keyboard_arrow_right
Pendidikan
Pendidikan

Proses Pembentukan Perpustakaan Sekolah

Proses Pembentukan Perpustakaan Sekolah

Proses Pembentukan Perpustakaan Sekolah
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 berkenaan Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah No. 19 th. 2005 berkenaan Standard Nasional Pendidikan pasal 42 yang menjelaskan bahwa sekolah harus miliki perpustakaan. Dinas Pendidikan Kabupaten atau Kota selaku lembaga yang membina sekolah, diinginkan mampu mengimbuhkan impuls dan impuls pembentukan perpustakaan sekolah.

Selanjutnya, beberapa langkah untuk membentuk perpustakaan sekolah sebagai berikut;
Menetapkan landasan hukum, bahwa kepala sekolah pilih ketentuan berkenaan penyelenggaraan perpustakaan, antara lain memuat struktur organisasi, tata cara penyelenggaraan, serta daerah dan selagi penyelenggaraan.
Menetapkan sumber kekuatan manusia, bahwa kepala sekolah menunjuk tenaga pengelola perpustakaan sekolah, yakni guru atau tenaga lain yang diberi tugas mengelola perpustakaan sekolah dan disetujui oleh kepala dinas pendidikan kabupaten atau kota. Jumlah dan spesialisasi tenaga perpustakaan diinginkan sesuai dengan fungsi-fungsi perpustakaan.
Menyediakan koleksi, bahwa kepala sekolah sediakan koleksi bahan perpustakaan yang mampu dipinjamkan minimal koleksi dasar. Setelah perpustakaan terbentuk kepala sekolah mampu mengembangkan dan melengkapi koleksi perpustakaan sebagai sumber belajar siswa, pendidik dan tenaga kependidikan.
Gedung dan perabot, yang mana kepala sekolah sediakan gedung atau ruang atau daerah tertentu untuk perpustakaan, serta perabotan perpustakaan yang penting dibutuhkan untuk penyimpanan, pengelolahan, dan pelayanan.
Menyediakan dan memprogramkan anggaran, bahwa kepala sekolah sediakan dan memprogramkan anggaran selamanya untuk penyelenggaraan perpustakaan sekolah juga di dalamnya mengembangkan bahan. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Demikianlah ulasan berkenaan “Proses Pembentukan Perpustakaan Sekolah”, yang pada kesempatan ini mampu dibahas dengan lancar dan semoga berfaedah bagi para pengunjung ataupun pembaca. Cukup sekian, menerima kasih atas kunjungan anda!

Baca Juga :

Pendidikan

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dan juga Peran Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian

Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dan juga Peran Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian

1. Keunggulan dan Keterbatasan Antarruang dalam Permintaan, Penawaran, dan Teknologi
Barang dan jasa yang diperlukan manusia lebih dari satu besar dihasilkan oleh manusia, dan cuma lebih dari satu kecil yang disediakan segera oleh alam. Oleh dikarenakan itu, manusia mesti lakukan kesibukan untuk menghasilkan barang dan jasa yang biasa disebut dengan makna produksi. Salah satu yang menjadi alasan ada interaksi antarruang adalah perbedaan potensi dan sumber kekuatan alam yang dimiliki. Sumber kekuatan alam memiliki kegunaan dan peran penting dalam kehidupan manusia. Manusia hidup dengan memanfaatkan sumber kekuatan alam yang tersedia di sekitarnya. Tanpa tersedianya beraneka macam sumber kekuatan alam di bumi ini, manusia bakal ada problem mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Sebagai negara tropis yang memiliki ribuan pulau dan lautan yang luas, Indonesia mempunyai kekayaan alam yang memadai banyak. Di daratan, suhu dan curah hujan yang tinggi terlalu mungkin penduduknya menanam beraneka macam barang pertanian dan perkebunan. Curah hujan yang tinggi terhitung menanggung tersedianya air untuk keperluan budidaya perikanan darat. Indonesia terhitung memiliki laut yang luas dan garis pantai yang benar-benar panjang. Potensi ikan di Indonesia memadai banyak. Di samping itu, ditemukan pula beraneka jenis bahan tambang di dasar laut. Di sepanjang pesisir terhitung terkandung kekayaan alam berupa terumbu karang, rumput laut, dan tentu saja keindahan alam yang bisa dikembangkan untuk keperluan pariwisata. Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia. Terumbu karang Indonesia tidak cuma luas, tetapi terhitung beraneka ragam dalam perihal sumber kekuatan hayatinya. Selain kekayaan laut, tanah, dan air, Indonesia terhitung memiliki banyak sumber kekuatan mineral dan hasil hutan, seperti;
Hutan
Minyak bumi
Batu bara
Gas alam
Emas
Nikel
Timah
Tembaga
Marmer
Gas alam
Indonesia merupakan tidak benar satu negara yang kaya bakal sumber kekuatan alam. Sumber kekuatan alam yang tersebar di Indonesia memiliki kegunaan yang besar bagi kehidupan manusia. Itu semua merupakan kelebihan yang dimiliki Indonesia, yang memicu timbulnya penawaran lebih dari satu product hasil produksi Indonesia, dan juga timbulnya permintaan negara lain atas product Indonesia. Adanya penawaran dan permintaan bakal product memicu timbulnya kesibukan perdagangan.

Persebaran sumber kekuatan alam pada satu area dengan area lain berbeda-beda. Suatu area bisa dikenal sebagai penghasil barang tambang. Akan tetapi, area lain terhitung bisa dikenal sebagai penghasil hasil hutan atau pertanian. Hal ini bisa berjalan dikarenakan perbedaan situasi geografis tiap-tiap daerah. Setiap area di Indonesia memiliki sumber kekuatan alam yang beranekaragam. Ada yang memiliki kelapa sawit, tersedia terhitung yang memiliki emas. Perbedaan potensi inilah yang bisa memicu terjadinya permintaan dan penawaran, yang menyebabkan kesibukan perdagangan.

Perbedaan potensi area ini terhitung memicu perbedaan kelebihan tiap-tiap daerah. Perbedaan potensi area bisa berjalan dikarenakan perbedaan teknologi. Setiap area memiliki kelebihan komparatif tersendiri. Sebagai contoh, Lampung produksi kopi, namun Jawa Barat produksi beras. Lampung bisa produksi kopi secara efektif dan murah. Demikian pula, Jawa Barat bisa produksi beras secara efisien. Dengan demikian, Lampung memiliki kelebihan komparatif dalam produksi kopi dan Jawa Barat memiliki kelebihan komparatif dalam produksi beras. Dalam pengetahuan ekonomi, perdagangan kedua area bakal saling menguntungkan jika bersedia bertukar kopi dan beras. Keuntungan berasal dari pertukaran sumber kekuatan inilah yang memicu terjadinya interaksi dalam dan antarruang berupa kesibukan perdagangan. Masing-masing area tidak cuma bisa mencukupi kebutuhan, tetapi terhitung mendapat keuntungan berasal dari produksi yang menjadi unggulan daerahnya. Untuk keperluan berikut diperlukan kerja mirip antardaerah mengingat ada perbedaan dan keterbatasan sumber kekuatan alam yang tersedia di tiap-tiap daerah. Diharapkan suatu area bisa menyokong area lain yang kekurangan. Hal ini terhitung bisa mempererat integrasi antardaerah di Indonesia, yang pada gilirannya menghasilkan persatuan dan kesatuan.

Aktivitas perdagangan bakal berjalan jika tersedia product yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan product mesti dikerjakan kesibukan produksi, yang merupakan tidak benar satu kesibukan ekonomi. Kegiatan ekonomi bakal berjalan jika tersedia pelaku-pelaku yang menjalankan kesibukan ekonomi.

2. Pengertian Pelaku Ekonomi
Pelaku ekonomi adalah orang/lembaga yang lakukan kesibukan ekonomi. Ada 4 (empat) pelaku ekonomi, yaitu tempat tinggal tangga keluarga/konsumen, tempat tinggal tangga perusahaan/produsen, tempat tinggal tangga pemerintah, dan tempat tinggal tangga luar negeri. Keempat pelaku berikut berperan penting dalam menjalankan perekonomian negara sesuai dengan peran masing-masing. Kelompok masyarakat yang lakukan kesibukan mengkonsumsi pada barang dan jasa untuk mencukupi kebutuhan hidup diri sendiri ataupun keluarga dinamakan tempat tinggal tangga konsumen (RTK). Pihak yang lakukan kesibukan produksi yaitu kesibukan untuk menghasilkan barang dan jasa kegunaan mencukupi keperluan orang lain dinamakan tempat tinggal tangga produsen (RTP). Selain pihak yang menghasilkan dan mengkonsumsi barang dan jasa, tersedia pihak yang bertugas untuk mengatur, mengendalikan, dan juga mengadakan kontrol pada jalannya roda perekonomian, yang disebut tempat tinggal tangga pemerintah. Hasil produksi lebih dari satu disalurkan ke konsumen dalam negeri, lebih dari satu kembali dijual ke masyarakat luar negeri. Hal ini menyebabkan arus barang dan jasa berasal dari dalam negeri ke luar negeri, yang disebut ekspor.

Selain kesibukan menjual barang dan jasa ke luar negeri, tersedia pula kesibukan membeli barang dan jasa berasal dari negara-negara lain. Arus barang dan jasa yang masuk berasal dari luar negeri ke dalam negeri disebut impor. Orang/lembaga yang lakukan kesibukan ekspor dan impor disebut tempat tinggal tangga luar negeri. Jadi, pelaku ekonomi terdiri atas tempat tinggal tangga keluarga, tempat tinggal tangga perusahaan, tempat tinggal tangga pemerintah, dan tempat tinggal tangga luar negeri. Setelah kalian memahami pelaku ekonomi, kalian bisa memahami peran berasal dari tiap-tiap pelaku ekonomi. Untuk bisa memahami peran tiap-tiap pelaku ekonomi, ikuti secara seksama deskripsi materi berikut.

3. Peran Pelaku Ekonomi dalam Perekonomian
a. Peran Rumah Tangga Keluarga/Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga keluarga atau sering disebut sebagai tempat tinggal tangga konsumen merupakan pelaku ekonomi yang menjalankan peran benar-benar penting di dalam kesibukan ekonomi. Rumah tangga konsumen adalah kelompok masyarakat yang lakukan kesibukan mengkonsumsi barang dan jasa untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Rumah tangga konsumen butuh barang dan jasa yang dihasilkan oleh tempat tinggal tangga perusahaan. Jadi, barang dan jasa yang dihasilkan oleh tempat tinggal tangga perusahaan dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan tempat tinggal tangga konsumen. Rumah tangga konsumen memiliki dua peran, yaitu sebagai konsumen dan sebagai penyedia segi produksi, yang meliputi penyediaan lahan, tenaga kerja, modal, dan keahlian. Ketika konsumen membeli barang dan jasa berasal dari produsen, konsumen berkewajiban membayar barang dan jasa yang diterima. Oleh dikarenakan itu, tempat tinggal tangga keluarga atau konsumen mesti memiliki pendapatan. Pendapatan tempat tinggal tangga keluarga diperoleh berasal dari pemanfaatan segi produksi yang dimilikinya. Pendapatan tempat tinggal tangga keluarga terdiri atas;
Sewa (rent), yaitu balas jasa yang di terima tempat tinggal tangga keluarga dikarenakan telah menyewakan tanahnya kepada perusahaan.
Upah (wage), yaitu balas jasa yang di terima tempat tinggal tangga keluarga dikarenakan telah mengorbankan tenaganya untuk bekerja pada perusahaan dalam kesibukan produksi.
Bunga (interest), yaitu balas jasa yang di terima tempat tinggal tangga keluarga dikarenakan telah meminjamkan sejumlah dana untuk modal usaha perusahaan dalam kesibukan produksi.
Laba/keuntungan (profit), yaitu balas jasa yang di terima tempat tinggal tangga keluarga dikarenakan telah memberi tambahan kontribusi berupa tenaga dan pikirannya dalam mengelola perusahaan supaya perusahaan memperoleh laba.
Pendapatan yang di terima tempat tinggal tangga keluarga berupa sewa, upah/gaji, bunga dan keuntungan berikut bakal dibelanjakan kepada perusahaan melalui pembelian barang dan jasa yang mereka butuhkan. Pendapatan yang di terima tempat tinggal tangga perusahaan berasal dari penjualan barang dan jasa bakal digunakan untuk membayar balas jasa tempat tinggal tangga keluarga dikarenakan telah meminjamkan segi produksi kepada tempat tinggal tangga perusahaan.

Berdasarkan deskripsi di atas, nampak di sini bahwa tersedia interaksi pada tempat tinggal tangga keluarga dan tempat tinggal tangga perusahaan yang memicu terjadinya aliran arus uang dan arus barang atau jasa. Dari kesibukan berikut bisa dicermati bahwa peran tempat tinggal tangga konsumen adalah sebagai;
Pemakai (konsumen) barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Pemasok segi produksi kepada tempat tinggal tangga perusahaan untuk lakukan proses produksi.
Untuk lebih memperjelas apa saja peran tempat tinggal tangga konsumen, review deskripsi berikut!
Rumah tangga keluarga/konsumen menjalankan peran yang pertama, yaitu sebagai konsumen, dengan langkah mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh tempat tinggal tangga produsen. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen dijual kepada konsumen. Konsumen membayar barang dan jasa berikut dengan uang berasal dari hasil pemanfaatan segi produksi yang mereka pinjamkan ke tempat tinggal tangga perusahaan.
Pertemuan permintaan barang dan jasa berasal dari konsumen dengan penawaran barang dan jasa berasal dari produsen berjalan di pasar output atau pasar produk. Contoh pasar output atau product adalah minimarket, pasar tradisional, bengkel, lembaga bimbingan belajar.

Peran yang kedua berasal dari tempat tinggal tangga konsumen adalah sebagai penyedia segi produksi bagi tempat tinggal tangga produsen. Penawaran segi produksi berjalan di pasar input atau pasar segi produksi. Salah satu misal pasar input adalah pasar tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan tidak benar satu segi produksi yang penting bagi tiap-tiap perusahaan. Untuk menciptakan barang dan jasa diperlukan beraneka macam segi produksi. Secara umum, segi produksi dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu alam (lahan), modal, tenaga kerja, dan juga kewirausahaan.

Untuk lebih memperjelas mengenai segi produksi, jawablah pertanyaan berikut. Apakah tersedia saudara atau tetangga kalian yang bekerja di sebuah perusahaan atau pabrik? Jika ada, gaji atau upah yang mereka peroleh merupakan balas jasa atas pemanfaatan segi produksi yang mereka memberikan dalam bentuk penawaran segi produksi tenaga kerja. Untuk mempermudah pemahaman kalian, segi produksi bakal diuraikan satu per satu terasa berasal dari alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

Berikut ini adalah 3 segi produksi;
Pertama, segi produksi alam. Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam untuk digunakan sebagai segi pendukung produksi barang dan jasa. Pemilik lahan berperan sebagai pemasok segi produksi alam kepada perusahaan. Sebagai imbalannya, ia bakal mendapat balas jasa berupa sewa atas segi produksi yang ditawarkan.
Faktor produksi yang kedua adalah modal. Faktor produksi modal tidak tetap berupa uang. Faktor produksi modal terdiri atas barang modal dan uang. Barang modal bisa berupa mesin, gedung, dan juga alat-alat yang digunakan untuk keperluan produksi. Rumah tangga konsumen yang meminjamkan segi produksi modal dalam bentuk uang bakal memperoleh balas jasa berupa bunga.
Faktor produksi yang ketiga adalah segi produksi tenaga kerja. Faktor produksi tenaga kerja adalah segi produksi yang berupa tenaga kerja manusia. Rumah tangga konsumen yang memiliki segi produksi tenaga kerja bakal memperoleh balas jasa berupa upah atau gaji.
Faktor produksi yang keempat adalah keahlian/kewirausahaan. Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan mengatur, mengorganisasikan, dan juga mengambil alih risiko dalam menjalankan suatu usaha. Keistimewaan berasal dari kewirausahaan terdapat pada kreativitas dan inovasi. Pelaku kewirausahaan adalah seorang wirausahawan. Rumah tangga konsumen yang memiliki segi produksi kewirausahaan bakal mendapat balas jasa berupa keuntungan/laba.
b. Peran Rumah Tangga Perusahaan/Rumah Tangga Produsen (RTP)
Rumah tangga perusahaan atau biasa disebut sebagai produsen merupakan pelaku ekonomi yang berperan sebagai penyedia barang dan jasa bagi konsumen. Perusahaan mengorganisasikan beraneka segi produksi yang disediakan konsumen, lantas lakukan proses produksi untuk menghasilkan barang. Hasil produksi ini lantas dijual atau ditawarkan di pasar. Rumah tangga produsen di Indonesia dikelompokkan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Dalam perekonomian, tempat tinggal tangga perusahaan berperan sebagai produsen sekaligus pengguna segi produksi. Adapun penjelasan berasal dari tiap-tiap peran berikut bakal dipaparkan dalam deskripsi di bawah ini.
Peran pertama berasal dari tempat tinggal tangga perusahaan adalah produksi barang/jasa. Barang/jasa yang dihasilkan perusahaan lantas ditawarkan kepada konsumen atau pembeli. Pada subbab sebelumnya, kalian telah memahami tidak benar satu peran tempat tinggal tangga konsumen, yaitu sebagai penyedia segi produksi. Faktor produksi yang disediakan oleh tempat tinggal tangga konsumen digunakan oleh tempat tinggal tangga perusahaan. Ini merupakan peran tempat tinggal tangga perusahaan yang kedua, yaitu sebagai pengguna segi produksi. Contoh: sebuah pabrik tekstil butuh banyak tenaga kerja untuk menjahit product mereka; maka, tempat tinggal tangga perusahaan memanfaatkan segi produksi berupa tenaga kerja yang ditawarkan oleh tempat tinggal tangga keluarga atau konsumen. Sebagai balas jasa atas segi produksi ini, tempat tinggal tangga produsen memberi tambahan upah atau gaji pada tempat tinggal tangga konsumen. Selain segi produksi tenaga kerja, tempat tinggal tangga perusahaan terhitung memanfaatkan segi produksi lahan, modal, dan segi produksi keterampilan atau kewirausahaan yang dipinjamkan oleh tempat tinggal tangga keluarga. Atas pemanfaatan segi produksi tersebut, tempat tinggal tangga perusahaan memberi tambahan balas jasa berupa sewa, bunga, dan anggota berasal dari keuntungan yang diperoleh tempat tinggal tangga perusahaan.

c. Peran Rumah Tangga Pemerintah
Rumah tangga pemerintah merupakan tidak benar satu pelaku ekonomi. Pemerintah memiliki tiga peran penting, yaitu sebagai regulator, konsumen, dan produsen.
1) Pengatur atau Regulator dalam Perekonomian
Pemerintah berperan sebagai pengatur atau regulator dalam perekonomian suatu negara. Perekonomian mesti diatur supaya perekonomian bisa menyejahterakan masyarakat secara adil dan merata. Regulasi dan keputusan yang dibuat oleh pemerintah pada lain berupa pemberian subsidi pada perusahaan dalam negeri supaya bisa bersaing dengan product berasal dari luar. Peran lain pemerintah adalah pilih besarnya pajak. Dengan ada keputusan mengenai pajak progresif, orang yang kaya dipungut pajak yang tinggi, orang yang miskin dipungut pajak yang rendah, bahkan orang yang benar-benar miskin tidak dipungut pajak tetapi jadi disubsidi. Selain itu, apakah di sekitarmu terkandung toko swalayan atau minimarket? Kewenangan pemberian izin pendirian swalayan atau minimarket berikut tersedia pada pemerintah. Kewenangan pemberian izin itu mencerminkan peran pemerintah sebagai regulator atau pengatur.

2) Konsumen
Seperti halnya tempat tinggal tangga keluarga, tempat tinggal tangga pemerintah terhitung memiliki peran sebagai konsumen. Dalam menjalankan fungsinya sebagai pengatur, pemerintah butuh fasilitas dan prasarana penunjang, yang dibeli berasal dari tempat tinggal tangga perusahaan/produsen. Contohnya, kantor dinas pendidikan, untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari, butuh kertas, printer, dan tinta. Untuk itu, pemerintah mesti membeli ke perusahaan atau produsen. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

3) Produsen
Selain sebagai konsumen, pemerintah terhitung berperan sebagai produsen. Dalam menjalankan perannya sebagai produsen, pemerintah produksi barang atau jasa. Pada subbab pada mulanya telah dijelaskan bahwa tempat tinggal tangga produsen di negara kita tidak benar satunya berupa BUMN (Badan Usaha Milik Negara). BUMN adalah badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah. Maka, pemerintah terhitung berperan sebagai tempat tinggal tangga produsen. Contoh Badan Usaha Milik Negara adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PLN (Perusahaan Listrik Negara).

d. Peran Rumah Tangga Luar Negeri
Pada jaman abad XXI ini, perekonomian yang tidak berhubungan dengan negara lain menjadi perihal yang mustahil. Peran masyarakat luar negeri dalam perekonomian nampak nyata dalam perdagangan internasional. Contoh perdagangan internasional: Indonesia mengekspor product tekstil ke negara Jepang, dan Jepang mengekspor kendaraan bermotor ke Indonesia. Dengan transaksi berikut terbentuklah kerja mirip pada Indonesia dan masyarakat Jepang (masyarakat luar negeri).

Baca Juga :

Pendidikan

Kebutuhan Manusia

Kebutuhan Manusia

Kebutuhan merupakan suatu hal yang kudu dipenuhi dikarenakan merupakan suatu hal yang terlalu kita butuhkan dan kesibukan hidup kita dapat terganggu bila keperluan itu tidak terpenuhi, lebih-lebih bisa saja kita tidak dapat hidup bila keperluan itu tidak terpenuhi. Perlu di ketahui bahwa keperluan berlainan bersama dengan keinginan. Keinginan tidak kudu dimiliki. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “keinginan merupakan suatu hal yang kita idamkan miliki, namun bila kita tidak sukses mendapatkannya, kelangsungan hidup sebagai manusia tidak dapat terancam”.

A. Pengertian Kebutuhan Manusia
Kebutuhan manusia atau Human needs adalah suatu rasa yang timbul secara alami berasal dari di dalam diri manusia untuk mencukupi segala suatu hal yang dibutuhkan di dalam kehidupannya. Munculnya kebutuhan-kebutuhan itu kemudian mendorong tumbuhnya permintaan manusia atau Human wants untuk memperoleh segala suatu hal yang dibutuhkan sebagai pemuas keperluan hidup.

B. Macam-macam Kebutuhan Manusia
1.Kebutuhan menurut intensitasnya
Kebutuhan Primer: keperluan yang kudu dipenuhi oleh manusia yang idamkan hidup yang layak. Kata primer sendiri berasal berasal dari bhs Latin “primus” yang bermakna pertama. Jadi keperluan primer adalah keperluan yang pertama atau yang utama, dan yang terhitung keperluan primer di antara lain; minuman, makanan, rumah, pakaian, kesehatan, serta pendidikan.
Kebutuhan Sekunder: Sekunder berasal berasal dari bhs Latin “secundus” yang bermakna kedua. Kebutuhan ini timbul setelah keperluan primer terpenuhi. Perlu diketahui bahwa keperluan ini berlainan antara orang yang satu bersama dengan orang yang lain, contohnya; mobil bagi yang berpenghasilan tinggi adalah keperluan sekunder, namun untuk yang berpenghasilan rendah mobil merupakan barang mewah.
Kebutuhan Tersier: Tersier berasal berasal dari bhs Latin “tertius” yang bermakna ketiga. Tingkat pemenuhannya adalah setelah keperluan primer dan sekunder terpenuhi. Seseorang beranggap barang tertentu sebagai keperluan tersier selagi orang lain tidak. Tetapi keperluan ini lebih cenderung lebih mengarah kebarang-barang yang terlalu mewah seperti; tempat tinggal mewah, kapal persiar, berlian, grand piano, lukisan van Gogh atau Rembrandt dan lain sebagainya. Kebutuhan tersier umumnya lebih ditujukan untuk menunjukan status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat.

2.Kebutuhan menurut Waktunya
Kebutuhan sekarang: keperluan yang kudu dipenuhi saat ini terhitung dan tidak dapat ditunda. Misalnya obat untuk orang yang tengah sakit, makanan untuk orang yang tengah kelaparan dan minuman untuk orang yang tengah kehausan.
Kebutuhan masa yang dapat datang: keperluan yang pemenuhannya dijalankan dikemudian hari dan dapat ditunda dikarenakan tidak mendesak, menjadi pemenuhan keperluan ini bersifat persediaan/persiapan. Misal: menabung, belanja payung di musim panas dan lain sebagainya.

3.Kebutuhan menurut Sifatnya
Kebutuhan Jasmani: keperluan yang berhubungan bersama dengan jasmani/fisik, yaitu menjaga tampilan dan kesehatan. Misalnya bersama dengan melaksanakan olahraga, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, beristirahat yang memadai dan lain sebagainya.
Kebutuhan Rohani: keperluan yang bersifat rohani berhubungan bersama dengan kesegaran jiwa. Antara lain, beribadah menurut agama masing-masing, bersosialiasi, hiburan dan rekreasi, menikmati dan melaksanakan kesibukan seni serta lain sebagainya.

4.Kebutuhan menurut Subyeknya
Kebutuhan Individual: keperluan ini merupakan keperluan perseorangan/individu. Kebutuhan ini berlainan antara orang satu bersama dengan orang yang lain. Sebagai contohnya seorang sekretaris memerlukan alat tulis, komputer, handphone ataupun telephone dan sebagainya, namun tukang kayu memerlukan gergaji, paku, dan palu untuk pekerjaannya.
Kebutuhan Kolektif: keperluan bersama dengan di dalam suatu masyarakat keperluan itu dimanfaatkan untuk keperluan bersama, antara lain berupa; tempat tinggal sakit, jalan, jembatan, tempat rekreasi, dan lain sebagainya.

C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Manusia
Faktor Kondisi Alam: pebedaan situasi alam terkandung di beragam tempat atau wilayah sebabkan keperluan masyarakatnya terhitung berbeda. Kebutuhan masyarakat yang tinggal di tempat tropis nyatanya kebutuhannya berlainan bersama dengan keperluan orang yang tinggal di tempat yang memiliki beragam macam musim. Orang yang tinggal di tempat tropis lebih bahagia mengenakan busana yang tidak tebal dan terbuat berasal dari katun yang dapat menyerap keringat. Sementara bersama dengan orang yang tinggal di tempat seperti Eropa maupun Jepang mereka memerlukan busana tebal dan berbulu untuk hadapi musim dingin.
Faktor Peradaban: keperluan manusia meningkat sejalan bersama dengan meningkatnya peradaban. Pada zaman purba manusia tidak mengenal keperluan dapat komunikasi jarak jauh maupun transportasi yang cepat. Hal itu dikarenakan bagi mereka yang hidup di zaman berikut yang paling penting adalah bertahan hidup dan keperluan pada masa itu hanya berfokus pada pemenuhan keperluan makan atau minuman, tempat tinggal, dan pakaian. Untuk dapat mencukupi keperluan mereka, maka dicarilah makanan bersama dengan cara berburu dan menghimpun bahan makanan berasal dari alam serta berteduh di goa-goa. searah bersama dengan meningkatnya peradaban manusia terasa studi bagaimana cara bercocok tanam. Hal ini dikarenakan keperluan pokok manusia relatif ada tiap-tiap saat, manusia terasa mengayalkan keperluan yang lain seperti hiburan. Ilmu ilmu konsisten berkembang, manusia jadi dapat menciptaka peralatan dan teknologi yang jadi maju. Misalnya internet yang dapat menghubungkan banyak orang berasal dari beragam penjuru dunia. perkembangan peradaban ini tidak dapat berhenti, dan dapat selamanya membawa perkembangan pada keperluan hidup manusia.
Faktor Agama dan Kepercayaan: beragam macam agama dan keyakinan yang berlainan sebabkan munculnya perbedaan kebutuhan. Misalnya; orang beragama hindu tidak dapat makan daging sapi, dikarenakan mereka beranggap sapi itu binatang suci. Sementara kaum muslim tidak dapat memakan daging babi dikarenakan dianggap haram untuk di makan. Hal ini berlainan bersama dengan kondisi-kondisi negara-negara barat di mana tidak ada larangan untuk memakan daging babi. Oleh dikarenakan itu lebih mudah untuk mendapatkan makanan yang mengandung babi di negara-negara barat dibandingkan bersama dengan masyarakat yang mayoritas muslim, makanan yang mengandung babi selamanya ada, namun diberi isyarat tertentu dan dipisahkan berasal dari daging lainnya.
Faktor Adat-istiadat: masyarakat di beragam tempat memiliki adat-istiadat dan formalitas yang berbeda. Ini menyebabkan ada pola perilaku dan formalitas yang berlainan pula supaya keluar beragam macam keperluan cocok bersama dengan formalitas masyarakat yang bersangkutan. Sebagai contohnya; keperluan dapat upacara tertentu seperti upacara perkawinan, kesenian tradisional, dan lain sebagainya. Di tempat Madura masyarakatnya memiliki formalitas “karapan sapi”. Ritual-ritual yang perihal bersama dengan agama terhitung beragam ragam/ banyak ragam di dalam beragam masyarakat. Di tempat Bali selamanya ada upacara pembakaran mayat yang disebut “ngaben”.
Faktor Pendidikan: pendidikan seseorang terhitung pengaruhi keragaman keperluan seseorang. Orang yang hanya berpendidikan rendah jarang mengayalkan hal-hal yang di luar kemampuannya atau diluar energi nalarnya, namun orang yang berpendidikan lebih tinggi cenderung untuk mencukupi keperluan ini cocok bersama dengan energi nalar yang dimiliknya dikarenakan efek berasal dari tingkat atau macam pendidikannya. Misal; di dalam keliru satu kesibukan mengisi selagi luangnya seorang lulusan perguruan tinggi lebih banyak idamkan buku-buku bacaan berasal dari pada seorang lulusan sekolah dasar.
Faktor Pekerjaan: style pekerjaan: style pekerjaan seringkali dapat pengaruhi keanekaragaman keperluan manusia. Misal tukang becak ataupun petani tidak dulu atau jarang memerlukan busana lengkap bersama dengan dasi kecuali kecuali pesta, namun para pekerja kantor lebih banyak mengenakan busana yang lebih baik. Peralatan yang digunakan masing-masing terhitung berbeda. Demikian terhitung bersama dengan keperluan tempat tinggal tangganya dapat menunjukan pola yang berbeda.
Faktor Penghasilan yang diperoleh: besarnya pendapatan seseorang dapat pengaruhi pada keanekaragaman keperluan dikarenakan besar kecilnya pendapatan dapat menjadikan stimulan bagi seseorang untuk membuat perubahan pola konsumsinya. Apabila pendapatan yang diperoleh kecil maka konsumsinya kecil atau bisa saja di bawah rata-rata. Sedangkan yang berpenghasilan besar bisa saja pola mengkonsumsi lebih besar (mereka tidak hanya mencukupi keperluan primer saja lebih-lebih bisa saja dapat mencukupi keperluan sekunder bersama dengan sempurna atau lebih kembali mereka dapat mencukupi keperluan tersier bersama dengan dapat memperoleh hal-hal yang bersifat kemewahan.
FaktorUmur: usia seseorang sudah tentu banyak pengaruhi kebutuhannya, sebagai contoh; orang dewasa memerlukan makanan lebih banyak, perlu hiburan, dan lain sebagainya; namun anak kecil makanannya relatif lebih sedikir berasal dari pada orang dewasa, seterusnya mereka terhitung memerlukan barang mainan dan lain sebagainya.
Faktor kebangsaan: segi kebangsaan terhitung pengaruhi keperluan manusia, bila orang-orang di Asia lebih banyak yang tergantung bersama dengan ada beras di bandingkan bersama dengan orang-orang di Eropa yang lebih banyak memerlukan terigu dan kentang.

Baca Juga :

Pendidikan

Terapkan Full Day School, Kemdikbud Bantah Hapus Pendidikan Agama

Terapkan Full Day School, Kemdikbud Bantah Hapus Pendidikan Agama

Terapkan Full Day School, Kemdikbud Bantah Hapus Pendidikan Agama

Terapkan Full Day School, Kemdikbud Bantah Hapus Pendidikan Agama
Terapkan Full Day School, Kemdikbud Bantah Hapus Pendidikan Agama

Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud) mengklarifikasi pemberitaan soal

adanya rencana penghapusan pendidikan agama seiring akan diterapkannya kebijakan sekolah 8 jam sehari 5 hari sepekan atau full day school).

“Judul pemberitaan tersebut tidak tepat. Ada konteks yang terlepas dari pernyataan Mendikbud usai raker dengan Komisi X tadi siang,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Ari Santoso dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Ia mengatakan, bahwa upaya meniadakan pendidikan agama tidak ada di dalam agenda reformasi sekolah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Menurut dia, konteks pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy kepada wartawan soal pendidikan agama

merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017.

Dalam Permendikbud itu mengamanatkan sekolah dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan karakter yang sesuai dengan nilai karakter utama religiositas atau keagamaan.

“Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan makin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler,” kata dia.

Ari mengatakan bahwa Mendikbud mencontohkan penerapan penguatan pendidikan karakter

telah dilakukan di beberapa kabupaten, salah satunya Kabupaten Siak.

Di kabupaten tersebut memberlakukan pola sekolah sampai pukul 12.00, lalu dilanjutkan dengan belajar agama bersama para ustaz. Siswa di Siak mendapatkan makan siang dengan dana yang diambil dari APBD. Kemudian, lanjut dia, Mendikbud menyampaikan pola yang diterapkan Kabupaten Pasuruan dengan siswa sekolah akan belajar agama di madrasah diniah.

Ia mengatakan bahwa pernyataan Mendikbud telah sesuai dengan Pasal 5 Ayat (6) dan Ayat (7) Permendikbud tentang Hari Sekolah yang mendorong penguatan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Termasuk di dalamnya kegiatan di madrasah diniah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, retreat, katekisasi, baca tulis Alquran dan kitab suci lainnya,” katanya.

 

Baca Juga :

Pendidikan

200.000 Pelajar Internasional Mengenyam Pendidikan di Malaysia

200.000 Pelajar Internasional Mengenyam Pendidikan di Malaysia

200.000 Pelajar Internasional Mengenyam Pendidikan di Malaysia

200.000 Pelajar Internasional Mengenyam Pendidikan di Malaysia
200.000 Pelajar Internasional Mengenyam Pendidikan di Malaysia

Di Malaysia, pendidikan menjadi salah satu tonggak penting negara

. Hal itu dikatakan oleh Datuk Sri Zahrain Mohamed Hashim selaku Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia.

“Pendidikan kita memang cukup serius. Sebab salah satu anggaran perbelanjaan kita paling besar adalah untuk pendidikan,” ungkapnya dalam program Special Dialogue di kantor Okezone, Rabu (7/6/2017).

Pria kelahiran November 1955 ini menyebut sebanyak 200.000

pelajar internasional tengah menjalankan studi di negeri jiran tersebut. Hal tersebut menunjukkan, kualitas dan sistem pendidikan di Malaysia telah mencapai skala internasional.

Kualitas pendidikan di Malaysia, lanjutnya, dibuktikan oleh ranking pendidikaan perguruan tinggi yang telah masuk top dunia. Ia juga mengatakan, setiap tahun jumlah pelajar internasional di Malaysia terus merangkak naik. “Pelajar Indonesia saja ada 15.000 di Malaysia. Biasanya itu di perguruan tinggi,” imbuhnya.

Demi meraih itu, pria yang memiliki darah Payakumbuh, Minang,

ini mengatakan bahwa pendidikan telah menjadi agenda penting di Malaysia sejak 20 hingga 30 tahun yang lalu. Hal itu juga didukung oleh banyaknya kelas internasional di Malaysia, yaitu sistem belajar mengajar menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa universal.

Selain itu, kualitas pendidikan yang baik bukan saja bermula langsung dari perguruan tinggi. Tetapi juga dari pendidikan terendah yakni taman kanak-kanak. “Kita harus melihat formula dari kecilnya. Hal itu supaya anak-anak dididik sejak awal,” tandasnya

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/jam-tangan-pengukur-tensi/

Pendidikan

Suap Bupati Klaten, Pejabat Dinas Pendidikan Divonis 1,8 Tahun Penjara

Suap Bupati Klaten, Pejabat Dinas Pendidikan Divonis 1,8 Tahun Penjara

Suap Bupati Klaten, Pejabat Dinas Pendidikan Divonis 1,8 Tahun Penjara

Suap Bupati Klaten, Pejabat Dinas Pendidikan Divonis 1,8 Tahun Penjara
Suap Bupati Klaten, Pejabat Dinas Pendidikan Divonis 1,8 Tahun Penjara

SEMARANG – Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Klaten, Suramlan yang menjadi terdakwa

kasus suap terhadap Bupati Klaten Sri Hartini, dijatuhi hukuman satu tahun dan delapan bulan penjara.

Hukuman yang dibacakan Hakim Ketua Antonius Widjantono dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, lebih ringan dari tuntutan jaksa selama 2 tahun penjara.

Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebedar Rp50 juta

yang jika tidak dibayarkan akan diganti dengan kurungan selama 2 bulan.

“Menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” katanya, Senin (29/5/2017).

Adapun dalam pertimbangannya, hakim menilai perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Meski demikian, hakim juga menyebutkan yang bersangkutan mengakui

perbuatannya dan masih memiliki tanggungan keluarga menjadi pertimbangan yang meringankan.

Atas putusan tersebut, terdakwa langsung menyatakan menerima sedangkan jaksa menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa memberikan uang suap Rp200 juta kepada Bupati nonaktif Klaten Sri Hartini. Pemberian tersebut, kata dia, berkaitan dengan tawaran jabatan sebagai Kepala Bidang SMP dalam pengisian SOTK baru.

Dalam perkara yang diungkap KPK tersebut, Suramlan dan Sri Hartini ditetapkan sebagai tersangka.

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/makna-proklamasi/

Pendidikan

Teknik Diskusi Dalam Bimbingan Kelompok Dan Konseling

Bimbingan Kelompok Dan Konseling

Teknik Diskusi Dalam Bimbingan Kelompok Dan Konseling

Bimbingan Kelompok Dan Konseling

Pengertian bimbingan kelompok

Menurut Mortensen & Schmuller, (dalam Prayitno, 2004:94) menyatakan bahwa bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang membantu menyediakan kesempatan-kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dnegan cara mana setiap individu dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan dan kesanggupannya sepenuh-penuhnya sesuai dengan ide-ide demokrasi.

Menurut Sukardi (2002:18) bimbingan adalah merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang yang secara terus-menerus dan sistematis oleh guru pembimbing agar individu atau sekelompok individu menjadi mandiri. Gazda (dalam Prayitno, 2004:309) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok disekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat.

Layanan bimbingan kelompok menurut Sukardi (2002:48) yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (terutama dari pembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sedangkan menurut Hallen (2005:80) layanan bimbingan kelompok yaitu:

Layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari Guru Pembimbing) dan/ atau membahas secara bersama-sama pokok bahasan (topic) tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya sehari-hari dan/ atau untuk perkembangan dirinya baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, dan untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan/ atau tindakan tertentu.

Menurut Damayanti (2012:40) bimbingan kelompok adalah salah satu teknik dalam bimbingan konseling untuk memberikan bantuan kepada peserta didik/siswa yang dilakukan pembimbing/konselor melalui kegiatan kelompok yang dapat berguna untuk mencegah berkembangnya masalah-masalah yang dihadapi anak. Menurut Tohirin (dalam Damayanti, 2012:40) defenisi bimbingan kelompok adalah salah satu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok.

Dapat disimpulkan bahwa pengertian layanan bimbingan kelompok yaitu layanan yang diberikan dalam suasana kelompok dimana didalamnya terdapat pemimpin kelompok (Guru Pembimbing/ Konselor) dan anggota kelompok yang bertujuan untuk membahas masalah-masalah umum yang ada dalam kehidupan sehari-hari dan berguna untuk mengembangkan pengetahuan siswa.

Tujuan bimbingan kelompok

Tujuan layanan bimbingan kelompok tidak jauh berbeda dengan tujuan layanan yang lainnya yaitu untuk memberikan pemahaman kepada individu, membantu individu dalam mengatur kehidupannya dan bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan dengan berani menanggung semua konsekuensi yang akan ada.

Menurut Hallen (2005:81) layanan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memungkinkan peserta didik memperoleh berbagai bahan dari narasumber (terutama dari Guru Pembimbing atau guru kelas) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai individu maupun sebagai siswa, anggota keluarga dan masyarakat. Menurut Winkel dan Sri Hastuti (dalam Damayanti,2012:41) tujuan layanan bimbingan kelompok adalah menunjang perkembangan pribadi dan perkembangan sosial masing-masing anggota kelompok serta meningkatkan mutu kerja sama dalam kelompok guna aneka tujuan yang bermakna bagi para partisipan Tujuan layanan bimbingan kelompok menurut Tohirin (dalam Damayanti,2012:41) dikelompokkan menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

Pertama adalah tujuan layanan bimbingan kelompok secara umum. Secara umum layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk pengambangan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi peserta layanan (siswa). Kedua, tujuan layanan bimbingan kelompok secara lebih khusus layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yaitu peningkatan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal para siswa.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan layanan bimbingan kelompok yaitu untuk membantu siswa mengatasi masalah-masalah umum yang dihadapinya dan melatih siswa dalam mengembangkan kemampuan bersosialisasi.

Tahap-tahap bimbingan kelompok

Menurut Prayitno (dalam Damayanti, 2012:46) Ada empat tahapan bimbingan kelompok sebagai berikut :

  • Pembentukan

Pada tahap ini para anggota saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan atau harapan-harapan yang ingin dicapai oleh sebagian maupun seluruh anggota kelompok, memberikan penjelasan tentang bimbingan kelompok sehingga masing-masing anggota akan tahu apa arti dari bimbingan kelompok dan mengapa bimbingan kelompok harus dilaksanakan serta menjelaskan aturan main yang akan diterapkan dalam bimbingan kelompok ini.

  • Peralihan

Adapun yang dilaksanakan dalam tahap ini yaitu:

  1. Menjelaskan kegiatan yang akan ditempuh pada tahap berikutnya;
  2. Menawarkan atau mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya;
  3. Membahas suasana yang terjadi;
  4. Meningkatkan kemampuan keikutsertaan anggota;

Bila perlu kembali kepada beberapa aspek tahap pertama

Tahap ini merupakan inti dari kegiatan kelompok, maka aspek-aspek yang menjadi isi dan pengiringnya cukup banyak, dan masing-masing aspek tersebut perlu mendapat perhatian yang seksama dari pemimpin kelompok. Ada beberapa yang harus dilakukan oleh pemimpin dalam tahap ini, yaitu sebagai pengatur proses kegiatan yang sabar dan terbuka, aktif akan tetapi tidak banyak bicara, dan memberikan dorongan dan penguatan serta penuh empati.

  • Pengakhiran

Pada tahap pengakhiran bimbingan kelompok, pokok perhatian utama bukanlah pada berapa kali kelompok itu harus bertemu, tapi pada hasil yang telah dicapai oleh kelompok itu. Ada beberapa hal yang dilakukan pada tahap ini, yaitu:

  1. Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri.
  2. Pemimpin dan anggota kelompok mengemukakan kesan dan hasil-hasil kegiatan.
  3. Membahas kegiatan lanjutan.
  4. Mengemukakan pesan dan harapan.

Asas bimbingan kelompok

Dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok terdapat asas-asas diantaranya sebagai berikut:

  1. Asas keaktifan, yaitu semua anggota kelompok harus aktif dalam memberikan pendapat ketika pelaksanaan layanan bimbingan kelompok berlangsung.
  2. Asas keterbukaan, yaitu anggota kelompok bebas memberikan pendapat, ide dan saran tentang apa yang dirasakan dan dipikirkan tanpa ada rasa malu dan ragu.
  3. Asas kenormatifan, yaitu semua anggota kelompok harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam kegiatan kelompok.

Teknik-teknik bimbingan kelompok

Beberapa teknik bimbingan kelompok menurut Tohirin (dalam Damayanti,2012:43) yaitu:

Program home room, Program ini dilakukan di luar jam pelajaran dengan menciptakan kondisi sekolah atau kelas seperti di rumah sehingga tercipta kondisi yang bebas dan menyenangkan.

Karyawisata, Karyawisata dilaksanakan dengan mengunjungi dan mengadakan peninjauan pada objek-objek yang menarik yang berkaitan dengan pelajaran tertentu. Mereka mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Hal ini akan mendorong aktivitas penyesuaian diri, kerjasama, tanggungjawab, kepercayaan diri serta mengembangkan bakat dan cita-cita.

Diskusi kelompok, Diskusi kelompok merupakan suatu cara di mana siswa memperoleh kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mengemukakan suatu masalah. Dalam melakukan diskusi siswa diberi peran-peran tertentu seperti pemimpin diskusi dan notulis dan siswa lain menjadi peserta atau anggota. Dengan demikian akan timbul rasa tanggungjawab dan harga diri.

Kegiatan kelompok, Melalui kegiatan kelompok dapat mengembangkan bakat dan menyalurkan dorongan-dorongan tertentu dan siswa dapat menyumbangkan pemikirannya. Dengan demikian muncul tanggungjawab dan rasa percaya diri.

Organisasi siswa

Melalui organisasi siswa banyak masalah-masalah siswa yang baik sifatnya individual maupun kelompok dapat dipecahkan. Melalui organisasi siswa, para siswa memperoleh kesempatan mengenal berbagai aspek kehidupan sosial. Sosiodrama, Sosiodrama merupakan suatu cara membantu memecahkan masalah siswa melalui drama. Masalah yang didramakan adalah masalah-masalah sosial. Metode ini dilakukan melalui kegiatan bermain peran. Dalam sosiodrama individu akan memerankan suatu peran tertentu dari situasi masalah sosial.

Psikodrama, Psikodrama adalah upaya pemecahan masalah melalui drama. Dalam sosiodrama masalah yang diangkat adalah masalah sosial, akan tetapi pada psikodrama yang didramakan adalah masalah psikis yang dialami individu. Pengajaran remedial, Pengajaran remedial (remedial teaching) merupakan suatu bentuk pembelajaran yang diberikan kepada seseorang atau beberapa orang siswa untuk membantu kesulitan belajar yang dihadapinya.

 

Artikel terkait :

Pendidikan

Bagaimana Mengukur Dan Menilai Hasil Dari Proses Belajar

Bagaimana Mengukur Dan Menilai Hasil Dari Proses Belajar

Bagaimana Mengukur Dan Menilai Hasil Dari Proses Belajar

Bagaimana Mengukur Dan Menilai Hasil Dari Proses Belajar

Beberapa Teori Tentang Pengukuran dan Penilaian Hasil Belajar

Pengukuran dapat diartikan sebagai suatu indakan untuk mengidentifikasikan besar kecilnya gejala (Sutrisno Hadi, Metodologi Research). Implikasi ialah kita ingin mengukur hasil hasil belajar (mungkin dengan interview, observasi, pemberian tugas, ulangan/ujian atau dengan mempergunakan test).

Pengertian Hasil Belajar dan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa
Arti memperbandingkandengan standar (by comparison with a standart).standart disini berarti ukuranterentu sebagaimana yang ditetapkan dalam tujuan/pengajaran. Engukuran disini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh murid –murid berhasil dalam belajarnya atau berhasil menguasai isi pengajaran yang diberikan oleh gurunya. Oleh karena itu apabila test dimaksudkan untuk mengetahui hal tersebut harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat menggunakan tujuan yang dimaksudkan. Tujuan ini selanjutnya dipergunakan sebagai bahan/dasar penyusunan test.

Penilaian adalah suatu tindakan untuk memberikan interprestasi terhadap hasil pengukuran, dengan menggunakan norma tertentu, untuk mengetahui tinggi/rendahnya atau baik buruknya aspek tertentu. Pengertian interprestasi di sini berarti memberikan/menetapkan harga/value tentang baik buruknya atau tinggi rendahnya hasil pengukuran.

Contoh pengukuran

A=8, B=4, C=7, D=6,E=6 dan F=6

Hasil-hasil pengukuran tersebut sebenarnya tidak akan dapat kita nilai tanpa menggunakan norma terentu. Maka dimanakah normanya?

Jika 6 kita nyatakan sebagai norma unuk menetapkan baik/buruknya atau tinggi/rendahnya atau pandai/kurang pandai dalam menguasai atau suatu pelajaran tertentu, maka interprestasikita ialah:

A dan C (8 dan 7) termasuk murid yang pandai D,E dan F (6,6 dan 6) termasuk murid yang sedang, dan B (40 termasuk murid yang kurang). Dengan contoh tersebut jelas kiranya bahwa pengukuran bersifat kuantitatif, pengukuran selalu dihubungkan dengan standart, tujuan yang diukur penilaian dihubungkan dengan norma.

H.H. Remmes dan N.L Gage dalam buku

Educational measurement and evaluation menggunakan tujuan evaluasi hasil belajar antara lain sebagai berikut:

  • Untuk mempertahankan standart ( to maintain standarts)
  • Untuk menyeleksi murid-murid (to select students)
  • Untuk memberikan motivasi belajar ( to motivate learning)
  • Untuk memberikan pedoman mengajar (to guide teaching).
  • Untuk menilai guru, metode mengajar, buku pegangan dan isi kurikulum (to apparaise teachers, teaching methode, books, curricular contoh, etc)
  • Untuk memberiakan pengalaman kepada murid dalam menilai proses belajarnya (self evaluation).

Menurut Ardent. N. Frandesen dalam bukunya: education psycology mengemukakan fungsi-fungsi evaluasi hasil belajar sebagai berikut:

  1. Untuk menempatkan murid dalam kelompok/kelas tertentu
  2. Untuk mengenal/mengetahui tentang sebab-sebab kesulitan belajar murid.
  3. Untuk membimbing cara belajar murid.
  4. Untuk menilai kemajuan belajar murid.
  5. Untuk meramal keberhasilan belajar berikutnya
  6. Untuk menilai kurikulum dan metode mengajar.

Selanjutnya CC. Ross dan julian C. Stanley dalam bukunya : Measurement in Today’s School, mengemukakan bahwa evaluasi hasil belajar dapat berfungsi untuk :

  1. Memberikan motivasi belajar
  2. Diagnosis kesulitan belajar ( diagnosis)
  3. Penempatan/menggolong-golongkan anak sesuai dengan prestasinya dan selanjutnya untuk kepentingan kenaikan kelas.
  4. Memberikan bimbingan belajar
  5. Memberikan penilaian terhadap sekolah, seperti organisasinya, program, hasilnya dan sebagainya.
  6. Sedangkan Sumardi suryobroto dalam bukunya : psykologi pendikan menjelaskan tentang

Fungsi-fungsi penilaian hasil belajar ke dalam 3 golongan, yaitu:

  1. Fungsi psychologis, Yaitu agar dapat memperoleh kepastian tentang statusnya dalam kelas.
  2. Fungsi dikdatis yang meliputi Beberapa Aspek diantaranya :
    Bagi anak didik, keberhasilan maupun kegagalan belajar berikutnya. Jadi akan dapat memberikan motivasi belajar selanjutnya.
    Bagi pendidik, penilai hasil belajar akan dapat menilai tentang keberhasilan mengajarnya termasuk metode mengajar yang dipergunakan.
  3. Fungsi administratif, yaitu dengan adanya hasil penilaian dalam bentuk raport (Transcip) atau buku laporan tentang kemajuan belajarnya, akan dapat dipenuhi berbagai fungsi administrasi seperti :

merupakan inti laporan kepada orang tua pejabat-pejabat, guru-guru dan murid-murid itu sendiri.
Merupakan data bagi murid, apabila dia akan naik kelas, pindah sekolah maupun untuk melamar pekerjaan.
Dari data tersebut kemudian dapat berfungsi untuk menentukan status anak dalam kelasnya.
Memberikan ikhtisar mengenai segala hasil usaha yang telah dilakukan oleh lembaga pendidikan.

Fungsi-fungsi evaluasi:

  1. Fungsi-fungsi evaluasi untuk kepentingan murid.
  2. Fungsi evaluasi untuk kepentingan pendidikan.
  3. Fungsi evaluasi untuk kepentingan organisasi/lembaga yang mengatur pendidikan.

 Fungsi evaluasi hasil belajar untuk kepentingan murid.

Untuk mengetahui kemajuan belajarnya.
Untuk dipergunakan sebagai dorongan (motivasi) belajar.
Untuk memberikan pengalaman belajar (self evalution)

Fungsi evaluasi hasil belajar untuk kepentingan pendidikan

Untuk menyeleksi murid- murid yang selanjutnya berguna untuk meramal keberhasilan berikutnya.
Untuk mengetahui sebab-sebab kesulitan belajar murid yang selanjutnya berguna untuk memberikan bimbingan belajar kepada murid.
Untuk memberikan pedoman pengajaran.
Untuk mengetahui ketepatan metode mengajar.
Untuk menempatkan murid di dalam kelasnya dalam grade-grade (tingkat-tingkat tertentu, pandai, sedang, berkurang).

Fungsi evaluasi untuk kepentingan organisasi/lembaga pendidikan

Untuk mempertahankan standart pendidikan.
Untuk menilai ketepatan kurikulum yang disediakan.
Untuk menilai kemajuan disekolah.
Pengertian Validitas Tes

Validitas test ialah kadar ketelitian test untuk dapat memenuhi fungsinya dalam menggambarkan keadaan aspek yang diukur dengan tepat/teliti. Dari definisi tersebut dapat diuraikan menjadi dua bagian yaitu:
Tingkat ketelitian test untuk menggambarkan keadaan aspek yang diukur.
Tingkat kesesuaian test untuk menggambarkan keadaan aspek yang diukur atau dengan kata lain apakah test tersebut sudah memenuhi fungsinya sebagai alat pengukur. Remmers, Gage.

Dalam uraian selanjutnya aa yang diaksudkan dengan validitas test adalah relevansi test. Dalam buku “A Practikal Introduction to measurement and Evaluation, tulisan : Remmers, Gage dan Rummed, kita temukan ada 4 macam tipe validitas, yaitu:

  1. Content validity
  2. Concurent validity
  3. Predictive validity
  4. Construct validity
  5. Content validity

Sekarang Kita bahas Satu persatu :

Content validity

Ialah validitas alat pengukur yang dicari dengan menggunakan isi/materi program/tugas-tugas yang dibebankan kepadanya sebagai kriteria/pedoman.

Concurent validity

Ialah kesesuaian/ketepatan alat pengukur di mana yang dijadikan kriteria ketepatan adalah alat pengukur lain yang sudah dipandang valid.

Predictive validity

Dalam validitas prediktip itu yang dijadikan kriteria kesesuaian adalah bukti/keterangan/laporan yang dikumpulkan tentang keberhasilan itu pada beberapa waktu kemudian.
Baca Juga : Strategi Belajar dan Hasil Belajar Siswa.
Construct validity

Adalah validity tes yang dicari dengan menguraikan aspek (kontruksi) dari sesuatu hal yang yang hendak diukur.

Kita mengambil contoh untuk Test pemahaman Menjadi Warga Negara Yang baik dapat disususun dengan kontruksi sebagai berikut :

  • Kemampuan Menunjukan prilaku yang baik
  • Kemampuan menahan diri terhadap pengaruh negatif
  • Kemampuan untuk bertoleransi dan saling membantu satu sama lain
  • Kemampuan kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi dalam lingkungan
  1. Langkah-langkah umum dalam menyusun validitastes, atau yang disebut dengan prosedur validasi.
  2. Susunlah test yang akan dinilai validitasnya.
  3. Carilah alat lain yang dapat dipergunakan sebagai ukuran/bahan pembanding/kriterium.
  4. Faktor-faktor yang mempengaruhi validitas test.
  5. Pengaruh latar belakanng kebudayaan subjek, seperti keadaan status ekonomi.
  6. Keadaan tipe test. Tiap-tiap test akan berpengaruh terhadap validitas jawaban anak.
  7. Kurang jelasnya petunjuk mengerjakan test. Kurang jelasnya dalam meberikan petunjuk cara mengerjakan test.

Hal yang yang paling berkaitan dengan penilaian hasil belajar adalah perlunya Evaluasi atau penilaian yang merupakan sebuah proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Jadi yang dinilai adalah programnya yaitu kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Sedang aspek yang dinilai dari program tersebut adalah keberhasilan dan efisiensi pelaksanaan program.
Menilai pada dasarnya kegiatan untuk mengetahui apakah tujuan program sudah tercapai atau belum. Jadi, membandingkan antara tujuan yang ada dalam program dengan kondisi riil setelah program tersebut dilaksanakan

Evaluasi dibutuhkan oleh Departemen, Kantor, Sekolah, Yayasan Kelas dan sebagainya. Evaluasi dilaksanakan oleh yang merencanakan dan melaksankan program. Namun dapat juga dilakukan oleh pihak lain yang berkompeten di luar yang merenanakan dan melaksanakan program.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Pendidikan

Geopolitik Indonesia Dan Konsepnya Dalam Negara Kepulauan

Geopolitik Indonesia

Geopolitik Indonesia Dan Konsepnya Dalam Negara Kepulauan

 

Geopolitik Indonesia

Geopolitik Indonesia

Geopolitik Indonesia tiada lain adalah Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara tidak mengandung unsur-unsur ekspansionisme maupun kekerasan Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermartabat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional. Wawasan nusantara juga sering dimaknai sebagai cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bertindak, berfikir dan bertingkah laku bagi bangsa Indonesia sebagai hasil interaksi proses psikologis, sosiokultural dengan aspek-aspek astagatra

Konsepsi Geostrategi

Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tuj-nas (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan utk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pemb dan UUD 1945.

Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional Ketahanan Nasional mrpk kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional. Tannas diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.

Konsepsi dasar Ketahan Nasional

Model Astagatra merupakn perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam.

Terdiri 8 aspek kehidupan nasional :

Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah

  1. Gatra letak dan kedudukan geografi
  2. Gatra keadaan dan kekayaan alam
  3. Gatra keadaan dan kemampuan penduduk

Lima aspek (panca gatra) kehidupan social

  1. Gatra ideology
  2. Gatra Politik
  3. Gatra ekonomi
  4. Gatra social budaya
  5. Gatra pertahanan dan keamanan.

Terdapat hubungan korelatif dan interdependency diantara ke-8 gatra secara komprehensif dan integral.

Indonesia Sebagai Negara Kepulauan

Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa Indonesia merupakan suatu negeri yang amat unik. Hanya sedikit negara di dunia, yang bila dilihat dari segi geografis, memiliki kesamaan dengan Indonesia. Negara-negara kepulauan di dunia, seperti Jepang dan Filipina, masih kalah bila dibandingkan dengan negara kepulauan Indonesia. Indonesia adalah suatu negara, yang terletak di sebelah tenggara benua Asia, membentang sepanjang 3,5 juta mil, atau sebanding dengan seperdelapan panjang keliling Bumi, serta memiliki tak kurang dari 13.662 pulau.

Jika dilihat sekilas, hal tersebut merupakan suatu kebanggaan dan kekayaan, yang tidak ada tandingannya lagi di dunia ini. Tapi bila dipikirkan lebih jauh, hal ini merupakan suatu kerugian tersendiri bagi bangsa dan negara Indonesia. Indonesia terlihat seperti pecahan-pecahan yang berserakan. Dan sebagai 13.000 pecahan yang tersebar sepanjang 3,5 juta mil, Indonesia dapat dikatakan sebagai sebuah negara yang amat sulit untuk dapat dipersatukan.
Maka, untuk mempersatukan Bangsa Indonesia, diperlukan sebuah konsep Geopolitik yang benar-benar cocok digunakan oleh negara. Sebelum menuju pembahasan tentang konsep geopolitik Indonesia, kita akan membahas terlebih dahulu tentang kondisi serta keadaan Indonesia ditinjau dari segi geografisnya. Ada beberapa jenis kondisi geografis bangsa Indonesia. Yaitu kondisi fisis, serta kondisi Indonesia ditinjau dari lokasinya.

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Pendidikan

Murid Kelas 6 Dorong Gubernur Virginia Barat Naikkan Gaji Guru

Murid Kelas 6 Dorong Gubernur Virginia Barat Naikkan Gaji Guru

Murid Kelas 6 Dorong Gubernur Virginia Barat Naikkan Gaji Guru

Murid Kelas 6 Dorong Gubernur Virginia Barat Naikkan Gaji Guru
Murid Kelas 6 Dorong Gubernur Virginia Barat Naikkan Gaji Guru

Saat ribuan guru, staf dan siswa kembali ke sekolah di West Virginia pada Kamis

(1/3), mereka berterima kasih kepada anak kelas enam atas perannya mengakhiri aksi mogok empat hari mengenai gaji dan tunjangan.

Pada Selasa (27/2), Gubernur Jim Justice mengatakan bahwa guru dan pegawai pendidikan lainnya akan memperoleh kenaikan gaji sebesar 5 persen pada tahun pertama.

Pada konferensi pers untuk mengumumkan kesepakatan tersebut, gubernur itu menyebut seorang anak laki-laki berusia 12 tahun telah mengubah pemikirannya mengenai masalah tersebut.

Gideon Titus-Glover, yang tidak bisa menghadiri sekolah menengahnya

karena aksi mogok tersebut, telah ikut unjuk rasa. Pada Senin (26/2), dia dan ibunya bergabung dengan para guru dalam pertemuan masyarakat di Wheeling untuk mendapat kesempatan berbicara langsung dengan gubernur.

Ketika mendapat giliran berbicara, Gideon bertanya mengapa menurut gubernur itu lebih bijaksana menaikkan anggaran pariwisata daripada anggaran sekolah.

Gubernur mencoba menjelaskan bahwa investasi pariwisata dapat mengubah satu dolar menjadi delapan dolar dan itu merupakan investasi yang bagus bagi negara bagian.

Tapi tanggapan Titus-Glover mengejutkan sang gubernur.

“Bukankah investasi pada guru cerdas yang akan membuat saya cerdas,

dan kemudian saya pada gilirannya, dapat berubah dan melakukan hal-hal yang baik dan cerdas untuk negara kita?” jawab anak itu.

Setelah merenungkannya, Gubernur Justice mengatakan Titus-Glover benar.

 

Baca Juga :

Recent Posts