keyboard_arrow_right
unxjg
Pendidikan

7 Cara Mendidik Anak Agar Disiplin dan Patuh Sejak Kecil

7 Cara Mendidik Anak Agar Disiplin dan Patuh Sejak Kecil – Mendidik anak semenjak balita ialah tugas orangtua yang sangat sulit. Pasalnya, umur balita adalah masa di mana si kecil masih hendak bebas mengerjakan hal sesukanya. Cara yang ditempuh masing-masing orangtua juga berbeda-beda. Ada yang lebih sabar, namun ada pula yang ingin marah-marah atau bahkan melibatkan kekerasan laksana menjewer, memukul, atau membentak.

Salah-salah pilih teknik mendisiplinkan anak yang keliru malah dapat membuat anak semakin menentang dan kabur dari tanggung jawab. Daripada gunakan kekerasan yang membuang-buang energi, lebih baik pakai teknik yang lebih halus, tapi konsentrasi dan ampuh mendisiplinkan anak. Bagaimana caranya?

Tips mendidik anak balita supaya tumbuh disiplin sampai dewasa

1. Konsisten
Dilansir dari WebMD, Claire Lerner, seorang spesialis pertumbuhan anak, mengaku bahwa semenjak usia 2 hingga 3 tahun anak-anak bekerja keras untuk mengetahui bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Lerner menuliskan bahwa pola asuh yang diterapkan secara teratur dan konsisten dapat menciptakan anak merasa lebih aman dan terlindungi. Anak menjadi tahu apa yang diinginkan oleh orangtuanya sampai-sampai dapat bersikap lebih tenang saat diserahkan perintah.

Ambil contoh, ketika Anda menuliskan “jangan memukul” ketika kesatu kali si kecil memukul rekan sebayanya, barangkali keesokan harinya si kecil dapat tetap memukul. Jika kita kembali menuliskan “jangan memukul” ketika hal ini terulang guna yang kedua, ketiga, atau keempat kalinya, anak bakal lebih mengetahui dan bersikap tenang guna tidak memukul. Akan namun ingat, pakai nada yang lebih tenang supaya anak tidak merasa dalam bahaya dan malah membangkang.

Sementara andai Anda tak konsisten, maka si kecil bakal merasa bingung. Contohnya, saat suatu hari kita tidak membolehkan si kecil bermain bola di dalam lokasi tinggal tapi keesokan harinya Anda malah membiarkannya. Hal ini akan menciptakan sinyal ajakan dan larangan di benak anak bercampur sampai-sampai anak tak tahu mana yang boleh dan tidak boleh. Maka tidak heran bila anak lambat laun menjadi tidak disiplin.

Lakukan berkali-kali, sampai si kecil memahami dengan perintah yang kita berikan. Si kecil bakal menyerap perintah dan belajar mengerjakan hal yang sama sesudah empat atau lima kali kejadian berulang.

2. Kenali pemicu tantrum pada anak
Tantrum ialah kejadian yang lumrah terjadi pada masing-masing anak. Maka itu, masing-masing orangtua mesti tahu betul apa yang menciptakan anaknya tantrum dan rewel. Kebanyakan anak, memang bakal mempunyai emosi yang meledak-ledak ketika merasa lapar atau mengantuk. Nah, baiknya hindari waktu-waktu ini ketika Anda hendak mengajarkan disiplin pada anak.

Misalnya, bila Anda hendak mengajarkan anak guna disiplin masa-masa tidur, pastikan kita dan si kecil berada di lokasi tinggal pada jam-jam istirahat siang dan malam. Jadi, hindari membawanya ke supermarket atau lokasi lainnya ketika si kecil mengantuk atau lapar.

Di sinilah dibutuhkan kerja sama kita dan si kecil supaya proses mendidik anak berlangsung dengan lancar. Kalau anak masih tantrum, berikan mainan kesukaannya terlebih dahulu untuk merangsang suasana hatinya lebih baik. Barulah setelah tersebut Anda dapat kembali mengajaknya bermain seraya belajar bertanggung jawab dengan apa yang si kecil lakukan. Jangan lupa guna berikan pujian pada si kecil ketika dia sukses melakukan pekerjaan positif versi dirinya.

3. Ikuti pola pikir anak
Cara mendidik anak semenjak balita lainnya ialah dengan mengekor pola pikir si kecil. Memang sangat gampang untuk merasa kesal ketika si kecil menciptakan seisi lokasi tinggal berantakan. Hari ini si kecil menggambar semua dinding lokasi tinggal dengan krayon, kemudian keesokannya menyebarkan mainan tanpa membereskannya lagi. Anda pasti pusing dibuatnya.

Namun ingat, pola pikir kita tentu bertolak belakang dengan pola pikir si kecil. Mungkin untuk Anda merapikan mainan ialah hal yang gampang dan bisa cepat diselesaikan, namun belum pasti untuk si kecil.

Jadi, usahakanlah untuk mengekor pola pikir anak. Pada anak seusianya, hal-hal seperti tersebut memang menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Ingat pula bahwa kita pun mengerjakan hal yang sama ketika seusianya. Ini sebab usia balita ialah masa saat si kecil belajar dan mengenal apa yang terdapat di  https://www.bukuinggris.co.id/ sekitarnya.

Jadi, alih-alih kesal sebab si kecil tidak mau diajak untuk merapikan mainnanya. Anda dapat ikut menolong membereskan mainan itu dan memberi misal yang baik padanya. Beri tahu ia andai hal ini urgen untuk dilaksanakan dan ialah tugasnya. Dengan begitu, ia lama-kelamaan bakal terbiasa guna melakukannya. Jangan tak sempat berikan si kecil pujian andai ia sukses membereskan mainannya sendiri.

4. Ciptakan lingkungan yang sesuai
Sekarang Anda telah tahu bahwa si kecil sedang merasakan rasa penasaran yang tak terdapat habisnya dan hendak menjelajahi seluruh hal baru. Nah, untuk memulai mendidik anak, hindari sekian banyak godaan yang bisa membuyarkan fokus anak. Ya, membuat lingkungan yang kondusif dan cocok dengan suasana si kecil ialah cara mendidik anak yang tepat.

Misalnya, hindari akses TV, handphone, tablet, atau perangkat elektronik lainnya yang bisa mengganggu proses pembelajaran anak balita. Proses mendidik anak terkadang terganggu dengan tampilan video yang lebih menarik untuk si kecil daripada mainan di sekitarnya. Membaca kitab atau mainan lainnya, malah lebih dapat merangsang keterampilan motorik dan sesoriknya.

Berdasarkan keterangan dari Rex Forehand, Heinz, dan Rowena Ansbacher, profesor psikologi di University of Vermont, orangtua perlu membuat suasana yang kondusif ketika mendidik anak mereka. Bahkan saat si kecil mulai membangkang, orangtua jangan menghukum anak tetapi malah memindahkan mereka ke kegiatan lain yang dapat memindahkan perhatiannya.

5. tidak boleh ragu guna memberi ‘hukuman’ pada anak
Banyak orangtua yang tak tega andai harus menyerahkan hukuman pada anaknya. Sebenarnya, ini juga dibutuhkan untuk mengindikasikan sikap tegas dalam mendidik anak. Akan namun ingat, Anda pun harus mengukur hukuman yang diserahkan pada si kecil, tidak boleh terlalu memberatkan. Hal ini hanya dilaksanakan untuk menciptakan si kecil belajar disiplin.

Misalnya saja, ketika si kecil memukul, menggigit, atau membuang makanannya, bawa si kecil ke kamarnya atau ke ruangan yang lebih privat. Kemudian, mohon ia guna diam di ruangan itu dan memikirkan apa yang sudah ia kerjakan selama sejumlah saat. Di sini ajaklah anak guna bersikap lebih tenang dan berikan pemahaman bahwa sikap si kecil perlu dibetulkan beserta alasannya. Misalnya saja, “Adik jangan melempar makanan, ya. Nanti lantainya jadi kotor.”

Lakukan teknik ini sekitar satu hingga dua menit, paling tidak hingga Anda selesai menyerahkan pemahaman pada si kecil. Jika telah selesai, berikan tanda pada si kecil bila dia telah boleh pergi dari tempat “hukuman” dan berjanji tidak bakal mengulanginya lagi. Dengan demikian, si kecil bakal belajar bahwa tidak seluruh hal bisa dia kerjakan begitu saja, terlebih bila tersebut merugikan orang lain. Si kecil pasti akan merasa tidak hendak kembali ke sudut ruangan dan menjalani hukuman lagi.

6. Tetap bersikap tenang
Hindari membentak atau memarahi si kecil ketika dia tidak inginkan disiplin. Pasalnya, urusan ini melulu akan menciptakan pesan positif yang kita utarakan hilang begitu saja di pikiran si kecil. Ketika si kecil menciduk aura negatif dari amarah orangtua, dia melulu akan melihat format emosinya dan tidak bakal mendengar apa yang kita katakan.

Usahakan guna tetap bersikap tenang di depan si kecil. Tarik napas dalam-dalam, hitung hingga tiga, dan tatap mata kita dalam-dalam. Menegur dan bersikap tegas bukan berarti mesti disertai dengan emosi, bukan?

7. Berpikir positif
Tenang, tidak terdapat orangtua yang sempurna. Tidak butuh membanding-bandingkan kedisiplinan anak kita dengan anak beda seusianya. Sebab masing-masing anak mempunyai masa pertumbuhan yang berbeda-beda dan tidak dapat disamakan. Lakukan saja hal-hal terbaik yang Anda dapat lakukan.

Tidak peduli seberapa stres Anda berjuang mendidik si kecil supaya disiplin, tetaplah beranggapan positif. Percayalah bahwa Anda dapat mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Mintalah pertolongan pasangan atau dokter anak guna mendapatkan saran terbaik dalam mendisiplinkan anak.

Selama kita konsisten dengan aturan yang kita buat, niscaya si kecil bakal belajar disiplin secara perlahan dengan hasil positif yang bakal mengejutkan Anda.

baca juga: 7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda

Pendidikan

7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda

7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda – Nuffic Neso Indonesia melangsungkan acara “Dutch Placement Day” (DPD), Jumat, 9 November, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, menggandeng 27 universitas penelitian dan ilmu terapan Belanda.

“DPD menjadi one stop information centre di mana pengunjung bisa berkonsultasi one on one, mengekor presentasi universitas maupun Lembaga pengelola beasiswa, seminar mencatat motivation statement, sampai mengikuti IELTS Try Out,” jelas Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari.

Lalu, apa yang menciptakan pilihan studi di Belanda menjadi paling menarik? Sofia Yang, Humas Nuffic Nesso Indonesia dalam sesi seminar “Study in Holland” menjelaskan untuk peserta DPD 2018, 7 dalil Belanda unik dilirik menjadi opsi studi.

1. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar

Saat ini, telah paling tidak terdapat lebih dari 2.100 opsi program studi di universitas Belanda telah memakai bahasa Inggris. Siswa tidak butuh khusus belajar Belanda, karena tidak sedikit bahasa pendahuluan yang digunakan ialah bahasa Inggris.

2. Destinasi studi murid internasional

Saat ini ada 112 ribu mahasiswa internasional belajar di Belanda. Ini berarti, 1 dari 10 mahasiswa yang kuliah di Belanda adalah mahasiswa internasional. Tahun ini saja minimal ada lebih dari 2.500 pelajar Indonesia menempuh studi di Belanda.

3. Universitas ruang belajar dunia

Belanda mempunyai sekitar 200 universitas yang masuk dalam pemeringkatan universitas ruang belajar dunia menurut keterangan dari QS University World Rankings. Bahkan 13 di antaranya masuk dalam https://www.sekolahan.co.id/ 50 terbaik dunia.

4. Kualitas edukasi tinggi terjamin

Berbeda dengan Indonesia, Belanda melulu menerapkan 1 sistem akreditasi tanpa pemeringkatan. Hal ini memastikan bahwa kualitas edukasi tinggi di Belanda mempunyai standar tinggi yang sama. Sebaliknya, edukasi tinggi yang tidak lulus akreditasi tidak diizinkan menerima mahasiswa untuk memastikan kualitas edukasi di sana.

5. Biaya edukasi ‘reasonable’

Biaya edukasi di Belanda dirasakan ‘paling reasonable’ bila dikomparasikan universitas beda di Eropa yang memakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Biaya edukasi S1 rata-rata menguras 6 ribu hingga 15 ribu pounsterling dan S2 berkisar 8 ribu hingga 20 ribu pounsterling.

6. Kota terbaik guna generasi milenial

Amsterdam, Belanda terpilih menjadi di antara “Best Cities fo Millenials” menurut keterangan dari Nestpick tahun 2017. Tidak melulu menjadi kota kelahiran start up besar “Uber”, kota ini juga dirasakan mempunyai ekossistem bisnis yang baik dan menyerahkan ruang untuk generasi milenial mengembangkan kreatifitas, hakikat dan kualitas hidup.

7. “Home Away from Home”

Ikatan historis Indonesia dan Belanda membuat tidak sedikit orang Indonesia di sana, baik menetap maupun memilih studi di sana. Hal ini menciptakan Belanda menjadi terasa “jauh tetapi seperti di rumah” untuk pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di Belanda.

baca juga:  4 Cara Menjaga Kesehatan Lidah Yang Baik dan Benar

Kesehatan

4 Cara Menjaga Kesehatan Lidah Yang Baik dan Benar

4 Cara Menjaga Kesehatan Lidah Yang Baik dan Benar

Dibandingkan dengan gigi, lidah adalah bagian dalam mulut yang sering dilalaikan kebersihan serta kesehatannya. Namun, tahukah kita bahwa ada sejumlah penyakit yang diakibatkan oleh lidah yang kotor?

Dr. Puneet Ahuja, Konsultan Senior Bedah Gigi di Sri Balaji Action Medical Institute, India, laksana dikutip Hellosehat.com, menuliskan bahwa sejumlah infeksi dapat diakibatkan karena kesucian lidah yang buruk. Oleh sebab itu, urgen mengetahui teknik menjaga kesehatan lidah supaya terhindar dari sebanyak infeksi yang bisa mengganggu kesehatan Anda.

Seperti apa lidah yang sehat?

Lidah yang sehat berwarna merah muda dengan bintik kecil yang dinamakan papila, pun akan terdapat lapisan putih tipis di atasnya. Dr. Puneet Ahuja menuliskan bahwa mempunyai lidah berwarna merah muda sama sekali bukanlah mitos belaka, malah ini kenyataan yang perlu seluruh orang ketahui. Jika lidah kita berwarna hitam, kuning, putih, atau bahkan merah, lidah Anda barangkali tidak bersih.

Bagaimana teknik menjaga kesehatan lidah?

Ketika Anda memakai lidah terus menerus, tetapi melalaikan perawatannya, situasi itu dapat menimbulkan efek negatif. Lidah dapat menunjukkan firasat masalahnya dengan merasakan perubahan warna. Dalam sejumlah kasus justeru di sertai rasa sakit atau tidak nyaman. Lidah yang berubah warna atau menyakitkan bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius seperti kelemahan vitamin, AIDS, sampai kanker mulut. Bagi mencegah sekian banyak penyakit dan infeksi yang barangkali terjadi, Anda mesti mengawal kesehatan lidah dengan cara:

1. Membersihkan lidah dengan pembersih eksklusif lidah

Dr. Euan Swan dari Canadian Dental Association di Ottawa menuliskan bahwa permukaan lidah dapat menampung tidak sedikit bakteri. Menumpuknya kuman di lidah dapat menjadi di antara penyebab bau mulut. Bakteri yang terkurung dalam lidah dapat melakukan perjalanan ke bagian beda di mulut Anda. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan plak yang menyebabkan kehancuran gigi dan penyakit pada gusi.

Pertumbuhan bakteri yang berlebihan dapat mengganti lidah kita menjadi kuning, putih atau bahkan hitam dan berbulu. Studi di University of Michigan’s School of Medicine mengejar bahwa selama sepertiga spesies bakteri yang ditemukan pada lidah insan tidak tumbuh pada permukaan beda di mulut mereka.

Oleh sebab itu, dr. Ahuja mengatakan teknik penting supaya lidah tetap terjaga kesehatannya merupakan dengan membersihkannya memakai alat eksklusif pembersih lidah. Anda dapat menggunakannya dengan menariknya dari pangkal ke ujung lidah. Ulangi pekerjaan ini dua hingga tiga kali ketika proses pembersihan lidah berlangsung.

Marc Lowenberg, dokter gigi keelokan di New York menuliskan paling tidak Anda mencuci lidah satu kali dalam sehari. Gunakan perangkat pembersih lidah sesudah menyikat gigi baik di pagi atau malam hari. Setelah memakai alat pembersih lidah, Anda dianjurkan untuk memakai obat kumur non-alkohol atau berkumur dengan air hangat.

2. Banyak minum air

Konsumsi 2 liter air masing-masing hari untuk mengawal tubuh tetap terhidrasi. Cara ini juga dapat membantu mengawal lidah kita tetap berwarna pink dan sehat sebab air menolong membersihkan bakteri di lidah kita dan membuatnya tetap lembab. Mengonsumsi lumayan air pun menghindari mulut kita dari kekeringan yang berisiko mendorong perkembangan mikroba pada permukaan lidah.

3. Berkumur dengan air garam

Untuk mengawal kesehatan lidah, Anda dapat berkumur dengan air garam. Caranya, isi gelas setengah sarat dengan air hangat dan masukkan separuh sendok teh garam ke dalamnya. Lalu, pakai cairan itu untuk berkumur. Dalam sebuah tulisan yang diterbitkan di British Dental Journal, bilasan air garam berfungsi untuk menambah pH di mulut sehingga dapat menghalangi perkembangan bakteri

4. Jangan memakai perhiasan di lidah

Melakukan tindik badan membawa risiko infeksi untuk tubuh. Namun, menurut keterangan dari Canadian Dental Association, risiko infeksi yang diakibatkan tindikan di lidah jauh lebih tinggi. Hal ini disebabkan mulut dan lidah tersebut sendiri sudah penuh dengan bakteri. Di samping itu, perhiasan logam yang dipakai juga bisa merusak gigi serta gusi Anda. Bahkan formalitas menindik lidah tersebut sendiri dapat merusak saraf yang dapat menciptakan lidah kehilangan kepekaannya.

Baca Juga:

Pertanian

Cara Pembibitan Tanaman Kopi Bebas Penyakit

Cara Pembibitan Tanaman Kopi Bebas Penyakit

Cara Pembibitan Tanaman Kopi Bebas Penyakit

Cara pembibitan tanaman kopi sanggup dilakukan bersama tiga cara, yakni : Pembibitan bersama memanfaatkan biji, pembibitan secara vegetativ (cangkok, sambung, stek, okulasi), dan pembibitan kopi bersama langkah kultur jaringan.

Ketiga langkah pembibitan berikut punyai berlebihan dan kekurangan masing-masing. Pada dasarnya pembibitan kopi sanggup mencermati beberapa aspek diantaranya sebagai berikut.

Cara Pembibitan Tanaman Kopi Bebas Penyakit

Aspek-aspek di bawah ini merupakan standar dasar, supaya bibit kopi kita memiliki kwalitas dan terbebas dari hama penyakit.

Cara Memperoleh biji kopi
Usahakan biji kopi dari kebun sendiri, ini sebab sebab kebun kopi punya sendiri kualitas bijinya sanggup dijamin sendiri kualitasnya.

Pilihlah pohon induk yang punyai memproses tinggi, bebas dari serangan hama penyakit atau nematoda. Semuanya kudu terhindar dari serangan ini, baik bagian buah, daun ataupun batang.

Cara Memilih dan Memelihara Biji Kopi
Usahakan buah yang akan dijadikan bibit adalah buah kopi yang benar-benar masak, lantas pilihlah yang teksturnya baik, tidak cacat, besarannya normal dan seragam.

Jika persyaratan itu sudah terpenuhi, maka seterusnya melaksanakan perlakuan berikut :

Kupas kulit biji kopi
Lendir yang menempel dibersihkan
Biji kopi dikering anginkan kurang lebih tidak cukup lebih 2-3 hari. Dan tidak terkena langsung sinar matahari.
Lakukan sortasi pada biji yang cacat dan gembos. Pilih biji yang bagus dan seragam
Cara Menyimpan Biji Kopi
Biji yang sudah dikering anginkan sanggup langsung disemaikan. Namun, untuk melaksanakan persemaian kudu dilakukan pada kala yang tepat, supaya biji yang sudah dikering anginkan kudu disimpan terlebi dahulu untuk kala waktu.

Untuk menjauhi serangan dari hama bubuk, maka penyimpanan kopi kudu telaten. Usahakan simpan pada peti tertutup.

Peti berikut bawahnya diamparkan bersama memanfaatkan kain yang diberi minyak terpentin bersama dosis 1 cc per 100 cm2. Setelah ketebalan tumpukan biji kurang lebih 5 cm, maka diberi susunan kain lagi. Begitu seterusnya diberi susunan tiap ketebalan 5 cm.

Apabila peti berikut sudah penuh, maka diamkan peti berikut selama tidak cukup lebih tiga hari tiga malam. Ini ditujukan supaya hama yang ada pada biji kopi terbunuh oleh dampak minyak tadi.

Jika penyimpanan biji akan dilakukan didalam jangka kala yang benar-benar lama, maka biji kopi dicampur bersama bubuk arang yang sudah dibasahi bersama air. Jangan benar-benar basah. Perbandingannya kurang lebih Satu kilo bubuk arang, maka airnya kurang lebih 150cc.

Lama Waktu Penyimpanan Biji Kopi
Waktu penyimpanan biji kopi yang siap untuk disemaikan, usahakan jangan benar-benar lama. Semakin lama penyimpanan, maka akan makin berpengaruh pada kekuatan tumbuh benih tersebut. Daya tumbuhnya akan makin menurun.

Biji kopi yang baru, kekuatan kecambahnya kurang lebih 90 hingga 100 persen. Sedangkan kekuatan kecambah biji kopi yang disimpan benar-benar lama, atau kurang lebih 6 bulan, sanggup alami penurunan menjadi 60-70 persen.

Maka penyimpanan sebaiknya jangan leih dari tiga bulan.

Demikianlah beberapa tips langkah pembibitan tanaman kopi bebas penyakit. Pastikan melaksanakan beberapa langkah di atas bersama benar, supaya hasil pembibitan kopi sanggup tumbuh maksimal.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Tekno

LG V30, HP Menawan yang Terlupakan

LG V30

LG V30, HP Menawan yang Terlupakan

Ketimbang G6, V30 adalah smartphone flagship LG yang sebenarnya ditahun 2017 ini. Desainnya cantik, speknya kencang, kameranya menjanjikan. Pertanyaannya, apakah V30 bisa tampil memikat atau justru malah jadi flagship yang terlupakan?

LG V30

Desain

V30 memiliki desain yang lebih cantik dan luwes dibanding G6. Smartphone ini sudah berlapis bodi kaca di anggota depan dan belakangnya. 100 prosen keliatan mewah.

Tata letak tombol dan kameranya kurang lebih serupa G6. Semuanya serba imut. Modul dual-camera-nya tidak benar-benar besar dengan ring yang agak sedikit menonjol. Begitu terhitung dengan tombol power sekaligus fingerprint-nya, tergolong kecil.

Di anggota belakang ini kita bisa melihat logo Bang Olufsen yang posisinya tersedia di tengah, lebih enteng terlihat dibanding logo LG yang tersedia di bawah. Logo Bang Olufsen pertanda kalau LG terhitung sertakan earphone spesial dari Bang Olufsen secara cuma-cuma.

Earphone ini bisa segera dipasang di anggota atas smartphone. Ya, jadi meskipun V30 memiliki sertifikat IP68 tahan air dan debu, tapi senantiasa memiliki jack audio 3,5 mm. Sayangnya untuk loudspeaker-nya mono, cuma tersedia di anggota bawah.

V30 sendiri memiliki layar 18:9 berukuran 6 inci. Panelnya bukan ulang IPS, tapi sudah OLED buatan LG. Karena bezel-nya super minim, tentunya feel selagi manfaatkan jadi nyaman. Intinya tidak benar-benar besar untuk smartphone berlayar 6 inci. Bahkan kalau dibanding Pixel 2 XL yang sama-sama memiliki layar 6 inci, dimensi V30 tetap lebih compact.

Software

User interface buatan LG, yaitu LG UX, adalah salah satu UI yang sederhana dengan fungsi-fungsi memadai. Kita bisa memilih Homescreen dengan atau tanpa App Drawer. Kalau hobi nge-game, LG nyediain fitur spesifik Game Tools.

Saat main game, bakal tersedia ikon Game Tools, yang fungsinya bisa untuk ambil screenshot, pindah tampilan layar jadi fullscreen, atau bahkan resolusi dan frame rate. Tak cuma untuk main game, enaknya kita terhitung bisa atur rasio layar untuk semua aplikasi yang ter-install.

Di V30 ini, LG tetap sediakan fitur Tap to Wake. Fitur ini bakal benar-benar berguna di mana kita tidakk wajib repot tekan tombol power yang tersedia di belakang kalau malas unlock manfaatkan fingerprint.

Sebagai gantinya kita bisa unlock manfaatkan wajah dengan tingkat akurasi yang biasa-biasa aja. Face recognition punya V30 ini tetap kalah kelas dari Galaxy Note 8 bahkan iPhone X. Karena kita serupa sekali tidak bisa manfaatkan selagi gelap.

Fleksibilitas lain yang ditawarkan LG untuk memudahkan penggunaan pada lain letak tombol menu yang bisa ditukar, resolusi layar yang bisa diubah, dan karakter warna layar yang bisa di-adjust.

Dan meneruskan formalitas yang dibawa G6, layar V30 terhitung memiliki Always-on Display, bisa menampilkan jam, notifikasi, hingga kapasitas baterai. Oh ya, satu perihal yang paling kita bahagia dari V30 adalah sensasi getarannya yang memiliki haptic feedback. Saat motret, buka App Drawer, atau pas tekan tombol menu, sensasi getarannya beda-beda.

Hardware

V30 mengantarkan LG berhimpun di zona elite flagship Android gara-gara smartphone ini sudah manfaatkan Snapdragon 835. Tapi spesifikasi lain yang dibawa tergolong standar, yaitu RAM 4 GB dan storage 64 GB. Walaupun kapasitas RAM-nya tetap 4 GB, tapi selama kita pakai, baik membuat multitasking atau pun main game-game berat, serupa sekali tidak dulu tersedia kendala.

Yang justru agak kurang jos adalah layarnya. Sama layaknya Pixel 2 XL, layar OLED LG V30 di atas kertas benar-benar menjanjikan. Resolusinya QHD+, membuat tampilannya super tajam. Tapi nyatanya layar OLED ini memiliki kelemahan, yaitu dampak pelangi atau kebiruan kalau diamati dari sudut tertentu.

Di luar kasus blue shift atau kebiruan, layar V30 sudah kekinian dengan bantuan HDR10. Kecerahannya makin lama terlihat optimal selagi nonton YouTube atau Netflix yang sebenarnya sudah support HDR.

Sementara segi audionya mirip-mirip Galaxy S8 atau Note 8 yang cuma memiliki speaker mono. Di sini LG lebih tekankan optimalisasi audio via earphone Bang Olufsen and Quad DAC. Tidak bohong, kualitasnya sebenarnya bakal manjain pencinta audiophile. Detail banget!

Nah, bicara soal hardware, kita kurang percaya baterai 3.300 mAh LG V30 memiliki kekuatan tahan yang oke. Dan sesungguhnya ketahanannya memadai saja. Pakai satu SIM card tanpa main game tapi rajin buka medsos, browsing, dan streaming, SoT yang kita bisa lebih kurang lima jam saja. Kalau mau charge, tersedia bantuan Quick Charge 3.0 yang bisa isikan penuh dari kosong dalam selagi kurang dari dua jam.

Kamera

Kalau kita adu dengan G6, cuma kamera utama V30 saja yang meningkat dari 13 jadi 16 MP dengan aperture f/1.6. Selebihnya, resolusi kamera sekunder dan kamera depan V30 tetap serupa layaknya G6. Begitu terhitung dengan mode-modenya.

Kita bisa motret dengan tampilan fullscreen. Bisa terhitung motret barengan manfaatkan kamera depan dan belakang. Ada terhitung mode manual yang pengaturannya super lengkap, bahkan bisa dipakai selagi record video.

Secara keseluruhan, mutu kameranya memuaskan. Kamera utamanya jago selagi low light dan close-up. Sementara kamera yang wide terhitung asyik membuat motret acara reuni atau pun gedung dan awan. Walau pun tetap tersedia distorsi, bagi kita senantiasa keren, layaknya motret manfaatkan GoPro.

Tapi lagi-lagi kalau kita bandingkan G6, peningkatan yang paling merasa cuma fitur Cine Video untuk rekam video cinematic 30 fps. Fitur ini mempunyai 15 live filter and kebolehan tracking zoom di titik fokus tertentu. Ya, fitur inilah yang menurut kita paling keren dari kamera V30 yang belum tersedia pesaingnya. Anda bisa melihat detailnya terhadap video liat di bawah.

Beralih ke kamera depan, dengan berat hati kita katakan ini adalah kamera selfie terburuk yang tersedia di smartphone flagship. Resolusinnya cuma 5 MP yang akibatnya foto wajah jadi jauh dari yang namanya detail. Terlebih ulang selagi selfie dengan sinar minim.

Kesimpulan

LG V30 adalah smartphone yang cantik, ngebut, dan memiliki kebolehan merekam video cinematic yang ciamik. Tapi apa yang ditawarkannya rasanya belum memadai untuk melawan flagship lain layaknya Note 8, iPhone X, atau Pixel 2. Terlebih ulang harga yang dipatok LG memadai tinggi.

Selengkapnya : https://www.caraflashandroid.com/cara-hack-wifi-di-android/

Tekno

Huawei Nova 2i, HP Dengan Kamera Terbaik

Huawei Nova 2i

Huawei Nova 2i, HP Dengan Kamera Terbaik

Menjelang akhir taun 2017, Huawei ngasih kejutan bikin kita para pemburu gadget berkantong sedang. Berupa smartphone mid-end seharga Rp4 juta yang menawarkan keunikan berwujud empat kamera depan belakang.

Huawei Nova 2i

Desain

Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya ada terhitung smartphone kelas menengah Huawei yang kekinian bersama dengan layar 18:9. Ya, Nova 2i punyai layar ekstra lega 6 inci yang memanjang, menjadi tetap oke bikin dipakai bersama dengan satu tangan. Dimensi keseluruhan bodinya tidak cukup lebih mirip kayak smartphone 6 inci 18:9 yang lain, contohnya Vivo V7.

Desain bagian belakangnya berbahan metal dihiasi sensor fingerprint dan garis antena horizontal yang udah keliatan familiar. Ada terhitung dual-camera utama yang tersusun vertikal. Nah biar tetep keliatan kece, kita mesti sering-sering lap bagian belakang ini dari keringat dan ceplakan sidik jari.

Ngomong-ngomong soal sidik jari, di Nova 2i kita mampu memakai sensornya bikin ngelakuin banyak hal. Selain unlock smartphone, terhitung mampu bikin motret, angkat telepon, sampai membuka jendela notifikasi.

Kalau bodi belakang Nova 2i cenderung biasa saja, lain halnya bersama dengan bagian depannya yang kelihatan lebih mewah. Hal yang menimbulkan kesan mewah tidak lain adalah lengkungan 2,5D dan terhitung bezel-bezel layarnya yang minimalis.

Bezel kiri dan kanannya super tipis, saat bezel atas dan bawah sedikit lebih tebal. Bezel bawah dipakai untuk berisi logo Huawei, tombol menu ada di di dalam layar. Sedangkan bezel atas berisi rombongan dua kamera, earpiece, LED flash, dan LED notifikasi.

Seperti biasa, Anda yang beli Nova 2i tidak mesti repot-repot ulang mencari antigores sebab udah terpasang dari pabrikannya. Dan sebagai pelengkap, Huawei terhitung tetap sedia kan jack audio di bawah yang berdampingan bersama dengan port jadul microUSB.

Software

EMUI yang dipakai smartphone Huawei adalah keliru satu UI favorit kami. UI ini terasa cukup fleksibel sebab punyai homescreen yang mampu memakai app drawer atau pun tidak. Huawei terhitung tergolong rajin meng-update tema, menjadi pilihannya terlampau bervariasi.

Sadar punyai rasio layar 18:9, Huawei sedia kan opsi untuk memaksa game dan aplikasi tampil fullscreen, kendati menjadi ada yang terpotong. Kalau ada game yang belum support rasio 18:9 dan tidak dipaksa jalur fullscreen, di bagian bawah bakal ada black bar cukup besar yang cukup bikin risih.

Nah di EMUI ini terhitung ada beberapa fitur khas yang biasa kita temukan di UI smartphone Cina. Mulai dari opsi untuk mengambil alih posisi tombol navigasi, fitur untuk cloning aplikasi tempat sosial, serta floating dock yang berfungsi sebagai shortcut.

Tapi shortcut yang dihidangkan tak cuma floating dock. Kita terhitung mampu memakai fitur knuckle gesture untuk jalanin aplikasi, menaruh screenshot, dan aktifin mode split-screen. Walaupun butuh adaptasi di awal, tetapi fitur ini cukup berfungsi dan akurasinya terhitung oke.

Hardware

Huawei Nova 2i punyai spesifikasi sederajat bersama dengan Xiaomi Mi A1, Moto G5s, ASUS ZenFone 4 Selfie Pro, OPPO F5, atau Samsung Galaxy J7+. Terlihat dari skor AnTuTu Benchmark yang tidak cukup lebih selevel, berkisar diangka 60 ribuan.

Bukan Qualcomm atau MediaTek, Nova 2i ditunjang chipset Kirin 659 buatan Huawei sendiri bersama dengan delapan inti core dan clockspeed 2,36 GHz. Chipset ini adalah lawan sebanding Snapdragon 625 dan Helio P23.

Spek lainnya terhitung meyakinkan, yaitu RAM 4 GB dan storage 64 GB yang mampu di-expand memakai microSD. Saat kita memakai untuk multitasking sehari-hari, performa yang ditawarkan terlampau memadai. Begitu terhitung bersama dengan kapabilitas gaming-nya yang oke untuk game-game kelas menengah.

Di samping spek yang mumpuni, layar terhitung menjadi perihal menonjol dari Nova 2i. Selain ukurannya yang jumbo bersama dengan bezel minim, resolusinya terhitung udah Full HD+. Layar ini memakai panel IPS yang saturasi warnanya cukup ngejreng.

Tapi sepanjang pakai, kita terasa pinggiran layarnya kelewat peka yang kadang menjadi cukup mengganggu. Misalnya saat main CR, jari atau bahkan telapak tangan kita bakal kerap tidak sengaja menghimpit layarnya secara random. Kalau terlampau terasa tidak nyaman, Anda mampu menyiasati bersama dengan langkah memakai casing. Ya, cukup mampu mengurangi.

Lalu untuk baterainya, kapasitasnya sebetulnya sedikit di atas standar, yaitu 3.340 mAh. Tapi untuk ketahanannya mirip seperti kapasitas 3.000 mAh. Hanya memakai satu SIM card, main CR satu jam, dan tidak terlampau kerap browsing atau streaming YouTube, kita cuma mampu SoT 4,5 jam.

Selain itu, sebab kapasitasnya yang lebih tinggi, proses pengisian baterainya terhitung menjadi lebih lama. Dari suasana terlampau habis, setidaknya kita butuh saat tiga jam untuk isi penuh.

Kamera

Punya empat kamera, Nova 2i adalah smartphone kelas menengah yang terlampau mampu mencuri perhatian bersama dengan mudah. Dua kamera belakangnya tiap-tiap beresolusi 16 MP sebagai kamera primer dan 2 MP sebagai kamera sekunder. Gunanya bikin bikin pengaruh bokeh.

Begitu terhitung bersama dengan kamera depannya yang ada dua. Resolusinya 13 MP dan 2 MP, terhitung mampu motret selfie bokeh and punyai LED flash. Beberapa hasil foto kamera depan dan belakangnya udah kita melampirkan di dalam video liat di bawah.

Motret bersama dengan kamera belakang Nova 2i terhitung mengasyikkan sebab ada banyak mode yang disediakan. Favorit kita adalah night shot atau light painting. Kita mampu bermain-main bersama dengan cahaya, khsusunya saat malam. Hasilnya pun terlampau oke, bersama dengan catatan kita mesti memakai tripod.

Kalau doyan bereksperimen, ada mode pro bersama dengan pengaturan ISO terasa 50 sampai 3200 dan shutter speed 1/4000 sampai 8 detik. Kamera belakang Nova 2i punyai pembawaan warna yang sedikit oversaturated saat ketemu warna-warna drastis bersama dengan suasana cahaya terang. Dan untuk shutter lag-nya terbilang tidak cukup begitu gesit.

Terlepas dari mode-mode yang udah kita sebutkan tadi, ada dua mode yang menjadi andalan utama, yaitu portrait dan wide aperture. Fungsinya tidak cukup lebih sama-sama bikin bikin pengaruh bokeh.

Bedanya, kalau wide aperture kita mampu set aperture sebelum akan dan sehabis motret. Begitu terhitung bersama dengan titik fokusnya. Jadi lebih fleksibel. Sementara mode portrait lebih optimal bikin motret bokeh bersama dengan objek wajah sebab ada sedikit bumbu beautify-nya. Tapi titik fokus dan aperture-nya tidak mampu diubah. Kedua fitur ini andalan ini terhitung mampu dipakai saat ber-selfie.

Bicara hasilnya terasa cukup mengasyikkan dimana kita mampu dapetin foto-foto bersama dengan lebih artistik. Selama nggak ketemu objek bersama dengan warna yang kompleks dan cahaya berlimpah. Tapi kalau objek-nya kompleks atau pun tidak cukup cahaya, hasilnya tentu tidak cukup memuaskan, pada tidak rapi atau banyak noise.

Kesimpulan

Walaupun tidak superior, Huawei Nova 2i tetap layak masuk daftar belanja, khusunya dirange harga Rp4 juta. Bisa motret bokeh depan belakang dan layar lega kekinian adalah dua perihal paling menarik yg ditawarkan dari smartphone ini.

Pendidikan

Siapakah Guru Pendidikan Karakter ?

Siapakah Guru Pendidikan Karakter ?

Siapakah Guru Pendidikan Karakter ?

 

Siapakah Guru Pendidikan Karakter
Siapakah Guru Pendidikan Karakter
Anda tidak bisa mengajarkan apa yang Anda mau, Anda tidak bisa mengajarkan apa yang Anda tahu. Anda hanya bisa mengajarkan siapa Anda” – Soekarno
Sebelum saya lebih jauh mengkaji tentang topic yang akan dibahas kali ini, maka saya akan berbagi tentang belajar. Ya, proses belajar bagaimana otak menyerap informasi. Inilah yang seringkali diabaikan, kita sebagai orangtua atau guru maunya seringkali “memaksa” anak mengerti tentang sesuatu hal dan “jalankan” seperti computer, kasi perintah dan tekan “ENTER”. Nah, kalo di manusia bukan ENTER tapi “ENTAR” upsss…
Dari penelitian diberbagai belahan dunia yang terus berkembang, hasil riset tentang tehnik penyerapan informasi ke otak dibagi menjadi 5 tahap :
  • Membaca dengan prosentase penyerapan informasi 10%
  • Mendengar dengan prosentase penyerapan informasi 20%
  • Mendengar dan Melihat dengan prosentase penyerapan informasi 50%
  • Mengatakan dengan prosentase penyerapan informasi 70%
  • Mengatakan dan melakukan dengan prosentase penyerapan informasi 90%
Dari informasi diatas mudah bagi kita untuk mengetahui cara yang paling efektif untuk mendidik karakter anak bukan? Kalo mau hasil maksimal, dengan penyerapan diatas 50 % maka metode mendidiknya harus disesuaikan dengan cara otak menyerap informasi.
Tentunya cara itu adalah kombinasi antara Melihat, Mendengar, Mengatakan dan Melakukan. Saya akan membagi 2 tahap penjelasan, yaitu:

1. Melihat dan Mendengar

Adalah proses belajar yang ada contoh dan ada pengajarnya. Jika disekolah tentunya guru yang akan bersuara, jika dirumah maka orangtua. Sebagai guru tentunya harus memberikan contoh dan model karakter yang dikehendaki anak didiknya bagaimana serta mengajarkan “how to achieve”. Jadi pada dasarnya semua guru disekolah bisa menjadi guru pendidikan karakter, jika berkomitmen untuk menjadi contoh dan mau menjelaskan bagaimana agar siswa dapat memiliki karakter seperti gurunya. Sama halnya orangtua yang ada dirumah, siswa hanya 30% berada disekolah, 10-15 % lingkungan sosialnya dan  sisanya dirumah. Maka porsi terbesar adalah orangtua yang menjadi guru pendidikan karakter bagi anaknya.
Seorang anak dari bayi, dia tidak mengenal bahasa. Saat dia kecil dia belajar dengan melihat contoh, dia belajar jalan, membuka pintu, menyalakan tv, semuanya melihat. Dan proses belajar seperti ini masih berlanjut pada kehidupan kita orang dewasa. Jadi jangan anggap sepele dalam sikap dan perilaku kita untuk memberikan contoh yang baik untum pendidikan karakter anak.

2. Mengatakan dan Melakukan

Ini terkait dengan peraturan dan system yang berlaku lingkungan belajar pendidikan karakter (sekolah dan rumah). Bagaimana peraturan disekolah dan dirumah selaras dengan tujuan pendidikan karakter. Baiklah saya akan memberi contoh, di Indonesia, di Surabaya khususnya saya masih bisa memberhentikan angkutan umum (metromini) sembarangan. Dimana saya ada di jalan raya, saya lihat ada angkutan umum saya tinggal angkat tangan saja maka amgkutan umum itu akan berhenti. Hal ini bisa berlaku di Surabaya, tapi tidak di Singapura. Jika saya pindah ke Singapura maka saya tidak bisa seenaknya saja memberhentikan angkutan umum, ada tempat khusus dimana angkutan umum tersebut mau berhenti. Maka perilaku saya akan berubah mengikuti aturan yang berlaku, saya akan ke halte jika mau naik kendaraan umum.
Jadi dalam pendidikan karakter juga diperlukan seting macam ini juga, seting lingkungan untuk mendukung perilaku Melakukan yang akhirnya akan terbiasa. Seperti ada pepatah bisa karena biasa, sama seperti halnya aturan baru dalam berlalu lintas. Belakangan ini banyak aturan baru sehingga jalan yang biasanya bisa 2 arah hanya satu arah untuk keefektifan pengguna jalan dan menghindari kemacetan, jika kita langgar maka tilang. Pertama terasa berat, setelah 1 bulan sudah biasa, tidak ada beban lagi. Manusia adalah mahluk yang mudah beradaptasi, terasa berat jika itu dijalankan terus menerus, maka lama-lama terbiasa. Dalam melakukan pola ini jangan lupa memberikan konsekuensi jika melanggar, tentunya konsekuensi yang mendidik dan tidak merusak harga diri anak. Contoh: jika melanggar maka mainan kesukaan anak akan disita 2 hari.
Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

Pendidikan

Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan Karakter

Urgensi Pendidikan Karakter
Urgensi Pendidikan Karakter
Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.
Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character… that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter… adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Memahami Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.
Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.

Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.
Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.
Dampak Pendidikan Karakter
Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.
Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.
Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.
Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.
Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.
sumber : Ditjen Mandikdasmen – Kementerian Pendidikan Nasional
Baca Juga :
Pendidikan

Menguji Validitas Instrumen Survei

Menguji Validitas Instrumen Survei

Menguji Validitas Instrumen Survei

Validitas Instrumen Survei
Validitas Instrumen Survei
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 1993). Instrumen survei yang baik memiliki tingkat kevalidan tinggi sebaliknya instrumen survei yang buruk memiliki tingkat kevalidan rendah. Instrumen survei yang baik akan menghasilkan data yang benar yang akan mengantarkan peneliti pada suatu kesimpulan penelitian yang sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya, instrumen survei yang buruk akan menghasilkan data yang tidak benar sehingga menghasilkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Bermula dari instrumen yang buruklah ketetapan “garbage in garbage out” berlaku.
Untuk menghasilkan instrumen survei yang baik, setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, instrumen survei sebaiknya disusun berdasarkan landasan teori yang tepat. Langkah ini bisa dimulai dengan melakukan studi pustaka untuk menentukan sejumlah variabel penelitian yang akan dikaji. Perlu diingat bahwa variabel ada yang terukur dan ada variabel yang tidak terukur. Kita dapat dengan mudah menilai suatu variabel jika variabelnya terukur.

Sebagai contoh, variabel berat badan balita, kita dapat mengukurnya dengan mudah dengan cara menimbangnya. Tetapi, untuk variabel yang tidak terukur, kita masih membutuhkan sejumlah indikator untuk mengukurnya. Sebagai contoh, untuk mengukur variabel derajat rumah sehat berpendapat, kita membutuhkan sejumlah indikator yang dapat menggambarkan derajat rumah sehat itu sendiri. Misalnya, jenis dinding, luas lantai dan jenis atap. Instrumen survei yang disusun berdasarkan kerangka acuan yang jelas atau landasan teori yang tepat akan menghasilkan instrumen survei yang memenuhi kriteria validitas logis.

Selanjutnya, instrumen survei tidak cukup hanya memenuhi kriteria validitas logis. Instrumen survei juga harus valid secara empiris (validitas empiris). Pada tahap inilah perlunya instrumen survei diujicobakan sebelum digunakan untuk penelitian sesungguhnya. Berdasarkan uji coba instrumen ini, validitas empiris akan tinggi jika:
a. Sasaran survei yang diteliti sudah sesuai dengan tujuan penelitian.
b. Pertanyaan yang disusun dalam instrumen survei mempunyai alur yang baik.
Instrumen dengan validitas empiris yang baik dapat mengidentifikasi variasi jawaban responden disebabkan oleh struktur pertanyaan yang difahami oleh responden. Hal ini bisa diketahui dari keterkaitan antara satu variabel dengan variabel lain atau antara indikator yang satu dengan indikator yang lain yang disusun dalam instrumen survei. Sebaliknya, jika instrumen survei tidak difahami oleh responden akan menghasilkan variasi jawaban responden yang tidak menunjukkan keterkaitan antar variabel atau indikator yang diteliti. Dalam hal ini, variasi data dihasilkan dari ketidakmengertian responden terhadap maksud pertanyaan yang dinyatakan dalam instrumen survei.

Mengukur Validitas Empiris
Untuk mengetahui tingkat validitas empiris instrumen survei, ada dua cara yang dapat digubakan. Pertama, mengukur keterkaitan variabel penelitian dengan variabel lain yang dijadikan sebagai validator. Misalnya, untuk mengukur prestasi belajar pada mata pelajaran IPA seorang guru bisa mengukur keterkaitan nilai ulangan IPA dengan rata-rata nilai raportnya. Dalam hal ini, rata-rata nilai raport dijadikan sebagai validator. Dengan cara seperti ini, peneliti mengukur validitas eksternal dari instrumen survei.
Cara yang kedua adalah dengan mengkaji jawaban setiap item pertanyaan yang diajukan dalam instrumen survei. Validitas yang dihasilkan dengan cara ini dinamakan validitas internal. Perlu diketahui bahwa instrumen survei mungkin saja disusun berdasarkan beberapa faktor (variabel) yang masing-masing faktor (variabel) itu diukur lebih lanjut oleh beberapa indikator. Karena itu, validitas internal bisa diketahui dengan cara:
a. Mengukur keterkaitan antar faktor atau variabel.
b. Mengukur keterkaitan antar indikator.

Validitas internal akan diperoleh apabila peneliti menemukan keterkaitan baik antar faktor dengan faktor, indikator dengan indikator maupun indikator dengan faktor.
Karena validitas hanya diukur dari keterkaitan antar faktor atau antar indikator maka metode statistik yang digunakan cukup analisis korelasi. Pembaca tinggal mengkorelasikan setiap butir pertanyaan dalam survei atau mengkorelasikan jumlahan beberapa butir pertanyaan dalam instrumen survei sebagai gambaran faktor atau indikator yang diukur. Silahkan gunakan korelasi Pearson apabila variabel yang diukur dengan skala kontinyu dan gunakan korelasi Spearman apabila variabel diukur dengan skala ordinal. Jadi, mengukur validitas instrumen survei sesungguhnya mudah bukan?
Sumber Pustaka
Arikunto Suharsimi. (1993). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sumber : Ngelag.Com
Tekno

Inilah 5 Jenis Fobia Teknologi Paling Aneh!

Inilah 5 Jenis Fobia Teknologi Paling Aneh!

Inilah 5 Jenis Fobia Teknologi Paling Aneh!

Fobia adalah situasi di mana manusia merasakan rasa was-was yang berlebih pada suatu hal apa-pun itu. Fobia yang seringkali kita temui dan paling banyak dialami banyak orang adalah fobia gelap, ketinggian, hewan dan lain sebagainya.

Inilah 5 Jenis Fobia Teknologi Paling Aneh!

Namun tidak cuman itu, ada juga beberapa jenis fobia aneh layaknya fobia teknologi. Hingga waktu ini fobia teknologi dianggap sebagai jenis fobia yang aneh dan benar-benar jarang dialami oleh manusia. Bahkan, para psikolog pun belum dapat menemukan cara untuk menyembuhkan jenis fobia ini.

Dilansir dari Liputan6, selanjutnya jenis-jenis fobia teknologi yang barangkali baru kamu dengar pertama kali!

1. Technophobia
Adalah “induk” dari semua fobia pada teknologi. Fobia ini melukiskan rasa kekuatiran yang berlebihan pada efek dari teknologi.

Jadi, semua inovasi dan teknologi paling baru ini menciptakan rasa kekuatiran bagi penderita gara-gara dapat membahayakan hidupnya. Lantas, apakah kecerdasan buatan juga dapat memicu technophobia, ya?

2. Nomophobia
Nah, berbeda bersama dengan technophobia, nomophobia adalah rasa kekuatiran dan panik yang dialami penderita waktu ia jauh dari ponsel.

Contoh ketika baterai ponsel habis dan mati, atau terpaksa tidak mengfungsikan ponsel waktu di daerah pegunungan tanpa sinyal. Nama fobia ini berasal dari kata “nomo” yang berarti dari singkatan “no mobile”.

3. Cyberphobia
Jenis fobia ini hampir sama bersama dengan technophobia. Bedanya, cyberphobia adalah fobia pada komputer atau bekerja di depan komputer. Lalu, bagaimana bersama dengan penderita cyberphobia yang perlu bekerja kantoran ya?

4. Selfiephobia
Selfie adalah tren yang begitu digeluti zaman sekarang. Namun ternyata, ada juga yang was-was bersama dengan foto selfie. Ketakutan selfiephobia ini berjalan waktu penderita enggan difoto gara-gara was-was bersama dengan hasil foto selfie-nya tidak cocok bersama dengan yang diharapkan.

Biasanya, penderita selfiephobia juga punyai keyakinan diri yang kurang.

5. Telephonobia
Mirip bersama dengan nomophobia, telephonobia adalah kekuatiran yang dialami waktu terima panggilan telepon. Apalagi dari nomer yang tidak dikenal. Biasanya, fobia ini berjalan bagi orang yang kerap ditagih hutang atau yang kerap diteror melalui telepon.

Jadi, jenis fobia teknologi mana yang menurutmu paling aneh?

sumber : https://www.caraflashandroid.com/cara-download-video-youtube-di-android/