keyboard_arrow_right
unxjg
Pendidikan

Belajar Biologi : Fungsi Sitoplasma

Belajar Biologi : Fungsi Sitoplasma

 

Fungsi sitoplasma | Ayo belajar biologi teman-teman. Kali ini akan dijelaskan tentang fungsi sitoplasma yang dibahas dalam materi biologi sel.

Apa itu Sitoplasma: Review

Sitoplasma adalah cairan yang terdapat dalam sel kecuali pada nukleoplasma. Didalam sitoplasma terdapat dua bagian yaitu cairan atau sitosol dan padatan berupa organel organel.

Padatan yang terdapat dalam sitoplasma dapat berubah bentuk fisiknya menjadi fase gel ataupun fase sol (cair). Hal tersebut terjadi karena adanya kandungan protein dalam substansinya.

Fungsi Sitoplasma

Sebenarnya, tanpa membaca artikel ini, anda pasti telah tahu tentang apa fungsi sitoplasma. Anda cukup memperhatikan apa yang terkandung di dalam sitoplasma dan bagian bagian sitoplasma.

Cukup dengan data tersebut anda pasti dapat menyimpulkan apa fungsi sitoplasma.

Sitoplasma memiliki beberapa fungsi yaitu:

Tempat Penyimpanan Bahan

Fungsi sitoplasma yang satu ini sudah jelas dikarenakan makanan yang telah masuk kedalam sel melalui membran sel akan ditampung di sitoplasma baik itu dalam organel maupun pada sitosolnya.

Sitoplasma mampu menyimpan ion ion yang dibutuhkan, enzim enzim, gula, lemak serta protein.

Wadah Metabolisme

Fungsi sitoplasma ini jelas tergantung dengan organel yang ada dalam sitoplasma sel tersebut. Pada sitoplasma sel eukariotik. Dalam sitoplasma terdapat ribosom, vakuola, retikulum endoplasma, mitokondria dan kloroplas.

Dengan adanya organel organel tersebut, memungkinkan terjadinya penyusunan ataupun pembongkaran zat zat menjadi energi. Bahan bahan tersebut dapat berupa asam lemak, asam amino, protein dan nukleotida.

Metabolisme yang terjadi dalam sitoplasma disebut metabolisme sitosolik. Salah satu contohnya adalah glikolisis atau proses terjadinya perombakan glukosa.

Sarana dan Fasilitator Pergerakan

Fungsi sitoplasma dalam memberikan kemampuan organel organel serta bahan bahan yang ada di sitoplasma untuk berpindah posisi disebabkan oleh adanya aliran sitoplasma.

Aliran yang terjadi dalam sitoplasma terjadi akibat adanya pengaruh aktivitas mikrofilamen, sitoskeleton pada sel.

Belajar Biologi: Fungsi Sitoplasma
Belajar Biologi: Fungsi Sitoplasma

Bila ada fungsi lain sitoplasma, silahkan komentar saja dibawah ini, mari belajar biologi bersama.  baca juga : ciri ciri kingdom animalia
Pendidikan

DPRD Jabar Dorong Penguatan Regulasi Ekonomi Kreatif

DPRD Jabar Dorong Penguatan Regulasi Ekonomi Kreatif

DPRD Jabar Dorong Penguatan Regulasi Ekonomi Kreatif

DPRD Jabar Dorong Penguatan Regulasi Ekonomi Kreatif
DPRD Jabar Dorong Penguatan Regulasi Ekonomi Kreatif

BANDUNG-DPRD Jabar, mendorong penguatan regulasi

perihal ekonomi kreatif. Regulasi yang saat ini untuk segera diterbitkan berupa Perda, ungkap Wakil Ketua BPP DPRD Jabar, Yunandar Ekaprawira, dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, Senin (1/8).

“Dorongan penguatan regulasi terbitnya Perda yang mengatur perihal Ekonomi Kreatif, diusulkan oleh DPRD Jabar melalui inisiatif Komisi II DPRD Jabar. Usulan tersebut, sudah digagas sejak tahun 2015 yang lalu” ujarnya.

Namun, karena kala itu dari SDM belum siap, pembuatan Perda

terpaksa ditunda. Sekarang kesiapan SDM dan hal lainnya sudah siap sehingga saat ini, rencana pembuatan Raperda tentang Ekonomi Kreatif kembali dilakukan pembahasan.

Dalam pembahasan tahun sidang 2016, optimis pembuatan Raperda tentang Ekonomi Kreatif dapat segera diwujudkan karena di DPR RI , RUU tentang Ekonomi Kreatif sedang juga dibahas dan siap dibuat menjadi UU.

Demikian juga untuk dukungan program pemerintah juga terbuka

, karena saat ini Pemerintah Pusat sudah menempatkan program pengembangan ekonomi kreatif sebagai program nasional sampai tahun 2025.

“Berkenaan dengan rencana pembuatan Raperda tentang Ekonomi Kreatif, pekan ini BPP DPRD Jabar, sudah menggelar pertemuan dengan beberapa pelaku ekonomi kreatif yang sudah sukses mengelola ekonomi kreatif, masing-masing Batik Komar dan Saung Angklung Udjo” katanya.

Pertemuan, juga dilaksanakan dengan para akademisi dan para ahli diantaranya ahli HAKI. Diharapkan dengan kehadiran Raperda ini dapat meningkatkan kinerja pembangunan ekonomi di daerah. (NR)

 

Baca Juga :

 

Pendidikan

Kandidat LPJK Jabar Segera Terbentuk

Kandidat LPJK Jabar Segera Terbentuk

Kandidat LPJK Jabar Segera Terbentuk

Kandidat LPJK Jabar Segera Terbentuk
Kandidat LPJK Jabar Segera Terbentuk

BANDUNG- Konfederasi Asosiasi Profesi dan Perusahaan Jasa Kontruksi Jawa Barat

(KONPPENSASI JABAR) akan mengirim kandidat terbaiknya untuk maju sebagai Pimpinan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

Saat ini pihaknya sedang menggodok untuk memilih calon kandidat dari seluruh anggotanya.

“Konfederasi Jabar, sudah melakukan tahapan seleksi  dan kini pilihan kandidat  semakin mengerucut sehingga gambaran siapa yang maju sudah mulai terang,” ungkap Ketua KONPPENSASI JABAR, Ir. Hidayat Gumilar SH. di Surapati Core, Jalan PHH. Mustopa, Bandung, Selasa (2/8).

KONPPENSASI JABAR, ujar Hidayat  merupakan sebuah federasi

yang terdiri dari 27 asosiasi perusahaan jasa konstruksi. Dalam setiap asosiasinya beranggotakan ribuan perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi. Dalam kesempatan kali ini, mereka akan mengirimkan kandidat yang akan maju untuk menjadi pemimpin LPJK.

LPJK mempunyai beberapa tugas diantaranya melakukan pembinaan baik kepada perusahaan dan profesi sehingga dapat menjadikan masyarakat konstruksi seperti yang diharapkan pemerintah. Selain itu, dapat mendorong terjadinya persaingan sehat antara sesama perusahaan jasa konstruksi.

Oleh karena itu, bila KONPPENSASI Jabar  telah  melakukan berbagai upaya

dalam menemukan sosok yang dapat memumpuni dalam segi sumber daya manusia agar dapat bersaing dengan kandidat lainnya, hanya dapat mengajukan kandidat dari dua unsur yakni perusahaan dan profesi.

“Adapun yang dapat maju yakni dari unsur perusahaan, profesi, perguruan tinggi dan pakar. Namun kita hanya dapat maju dari unsur perusahaan dan profesi.

Dalam rangka penjaringan kandidat, Pada tanggal 16-18 Juli kemarin kita sudah melakukan beberapa tes agar yang maju sudah dalam keadaan siap baik fisik dan mental,”.

Hidayat, dalam bagian lain keterangannya mengatakan jika anggota LPJK sudah terbentuk, mereka juga dituntut untuk bisa memberikan Perlindungan hukum kepada para anggota. Kehadiran LPJK dapat menghindari praktek kriminalisasi kepada pengusaha, dimana kondisi tersebut, membuat pengusaha bekerja kurang nyaman kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab minimnya penyerapan anggaran pembangunan infrastruktur. (NR)

 

Sumber :

https://sites.google.com/view/situs-pendidikan-online/beranda/ips

Pendidikan

Puluhan Pengusaha Ikuti Gelar Kain Nusantara

Puluhan Pengusaha Ikuti Gelar Kain Nusantara

Puluhan Pengusaha Ikuti Gelar Kain Nusantara

Puluhan Pengusaha Ikuti Gelar Kain Nusantara
Puluhan Pengusaha Ikuti Gelar Kain Nusantara

BANDUNG-Even promosi produk berskala nasional kembali berlangsung di Kota Bandung

. Even Promosi tersebut dikemas dalam kegiatan Gelar Kain Nusantara (GKN).

GKN berlangsung dari tanggal 3 sampai 7 Agustus 2016 di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung.

GKN diikuti oleh peserta pameran, baik dari beberapa Kabupaten/Kota di Jabar

, maupun Provinsi lainnya di Indonesia. Peserta dalam promosi tersebut mempromosikan berbagai bahan untuk fashion maupun produk aksesories yang berasal dari bahan kain.

Salah satu Peserta dari Cirebon, Zaenal, dalam keterangannya

kepada jabarprov.go.id di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan keikutsertaannya dalam GKN diharapkan dapat mempromosikan produk yang dibawa.

Ribuan produk, baik bahan kain maupun fashion yang disiapkan diharapkan habis terjual dalam keikutsertaan GKN. Kain batik berasal dari jenis kain Katun, doubi, dengan kisaran harga untuk fashion laki-laki minimal Rp. 100.000,- per potong.

Menurut Zaenal, merujuk kepada pengalaman sebelumnya, keikutsertaan di pameran dengan lokasi tempat di Graha Manggala Siliwangi, produk bisa laku mencapai 60 persen dari seluruh barang yang dibawa di area pameran.

 

Sumber :

https://sites.google.com/view/situs-pendidikan-online/

Pendidikan

Dua Alasan Tulisan Bertema Politik Lebih Laku Dan Dampaknya Dalam Dunia Pendidikan

Dua Alasan Tulisan Bertema Politik Lebih Laku Dan Dampaknya Dalam Dunia Pendidikan

Whatsapp dan facebook mencatat kurang lebih 30 miliar pesan yang mereka kirim masing-masing setiap harinya. Belum kembali sarana sosial yang lain (youtube, instagram, dll). Inilah era gempuran teks, gambar dan video yang memikat, menyihir, sekaligus membahayakan.

Salah seorang pemerhati pendidikan negeri ini pernah laksanakan pengamatan kecil-kecilan tentang tulisan-tulisan yang beredar di sarana sosial. Hasilnya, tulisan yang bermuatan politis lebih cepat memperoleh respon (like dan share) ketimbang tulisan bertema yang lain.

Setidaknya ada dua alasan kenapa perihal ini dapat terjadi.

Pertama, alasan “perhatian”.

Daniel Goleman mengamati bahwa ada dua wujud utama pengalih perhatian, yaitu sensoris dan emosional. Pengalih perhatian sensoris lebih berupa inderawi, namun pengalih perhatian emosional lebih mengintimidasi dan memikat perhatian kita.

Ketika kami hadapi luberan informasi, baik lewat berita televisi maupun sarana sosial, maka perhatian mendalam kami terhadap satu perihal jadi menipis. Perhatian kami menjadi kepada banyak perihal di dalam saat bersamaan. Melihat, membaca, dan mencerna bersama dengan cepat puluhan informasi di dalam saat singjat. Inilah sebetulnya yang di tahun 1977 pernah diingatkan oleh pemenang nobel, Herbert Simon, bersama dengan memperingatkan bahwa “luberan informasi menciptakan kemiskinan atensi”.

Saat kami membaca blog, buku, atau sebuah cerita, maka pikiran kami bakal membangun jaringan di dalam otak supaya mengenai bersama dengan informasi lain yang serupa untuk membangun nalar pengetahuan. Namun, gempuran teks, video, gambar, dan banyak variasi pesan yang kami dapatkan secara online menjadikan otak kami melompat-lompat berasal dari satu tema ke tema yang lain bersama dengan cepat dan berganti-ganti. Kadang-kadang kami cuma membaca judulnya saja, dua paragraf pertama, dan video yang durasinya tidak cukup berasal dari tiga menit.

Nah, saat membaca tulisan yang isinya menyentuh emosi kita, maka perhatian jadi besar. Perhatian ini jadi meningkat dua kali lipat atau bahkan lebih saat tulisan selanjutnya datang berasal dari gejolak emosi yang mengenai segera bersama dengan atau menimpa kehidupan kita.

Tanda-tandanya sederhana, terkecuali berasal dari informasi atau tulisan spesifik kami merasakan kepuasan atau memperoleh pembenaran atas emosi yang kami alami dan membenci sebaliknya, maka di situlah faktor emosional bekerja.

Hal ini dapat bersama dengan gampang menerobos masuk ke emosi kami dikarenakan alasan yang benar-benar bagus. Dalam pengamatan Goleman, alasan yang kerap dimunculkan adalah supaya kami dapat berpikir masak tentang apa yang wajib ditunaikan terhadap suatu hal yang mengganggu kita.

Efeknya, kami cepat mulai bahagia saat ikut nge-share tulisan yang sesuai emosi kita. Kita bangga secara beramai-ramai mempersoalkan perihal yang berlawanan bersama dengan kami yang belum pasti salah, dan seterusnya. Kondisi ini memicu kami gampang kehilangan objektivitas dan akibatnya yang benar-benar gampang dirasakan adalah mudahnya nampak keriuhan dan “berisik” untuk membahas “masalah” ketimbang menganalisisnya bersama dengan logika dan melacak solusi.

Jika perihal ini tetap menerus berlangsung maka bakal membawa kami kepada generasi yang kehilangan “pembacaan mendalam”. Remaja kami akhirnya bakal lebih gampang “nyinyir” terhadap kasus sosial ketimbang membicarakannya untuk dijadikan pelajaran. Di sisi lain, mereka terhitung bakal mengalami kesulitan membaca buku di dalam saat yang panjang, kesulitan paham kasus berasal dari berbagai faktor kehidupan, dan kesulitan menganalisis informasi yang diakui benar tetapi belum dipastikan keakuratannya.

Korban terbesar atas ini semua adalah remaja yang merupakan garda terdepan era depan kita. Jika guru, orangtua, dan semua elemen bangsa tidak segera melakukan perbaikan diri dan keadaan ini, bayangkan sendiri era depan bangsa yang bakal berlangsung bersama dengan generasi layaknya itu.

Alasan ke dua adalah kecepatan.

Obsesi kecepatan membuat perubahan banyak hal. Di dunia bisnis, teknologi, dan lain-lain. Obsesi bakal kecepatan memicu kami berubah menjadi orang yang ingin selamanya lebih cepat tahu. Ya, ingin cepat berbagi dan like atas informasi apa saja di sarana sosial.

Informasi, ucapan orang spesifik (tokoh, pemerintah, pejabat), dan kisah-kisah spesifik selamanya diburu bersama dengan cepat supaya dapat menjadi senjata untuk menyerang pihak yang berlawanan. Rujukan-rujukan selanjutnya seharusnya menjadi serpihan referensi berasal dari info-info lain yang saling terkait.

Celakanya, kadang waktu kecepatan ini dibangun secara massal untuk merubah pikiran orang sebelum informasi yang akurat muncul. Ingat, bukan merubah orangnya yang salah, melainkan orang yang terpengaruhlah yang wajib melakukan perbaikan diri di dalam terima informasi. Apakah kamu tidak benar satunya?

Untuk guru. Ajaklah anak didik kami membahas kasus yang sedang hangat dibicarakan. Ajarkan cara melihat kasus selanjutnya bersama dengan memperbandingkan setidaknya sepuluh informasi yang serupa berasal dari sumber yang berbeda, kemudian bimbinglah mengambil alih asumsi yang objektif, menyeluruh, logis, dan memperhitungkan keadaan sosial dan budaya yang ada.

Obsesi kecepatan gampang sekali menggoyang fokus seseorang. Asal cepat, asal puas, asal senang, dan asal baru, maka fokus di dalam memilih keakuratan dan kebenaran menjadi tersingkirkan. Inilah yang wajib kami perbaiki.

Para guru, ajarkan kecepatan dan kreativitas dikarenakan benar-benar dibutuhkan saat ini. Lengkapi terhitung bersama dengan kebijaksanaan hidup.

Qui-Gon Jinn berbicara di dalam Star Wars, “fokusmu memilih realitasmu”.

Tulisan ini cuma pengantar, silahkan melanjutkan sendiri renungan ini!

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

Pendidikan

Sekolah Bukanlah Bengkel; Yuk, Perbaiki Mindset Kita!

Sekolah Bukanlah Bengkel; Yuk, Perbaiki Mindset Kita!

Seorang tetangga bercerita bahwa tujuan dirinya mengirimkan anaknya ke sekolah atau madrasah tertentu adalah supaya kenakalan anaknya mampu hilang. Ini adalah alasan yang terlalu enteng dipahami.

Tujuan berikut sebenarnya wajar dan banyak dibutuhkan. Akan tetapi, tujuan ini kecuali dipercayai oleh semua pihak sebagai kebutuhan, maka berakibat terlalu tidak baik. Jika orangtua berkeyakinan layaknya itu, maka serupa halnya dengan berkeyakinan bahwa anaknya sepanjang ini mempunyai masalah dan wajib diobati. Padahal, di dalam masa belajar, kekeliruan memilih sikap merupakan sistem menuju kematangan.

Lebih mengkuatirkan lagi kecuali kepercayaan pada tujuan layaknya di atas dimiliki oleh seorang guru.

Jika seorang guru berkeyakinan bahwa tugasnya adalah mengemukakan materi dan melakukan perbaikan sikap anak saja, maka guru condong berpikir “mengobati”. Jika tersedia anak yang susah konsentrasi, maka guru bakal menyimpulkan bahwa anak berikut kebanyakan main, kurang perhatian dari orangtuanya, dan tidak punya tanggung jawab.

Jika tersedia anak yang puas membully temannya, maka kejadian-kejadian negatif bakal dicari dan dihubungkan sebagai penyebab perilakunya tersebut. Bahkan, kecuali tersedia seorang anak yang terlalu berambisi dan berapi-api, maka guru condong mencurigainya. Jangan-jangan orangtuanya terlalu menghimpit anaknya kecuali gagal dan nilainya jelek.

Jika tetap tersedia kepercayaan layaknya di atas, maka itulah dampak dan hasil dari doktrin psikologi abad ke-20. Ya, itulah “psikologi negatif” yang salah satu kegiatan besarnya adalah mengatasi penyakit mental. Kelemahan manusia menjadi titik fokus utama.

Dengan demikian, di dalam pandangan psikologi abad ke-20, kekuatan saing Bill Gates sebenarnya berasal dari keinginannya untuk melebih ayahnya dan usaha Putri Diana menentang pemanfaatan ranjau darat semata-mata merupakan hasil sublimasi (penghalusan) dari kebenciannya yang mendalam pada pangeran Charles dan keluarga kerajaan lainnya.

Alih-alih berpikir bahwa kekuatan saing Bill Gates dan tujuan Putri Diana adalah berasal dari ketulusan hatinya untuk lakukan kebajikan dan menggapai kebahagiaan yang lebih besar yaitu berbagi dengan sesama, psikologi negatif memandangnya secara sinis.

Yuk, kami berubah. Keyakinan kami bicara bahwa tiap-tiap manusia dilahirkan di dalam situasi suci. Dan sebenarnya arah psikologi udah berubah. Ya, sejak Martin E.P. Seligman meneguhkan “psikologi positif”. Menurutnya, tidak tersedia secuil pun bukti bahwa kapabilitas dan kebajikan berasal dari semangat negatif.

Ingat, tugas guru bukan melulu melakukan perbaikan kekurangan siswa, bakal tetapi lebih kepada menumbuhkan harapan, membangun kapabilitas emosi positif, mengembangkan bakat, dan menumbuhkan cinta. Itulah psikologi positif. Tidak layaknya emosi negatif yang mempersempit kapabilitas menghadapi ancaman, emosi positif justru menyokong pertumbuhan.

Kita wajib yakin bahwa emosi positif terlalu berlimpah pada anak-anak karena ini adalah masa mutlak untuk memperluas dan membangun kapabilitas kognitif, sosial, dan fisik.

Mulai waktu ini, kecuali tersedia anak didik yang susah konsentrasi waktu belajar di kelas, jangan tergesa-gesa menyalahkan keluarganya apalagi menyalahkan anak tersebut. Mulailah berpikir, apakah aku dan sikap aku menimbulkan rasa cemas bagi anak. Apakah caraku udah menarik perhatiannya? Apakah aku udah menghormati diri dan usahanya? Dan seterusnya.

Sekolah terhitung wajib punya mindset yang sama. Sekolah yang hanya berpikir perihal hasil tes atau ujian serta tujuan materi ajar semata, maka bisa saja besar terlilit pada jenis psikologi negatif. Remedial diperbanyak, penambahan jam untuk pendalaman materi disempurnakan terus, dan mengukur kesuksesan anak berdasarkan nilai tes semata.

Tidak tersedia yang salah dengan tujuan itu. Boleh dan sah-sah saja. Akan tetapi, mari bergerak melengkapinya dengan suatu hal yang lebih baik yang lebih diperlukan dengan situasi waktu ini. Mari bergerak lebih untuk menumbuhkan kekuatan, mengembangkan bakat, menghormati keunikan tiap-tiap anak, dan memperkuat nilai-nilai kebaikan.

Sungguh, sekolah bukanlah tempat “rehabilitasi”. Sekolah bukanlah bengkel semata, tetapi terhitung tempat merakit dan mengembangkan suku cadang. Sekolah udah harusnya menjadi tempat tiap-tiap anak untuk mengembangkan kapabilitas unik dirinya, mengembangkan kebaikan, dan menciptakan keindahan hidup dengan orang-orang di sekitarnya.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/

Pendidikan

Jangan Mendiamkan Siswa! Rugi

Jangan Mendiamkan Siswa! Rugi

Efektif namun rugi. Ya, ketika anda seorang guru dan ketika menghadapi siswa yang ribut atau ngobrol sendiri-sendiri, umumnya reflek yang bakal berjalan adalah anda berteriak…

“Diam…..”

“Yang gak dapat diam, silahkan muncul kelas”

“Hitungan sampai tiga, yang nggak diam, maju ke depan!”

Dan seterusnya…

Bentakan dan ancaman layaknya itu amat ampuh. Otomatis didalam saat itu juga siswa bakal diam. Tapi ingat, diamnya anak didalam kondisi layaknya ini amat merugikan. Unsur terbesar yang merugikan adalah keterpaksaan, ketakutan, dan keperluan sesaat.

Ketika kita—sebagai guru—menginginkan siswa diam agar mendengarkan kita, maka yang semestinya studi tentang proses itu adalah siswa. Kepentingan itu sebetulnya bukanlah keperluan guru. Sayangnya, mendiamkan siswa bersama kalimat ancaman atau bentakan seringkali muncul sebagai bukti kekuatan seorang guru. Bahkan, muncul pula sebagai bentuk intimidasi pada siswa.

Kalau anak diam bersama cara itu, amat sedikit yang anak dapatkan. Anak bakal studi bahwa orang dewasa kudu ditakuti, dan jika tidak diikuti maka bahaya bakal mengancam. Kondisi ini dapat menghidupkan perlawanan. Bukannya kesadaran yang kami dapatkan, melainkan ejekan dan perlawanan di belakang kita.

Jika menghadapi siswa yang “berisik”, maka jangan tergesa-gesa mendiamkannya. Kenapa kata “berisik” saya tulis memakai tanda petik? Karena, tersedia kelas yang “berisik” namun amat positif. Mereka membincangkan projek kerja kelompok. Sebaliknya, seringkali ukuran siswa baik adalah mereka yang duduk melipat tangan di meja selanjutnya diam dan tidak “berisik”.

Guru mendiamkan siswa, memiliki kerugian. Anak yang selalu diam atau teratur pas gurunya berteriak atau mengeluarkan ancaman, maka anak bakal konsisten bergantung pada kalimat tersebut. Jika kalimat tersebut tidak keluar, maka anak termasuk tidak diam. Bisa juga, jika bukan orang yang sering membentak yang berkata maka anak menganggapnya boleh “berisik”. Ketergantunganlah kerugiannya.

Mari studi menciptakan kondisi agar siswa yang berinisiatif diam sendiri ketika tersedia guru sedang berbicara. Biarkan siswa yang menyita tanggung jawab. Jangan ambil tanggung jawab itu dari siswa. Biarkan siswa yang menyita ketetapan untuk studi saling menghargai orang lain yang sedang berbicara.

Fokuskan pada keperluan jangka panjang bahwa anaklah yang kudu belajar, kudu menyita inisiatif dan bertanggung jawab atas tindakannya.

Baca Juga :

Pendidikan

RZ Bantu Perbaiki Ruang Kelas MI di Cianjur

RZ Bantu Perbaiki Ruang Kelas MI di Cianjur

RZ Bantu Perbaiki Ruang Kelas MI di Cianjur

RZ Bantu Perbaiki Ruang Kelas MI di Cianjur
RZ Bantu Perbaiki Ruang Kelas MI di Cianjur

CIANJUR-Melalui program Sharing Happiness, RZ (Rumah Zakat)

menyalurkan bantuan pembangunan ruang kelas untuk MI (Madrasah Ibtidaiyah) Cipelah 2 di Dusun Mekarwangi, Desa Girimukti, Kecamatan Pasir Kuda, Kabupaten Cianjur. Ini merupakan satu-satunya sekolah tingkat dasar yang berada di wilayah tersebut dengan akses jalan yang rusak dan berbatu.

Sebelumnya, ruang kelas MI Cipelah dibangun

dari bambu dengan pondasi kayu dan sudah tidak beratap.

Bangunan tersebut terdiri dari 4 kelas dengan ukuran 6 x 4 meter. Usia bangunan yang sudah tua, menyebabkan ruangan kelas ambruk. Akibatnya 3 kelas rusak dan tidak dapat digunakan dan 1 ruang kelas rusak ringan dan masih digunakan.

“Alhamdulillah setelah adanya bantuan dari RZ dan informasi mengenai sekolah kami yang diangkat melalui website sharinghappiness.org, banyak media dan pihak pemerintah yang berkunjung ke sekolah kami. Saat ini beberapa dari mereka berusaha untuk ikut mencarikan bantuan pembangunan kelas baru,” ujar Aisya, Kepala Sekolah MI Cipelah 2, Kamis (23/2).

Dalam penyaluran tersebut, RZ m

emberikan bantuan untuk membangun 2 kelas baru

yang terletak di samping kelas lama yang sudah ambruk. Saat ini, proses pembangunan sudah sampai tahap akhir dan dalam pengecatan untuk 1 ruang kelas. Sedangkan proses pembangunan 1 ruang kelas lainnya masih dalam tahap pemasangan pondasi.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada donatur RZ yang telah membantu sekolah kami. Kini siswa-siswa kami dapat belajar di kelas yang bagus dan nyaman. Semoga dapat memberikan berkah untuk kita semua,” pungkas Aisya. jo

 

Baca Juga :

Pendidikan

Kapolda : Pelaku Jaringan Lama

Kapolda Pelaku Jaringan Lama

Kapolda : Pelaku Jaringan Lama

Kapolda Pelaku Jaringan Lama
Kapolda Pelaku Jaringan Lama

BANDUNG-Kapolda Jawa Barat, Irjen Anton Charliyan yang berada

di lokasi mengatakan, pelaku dapat dipastikan jaringan lama yang sudah pernah melakukan teror yang sama di lain tempat. Hal ini dapat dilihat dari tuntutan pelaku sebelum melakukan teror.

“Pelaku yang di dalam sudah kita amankan.

Motif ingin membebaskan pelaku yang ada di Densus dan kemungkinan pelaku ini adalah jaringan lama,” katanya.

Lanjutnya, Kapolda belum dapa

t memastikan secara detail siapa pelaku yang akan melakukan pemboman di Kelurahan Arjuna ini. Tapi dapat dipastikan, pelaku adalah warga Bandung. Saat dilumpuhkan, pelaku membawa senjata api jenis pistol, bukan laras panjang seperti yang disebutkan sebelumnya.

“Masih kita identifikasi, kita pastikan lagi siapa yang bersangkutan, pelaku membawa senjata api jenis pistol,” katanya. jo

 

Sumber :

https://www.lomography.com/homes/jessieschultz/notes/1954590-karenanya-mereka-dikenal-sebagai-gelombang-elektromagnetik

Pendidikan

Era Digital, Telkomsel Tawarkan Solusi Bisnis Korporasi

Era Digital, Telkomsel Tawarkan Solusi Bisnis Korporasi

Era Digital, Telkomsel Tawarkan Solusi Bisnis Korporasi

Era Digital, Telkomsel Tawarkan Solusi Bisnis Korporasi
Era Digital, Telkomsel Tawarkan Solusi Bisnis Korporasi

BANDUNG-Untuk membantu dan mendukung perusahaan dalam meningkatkan proses

bisnis dan melakukan transformasi digital, Telkomsel menggelar Ekshibisi MyBusiness dengan tema “Mobility Solution for Your Digital Transformation”.

Vice President Enterprise Mobile Product Marketing Telkomsel Arief Pradetya mengatakan, kegiatan ekshibisi yang menampilkan beragam solusi digital terintegrasi untuk kebutuhan bisnis ini digelar di empat titik, yakni Hotel Ritz Carlton Jakarta (5 Oktober 2017), Hotel Adi Mulia Medan (12 Oktober 2017), Hotel Clarion Makassar (18 Oktober 2017), dan Hotel Sheraton Surabaya (25 Oktober 2017).

Solusi enterprise mobility menjadi hal yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan dalam melakukan transformasi digital, baik untuk mobilitas karyawan maupun keterlibatan pelanggan (customer engagement), antara lain untuk meningkatkan akses terhadap informasi, meningkatkan efisiensi proses bisnis, meningkatkan produktivitas karyawan, menurunkan biaya operasional, meningkatkan customer experience, dan lain-lain.

Oleh karena itu, Telkomsel menghadirkan MyBusiness sebagai solusi untuk memenuhi

kebutuhan korporasi dalam menjawab tantangan tersebut dan membantu perusahaan dalam melakukan transformasi digital.

“Ekshibisi MyBusiness merupakan kegiatan tahunan yang kami gelar untuk menghadirkan mobility experience bagi segmen korporasi. Melalui ekshibisi ini, kami berupaya menyediakan solusi terlengkap yang sesuai dengan kebutuhan transformasi bisnis masing-masing perusahaan di era digital. Solusi-solusi ini kami harapkan dapat membuka berbagai kesempatan baru dalam pengembangan bisnis pelanggan, termasuk dalam hal transformasi digital, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bisnis perusahaan,”katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (11/10/2017)

Dalam Ekshibisi MyBusiness, Telkomsel membuka beberapa booth untuk menampilkan empat area solusi berdasarkan kebutuhan pelanggan, yaitu Communication, Mobility, Cloud and Apps, serta Smart Industrial Park.

Selain solusi-solusi yang ditampilkan pada ekshibisi kali ini, Telkomsel

juga menyediakan solusi Internet of Things berupa Fleet Management, Asset Management, solusi Big Data berupa Mobile Insight & Measurement, Digital Advertising dan Digital Payment untuk melengkapi portofolio solusi segmen korporasi.

Arief memaparkan, di samping ekshibisi solusi digital untuk korporasi, Ekshibisi MyBusiness juga diisi dengan talkshow yang membahas topik yang relevan dengan kebutuhan dunia bisnis saat ini. McKinsey memberikan paparan mengenai transformasi digital di Indonesia, sementara BlackBerry menyampaikan insight mengenai tren mobile security.

Untuk melayani kebutuhan solusi korporat masing-masing perusahaan, Telkomsel menyiapkan tim Account Management di berbagai wilayah Indonesia yang siap memberikan pelayanan layaknya konsultan pribadi.

“Pelanggan korporasi yang berminat untuk berlangganan solusi-solusi MyBusiness dapat langsung menghubungi Account Manager terkait,”ujar Arief

Saat ini MyBusiness telah dipercaya oleh lebih dari dua juta pengguna di seluruh Indonesia dari berbagai bidang industri, seperti Automotive & Transport Services, Bank and Finansial Management Services, Government, Military & Police Services, Healthcare & Welfare Services, Hospitality & Business Services, Manufacturing & Agribusiness, Media & Communication Services, Property & Contruction Services, Trading & Distribution Services, Utilities, Energy & Resources Services.

“Kenyamanan pelanggan korporat dalam menggunakan beragam solusi digital MyBusiness didukung kehandalan jaringan berkualitas Telkomsel dengan lebih dari 146.000 base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 96.000 BTS broadband berteknologi 4G dan 3G,”pungkasnya. (MAT)

 

Baca Juga :