keyboard_arrow_right
Pendidikan
Pendidikan

Kebudayaan Lembah Sungai Tse Kiang Lengkap

Kebudayaan Lembah Sungai Tse Kiang Lengkap

Kebudayaan Lembah Sungai Tse Kiang Lengkap

Kebudayaan Lembah Sungai Tse Kiang Lengkap
Kebudayaan Lembah Sungai Tse Kiang Lengkap

 

Perkembangan Dan Kondusi Sungai Tse Kiang Almiah Sosial

 

Peradaban di Lembah sungai Huang Ho dan Yang Tse kiang sudah lama ada sejak tahun 3000 BC. Pada awalnya peradaban ini muncul di Lembah sungai Huang Ho kemudian berkembang ke Sungai Yang Tse Kiang. Sungai Yang Tse Kiang ini terletak dibagian Selatan yang berhulu dari pergunungan Kwen Lum daerah Tibet dan sungai ini bermuara di Laut Cina Timur.

Sungai Yang Tse Kiang berbatasan di sebelah utara dan barat Sungai Yang Tse Kiang berbatasan dengan padang rumput yang luas yang dihuni oleh suku bar – bar ( Mongolia ), laut cina timur di sebelah timur dan asia tenggara di sebelah selatan, sebelah tenggara dengan hongkong, di sebelah timur laut dengan laut kuning dan korea, barat daya dengan india dan myanmar.

Sungai Yang Tse Kiang merupakan sungai terpanjang di Cina, sedangkan sungai kuning merupakan sungai terpanjang yang kedua di Cina, air sungai ini berwarna kuning yang berasal dari lumpur dan humus tanah yang terbawa dari hulu hingga kemuara. Sehingga ini lah yang menyebabkan kesuburan di lembah Sungai Huang Ho yang menyebabkan masyrakat sekitar Bertani/.
Sungai Yang Tse merupakn sungai yang sangat penting karena umumnya kota-kota besar di Cina di bangun di tepi sungai ini dan menjadi perebutan orang yang bertikai pada waktu itu.

Masa perkembangan Peradaban Cina ini ditandai dengan adanya dinasti – dinasti yang memerintah pada masa itu. yaitu :

Dinasti Hasia / Syang

Sejarah Cina sudah ada sejak Dinasti Hsia yang berakhir 1766 BC. Raja pertamanya adalah Fu-Hi, yang mengajarkan kepada masyarakat untuk hidup dalam keluarga dan perkumpulan dan juga mengajarkan menjinakkan binatang gembalanya dan menangkap ikan di sungai, mendirikan rumah dari lumpur dan kayu dan mengajarkan bagaimana cara kawin. Fu-Hi juga membuat semacam tulisan gambar yang dapat di baca; Fu-Hi adalah pemimoiun utama yang berambut hitam, ia sangat melindungi rakyat sekitarnya. Pada masa pemerintahannya rakyat menjadi aman, sejahtera dan damai dalam wilayahnya.

Dinasti Yin

Setelah jatuhnya Dinasti Hasia kemudian digantikan oeh Dinasti Yin yang memerintah dari tahun 1766 BC- 1050 BC. Pada masa pemerintahan raja pertama yaitu Shen-nung, rakyat juga hidup damai karena raja Shen-nung ini karena ia mengajarkan bagaimana untuk hidup bertani seperti membajak tanah, menanam gandum dan mengetam padi. Pada masa ini terlihat perubahan dari bangsa pengembala menjadi bangsa petani. Pada masa ini penduduk mulai menetap dan membuat rumah dan belajar hidup dari apa yang dihasilkan. Kemudian She-nung uga mencari daun-daun yang bisa di jadikan obat sama dengan Fu-Hi ia juga membuat nyanyian untuk para petani dan di nyanyikan pada musim tanam dan panen. Semakin banyak pulalah bangsa yang berambut hitam tinggal di tempat tersebut sehingga suku bangsa biadab yang di pegunungan dipukul mundur sampai jauh ke gunung dan kerawa-rawa. Banyak juga yang pergi ke sungai Yang Tse yang lebih kaya dan indah.

Dinasti Chou

Menurut ahli antropologi dan arkeologi mengatakan bahwa Dinasti Shang yang pertama bukan Dinasti Hsia. Dinasti Chou berdiri tahun 1222 BC – 255 BC. Raja yang pertama begelar Chau Kung ( pangeran Chao ). Dinasti ini dianggap sebagai peletak dasar perdaban cina yang pertama kali. Dinasti berkuasa selama 800 tahun. Kedudukan raja dianggap sebagai dewa yang menguasai seluruh pertanian yang berpusat di lembah Sngai Huang Ho (daerah nan King )

Pemerintahan pada masa Dinasti Chou ini bersifat feodalisme dimana tanah – tanah daerah dibawah kekuasaanya di perintah oleh raja – raja kecil yang memiliki hubungan dekat dengan kerajaan. Sedangkan raja bekerja dipusatnya yaitu Huang. Kerajaan ini runtuh diakibatkan karena penyerangan yang dilakukan oleh kerajaan kecil setelah pemerintahan nya lemah.

Dinasti ini merupakan Dinasti yang mendirikan Tembok Cina pertama kali yang bertujuan untuk melindungi Cina dari Bangsa Mongol. Kemudian pembangunan tembok ini dilakukan oleh dinasti setelah dinasti Chou.
d. Dinasti Ching (246-210 SM)
Dinasti Ching berhasil menyatukan kembali seluruh wilayah yang pecah yang di akibatkan karena peperangan. Pemerintahan dinasti ching sangat singat yaitu hanya 15 tahun. Walaupun hanya 15 tahun tetapi banyak meniggalkan perubahan dan membawa kesan yang medalaam bagi rakyat. Pusat pemerintahan dinasti ini berada di Shen sin dan ka su.

Raja pertamnya adalah Shi huang ti, ia memerintah dengan sangat keras. Sehingga banyak para sarjana yang beretentangan dengan idenya dan semua buku di musnahkan dan ajaran konfisius di bakar karena Shi huang ti berpendapat bahwa semau buku itu di keluarkan tidaklah membuat rakyat rajin melainkan malas, Sehingga melupakan kewajibannya terhadap negara. Sehingga banyak ketidaksukaan dari rakyat membuat terjadinya pemberontakan petani di lembah sungai Han.

Dinasti Han (202-220 SM)

Tahun 206 BC Liu Peng berhasil mengambil kekeuasaan dari dinasti Chin yang mengangkat dirinya menjadi kaisar yang bergelar Kao Tsu. Kaisar ini melajutka pemrintahan dinasti Chin dan memindahkan pusat pemerintahan kekota Chang-an disebelah selatan sungai Huang Ho. Ilmu pengetahuan pada masanya sangat berkembang pesat sehingga ia deberi gelar putra tuhan. Pada masa ini sisitem feodal di terapkan kembali dan segala buku dan ajaran-ajaran konfusius dan Tao di berlakukan lagi. Sehingga dinasti Han menjadi dinasti yang besar bahkan kitab-kitab itu di gunakan untuk menyusun undang-undang negara. Pada masa dinasti ini perdagangan berkembang pesat, orang-orang sudah melakukan perdagangan dengan bagsa luar.

Dinasti Tang 618-907 (300 tahun memerintah)

setelah jatuhnya dinasti Han cina berada dalam keadaan kegelapan selama 400 tahun. Mereka saling berperang antara kerajaan satu dengan yang lainnya sehingga muncullah kerajaan yang kuat yaitu Dinasti Tang. Pada masa ini hubungan berbagai negeri berkembang sedemikian rupa dan pengaruhnya sampai ke Asia Tenggara, disamping itu kesenian berkembang dengan baik, baik seni lukis, pahat, patung, drama dan puisi sehingga cocok zaman ini di sebut zaman yang romantis dalam sejarah kekaisaran cina.

Sumber : https://dosen.co.id/

Pendidikan

Rencana Pengembangan Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

Rencana Pengembangan Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

Rencana Pengembangan Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

 

Rencana Pengembangan Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

Setelah mendapatkan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018

Atas prestasi dalam memajukan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pendidikan di daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya dalam meningkatkan pendayagunaan TIK untuk pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengatakan dampak positif dari pengembangan TIK, diantaranya adalah mendukung pengambilan keputusan, meningkatnya efisiensi dan produktifitas, menunjang aktifitas pekerjaan dan belajar, serta meningkatkan kualitas hidup manusia.

“Peranan teknologi informasi dan komunikasi di era Industri 4.0 ini, akan semakin meningkat seiring perkembangan jaman. Hingga akhirnya menjadi elemen dasar dalam berbagai kehidupan,” ujar Hadadi saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman No. 6, Rabu, 17 Oktober 2018.

Hadadi menjelaskan optimalisasi TIK

Hadadi menjelaskan optimalisasi TIK menjadi salah satu solusi dalam menopang dan menggerakkan pendidikan khususnya di Jawa Barat. Salah satu rencana untuk optimalisasi TIK di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat adalah melalui Command Center yang akan mengintegrasi data dan informasi. Selain itu, terdapat jugaQuick Repond dengan berbasis media sosial. Program tersebut juga merupakan usaha dalam menjawab keluhan atau aduan masyarakat.

TIK pada pendidikan Jawa Barat

Hadadi juga mengatakan telah dibuat program-program untuk pengembangan TIK pada pendidikan Jawa Barat. Hal tersebut meliputi, Jaringan Pendidikan Jawa Barat Terintegrasi, Radio Pendidikan Jawa Barat, Sakola Jabar Juara (Sajajar), serta Mobil Tempat Berkarya dan Belajar (Motekar).

“Termasuk akan menyusun command center, radio online, quick respondberbasis media sosial, dan program lainnya, kita kelola sehingga semua pelaporan dan semua kegiatan bisa di komunikasikan kepada masyarakat,” ujar Hadadi.

 

Artikel Terkait:

Pendidikan

Stiker WhatsApp akan Ada di Gboard

Stiker WhatsApp akan Ada di Gboard

Stiker WhatsApp akan Ada di Gboard

 

Stiker WhatsApp akan Ada di Gboard

WhatsApp

WhatsApp kembali menguji fitur baru untuk aplikasi mobile karyanya. Beberapa fitur dilaporkan telah mendapatkan lampu hijau dan tersedia untuk pengguna aplikasi versi Android dan iOS via program beta.

Melalui update terbaru

WhatsApp dikabarkan berencana untuk menambahkan integrasi stiker Android pada Gboard. Saat ini, fungsi stiker yang tersedia di WhatsApp dinilai kurang menarik, sebab hanya menawarkan stiker rancangan pegawai WhatsApp.

Nantinya, pengguna dapat menggunakan stiker lain secara langsung dari App Store atau Google Play Store, walau stiker itu harus diunduh terlebih dahulu. Fitur baru ini akan memungkinkan pengguna Gboard untuk mendapatkan stiker secara langsung dari dalam aplikasi.

Meskipun fitur ini belum tersedia

tujuan utama dari fitur tersebut adalah untuk memungkinkan pengguna WhatsApp versi Android dan aplikasi Gboard memanfaatkan integrasi stiker ini. Ketika stiker pada Gboard dan WhatsApp telah terintegrasi, stiker statis Gboard yang dikirimkan di WhatsApp akan secara otomatis diubah menjadi format stiker yang kompatibel.

WhatsApp telah mengintegrasikan stiker pada Gboard

memungkinkan Google mengujinya di Gboard. Namun fitur ini belum tersedia pada versi beta dari aplikasi keyboard tersebut dan baru tersedia dalam beberapa minggu mendatang.

Sebelumnya, laporan tahunan State of Mobile karya perusahaan penelitian App Annie menyebut WhatsApp telah melengserkan Facebook dari tahta sebagai aplikasi mobile terpopuler di Amerika Serikat.

 

Sumber : http://situsiphone.com/

Pendidikan

Populerkan Koperasi Sekolah Yang Bergerak Dalam Berbagai Sektor

Populerkan Koperasi Sekolah Yang Bergerak Dalam Berbagai Sektor

Populerkan Koperasi Sekolah Yang Bergerak Dalam Berbagai Sektor

 

Populerkan Koperasi Sekolah Yang Bergerak Dalam Berbagai Sektor

 

Secara umum, di Jawa Barat terdapat 802 koperasi negeri

yang aktif dan 16.343 unit koperasi yang bergerak di berbagai sektor. Dinas Pendidikan Jawa Barat mendorong siswa untuk menghidupkan Koperasi Sekolah. Koperasi sekolah ini bisa dijadikan tempat untuk siswa belajar bisnis dan ilmu lainnya yang tidak di dapat di kelas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi saat memberikan arahan dalam peluncuran program Koperasi Sekolah di Harris Convention Hall, Jl. Bulevar Barat, Summarecon Bekasi, Kota Bekasi. Program ini menjadi salah satu cara mensosialisasikan koperasi sekolah.

“Tujuan program Koperasi Sekolah ini agar tersosialisasinya perkoperasian di sekolah-sekolah di Jawa Barat,” ungkap Hadadi sebagaimana dikutip dari rilis Humas Pemprov Jabar.

Program koperasi

Program koperasi inidilaksanakan sebagai bentuk kaderisasi koperasi untuk generasi muda tingkat SMA/SMK di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan roda bisnis dalam koperasi sekolah bisa bergeser dari sistem manual ke sistem online. Menurutnya zaman sekarang semua sudah serba online. Dengan teknologi digital tersebut, koperasi akan lebih mudah diakses.

“Dunia semakin terkoneksi, saya titip koperasi pun hari ini harus bergeser dari manual — dari banyak biaya yang tidak perlu menggunakan sistem online. Maka Jawa Barat lima tahun ke depan akan dijadikan provinsi digital Indonesia,” ungkap Emil.

Sosialisasi ini mulai digelar pada 6-15 November 2018 di 60 sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II dan III. Terdiri dari 37 sekolah di Kota Bekasi, tiga sekolah di Kabupaten Bekasi, 17 sekolah di Kota Depok, dan tiga sekolah di Kota Bogor.

Sebanyak 2.000 siswa dan 1.808 guru dan kepala sekolah terlibat dalam program ini

Program Koperasi Sekolah menargetkan 18.000 orang siswa dari 60 sekolah Cabang Dinas Pendidikan di Wilayah II dan III. Harapannyagenerasi muda khususnya siswa SMA/SMK di seluruh Jawa Barat untuk menjadi anggota koperasi di sekolahnya.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Pendidikan

PERMASALAHAN DASAR TENAGA KERJA DI INDONESIA

PERMASALAHAN DASAR TENAGA KERJA DI INDONESIA

PERMASALAHAN DASAR TENAGA KERJA DI INDONESIA

PERMASALAHAN DASAR TENAGA KERJA DI INDONESIA
PERMASALAHAN DASAR TENAGA KERJA DI INDONESIA

1.    Tingkat Pengangguran yang Tinggi

Pengangguran merupakan salah satu masalah  tenaga kerja yang berpengaruh besar bagi perekonomian  Indonesia.  Di Indonesia jumlah angka pengangguran selalu mengalami peningkatan. Hal ini karena disebabkan oleh beberapa faktor. Pengangguran dapat terjadi pada saat pertambahan jumlah penduduk lebih besar daripada pertambahan lapangan kerja. Akibatnya tidak semua penduduk produktif dapat ditampung oleh lapangan kerja yang ada. Orang-orang yang tidak bisa bekerja ini akan menjadi pengangguran. Terjadinya pengangguran juga disebabkan karena rendahnya kualitas tenaga kerja. Mereka tidak mampu bersaing dengan tenaga kerja yang memiliki kualitas yang lebih baik. Akibatnya orang-orang yang mempunyai kualitas rendah akan menganggur.
Selain itu masalah pengangguran juga dapat disebabkan karena lowongan kerja yang ada tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Orang-orang yang mempunyai latar belakang berbeda dengan yang diharapkan perusahaan, tidak dapat bekerja. Akibatnya pengangguran bertambah. Kondisi perekonomian yang tidak baik juga dapat menjadi pemicu terjadinya pengangguran. Terjadinya krisis ekonomi menyebabkan banyak perusahaan-perusahaan atau industri yang gulung tikar (bangkrut). Banyak tenaga kerja yang diberhentikan dari pekerjaannya. Orang-orang inilah yang kemudian menambah jumlah angka pengangguran.Tingginya jumlah pengangguran di Indonesia dapat menimbulkan berbagai dampak negatif baik bagi masyarakat maupun bagi negara.

2.    Meningkatnya Angkatan Kerja

Jumlah angkatan kerja di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Semakin besar jumlah penduduk maka angkatan kerja jadi semakin besar. Hal itu dapat menjadi beban tersendiri bagi perekonomian. Mengapa demikian?
Karena jika  meningkatnya angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan bertambahnya lapangan kerja akan menyebabkan masalah pengangguran. Orang-orang yang menganggur ini secara otomatis tidak akan memperoleh penghasilan. Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan pun mereka tidak bisa. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kesejahteraannya menurun. Hal tersebut sangat berlawanan dengan harapan pemerintah, yaitu semakin banyaknya jumlah angkatan kerja diharapkan dapat menjadi pendorong pembangunan ekonomi.

3.    Mutu Tenaga Kerja yang Rendah

Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berpendidikan rendah dengan keterampilan dan keahlian yang kurang memadai, sehingga belum memiliki keterampilan dan pengalaman untuk memasuki dunia kerja. Dengan demikian mutu tenaga kerja di Indonesia tergolong rendah. Mutu tenaga kerja yang rendah mengakibatkan kesempatan kerja semakin kecil dan terbatas. Keterampilan dan pendidikan yang terbatas akan membatasi ragam dan jumlah pekerjaan.

4.    Persebaran Tenaga Kerja yang Tidak Merata

Persebaran tenaga kerja di Indonesia tidak merata. Di daerah Pulau Jawa tenaga kerja menumpuk sementara di luar Pulau Jawa kekurangan tenaga kerja. Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak bahwa di Pulau Jawa banyak pengangguran, sedangkan di luar Pulau Jawa pembangunan akan terhambat karena kekurangan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya alam yang ada.

Baca Artikel Lainnya:

Pendidikan

Tips for IELTS

Tips for IELTS

Tips for IELTS

Tips for IELTS
Tips for IELTS

To get high score in International English Language Test System (IELTS) is not an easy way, but there is a way we can do to make reach our goal, to pass the IELTS and study overseas the passing grade for IELTS for academic and IELTS General Training are band 5.5. and how can we reach that score?? here I found some tips how we should do when doing IELTS, hope it helps you to get better score, guys…..

Listening

1. Read the instructions and questions carefully before you listen.

2. Try to get an idea of the situation. Who are the speakers? Where are they? Why are they speaking?
Remember, you will only hear the audio once. You will need to read, write and listen all at the same time.

3. Listen for ‘signpost words’ such as however, although and finally. They help you to anticipate what the speaker will say.


Reading

  1. Look out for the title, headings and any special features such as capital letters, underlining, italics, figures, graphs and tables2. make sure that you understand the questions and follow instructions carefully

    3. Pay attention to timing; do not spend too long on one passage or question

    4. Do not try and read every word; remember, you are reading for a purpose

    5. If you do not know the answer to a question, attempt it but do not waste time; move quickly onto the next one

    6. Do not panic if you do not know anything about the subject of the text; all the answers can be found in the text

    7. The word(s) you use must be taken from the Reading text; you must not change the form of the word(s) in the text

    8. Do not worry if there is a word that you do not understand – you may not need to use it check your spelling

    9. Be careful to use singular and plural correctly, focus precisely on what you are asked to do in ‘completion’ type questions, if the question asks you to complete the note ‘in the…’ and the correct answer is ‘evening’, just use ‘evening’ as your answer; note that ‘in the evening’ would be incorrect

    10. Pay attention to the word limit; for example, if you are asked to complete a sentence using no more than two words, if the correct answer is ‘silk shirt’, the answer ‘shirt made of silk’ would be incorrect
    attempt all questions; there are no penalties for incorrect answers, so you have nothing to lose

Sumber: https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

Pendidikan

Masjid, Nilai, Kearifan, Islam dan Budaya Lokal

Masjid, Nilai, Kearifan, Islam dan Budaya Lokal

Masjid, Nilai, Kearifan, Islam dan Budaya Lokal

Masjid, Nilai, Kearifan, Islam dan Budaya Lokal
Masjid, Nilai, Kearifan, Islam dan Budaya Lokal

Masjid sebagai pusat peradaban islam

Masjid pada umumnya dipahami oleh masyarakat sebagai tempat ibadah khusus seperti shalat. Padahal masjid lebih luas daripada sekedar tempat shalat. Masjid dijadikan sebagai symbol persatuan umat islam. Selama sekitar 700 tahun sejak Nabi mendirikan masjid pertama, fungsi masjid masih kokoh dan orisinil sebagai pusat peribadatan dan peradaban. Masjid Al-Azhar di Mesir merupakan salah satu contoh yang sangat dikenal luas kaum muslimin indonesia. Masjid ini mapu memberikan beasiswa bagi para pelajar dan mahasiswa. Bahkan pengentasan kemiskinan pun merupakan program nyata masjid.

Tapi sangat disesalkan masjid kemudian mangalami penyempitan fungsi, apalagi adanya intervensi pihak-pihak tertentu yang menjadikan masjid sebagai alat untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Masjid hanya mengajari umat tentang baca tulis Al-qur’an tanpa pengembangan wawasan dan pemikira islami dan tempat belajar umat tentang ilmu fiqih ibadah, bahkan lebih sempit lagi yaitu ibadah praktis dari salah satu mahzab. Kita mungkin tidak akan menemukan masjid yang memiliki kegiatan yang terprogram secara baik dalam pembinaan keberagaman umat.

Pada pengembangan berikutnya muncul kelompok-kelompok yang sadar untuk mengembalikan fungsi masjid sebagaimana mestinya. Kesadaran ke arah optimalisasi fungsi masjid kembali tumbuh terutama di kalangan para intelektual muda, khususnya para aktivis masjid. Kini mulai tumbuh kesadaran umat akan pentingnya peranan mesjid untuk mencerdaskan dan mensejahterakan jamaahnya. Meluasnya fungsi dan peranan masjid ini seiring dengan laju pertumbuhan umat islam di Indonesia, baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang tercermin dalam pertambahan jumlah penduduk muslim dan peningkatan jumla intelektual muslim yang sadar dan peduli terhadap peningkatan kualitas umat islam Dalam syariat islam masjid memiliki dua fungsi utama yaitu: pertama sebagai pusat ibadah ritual dan kedua berfungsi sebagai pusat ibadah sosial. Dari kedua fungsi tersebut titik sentralnya bahwa fungsi utama mesjid adalah sebagai pusat pembinaan umat islam.

  1. Nilai-nilai Islam dalam Budaya Indonesia

Islam masuk ke Indonesia lengkap dengan budayanya. Oleh karena itu Islam besar dari negeri Arab, maka Islam yang masuk ke Indonesia tidak terlepas dari budaya Arab. Pada awalnya masuknya dakwah islam ke Indonesia, dirasakan sangat sulit membedakan mana jaran islam dan mana budaya arab. Sebagaimana para wali di tanah jawa yang mendakwahkan ajaran islam melalui bahasa dan budaya. Lebih jauh lagi nilai-nilai islam sudah menjadi bagian yang tidak dapat di pisahkan dari kebudayaan mereka. Seperti upacara adat dan penggunaan bahasa sehari-hari. Istilah-istilah arab yang masuk ke dalam budaya jawa, seperti dalam pewayangan actor janoko yang tidak lain dalam bahasa Arab adalah jannaka. Empat sekawan semar, gareng, petruk, dan bagong merupakan produk personifikasi dari ucapan Ali Bin Abi thalib “itsmar khairan,fatruk ma bagha”(berbuatlah kebaikan, tinggalkan perbuatan sia-sia). Dan masih banyak lagi istilah-istilah dalam bahasa arab lainnya, yang diadopsi menjadi bahasa indonesia.

  1. Islam dan Budaya Lokal

Sebagai salah satu agama yang universal, risalah islam ditunjukan untuk semua umat manusia, segenap ras, dan bangsa serta untuk semua lapisan masyarakat. Universalisme islam menampakkan diri dalam berbagai manifestasi penting, dan yang terbaik adalah dalam ajaran-ajarannya.ajaran-ajaran islam yang mencakup aspek akidah, syari’ah dan akhlak, menampakkan perhatiannya yang sangat besar terhadap persoalan utam kemanusiaan. Hal ini dapat dilihat dari lima tujuan umum syari’ah yaitu; menjamin keselamatan agama, jiwa, akal, keturunan, harta. Selain itu risalah islam juga menampilkan nilai-nilai kemasyarakatan (social values) yang luhur, yang biasa dikatakan sebagai tujuan dasar syari’ah yaitu’ keadilan, ukhuwwah (persaudaraan), takaful(jaminan keselamatan), kebebasan dan kehormatan. Semua ini akhirnya bermuara pada keadilan sosial dalam arti sebenarnya. Refleksi dan manifestasi kosmopolitanisme islam bias dilacak dalam etalase sejarah kebudayaan sejak rasulullah, baik dalam format non material sepertimkonsep-konsep pemikiran,maupun yang material seperti arsitektur bangunan dan sebagainya.

Walaupun demikian , menurut Ibnu Khaldun, abhwa diantara hal aneh tapi nyata bahwa mayoritas ulama dan cendekiawan dalam sejarah perkembangan islam adalah‘ajam(non arab). Maka jadilah ilmu-ilmu ini semua ilmu-ilmu keterampilan yang membutuhkan pengajaran. Begitu juga iintelektual-intelektual dalam bidang hadits, ushul fiqih, ilmu kalam dan tafsir. Dari paparan di atas, menunjukkan kepada kita betapa kebudayaan dan peradaban islam dibangun di atas kombinasi nilai ketaqwaan (Q.S al-Hujurat:13), persamaan dan kreativitas dari jiwa islam yang universal (Q.S al-Mulk:2) dengan akulturasi timbal balik dari budaya-budaya local luar arab yang terislamkan, tanpa harus mempertentangkan antara Arab dan non Arab.

  1. Local Wisdom (Kearipan Lokal)

Gagasan pribumisasi Islam, secara genelogis dilontarkan pertama kali oleh Abdurahman Wahid pada tahun 1980an. Dalamg ‘Pribumisasi Islam’ tergambar bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan, bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya, sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan.Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan, melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama, serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. ‘Pribumisasi Islam’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktek kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. Dengan demikian, Islam tidak lagi dipandang secara tunggal, melainkan beraneka ragam. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar, karena Islam sebagai agama mengalami historitas yang terus berlanjut.

‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. Pertama, ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual, yakni dipahami sebagai ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Dengan demikian, Islam akan mengalmi perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. Kedua, ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif, yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan ajaran dasar agama (Islam), tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Ketiga, ‘Islam Pribumi’ memiliki problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihan perbedaan agama dan etnik. Dengan demikian, Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadopsi kebudayaan lokal secara selektif. Kalangan ulama Indonesia telah berhasil mengintegrasikan antara keislaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkut nilai dan norma, bukan selera atau ideologi apalagi adat.

Berbeda dengan agama lain, Islam masuk Indonesia dengan begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Inilah pribumisasi Islam yang dilakukan para penyebar Islam di tanah air, khususnya para Wali Songo di Jawa, yang menggunakan media budaya sebagai sarana mendakwahkan Islam. Dengan langkah persuasif ini, terbukti Islam bisa diterima dengan baik sebagai agama baru setelah sebelumnya penduduk lokal menganut animisme, dinamisme atau Hindu Budha selama bertahun-tahun lamanya.Yang patut diamati pula, kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dalam simbol-simbol Islam, sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia.

Baca Artikel Lainnya:

Pendidikan

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
PERKEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN

Beberapa model pengembangan perencanaan disajikan dalam buku ini adalah : 1). Model PSSI, 2). Model Briggs, 3). Model Kemp, 4). Medela Gerlach dan Ely, 5). Model Bela H. Banathy, dan 6) Model IDI. Secara terinci uaraian dari masing-masing hal tersebut adalah seperti yang terurai dibawah ini.

  1. Model Pengembangan Instruksional PPSI

            PSSI merupakan singkatan dari prosedur pengembangan Sistem intruksional. Istilah “sistem intruksional” mengandung pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan system system dimana pengerjaan adalah komponen yang saling berhubungan bekerjasama satu sama lainsecara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

            Model pengembangan intruksional PPSI ini memiliki 5 langkah pokok, yaitu:

  1. Merumuskan Tujuan Intruksional Khusus

           Dalam merumuskan TIK ini ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Mengubah istilah yang operasional
  2. Berbentuk hasil belajar
  3. Berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur
  4. Dalam satu TIK hanya memuat satu perubahan tingkah laku

            Selain itu dengan mengutip pendapat dari Marger, TIK hendaknya mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Berorientasi kepada peserta didik
  2. Pernyataan tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik (performance)
  3. Dalam kondisi yang bagaimana peserta diharapkan melakukan tingkah tersebut (condition)
  4. Kriteria dari kemampuan dan keterampilan yang dikehendaki (Kriterion)
  5. Mengembangkan Alat Evaluasi

            Kegiatan yang dilakukan pada tahap pengembangan alat evaluasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan jenis tes yang akan digunakan untuk mengukur tercapainya tindak TIK

      Jenis tes ini dapat dibedakan menjadi : a). tes tertulis, bo. tes lisan, c) tes perbuatan

  1. Menyusun butir tes (item soal) untuk eniali masing-masing TIK

      Bentuk item soal ini berupa : a). essay, b). objektive dalam bentuk pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, isian, dan jawaban singkat.

  1. Menetapkan Kegiatan Belajar dan Materi Pelajaran

            Kegiatan yang harus dilakukan pada tahap menetapkan kegiatan belajar dan materi pelajaran ini adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar unsur mencapai TIK
  2. Menetapkan kegiatan belajar yang tidak perlu ditempuh
  3. Menetapkan kegiatan belajar yang akan ditempuh
  4. Menciptakan materi pelajaran
  5. Tahap 4: Merencanakan Program Kegiatan

Dalam tahap keempat ini, kegiatan yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan strategi belajar mengajar, termasuk metode yang digunakan
  2. Memilih alat pelajaran dan sumber bahan atau media yang akan digunakan
  3. Menyusun jadwal penyajian
  4. Tahap 5: Melaksanakan Program

Dalam melaksanakan program ini  kegiatan yang perlu ditempuh adalah:

  1. Menyelenggarakan pre tes

      Pre-tes ini untuk menjajagi seberapa jauh kemampuan yang telah dikuasai peserta didik berkaitan dengan TIK yang diajukan, dalam rangka untuk memberi keputusan TIK yang harus dicapai

  1. Menyajikan materi pelajaran itu guru harus konsisten dengan TIK maupun model satuan peljaran baik mengenal materi, metode, alat, dan sumber, serta evaluasi.
  2. Menyelenggarakan pos tes

      Pos tes ini untuk menilai tingkat kemampuan peserta didik mengikuti pelajaran

  1. Melakukan revisi (perbaikan)

      Revisi ini untuk menyempurnakan proses dan hasil pengajaran. Revisi ini mencakup segala komponen system yang terlibat dalam pengajaran dari tahap 1 sampai dengan tahap 5.

  1. Model J.E Kemp

            Menurut Kemp (1977) pengembangan instruksional atau desain intruksional itu terdiri dari 8 langkah, yaitu:

  1. Menentukan Tujuan Intruksional Umum (TIU)

TIU merupakan tujuan yang ingin dicapai untuk masing-masing pokok bahasan

  1. Menganalisis karakterisasi peserta didik

Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui latar belakang pendidikan sosial, budaya peserta didik, serta untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil

  1. Menentukan TIK

TIK ini bagi peserta didik antara lain berguna untuk mengetahui apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan kriterian keberhasilannya. Bagi guru TIK ini membantu dalam menentukan materi dan evaluasi pelajaran

  1. Menetukan materi pelajaran

Dalam menetukan pelajaran ini harus disesuaikan dengan TIK

  1. Menetapkan penjagaan awal
  2. Menentukan strategi belajar mengajar

Dalam memilih strategi belajar mengajar harus sesuai TIK selain itu juga harus memperhatikan faktor. a). efesien, b). efektivitas, c). ekonomi, d). peserta

  1. Mengkoordinasi sarana penunjang, yang meliputi tenaga fasilitas alat, waktu dan tenaga
  2. Mengadakan evaluasi

Evaluasi ini digunakan untuk mengontrol dan mengkaji keberhasilan dan program secara sistem

  1. Model Briggs

            Model pengembangan intruksional Briggs ini bersandarkan pada prinsip keselaransan antara a). tujuan yang akan dicapai, b), strategiuntuk mencapainya, dan c) evaluasi keberhasilan, yang dalam sehari-hari dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan  a). mau kemana ?, b) dengan apa? dan c) bilamana sampai tujuan?

            Prinsip dasar pengembangan yang dipakai, urutan langkah kegiatan pengembangan intruksional, menurut Briggs, adalh sebagai berikut:

Mau kemana meliputi:

  1. Identifikasi masalah/tujuan
  2. Rumusan tujuan dalam perilaku belajar
  3. Penyusunan materi/silabus
  4. Analisis tujuan dengan apa?
  5. Analisis tujuan
  6. Jenjang belajar dan strategi intruksional
  7. Rancangan intruksional (guru)
  8. Strategi intruksional (tim pengembangan intruksional)

Bilamana sampai tujuan? Meliputi

  1. Penyusunan tes
  2. Evaluasi formatif
  3. Evaluasi sumatif

            Berdasarkan pendapat Briggs tersebut, secara keseluruhan model pengembangan intruksional terdiri dari langkah-langkah, sebagai berikut:

  1. Identifikasi kebutuhan/penentuan tujuan
  2. Penyusunan garis besar kurikulum/rincian kebutuhan intruksional yang telah dituangkan dalam tujuan-tujuan
  3. Perumusan tujuan
  4. Analisis tugas/tujuan
  5. Proses informasi: untuk menentukan tata urutan pemikiran yang logis
  6. Klasifikasi belajar: untuk mengidentifikasi kondisi belajar yang diperlukan
  7. Tugas belajar: untuk menentukan persyaratan belajar dan kegiatan belajar mengajar yang sesuai
  8. Penyiapan evaluasi hasil belajar
  9. Menentukan jenjang besar
  10. Penentuan kegiatan belajar
  11. Pemantauan belajar
  12. Evaluasi formatif
  13. Evaluasi sumatif
  1. Model Gerlach dan Ely

      Langkah-langkah dalam pengembangan instruksional terdiri dari:

  1. Merumuskan tujuan instruksional
  2. Menentukan isi materi pelajaran
  3. Menentukan kemampuan awal peserta didik
  4. Menentukan teknik dan strategi
  5. Pengelompokan belajar
  6. Menentukan pembagian waktu
  7. Menentukan ruang
  8. Memilih media intstruksional yang sesuai
  9. Mengevaluasi hasil belajar
  10. Menganalisis umpan balik
  1. Model Bela H. Banathy

            Menurut Banathy (1972) secara garis besar pengembangan instruksional meliputi enam langkah pokok, yaitu:

  1. Merumuskan tujuan
  2. Mengembangkan tes
  3. Menganalisis kegiatan belajar
  4. Mendesain sistem instruksional
  5. Melaksana kegiatan dan mengetes hasil
  6. Mengadakna perbaikan

Sumber: https://sel.co.id/

Pendidikan

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Asas, Jenis, Faktor dan Fungsi Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Asas Kerja Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

  1. Obyektif dan Resmi

Semua informasi atau pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat harus merupakan suara resmi dari instansi atau lembaga yang bersangkutan.

  1. Organisasi yang tertib dan berdisiplin

Hubungan sekolah dengan masyarakat hanya akan berfungsi bilamana tugas-tugas organisasi atau lembaga berjalan secara lancar dan efektif serta memiliki hubungan kerja ke dalam dan ke luar organisasi yang efektif pula.

  1. Informasi harus bersikap mendorong timbulnya keinginan untuk ikut berpartisipasi atau ikut memberikan dukungan secara wajar dari masyarakat.
  2. Kontinuitas informasi

Hubungan sekolah dengan masyarakat harus berusaha agar masyarakat memperoleh informasi secara kontinu sesuai dengan kebutuhan.

  1. Respon yang timbul di kalangan masyarakat umpan balik dari informasi yang disampaikan harus mendapat perhatian sepenuhnya.

Jenis Kegiatan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

  1. Kegiatan Eksternal

Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan masyarakat di luar sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal ini yakni:

  1. Indirect act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyar\akat melalui perantara media tertentu seperti misalnya: informasi lewat televisi, penyebaran informasi lewat radio, penyebaran informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha independen dalam penerbitan majalah atau buletin sekolah.
  2. Direct act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka, misalnya: rapat bersama dengan komitte sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, melayani kunjungan tamu dan sebagainya.

2 Kegiatan Internal

 Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga sekolah yang bersangkutan yaitu para pendidik, karyawan, dan peserta didik. Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yakni:

  1. Indirect act adalah kegiatan internal melalui penyampaian informasi melalui surat edaran; penggunaan papn pengumuman di sekolah; penyelenggaraan majalah dinding; menerbitkan buletin sekolah untuk dibagikan pada warga sekolah; pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui mass media; dan kegiatan pentas seni.
  2. Direct act adalah kegiatan internal yang dapat berupa: rapat dewan guru; upacara sekolah; karyawisata/rekreasi bersama; dan penjelasan pada berbagai kesempatan.

Faktor Pendukung Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat bisa berjalan baik apabila di dukung oleh beberapa faktor yakni:

  1. Adanya proram dan perencanaan yang sistematis.
  2. Tersedia basis dokumentasi yang lengkap.
  3. Tersedia tenaga ahli, terampil dan alat sarana serta dana yang memadai.
  4. Kondisi organisasi sekolah yang memungkinkan untuk meningkatkan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.

Fungsi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Fungsi pokok hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menarik simpati masyarakat umumnya serta publik khususnya, sehingga dapat meningkatkan relasi serta animo pada sekolah tersebut. Hal ini akan membantu sekolah mensukseskan program-programnya. Sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat diantarnya sebagai berikut :

  1. Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua.
  2. Memelihara hubungan baik dengan komitte sekolah.
  3. Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan organisasi nasional.
  4. Memberi pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam tehnik komunikasi (majalah, surat kabar dan mendatangkan sumber).

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Pendidikan

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

 

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Bencana Banten dan Lampung

Tsunami telah menerjang Kabupaten Pandeglang Banten, Serang, dan Lampung Selatan pada Sabtu, 22 Desember 2018. Bencana tersebut terjadi di pantai sekitar Selat Sunda setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi tsunami disebabkan oleh longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang tinggi akibat bulan purnama.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Adapun data yang tercatat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencapai 426 orang meninggal dunia. Selain itu, korban yang mengalami luka-luka akibat sebanyak 7.202 orang dan 23 orang dinyatakan masih hilang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk turut serta dalam menolong korban bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung. Hal tersebut disampaikan dalam apel pagi di Halaman Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Senin 31 Desember 2018.

“Ini merupakan musibah kemanusiaan dan bencana alam yang dialami saudara-saudara kita sendiri. Kita doakan semoga korban dapat diampuni segala dosanya, menjadi manusia yang mulia, dan dimasukan ke dalam surga. Yang mengalami luka-luka segera dipulihkan dan keluarga yang hilang dapat ditemukan, sehingga kembali kepada keluarganya,” ujar Kadisdik Jabar.

Kadisdik Jabar

Kadisdik Jabar juga mengatakan musibah tersebut dapat menjadi pelajaran dan diambil hikmahnya, bahwa musibah dapat menimpa kepada siapapun. Selain itu, terdapat kekuasaan-kekuasaan dan ketentuan Tuhan yang dapat terlihat.

“Kali ini kita akan agendakan untuk meninjau langsung keadaan korban ke sana. Tentunya kita perlu menggalang dana sebagai bagian dari solidaritas peduli terhadap sesama. Kita perlu turut prihatin, mereka adalah saudara dekat kita,” ujar Kadisdik Jabar.

 

Artikel Terkait: