ini menciptakan Belanda menjadi terasa “jauh tetapi seperti di rumah” untuk pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di Belanda.

baca juga:  4 Cara Menjaga Kesehatan Lidah Yang Baik dan Benar