keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
5 Fakta Menarik Tentang Pendidikan Anak Usia Prasekolah
Pendidikan

5 Fakta Menarik Tentang Pendidikan Anak Usia Prasekolah

Pendidikan tentunya jadi tidak benar satu faktor mutlak yang turut serta didalam membangun kepribadian individu. Hampir tiap-tiap harinya anak pergi ke sekolah untuk belajar bermacam hal dan bersosialisasi dengan anak lainnya. Oleh dikarenakan itu, pendidikan miliki peran mutlak didalam membangun hubungan sosial dan emosional anak.

Fakta Menarik Pendidikan Anak Usai Prasekolah
Fakta Menarik Pendidikan Anak Usai Prasekolah

Selain itu, pendidikan terhitung bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk memilih era depan bangsa. Dengan pendidikan yang baik tentunya dikehendaki bisa menghasilkan generasi bangsa yang baik pula.

Setiap negara miliki sistem pendidikan yang berbeda. Harapan orangtua untuk anak di tiap-tiap negara pun berbeda. Hal itu terpengaruh oleh kebudayaan, agama, dan iklim dari negara tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh Benesse Educational Research and Development (BERD) Institute pada 4 negara (Indonesia, Jepang, China, dan Finlandia), terdapat 5 fakta menarik tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yaitu :

5 Fakta Menarik Tentang Pendidikan Anak Usia Prasekolah

 

1. Fakta Terkait Waktu Bangun Tidur Anak

Ternyata, sebagian besar anak-anak di Indonesia terbiasa bangun tidur lebih awal sekitar pukul 05.30 hingga pukul 06.00. Alasannya dikarenakan Indonesia miliki banyak aktivitas di pagi hari dan bagi anak-anak pemeluk agama islam wajib jalankan sholat subuh.

Pada hari biasa, anak Indonesia yang bangun tidur sebelum akan pukul 05.30 mencapai 11,1% dan yang bangun pada pukul 06.00 mencapai 31,9%.

Sementara itu, anak-anak di tiga negara lainnya (Jepang, China, dan Finlandia) yang bangun tidur pada pukul 05.30 tidak cukup dari 3%. Anak-anak di tiga negara berikut lebih banyak bangun tidur pada pukul 07.00

2. Fakta Terkait Waktu yang Dihabiskan di PAUD

Untuk Menjadikan Anak Jenius Tidak Cukup Hanya dengan Perbanyak Baca Buku, tapi Juga Melakukan Hal yang Lain (Ilustrasi/iStockphoto)

Hasil survei mengungkap bahwa 89,8% anak Indonesia menghabiskan sementara tidak cukup dari 4 jam di PAUD. Itu artinya, lebih singkat dibandingkan dengan anak-anak dari negara lain yang sebagian besar menghabiskan sementara di PAUD lebih dari 8 jam. Hal itu dikarenakan banyak orang tua di ketiga negara berikut adalah wanita pekerja.

3. Fakta Terkait Mengasuh Anak dari Perspektif Ibu

Bagi Ibu di Indonesia, ada tiga hal yang butuh bisnis paling besar didalam mengasuh anak. Pertama, yaitu menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, layaknya menyikat gigi, mandi, dan formalitas lainnya. Selanjutnya, bisnis memelihara kebugaran tubuh dan main dengan orang tuanya.

Berdasarkan belajar yang dilakukan oleh BERD, anak-anak yang menguasai formalitas hidup pada usia 3-4 tahun akan miliki kemampuan sosial emosional yang lebih baik pada usia 4-5 tahun. Kemampuan sosial emosional itu terkait dengan pertumbuhan faktor kognitif layaknya huruf, angka, dan kemampuan berpikir. Oleh dikarenakan itu, menanamkan formalitas hidup sejak dini terlampau mutlak untuk mengembangkan faktor kognitif dan afektif anak.

4. Fakta Terkait Harapan Orang Tua Terhadap Masa Depan Anak

Para Ibu di Indonesia mengharapkan anaknya jadi orang yang menyayangi keluarga dengan presentase sebesar 75,8 persen. Harapan ini sama dengan ibu di negara lainnya, jika Jepang.

Sebagian besar Ibu di Jepang menghendaki anak mereka jadi orang yang bisa miliki pendirian dan pendapat sendiri.

5. Fakta Terkait Pribadi Anak di Masa Depan

Ibu di Indonesia menilai bahwa anak adalah sosok yang mewarisi keturunan keluarga untuk era depan, sosok yang akan mengurus orang tua di era yang akan datang, dan sosok yang bisa mengabulkan cita-cita orang tua.

Seperti yang dipaparkan oleh Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, Dr. Sofia Hartati., M.Si, bahwa dari suku dan agama yang dianut sebagain besar penduduk Indonesia, anak merupakan harapan orang tua dan penerus keluarga. Secara psikologis kehadiran anak bisa beri tambahan rasa safe dikarenakan sementara mereka tua ada yang menjaga, merawat, dan berikan perhatian.


Baca Juga :