keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda
Pendidikan

7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda

7 Alasan Memilih Melanjutkan Studi di Belanda – Nuffic Neso Indonesia melangsungkan acara “Dutch Placement Day” (DPD), Jumat, 9 November, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, menggandeng 27 universitas penelitian dan ilmu terapan Belanda.

“DPD menjadi one stop information centre di mana pengunjung bisa berkonsultasi one on one, mengekor presentasi universitas maupun Lembaga pengelola beasiswa, seminar mencatat motivation statement, sampai mengikuti IELTS Try Out,” jelas Koordinator Promosi Pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari.

Lalu, apa yang menciptakan pilihan studi di Belanda menjadi paling menarik? Sofia Yang, Humas Nuffic Nesso Indonesia dalam sesi seminar “Study in Holland” menjelaskan untuk peserta DPD 2018, 7 dalil Belanda unik dilirik menjadi opsi studi.

1. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar

Saat ini, telah paling tidak terdapat lebih dari 2.100 opsi program studi di universitas Belanda telah memakai bahasa Inggris. Siswa tidak butuh khusus belajar Belanda, karena tidak sedikit bahasa pendahuluan yang digunakan ialah bahasa Inggris.

2. Destinasi studi murid internasional

Saat ini ada 112 ribu mahasiswa internasional belajar di Belanda. Ini berarti, 1 dari 10 mahasiswa yang kuliah di Belanda adalah mahasiswa internasional. Tahun ini saja minimal ada lebih dari 2.500 pelajar Indonesia menempuh studi di Belanda.

3. Universitas ruang belajar dunia

Belanda mempunyai sekitar 200 universitas yang masuk dalam pemeringkatan universitas ruang belajar dunia menurut keterangan dari QS University World Rankings. Bahkan 13 di antaranya masuk dalam https://www.sekolahan.co.id/ 50 terbaik dunia.

4. Kualitas edukasi tinggi terjamin

Berbeda dengan Indonesia, Belanda melulu menerapkan 1 sistem akreditasi tanpa pemeringkatan. Hal ini memastikan bahwa kualitas edukasi tinggi di Belanda mempunyai standar tinggi yang sama. Sebaliknya, edukasi tinggi yang tidak lulus akreditasi tidak diizinkan menerima mahasiswa untuk memastikan kualitas edukasi di sana.

5. Biaya edukasi ‘reasonable’

Biaya edukasi di Belanda dirasakan ‘paling reasonable’ bila dikomparasikan universitas beda di Eropa yang memakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Biaya edukasi S1 rata-rata menguras 6 ribu hingga 15 ribu pounsterling dan S2 berkisar 8 ribu hingga 20 ribu pounsterling.

6. Kota terbaik guna generasi milenial

Amsterdam, Belanda terpilih menjadi di antara “Best Cities fo Millenials” menurut keterangan dari Nestpick tahun 2017. Tidak melulu menjadi kota kelahiran start up besar “Uber”, kota ini juga dirasakan mempunyai ekossistem bisnis yang baik dan menyerahkan ruang untuk generasi milenial mengembangkan kreatifitas, hakikat dan kualitas hidup.

7. “Home Away from Home”

Ikatan historis Indonesia dan Belanda membuat tidak sedikit orang Indonesia di sana, baik menetap maupun memilih studi di sana. Hal ini menciptakan Belanda menjadi terasa “jauh tetapi seperti di rumah” untuk pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi di Belanda.

baca juga:  4 Cara Menjaga Kesehatan Lidah Yang Baik dan Benar